The Borders

The Borders
Bagian 92 – Berselisih dengan Raja Peri



"Laporan, laporan dan laporan." Kashel mengeluhkan pekerjaannya. Ia sudah lama tidak bertemu dengan Grizelle dan ingin bertemu dengannya tapi pekerjaannya menumpuk. Kashel hanya bisa berhubungan dengannya melalui pesan ponsel.


Padahal aku baru memikirkan ingin melamarnya, kenapa jadi susah begini bahkan bertemu. Batin Kashel merasa sedih tapi tangannya tetap melakukan pekerjaannya, tidak bekerja berarti tidak ada hal yang selesai dan akan menjadi tambah lama jika ingin melakukan hal yang ia inginkan.


Lyam, Kashel tidak tahu makhluk itu pergi ke mana. Ia sedang melakukan pekerjaannya sendiri. Lyam akhir-akhir ini memang sering pergi dan kembali seenak hatinya saja.


"Lyam, nanti kalau dia kembali pasti tujuan akhirnya membawaku ke tempat misinya berada." Gumam Kashel menebak. Tidak lama portal muncul di dekatnya.


Baru juga dipikirkan. Batin Kashel memperhatikan portal yang perlahan memunculkan Lyam yang sudah dalam wujud manusianya.


"Apa lagi sekarang?" Kashel langsung bertanya pada Lyam.


"Apa kau sudah menebak tujuan kepulanganku."


"Sepertinya begitu." Kashel melanjutkan pekerjaannya.


"Aku punya misi untuk kita." Kashel menghela nafasnya, mau menolak.


"Kita harus pergi besok." Jelas Lyam.


"Aku tidak mau ikut. Kerjaanku banyak." Kashel terus mengetik.


"Dan ancamanmu tidak mempan padaku kali ini, aku sudah tidak takut jika kau kesurupan, hahaha." Kashel mengejek Lyam.


"Hmm, padahal aku ingin mengambil pekerjaanmu dan kamu bisa bertemu dengan Grizelle, tapi tidak jadi." Kashel membelalakkan matanya, tampak bersemangat.


"Oke, aku akan ikut besok tapi kau kerjakan semua pekerjaanku." Kashel langsung berdiri, ia tidak menolak. Karena sudah termakan rasa rindu pada kekasihnya. Ia langsung menyelonong keluar ruangannya dan menemui Grizelle hari itu.


Kashel terlihat berbinar-binar pagi itu, ia sudah puas setelah semalam bertemu dengan kekasihnya.


Daripada mengerjakan pekerjaan dari pusat yang melelahkan, Kashel lebih suka mengerjakan pekerjaan dari Lyam yang tidak terikat oleh pusat. Walaupun pekerjaan Lyam lebih berat dan berbahaya. Kashel tidak perlu menulis banyak laporan dengan berbagai macam pertanyaan mengesalkan. Di tambah Lyam juga membayarnya.


Makhluk yang telah hidup ratusan tahun itu bukanlah orang miskin tentu saja. Belum lagi pusat tidak bisa mengatur dirinya karena kekuasaannya berada di puncak The Borders Organization itu sendiri.


"Jadi Lyam, sebenarnya kita akan pergi ke mana?" tanya Kashel.


"Ke kerajaan para peri," Kashel terlihat membulatkan matanya mendengar ucapan Lyam.


"Serius?" Kashel masih tidak percaya.


"Apa aku pernah bercanda Kashel."


Kashel menggeleng mendengar kata-kata Lyam. Akhirnya Lyam membuka portal ke kerajaan peri. Kashel saat itu mengenakan jubah hitam agar wajahnya tidak terlalu terlihat oleh para peri, tapi jubah yang dipakai Kashel kali ini bukanlah jubah sihir seperti yang pernah ia pakai dulu untuk menyamar hanya jubah biasa.


Para peri membuka gerbang kerajaan mereka saat tahu siapa yang datang berkunjung.


"Hei Lyam, apakah para peri tahu kalau kau mengikat kontrak dengan manusia?" tanya Kashel.


"Tidak." Lyam menjawab singkat.


Pantas saja tatapan mereka terlihat tidak suka dengan kehadiranku. Batin Kashel sudah menebak, pasti saat ini Kashel dianggap makhluk yang mengganggu di wilayah mereka.


Lyam keterlaluan. Batin Kashel ia sangat merutuki Lyam saat itu.


"Apa kau mau aku memperkenalkan siapa dirimu?" tawar Lyam, ia tidak masalah jika orang tahu siapa Kashel sebenarnya.


