The Borders

The Borders
Bagian 90 – The Borders Versus Desa Raja Naga



The Borders saat ini tidak berubah ke wujud aslinya hanya saja kekuatannya besarnya telah bangkit untuk beberapa sesaat.


Leon sebagai keturunan Tuan dari tanah ini membangkitkan kekuatan yang terkubur di dalam tanah ini dan membangkitkan kekuatan The Borders juga.


Chain dan Erphan bersiap dengan roh pelindung mereka juga. Bersiap menerima jika tiba-tiba ada serangan mendadak. Mereka tidak takut lagi dengan energi sihir milik The Borders saat ini. Energi sihir The Borders yang asli sangatlah netral antara energi gelap dan terang dia tidak ada di antaranya. Energi yang menyeimbangkan gelap dan terang.


Orang-orang berjubah terlihat berkumpul mengelilingi Kashel, Chain, dan Erphan. Sepertinya orang-orang berjubah itu tidak menyadari kekuatan Naga Perbatasan saat ini ikut bangkit juga karena dilepasnya energi dari tanah ini, energi milik The Borders. Mereka meremehkan Kashel.


Hanya Chain dan Erphan yang terlihat tidak yakin dengan pertarungan tiga orang banding ratusan orang di desa ini, belum lagi tidak membunuh mereka itu sangat mustahil tapi Kashel terlihat tenang saja. Ia seperti sudah tahu cara mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Sesuai apa yang dikatakannya ia tidak akan mengotori tangan anak itu dengan membunuh orang.


"Ini semua cukup dengan pedang cahaya saja." Gumamnya meremehkan ratusan orang yang perlahan-lahan berkumpul.


Rupa-rupanya tujuan orang-orang berjubah itu adalah untuk menangkap The Borders dan dengan batu kristal yang mereka curi beberapa waktu lalu mereka memanggil Portal Perbatasan yang besar, mengundang Roh Kegelapan kuat hadir.


"Kurasa aku akan mati malam ini." Ujar Erphan.


"Aku tidak akan lagi-lagi menerima tugas yang sama dengan Kashel ke depannya, jika aku masih hidup." Chain panik berucap. Tapi mereka mau tidak mau harus bertarung meskipun terasa sia-sia.


Asap kegelapan mengerumuni Kashel dan yang lainnya.


Serangan dari berbagai arah mulai datang tapi Kashel menghalau itu semua dengan mantra pelindung. Chain, Erphan sampai terperangah melihat mantra pelindung sekuat itu, kemudian sambil fokus menggunakan mantra pelindung Kashel juga membuat portal agar mereka bisa kabur.


DUAR!


DUAR!


BLAAAR!


Suara serangan bertubi-tubi tanpa henti. Serangan dihentikan karena melihat tidak ada perlawanan, musuh pikir mereka sudah melumpuhkan ketiga orang itu.


"Menghilang!" terkejut salah satu orang berjubah yang memeriksanya.


.


.


.


"Aaaaaaarg!" Kashel berteriak di alam bawah sadarnya ia merasakan dirinya dipaksa untuk menetralkan kekuatan gelap yang ingin menguasai The Borders.


"Kau anak yang kuat." Puji The Borders pada Kashel.


"Naga gila!" umpat Kashel berteriak marah tapi ia tidak bisa apa-apa ia hanya melihat serangan orang-orang dari desa itu di alam bawah sadarnya.


"Jangan sampai kau membunuh orang-orang tidak bersalah dengan tanganku." Kashel masih kesal. Ia masih sempat memikirkan orang-orang di tengah penderitaannya sendiri.


"Kau jangan khawatir aku sudah punya rencana, dan tetap diam saja di sana perlawanan dirimu akan membuatku lemah. Jika kau melawan terus, mau tidak mau akan jatuh korban. Dan kau yang akan harus menyelesaikan pertarungan ini." The Borders berbicara dengan jiwa Kashel.


