The Borders

The Borders
Bagian 130 – Orang Kepercayaan



"Oh iya Dirga, apakah kau mau membantu Rai dalam menyelidiki penyusup di dalam Kantor Pusat?" Kashel bertanya, biar bagaimanapun Kashel membutuhkan orang yang bisa bekerja sama dengan Rai di Kantor Pusat. Kashel tahu tidak ada orang yang bisa Rai percayai di sana.


"Kau sudah tahu siapa yang dicurigai Kashel?" Anna kaget.


"Shht!" Kashel menyuruh Anna diam.


"Ini rahasia Lyam jangan sampai tahu. Aku tidak akan membuat dia mengamuk..." Teman-teman Kashel terdiam memperhatikan sesuatu yang berdiri di belakang Kashel.


"Apa yang tidak boleh aku tahu?" tanya dengan nada bicara sangat dingin.


"Tidak, tidak ada apa-apa. Kau tidak melanjutkan perjalanan pulang kita lagi?" Kashel mengalihkan pembicaraan.


Gawat, bagaimana bisa dia tahu. Batin Kashel panik.


"Apa yang kau pikirkan? Sepertinya pembicaraan kalian menarik. Aku ingin beristirahat sebentar." Ujar Lyam duduk di antara mereka, wajah mereka semua terlihat pucat.


Apa-apaan ini, dia penasaran tentang musuh di Kantor Pusat. Batin Kashel mereka berempat terdiam. Lyam terlihat menatapi Kashel.


"Ada apa? Kenapa menatapku begitu?" tanya Kashel membalas tatapan Lyam.


"Penyusup di Kantor Pusat, siapa?" nada suara Lyam terdengar dingin.


"Ka-kau membaca isi pikiranku lagi, siapa yang mengizinkannya hah?!" Kashel tampak sangat kesal, tapi Lyam tidak kalah kesalnya aura kemarahannya menyeruak sampai membuat Luan, Anna, dan Dirga bergetar ketakutan.


"Kashel, siapa orang itu?" tanya Lyam dengan aura menyeramkan tapi Kashel tidak takut sama sekali dengan hal itu.


"Di antara kalian bertiga, katakan siapa nama penyusup itu?"


"Maafkan kami Guardian, Kashel belum sempat menyebutkan nama orang itu." Ujar Luan bergetar ketakutan. Semuanya mengangguk ketakutan.


"Jangan bawa-bawa temanku, mereka tidak tahu apa-apa. Aku tidak akan memberitahumu karena hal ini belum tentu pasti. Kau itu terlalu emosian Lyam." Ujar Kashel mendorong Lyam menjauh dari teman-temannya yang ketakutan.


"Terserah kau saja, aku akan diam Kashel, tapi jika ada kekacauan terjadi dan dua dunia menjadi tidak seimbang aku akan menghancurkan organisasi itu dengan tanganku sendiri." Ujar Lyam menatap Kashel serius.


"Baik, aku juga akan melakukan hal yang sama. Sepertimu." Ujar Kashel menatap ke arah laut.


"Sebenarnya jika kau mau, kau bisa saja membuka cabang untuk divisimu sendiri. Tanpa terikat pusat." Ujar Lyam.


"Hah? Maksudmu?" Kashel tidak mengerti.


"Aku ini bisa menjadi sponsor untuk divisimu Kashel." Ujar Lyam, Kashel menatap Lyam intens bermaksud minta penjelasan.


"Sebenarnya selama ini kau bisa saja membuka kantor pelayanan khusus swasta. Tapi, aku tidak mengatakannya karena bermaksud untuk membawamu bersamaku." Ucap Lyam membuat Kashel makan menatap Lyam kesal.


"Kau tidak ada tujuan untuk minta maaf padaku Lyam, kau sudah gagal menjalankan rencanamu untuk membuatku menyerah tentang Divisi itu." Kashel malah terlihat bangga atas kegagalan Lyam tentang meruntuhkan kukuhnya pendiran Kashel.


"Sekarang aku tidak bisa membiarkan divisimu terikat dengan Kantor Pusat, jika di sana ada banyak penyusup. Sama saja kita bekerja di bawah tangan mereka dan saat ini sedang dikendalikan." Ujar Lyam menjelaskan.


"Tapi aku tidak bisa membiarkan Rai sendirian di sana." Ujar Kashel khawatir pada sepupunya satu-satunya yang menganggapnya keluarga.


"Itu adalah keputusanmu Kashel, aku akan selalu mengikutimu saja sebenarnya. Selama ini kita juga tidak begitu terikat dengan peraturan pusat meskipun berada di bawah kekuasaan mereka, tanpa sepengetahuan mereka kita bisa membuat keputusan sendiri." Lyam tidak bisa berbuat banyak, karena semua keputusan mutlak tetap ada di tangan Kashel.


