The Borders

The Borders
Bagian 143 – Pengejaran Guardian



Setelah tidak mendapati apa-apa di sana Lyam kemudian pergi dan berubah menjadi Guardian. Dia sedang mencari keberadaan wadah jiwanya, tempat Lyam berpijak tampak mengundang roh-roh kegelapan berkumpul, ia kemudian pergi lagi memasuki portal yang ia buat.


.


.


.


"Aku seperti buronan sekarang." Ujar Kashel ia bisa merasakan Lyam yang membuka portal beberapa kali untuk menemukannya.


"Jadi kita pergi ke bank terdekat. Aku tidak bisa kembali, ke kota itu, kita berpencar dulu. Nanti kita bertemu di pelabuhan xx. Aku percayakan semua perlengkapan pada kalian, aku bakalan ke sana di jam 1 siang." Ujar Kashel, ia masih belum memiliki ponsel baru untuk bisa bertukar pesan dengan teman-temannya, mau membelinya saja sulit karena salah bergerak Lyam akan langsung menemukannya.


Kashel langsung membuka portal di pinggiran kota Baltesam. Rigel dan Rai yang sudah mengenakan masker dan topi langsung melesat pergi dari sana dengan sihir mereka.


Tidak lama Guardian benar-benar muncul lagi di tempat portal muncul sebelumnya.


"Ah, kenapa kemampuan penajam indra itu aktif di saat Lyam dalam pengaruh kegelapan." Jarak mereka dengan pinggir kota tidak sampai satu kilometer rupanya, dan itu dalam jangkauan kemampuan mereka berdua portal muncul di dekat Kashel saat itu. Lyam menemukannya, Kashel yang terkejut langsung membuat portal lain dan langsung berlompat mundur ke dalamnya.


Terlihat wajah Guardian dengan mata merah diliputi kegelapan sedang menatap Kashel tajam, tepat saat portal Kashel tertutup. Setelah keluar dari portal yang ia buat Kashel terduduk kaget, lututnya terasa lemas karena pengaruh kegelapan Lyam yang kuat sampai padanya karena mereka terlalu dekat.


"Fuah! Aku merasa habis tenggelam dalam air yang berlumpur." Kashel berucap terengah-engah.


Aku tidak bisa lari jauh darinya, bagaimana ini. Pikir Kashel merasa Lyam terus membuat portal beberapa kali untuk menangkap keberadaan Kashel.


"Kenapa musuhku harus dia sih." Gerutu Kashel, ia kemudian merasa ada energi yang berkumpul di dekatnya. Kashel yang sudah hafal selak-beluk kota Baltesam tentu saja mengetahui di mana tempat sunyi yang jarang orang ada di sekitarannya dan berpindah-pindah ke tempat yang sunyi itu juga.


Kashel merasa Lyam mendekat lagi ke arahnya, kali ini Kashel memegang pedang cahaya di tangannya. Aura kegelapan yang pekat mengitari langit sekitarannya, Kashel saat ini tidak bisa lagi menggunakan portal perbatasan karena aliran sihirnya sedikit terganggu akibat pengaruh dari kegelapan Lyam beberapa waktu yang lalu.


Asap kegelapan datang dari arah kiri Kashel dan dengan sigap ia menangkisnya. Lyam muncul di belakang Kashel dan langsung menangkap Kashel sampai tidak bisa bergerak.


"Lepaskan aku! Sialan! Ukh!" Kashel dipengaruhi oleh kekuatan hitam juga.


Sialan! Sialan! Sialan! Kashel hanya bisa mengumpat dalam hatinya.


Aku tidak boleh terpengaruh oleh kegelapan ini aku harus lari.


"Elemen angin, badai angin!" teriak Kashel mengeluarkan sihirnya, ia melompat menjauh dari Lyam dan langsung membuat portal baru lagi ketika aliran sihirnya bisa ia kendalikan dengan baik lagi untuk beberapa saat.


Kashel menatap Lyam yang juga berlari ke arahnya mengejarnya setelah terlempar terkena badai angin milik Kashel. Jika itu Lyam dalam keadaan sadar, alias dirinya sendiri. Kashel ingin sekali mengejek Lyam yang gagal menangkapnya karena selama mereka terikat Kashel belum pernah bisa benar-benar bersembunyi dari Lyam. Tapi, sekarang ia tidak punya tenaga lagi dan jika ia melakukannya Kashel yakin Lyam akan mencarinya dengan gencar karena hal itu pasti membuat Lyam yang dipenuhi kebencian itu marah.