"Baiklah, aku akan diam selesaikan ini tanpa membunuh orang." Pinta Kashel ia memilih mengandalkan The Borders sekarang.


"Pedang cahaya." Suara itu terdengar pelan namun tegas.


Setelah mengamankan teman-temannya Kashel muncul di tengah-tengah asap hitam pekat, satu kali tebasan dengan pedang cahaya yang dicampur dengan energi sihir The Borders yang besar langsung menghancurkan asap kegelapan seluruhnya. Bahkan teman-teman Kashel belum sempat melakukan perlawanan apapun saat itu.


Kekuatannya mengerikan. Batin Erphan dan Chain takjub sekaligus takut. Bahkan raut wajah tenang Kashel tidak berubah sama sekali, ia hanya menatapi warga desa yang pikirannya sedang dikendalikan oleh sihir dari udara, ia saat ini menggunakan kemampuannya untuk terbang meski tidak memiliki sayap, membuat gravitasi menjadi nol untuk dirinya sendiri adalah salah satu kemampuan sihir The Borders.


Kashel terlihat mengibaskan pedang itu di udara ia terbang saat ini dan bergerak di bantu oleh elemen angin miliknya, ia menciptakan gravitasi untuk dirinya sendiri.


"Bagaimana mungkin, kekuatan anak itu bangkit." Panik orang-orang berjubah.


"Itu, bukanlah anak itu. Itu adalah Naga Perbatasan sendiri!" Kashel terlihat menyeringai dari udara. Banyak Roh Kegelapan yang dipanggil saat itu. Tapi Kashel lebih memilih untuk menghancurkan Portal Perbatasan yang berada di langit lebih dulu.


"Terlihat!" Ia terbang melesat dengan cepat saat melihat inti dari Portal Perbatasan itu.


"Elemen petir." gumamnya, petir muncul dari tangannya yang memegang pedang cahaya, petir mengalir ke pedangnya dan dengan itu ia menebas batu kristal hitam, karena ia menyerap Guardian juga, Kashel dengan mudahnya menghancurkan batu kristal hitam itu berkeping-keping tanpa menyisakan apapun Roh Kegelapan yang dipanggil pun berhenti keluar juga setelahnya.


Di bawah Chain dan Erphan bertarung semampu mereka banyak orang-orang desa yang mengeroyok mereka tapi mereka masih mampu bertahan sehingga Kashel tidak merasa khawatir. Serangan demi serang sihir sebenarnya terus berdatangan ke arah Kashel, tapi mantra pelindung yang tercampur oleh sihir itu amatlah kuat, meskipun butuh waktu juga untuk menyelesaikan pertarungan ini karena menghindari korban jiwa.


Semua orang dari desa berusaha menyerang Kashel saat masih di udara. Tapi tidak berarti apa-apa, ia bisa menghindari serangan itu dengan mudah. Kashel terlihat menari-nari di udara. Cepat serangan seseorang datang padanya, lebih cepat lagi Kashel menghindarinya.


DUAK!


Sebuah tendangan mengenai Kashel yang lengah.


"Itu sakit! Kau juga, kenapa malah bersenang-senang di saat genting seperti ini." Jiwa Kashel merintih, ia juga menerima sakit dari tendangan itu.


"Main belakang rupanya." Akibat tendangan itu, Kashel meludahkan darah.


"Naga kecil, boleh juga." Gumam Kashel, tampaknya luka itu tidak berarti apa-apa untuk The Borders.


"Menyerahlah." Ucap Leon dingin.


"Ayo lawan aku naga kecil, Tuan Muda tanah ini. Orang yang terpilih memiliki kekuatan yang hampir sama denganku jika menggunakannya di tanah ini. Tapi itu bukan apa-apa." Serangan dari darat juga terlihat datang lagi secara bertubi-tubi.