Setelah berbincang-bincang Lyam dan Kashel datang lagi kepada tiga orang yang tengah duduk ketakutan. Aura Lyam sudah tidak seseram tadi.


"Dirga, aku ingin membahas masalah tadi. Di Kantor Pusat apakah kau bisa bekerja sama dengan Rai untuk memastikan penyusup itu?" tanya Kashel lagi saat mendekat ke arah temannya.


"Baiklah serahkan padaku. Aku akan membantu Guardian dan Pemimpin Rai." Dirga langsung menerimanya


"Terima kasih, Dirga."


"Aku akan mengirimkan informasi pada kalian, aku juga tidak bisa dekat dengan Pemimpin Rai karena bekerja di departemen berbeda, jadi aku akan bekerja di belakang layar tanpa Pemimpin Rai tahu." Dirga menjelaskan.


"Sebaiknya memang seperti itu Kashel. Jika ada terjadi apa-apa. Dirga, tidak akan langsung dicurigai." Ujar Lyam berpendapat dan Kashel mengangguk.


"Kau benar, orang-orang dari Sekte Sihir Hitam itu tidak mungkinkan, tidak memiliki kemampuan mencuci otak." Luan tampak berpikir.


"Aku benar-benar khawatir pada Rai." ucap Kashel.


"Kita pasti punya cara untuk menolongnya Kashel jika itu terjadi." Lyam menenangkan Kashel yang tampak khawatir.


"Tapi itu akan sangat beresiko. Aaah, aku tidak tahu harus berbuat apa..." Kashel frustasi sendiri.


"Kashel, di sini kau tidak sendiri. Ada kita semua yang selalu akan berpihak di sekitarmu." Anna berucap akhirnya


"Saat ini aku merasa khawatir akan pertemanan kita." Ujar Kashel. "Bahkan Lyam yang berada di sampingku."


Lyam hanya diam saja, karena pedang kegelapan, Lyam akhir-akhir ini sering kehilangan kendali atas dirinya.


"Aku yakin kau bisa menarikku kembali ke jalan yang benar." Ujar Lyam memegang bahu Kashel.


"Kenapa kau begitu percaya padaku, kau pikir aku bisa mengatasi semuanya sendirian?" ujar Kashel berucap tidak yakin.


"Kau itu kuat dengan caramu sendiri. Grizelle istrimu. Wanita itu adalah orang yang akan menguatkan dirimu tentang segala hal kau tidak sendirian Kashel. Gadis yang mengingatkanku pada wanita manusia kuat yang melahirkan keturunan Kendrick dengan penuh senyuman dan kebahagiaan meskipun suaminya telah berkorban nyawa untuk menciptakanku, dia tidak pernah membenciku sama sekali.


"Istrimu, dia akan selalu ada di sisimu apapun yang akan terjadi." Ujar Lyam kemudian pergi. Kashel baru tahu tentang hal itu. Luan, Dirga, Kashel, dan Anna baru mengetahui sebuah rahasia besar tentang Lyam. Walaupun itu juga tercatat di buku sejarah. Tapi, tentang wanita yang melahirkan anak-anak Kendrick tidak pernah tercatat di dalam sejarah. Hanya Lyam yang mengetahui tentang wanita yang ditinggalkan oleh suaminya itu.


"Ah aku jadi rindu dia." Gumam Kashel berlalu pergi.


"Kashel setelah aku pikirkan tentang masa laluku, aku tidak memiliki hal yang akan membuat diriku berpaling darimu dan berkhianat. Akan aku pastikan itu." Ujar Anna di masa lalunya ia benar-benar telah diselamatkan oleh Kashel.


"Aku juga Kashel, bahkan saat bertemu denganmu dulu, aku ingin menjadikanmu adik angkatku tapi sayangnya tidak bisa. Aku tidak akan pernah berpaling darimu juga biar bagaimanapun." Ujar Luan mengungkapkan isi hatinya, alasan sebenarnya ia mengikuti Kashel.


"Umm, sebenarnya aku tidak berharap begitu dipercayai karena aku belum mengenal kalian sepenuhnya, dan kalian belum terlalu mengetahui diriku juga. Tapi, aku akan selalu berada di pihak kebaikan dan tentu saja membela orang-orang yang menjaga kedamaian dunia." Ujar Dirga tersenyum canggung.


"Terima kasih teman-teman. Demi kalian semua, aku akan berjuang dengan keras untuk menjaga dunia ini meskipun sulit dan mungkin akan membahayakan nyawa, aku akan melakukannya untuk melindungi kalian semua." Ujar Kashel tersenyum senang. Ia kemudian pergi mendatangi Lyam lagi karena harus ada yang dibicarakan.


.


.


.