Kashel muncul di dalam hutan yang tidak ia tahu lokasinya di mana lagi. Tergeletak kehabisan tenaga, karena portal yang ia buat dan Lyam buat.


"Aku hanya manusia biasa, biarkan aku bernafas sejenak." Gumam Kashel jika Lyam menemukannya sekarang Kashel sepertinya hanya akan pasrah saja.


Namun, karena Kashel yang seperti itu Lyam juga terpengaruh olehnya.


"Hahaha, aku baru sadar jika ia tidak bisa lagi menggunakan portal untuk berpindah tempat sama sepertiku." Kashel tertawa sendiri, ia selamat dan bisa istirahat sejenak, waktu untuk mereka berkumpul sekitar setengah jam lagi.


Aku masih punya waktu untuk memulihkan diri. Kashel memejamkan matanya beristirahat.


Setelah beberapa saat beristirahat jam tangan Kashel menunjukkan pukul 1 siang, ia langsung membuka portal perbatasan lagi dan muncul di pelabuhan. Tempat mereka janjian, beruntung tidak ada orang yang melihatnya. Kashel langsung menuju ke kapal. Dan di sana ia melihat kedua temannya yang sedang menunggu.


Mereka menyewa kapal sendiri dan hanya pergi bertiga.


"Ayo kita cepat pergi dari sini, aku tahu cara membuat Lyam lemah. Tapi, aku akan melemah juga." Ujar Kashel. Mereka bertiga langsung berlari ke atas kapal ada satu orang yang menyetir saat itu mereka akan di antarkan ke seberang pulau sebelum terbang ke Benua Utara. Aku akan mengacaukan energi sihirku agar Lyam tidak bisa membuka portal.


Kashel berkonsentrasi dan membuat semua aliran sihirnya kacau. Kashel merasa Lyam yang berpindah-pindah tempat itu berhenti membuka portal.


Aku berhasil setidaknya untuk beberapa saat. Batin Kashel. Saat ini kemampuan Kashel yang ia batasi menjadi kacau.


Beruntungnya itu di laut jadi Kashel hanya mendengar suara ombak, angin, dan mesin kapal. Lalu suara teman-temannya yang sedang berbicara.


Kacau. Batin Kashel hanya diam saja. Setidaknya Lyam berhenti mencarinya untuk saat ini. Wilayah yang ia tidak tahu Lyam tidak akan membuat portal sampai ke sana.


Ini tidak akan bertahan lama tapi, setidaknya aku tidak berada dibatas jangkauannya untuk dilacak.


Kenapa kemampuan ini jangkauannya luas sekali. Jika itu cuma merasakan energi sihir seseorang satu kilometer masih terasa. Aliran sihir Kashel yang ia kacaukan mulai membaik.


Setidaknya ini sudah cukup jauh di tengah laut, aku tidak tahu lagi jika Lyam bisa menemukanku, aku akan langsung membawa semua temanku pulang. Batin Kashel.


Kashel terus merasakan portal yang terus terbuka beberapa kali, Lyam terus mencari keberadaan Kashel. Kashel merasa kasihan pada Lyam karena buang-buang energi sihir. Lokasi keberadaan mansion milik Lyam itu sepertinya cukup jauh dari pusar kota atau bahkan tidak berada di wilayah kota Baltesam sama sekali, karena jika itu berada di kota Baltesam, Lyam pasti akan menemukannya karena pelindungnya menggunakan energi sihir milik The Borders.


Kashel merasa pelindung mansion itu tidak sepenuhnya aman, namun teman-teman Kashel yang menyadari hal itu, menyiasatinya dengan pelindung bagian luar dengan sihir mereka yang berbeda. Sehingga Lyam tidak bisa melacaknya jika pun seandainya ia berada di sekitaran sana.


"Aku beruntung punya teman-teman seperti mereka." Gumam Kashel, ia tidak akan bisa jika melakukannya sendiri, bahkan Lyam pun sudah menyiapkan semuanya untuk Kashel menghadapinya.


Sekarang tinggal Kashel lagi, memikirkan cara melawan kegelapan yang juga mempengaruhi dirinya. Aku harus bisa melawan kegelapan ini, demi semua teman-temanku yang sudah berjuang dan untuk melindungi dunia ini. Aku akan rela melakukan apapun. Selama bisa melindungi semua orang dan orang-orang yang kuanggap keluarga. Kashel sepertinya menemukan sebuah rencana yang akan membuat Kashel bisa melindungi kebahagiaan semua orang, jika ia benar-benar di hadapkan pada Lyam yang sudah tidak bisa ia tangani lagi.