
"Maafkan, Pamanmu ini Kashel." Kashel hanya bisa memperhatikan dari dalam segel mantra. Ingin rasanya Kashel berteriak, tapi ia tidak punya kekuatan untuk itu.
"Paman jangan, lakukan itu." hanya lirihan kecil yang bisa Kashel keluarkan dari mulutnya.
"Aku akan melindungi orang yang berharga untukku Kashel, bahkan jika itu dengan nyawaku sendiri. Karena ini adalah tujuanku menjalani hidup. Untuk membayar penyesalan di masa laluku." Rainer tersenyum sedih ke arah Kashel, tapi ia juga bahagia karena bisa berguna untuk orang yang berharga untuknya kali ini.
"Mantra penyegel ambil nyawaku. Selesaikan ritual ini dengan cepat. Dan segel kemampuan yang bisa membahayakan orang lain, jauhkan dari kegelapan!" teriak Rainer mengaktifkan mantra penyegelan, mantra kuat yang bayarannya adalah nyawa dan tubuh penggunanya.
"Aaaaaaa!" Kashel berteriak sekali lagi, sedih, kesal bercampur segalanya di sana. Sekaligus menjadi berakhirnya ritual itu, kegelapan yang ingin mengganggu tidak bisa karena terpantul oleh mantra penyegel itu.
.
.
.
Pertama kalinya Kashel menggunakan kekuatannya saat itu, ia yang marah langsung menghancurkan kegelapan yang membuat orang berharganya mengorbankan nyawanya di hadapannya, hanya dengan mengangkat tangannya kegelapan itu hancur tidak bersisa.
Kegelapan yang membuat Rainer menderita selama ini, dilenyapkan Kashel dengan mudahnya, saat itu karena kemarahan kekuatan Kashel lepas kendali. Tapi segel Rainer membelenggu dirinya. Sehingga kekuatan besar yang diterima Kashel tidak jadi meledak dan mengacaukan sekitar. Saat itu segelnya belum sepenuhnya kuat karena Rainer masih belum sepenuhnya menghilang. Ritual transfer jiwa telah selesai dan Kashel menjadi wadah jiwa. Lyam perlahan sadar kembali
"Huwaaaa!" Kashel menangis kencang seperti anak kecil saat itu. Tidak ada yang bisa ia katakan.
Rainer yang perlahan menghilang datang di hadapan Kashel menenangkannya.
"Jangan menangis Kashel, jangan menyerah, tetap jalani hidup dengan baik, pilih jalanmu sendiri, gunakan kekuatanmu untuk melindungi orang lain, cari kebahagiaanmu sendiri meskipun saat ini kau telah berbeda."
"Hiks! Hiks!" Kashel menangis di pelukan Rainer seperti anak kecil. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Hatinya sangat sakit sekarang, takdir yang diterimanya begitu berat. Ia merasa tidak akan sanggup tanpa Rainer di sisinya.
"Tetap jadi dirimu sendiri, maafkan aku yang sudah tidak bisa menemanimu lagi. Kau adalah orang yang berharga untukku Kashel, aku senang karena sudah bisa melindungimu dan menjalankan tugasku sebagai keluargamu."
"Paman Rainer, hiks!"
"Tegarlah, kuatlah, aku akan selalu berada di hatimu kau sudah dewasa Kashel aku menyayangimu, selamat tinggal..." Rainer menghilang menjadi butiran cahaya ke atas langit malam yang penuh bintang.
"Huwaaaa!" Kashel menangis sambil sujud di tanah, segelnya telah lengkap dan menjadi sebuah kalung yang menggantung di leher Kashel, karena segel itu juga Kashel tetap menjadi orang biasa.
Kekuatan The Borders menjadi tidak sepenuhnya berada untuk digunakan Kashel dan dikunci sampai Kashel sendiri yang bersedia untuk menggunakannya, sampai ia sudah benar-benar bisa mengendalikan kekuatan besar itu, keinginan kecil Kashel, Rainer wujudkan meskipun tidak sepenuhnya.
Kashel terbayang dengan setiap kenangan yang ia habiskan bersama Rainer selama dua tahun terakhir ini. Meskipun singkat Kashel tidak pernah bisa melupakannya, orang yang pertama kali menerima keberadaannya lebih daripada orang tuanya sendiri.
"Mau kubantu?" Guardian muncul di hadapan Kashel mengulurkan tangannya.
PLAK!
Kashel menepis tangan Guardian, tatapan matanya marah pada makhluk itu.
"Aku benci kau!" ujar Kashel melanjutkan acara berdukanya.
CTIK!
Saat itu lokasi telah berubah, Kashel merasa ada sesuatu yang melewati dirinya, saat melihat sekitarnya ia tahu itu bukanlah dunianya.
"Berdukalah sesukamu di sini, apapun yang sudah terjadi tidak akan ada takdir yang bisa dirubah, Kashel. Sekarang semuanya tergantung padamu." Ucap Guardian. Kashel hanya diam saja ia tidak protes, ia sudah tidak punya tempat pulang saat ini.