Namun, Kashel dengan sigap bisa menghalaunya. Bahkan sambil bertarung melawan Leon yang saat ini memiliki setengah dari kekuatan perbatasan. Mereka berkelahi di udara sambil menghindari serangan-serangan membabi buta.


BUAK!


DUAR!


CTAR!


KBOOM!


Seseorang terlempar di tanah saat bertarung di udara dan terkena serangan fatal.


"Uhuk!" Leon batuk darah karena serangan Kashel. Tiba-tiba serangan besar datang dari arah belakang. Kashel diam saja dan saat serangan itu menghampiri dirinya serangan itu ditangkis dengan mudah lalu dipantulkan.


DUAR!


CTAR!


BLAAR!


"Serangan yang sama tidak akan mempan padaku dua kali." Entah sejak kapan Kashel mengaktifkan mantra penghalang yang bisa memantulkan sihir itu.


Desa itu hancur karena serangan warga desanya sendiri. Beberapa sudah ada yang terluka dan jatuh tidak sadarkan diri.


"Waktuku sudah tidak banyak, kesadaranku sudah mulai memudar." Gumam The Borders.


"Kalau begitu kau harus menyelesaikan pertarungan ini dulu." Kashel berucap ia juga sebenarnya sudah sangat kelelahan karena kekuatan yang dipaksakan oleh The Borders pada dirinya.


"Baiklah aku akan menyelesaikannya."


Kashel mengangkat tangannya dan mencengkeram Leon. Banyak Roh Kegelapan yang menargetkannya saat itu. Namun tangan satunya cukup mengayunkan pedang cahayanya dan membuat roh-roh dalam berbagai macam bentuk itu di hancurkan langsung secara berkeping-keping.


Leon tidak bisa melawan lagi. Dengan pedang cahaya Kashel menusuk dada Leon. Energi hitam keluar dari tubuhnya ia di pengaruhi oleh batu sihir hitam dari dunia roh dan itulah yang saat ini mengendalikannya sehingga tidak sadar apa yang ia lakukan. Saat itu seluruh warga desa jatuh pingsan semua, setelah Leon tidak sadarkan diri.


"Energi dari tanah ini sebentar lagi akan habis dan aku akan berakhir juga di sini."


"Kau membunuhnya!" marah Kashel.


"Bocah, aku sudah bilang tidak akan membunuhnya. Ugh!" The Borders tidak kuat lagi.


"Jika diteruskan aku akan mengamuk di sini. Tapi aku harus menyelesaikan semuanya terlebih dahulu." Ia tetap memaksakan dirinya.


Dengan kecepatan kilat, Kashel langsung menghancurkan semua Roh Kegelapan yang tersisa bahkan yang sedang teman-temannya hadapi.


Beberapa orang berjubah yang membuat kekacauan itu ingin melarikan diri, tapi dengan sihirnya Kashel mengendalikan akar untuk mengikat orang-orang itu. Sampai tidak bisa bergerak.


"Aaaaarg!"


Orang-orang berjubah itu semuanya lenyap menjadi asap hitam. Ia hanya menatapi mereka yang terbakar habis oleh api hitam.


Kashel menatap ke langit di sana ia melihat orang berjubah lainnya yang sudah melakukan hal itu kepada rekan-rekannya, Kashel menatap dengan tajam. Namun Kashel sudah tidak punya kekuatan lagi untuk mengejar orang berjubah itu, ia menghilang menjadi asap hitam dalam sekejap.


Kekuatan The Borders ingin meledak kesadaran The Borders telah runtuh sepenuhnya, di akhir karena kekuatan yang ingin lepas kendali segel milik Kashel aktif dan menahan ledakan besar yang akan terjadi, singkat saja kemunculannya ada rantai yang membelenggu tubuh Kashel. tapi rantai-rantai itu kemudian hancur karena menahan kekuatan yang dahsyat. Kalung Kashel masih ada, namun mengalami keretakan di bandulnya.