"Tidak-tidak, aku tidak mau." Kashel langsung menolaknya, dia tetap berjalan di samping Lyam.


Kedatangan Guardian langsung di sambut di istana peri. Raja peri memberi hormat pada Guardian.


"Kenapa Anda membawa manusia, ke wilayah ini Guardian?" tanyanya tidak nyaman dengan kehadiran Kashel.


Di mana pun aku pergi dengan Guardian, aku tidak pernah di harapkan ada di sana, aku benar-benar ingin pulang sekarang. Kashel benar-benar menahan kekesalannya yang ingin meledak sekarang, ia sebenarnya tidak ingin bertemu dengan para peri karena tidak begitu menyukai mereka setelah mendengar cerita Lyam tentang bangsa peri yang sesungguhnya.


"Dia bukanlah orang sembarangan, aku ingin kau menghormatinya seperti kau menghormatiku." Ujar Guardian.


"Bagaimana mungkin, manusia kotor yang membawa kegelapan ini, bisa disandingkan dengan Guardian yang terhormat." Ujar Raja peri itu, Kashel hanya bisa menghela nafasnya ingin menghina balik, makhluk yang hanya bisa bersembunyi mencari kedamaian dan membiarkan manusia berjuang sendiri dengan kekuatannya.


"Cih," Kashel mengumpat diam-diam.


Kashel itu adalah seseorang yang sangat menghormati keberadaan manusia, tapi tidak untuk makhluk lain yang hanya menempel seperti parasit, Kashel membencinya.


"Aku mendengarmu mendecak anak muda." Peri itu berucap, Kashel tidak gentar sama sekali.


"Apa kau tersinggung dengan kata-kataku." Ujar Raja peri itu sinis.


"Yang kau katakan itu memang benar, tapi asal kau tahu manusia memang membawa kegelapan tapi manusia juga berusaha untuk membasminya. Tidak seperti kaum kalian yang hanya bisa jadi parasit di antara perjuangan manusia dalam menciptakan perdamaian. Kalian menciptakan dunia damai sendiri di antara perjuangan manusia dan menjadi makhluk paling licik yang pernah aku lihat di dunia ini." Kashel berkata sinis sambil menatap tajam peri itu.


"Seperti kalian bilang manusia dikotori oleh kegelapan itu benar, dan kalian adalah makhluk parasit cinta perdamaian itu juga benar." Kashel menunjuk Raja peri itu dengan tidak sopan.


Kashel kesal pada makhluk-makhluk yang cukup punya akal seperti bangsa peri yang tidak mau berjuang sama sekali untuk membasmi Roh Kegelapan bersama manusia, makanya Kashel mengatai bangsa peri adalah parasit.


"Makhluk yang hanya tahu meminta dan meminta Guardian untuk menjaga kedamaian dunia ini tanpa melakukan perjuangan apapun berharap tangan kalian tidak dikotori oleh darah." Guardian hanya diam saja, Kashel yang pernah mendengar tentang bangsa peri benar-benar menyerap pengetahuan itu di dalam kepalanya, kata-katanya bahkan memojokkan peri itu.


"Dasar manusia tidak sopan!" raja peri itu marah rupanya tersinggung dengan perkataan Kashel.


"Tangkap dan kurung dia, makhluk kotor tidak tahu diri ini." Para prajurit itu mengelilingi Kashel dengan pedang yang siap terhunus kapan pun.


"Hentikan!" teriakan Guardian membuat semua peri yang ada di situ merasakan tekanan dan langsung menunduk hormat pada Guardian tapi tidak untuk Kashel pemuda itu tidak terpengaruh oleh Guardian. Ia berjalan dan berdiri di samping Guardian dengan rasa kesalnya sendiri.


Tekanan itu bahkan tidak bisa membuat para peri itu bergerak.


"Aku katakan sekali lagi, meskipun pemuda ini terkesan tidak sopan sama sekali. Kalian harus tahu dan tanamkan ini di pikiran kalian. Jangan pernah berani menodongkan senjata kalian padanya lagi." Guardian berucap dingin dan marah. Semua peri itu hanya bisa mengangguk patuh.


Di sini untuk pertama kalinya Kashel tidak ingin menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya. Walaupun, Kashel juga tidak ingin menjelaskan apapun pada mereka, Kashel berharap makhluk sombong ini bisa sadar betapa tidak bergunanya kehadiran mereka di dunia ini.