Tujuan hidupnya menghilang, ia ingin mengakhirinya. Tapi Kashel teringat kata-kata Rainer untuk tidak menyerah. Walaupun saat ini ia butuh waktu untuk menyembuhkan luka-lukanya.
"Kau yang merencanakan semua inikan? Pertemuanku dengan Paman." Ujar Kashel ia hanya duduk dengan pandangan menatap kosong tempat itu damai.
Ia tahu Rainer menderita karena kehidupan yang Guardian berikan, kekuatan yang tidak cocok untuknya. Tapi, pria itu terus menjalani kehidupannya dengan santai dan apa adanya. Ia tidak pernah memahami perasaan Rainer, sebelum ia merasakan perasaan manusia dari Kashel.
Guardian pergi setelah itu, ia masih memiliki banyak tugas menjaga perbatasan saat ini. Menghentikan kegelapan. Terikatnya ia dengan Kashel memang mengurangi kemampuannya yang sebelumnya tidak terbatas, meskipun begitu kekuatannya belum bisa dianggap lemah.
Namun, untuk saat ini ia tidak perlu khawatir lagi tentang kegelapan yang akan menelannya karena ikatannya pada Kashel menghalangi hal itu terjadi. Guardian membiarkan saja Kashel menjalani masa sedihnya, sampai Kashel sendiri yang memutuskan untuk bangkit kembali.
.
.
.
Setelah setengah tahun lamanya akhirnya Kashel berusaha untuk bangkit kembali dari keterpurukannya.
"Kembalikan aku ke duniaku," pinta Kashel pada Guardian.
"Jika kau ke dunia manusia, kau harus menjalankan tugasmu sebagai jiwa The Borders Kashel." Jelas Guardian.
"Aku akan menjalankannya, tapi aku hanya akan menjaga kotaku. Aku tidak ingin berpetualang lagi." Jelas Kashel, berpetualang hanya akan mengingatkan kebersamaannya dengan Rainer.
"Baiklah, apa yang ingin kau perbuat Kashel?" tanya Guardian.
"Aku mau mendirikan divisi sendiri, kuharap kau mau menguruskannya untukku. Dengan begitu aku bisa menjaga kotaku." Saat itu tatapan Kashel masih kosong ia masih bersedih tapi ia sadar, daripada terus-terusan bersedih ia ingin berguna untuk orang lain.
Setelah itu tersebarlah rumor bahwa Kashel adalah orang yang terhubung dengan Guardian seperti Rainer tapi tidak begitu tahu bahwa Kashel sekarang adalah kontraktor Guardian, bahkan orang tuanya. Karena Guardian yang rela menguruskan izin berdirinya Divisi Batas Senja. Kashel tidak mau lagi menginjakkan kakinya di Kantor Pusat.
Banyak orang-orang yang menganggap Kashel ingin menyaingi Kantor Pusat dan mendirikan Kantor Pusatnya sendiri, memanfaatkan hubungan yang dimilikinya dengan Guardian , tapi tidak ada orang dari Kantor Pusat yang berani menentangnya karena yang berdiri di belakang Kashel adalah Guardian orang yang mereka segani sekaligus dibenci. Kashel juga meminta pusat untuk merahasiakan identitasnya yang sesungguhnya sekarang, hanya Rai yang tahu pasti bahwa Kashel adalah kontraktor dari Guardian bahkan orang tuanya sendiri tidak tahu dan menganggap Kashel adalah monster karena mencari kekuatan dari Guardian dan bersekutu dengannya.
Kashel terus menjalani hidupnya sesuai wasiat dari Rainer saat itu, sampai pada akhirnya ia bertemu dengan orang-orang berharga untuknya sekali lagi dan kali ini, ialah yang akan menjaga mereka semua. Seperti Rainer menjaga dirinya dulu.
.
.
.
"Paman terima kasih telah memberikanku harapan hidup sekali lagi." Ucap Kashel mengakhiri ingatan masa lalunya.
Ia tidak menyangka bahwa pertemuannya dengan Rainer bahkan adalah rencana dari Lyam, bahkan sejak kecil Lyam jugalah yang membuat Kashel memiliki tujuan hidup yang jelas dari buku yang pertama kali ia terima.
Lyam adalah orang yang membuat Kashel menjadi manusia dan membuatnya kehilangan kehidupan normal yang ia inginkan pula.
Rasanya itu seperti sudah bermimpi sangat tinggi dan dijatuhkan dalam sekejap pula, mengerikan. Batin Kashel merasa kesal dengan tingkah Lyam yang seenaknya. Namun ia sudah tidak begitu menyesal lagi, walaupun takdir yang diterima olehnya, masih diterima dengan setengah hati karena menurutnya itu terlalu berat.
Malam itu Kashel tertidur pulas setelahnya.
Lyam ia hanya menatap langit laut di tengah malam itu. Entah apa yang ia pikirkan.
.
.
.
.