The Borders

The Borders
Bagian 128 – Penghancuran Reruntuhan



Lyam memberi isyarat dari luar menyentuhkan sihirnya pada tameng sihir itu, sehingga teman-teman Kashel mengetahui bahwa Guardian telah melakukan tugasnya.


"Kenapa Kashel belum sadar?" tanya Luan, ia tidak menemukan sakit apapun saat memeriksa keadaan Kashel.


"Dia tidak akan sadar dalam beberapa waktu, karena diriku jiwanya terluka dan butuh istirahat beberapa waktu." Ujar Guardian mengambil tubuh Kashel dan menggendongnya.


"Kita akan menyelesaikan misi ini tanpa Kashel sekarang. Kegelapan telah dimusnahkan. Seharusnya kalian tidak masalah jika itu adalah jebakan dari batu elemen." Ujar Guardian, semuanya mengangguk patuh mengerti.


...----------------...


"Badanku rasanya sakit semua." Kashel tergeletak di alam bawah sadarnya.


Di depannya ia melihat kepala Naga Perbatasan yang tengah tertidur.


"Aku beruntung dia tidak bangun saat ini. Heh. Aku tidak punya tenaga apa-apa lagi untuk menentangnya." Kashel kemudian ikut tertidur juga. Tapi dari tubuh Naga Perbatasan mengeluarkan energi yang menyelimuti seluruh tubuh Kashel.


Walaupun Kashel tengah tidak sadarkan diri, saat ini energi sihir di tubuh Kashel tidak kacau karena hanya jiwanya yang terluka, dengan energi Naga Perbatasan di alam bawah sadarnya jiwa Kashel pasti akan cepat pulih. Jadi ketidaksadaran Kashel saat ini tidak mempengaruhi energi sihir Guardian sama sekali.


......................


Sekarang hanya tinggal Guardian, Dirga, Luan, dan Anna.


Karena Kashel tidak sadarkan diri, dan Guardian menyampaikan apa yang Kashel inginkan. Jadi Luan mengambil darah milik Kashel pada sebuah suntikan untuk membuka gerbang segel, Dirga sudah menyerah untuk membuka segel saat itu.


Bahkan saat tidak sadar pun kekuatan elemen milik Kashel tetap aktif, mengitari dirinya.


Teman-temannya tidak mengerti lagi kekuatan seperti apa yang sebenarnya Kashel tahan di dalam dirinya.


"Kenapa kita harus tetap mengorbankan energi sihir Kashel?" Anna bertanya penasaran.


"Kita tidak bisa membiarkan ada satu orang yang tidak sadarkan diri lagi, jika memaksa membuka segel. Kita telah kekurangan orang dan tidak bisa menyelamatkan semuanya jika terjadi apa-apa." Penjelasan Lyam membuat Anna terdiam.


Setelah mencari ke sekeliling tempat itu akhirnya mereka menemukan simbol sihir yang mereka cari, simbol itu terdapat di tembok ruangan itu. Luan menempelkan darah Kashel ke ruangan itu, tubuh Kashel terlihat bergerak tetap merasakan energi sihirnya tersedot.


Guardian kemudian diam sejenak, ia mencoba membaca apa yang Kashel lihat. Kemudian ia membuka matanya lagi dan langsung meninju dinding pada simbol sihir itu. Tidak ada jebakan apa-apa setelah ini. Hanya saja mereka harus cepat tempat ini akan segera dihancurkan.


"Kita harus cepat, kita tidak punya banyak waktu tempat ini akan segera hancur lebur. Kita harus segera menyegel batu sihir air untuk bisa keluar dari tempat ini." Jelas Guardian melewati mereka, tempat itu bergetar mereka merasakan ada sesuatu yang sedang dihancurkan sekarang di atas mereka.


Mereka berlari tapi di dalam ruangan itu ada banyak cabang. Kali ini Dirga berguna di sini karena kemampuan elemen airnya, Guardian kemampuannya tidak sekuat Dirga dalam melacak karena, ada lebih banyak elemen yang Lyam kuasai, Guardian tidak seperti Kashel yang memiliki kemampuan alami melacak energi dengan baik dalam jarak tertentu. Dan Dirga yang bisa menguasai sedikit elemen bisa lebih baik melacaknya ketimbang Guardian.


Dirga bisa merasakan kehadiran batu sihir itu melewati lorong tengah. Mereka semua langsung bergegas. Getaran terasa semakin mendekat tempat itu hancur dengan lumayan cepat.


Namun, saat mereka sampai di tempat baru sihir elemen ada naga air yang menjaga batu sihirnya di sana. Mereka semua langsung di kurung dengan elemen air. Tidak bisa bernafas beruntungnya sihir mereka membungkus mereka dan mereka bisa mengatasi hal itu walaupun tidak bisa bergerak.


Tempat itu mulai bergetar lagi. Guardian mulai memanaskan air yang mengurung mereka dengan elemen api. Tapi itu sia-sia karena saat ini elemen miliknya yang lain tidak berfungsi dengan baik karena pengaruh batu sihir itu.


Anna dan Luan yang benar-benar bukan pemilik elemen air, Elemen angin dan cahaya milik Luan bisa menembus perisai air itu dan menghancurkannya.


Luan dan Anna yang bertarung melawan naga air penjaga batu kristal itu.


Mereka kewalahan dan langsung menyerang naga air itu secara bersamaan.


SRAAA!


Suara air hancur seperti hujan deras membasahi tempat, perisai air yang mengurung Guardian dan Dirga hancur lalu mencair.


Namun, tepat saat Guardian dan Dirga memijak tanah lagi, getaran penghancuran tempat itu mulai di mulai kembali, kali ini sudah di ruangan mereka.


"Elemen tanah, penyangga tanah!" Dirga membungkus tempat itu dengan elemen tanah miliknya dengan seluruh sisa kekuatan sihirnya. Karena memaksakan elemen tanah di depan batu sihir air, Dirga terbatuk darah.


"Uhuk! Cepat segel batu elemen itu, kita harus lari dari tempat ini. Kekuatanku tidak akan bertahan lebih lama." Rintih Dirga sambil terus menjaga elemen tanahnya dan menahan guncangan.


Luan dan Anna mengambil tubuh Kashel yang pingsan dari Guardian dan Guardian langsung membuat segel dengan cepat.


"Mantra penyegelan." Lingkaran sihir membulat dengan indah dan mulai mengikat batu sihir itu dengan kuat. Pengaruh batu sihir itu perlahan menghilang tempat itu kehilangan cahayanya dengan cepat Guardian ke arah teman-temannya dan langsung membuka portal menarik mereka semua masuk ke dalamnya. Air di sekitaran mereka meledak bahkan saat melalui portal itu air juga melewatinya dengan kencang sampai membuat mereka semua terpental dan terluka. Bahkan Kashel yang tidak sadarkan diri pun mengalami luka di kepalanya karena terkena serpihan batu. Portal tertutup dengan cepat juga saat itu.


Misi mereka kali ini berhasil mendapatkan batu sihir elemen air. Dirga juga mengalami luka dalam yang cukup parah, beruntungnya ada Luan di sana menangani yang terluka dengan sigap walaupun tubuhnya mengalami luka-luka juga.


Walaupun tengah terluka seperti itu dan tidak sadar, Kashel masih membatasi sihir regenerasinya juga. Lebih tepatnya Kashel tetap terjaga dalam mempertahankan membatasi sihirnya.


"Aku tidak mengerti lagi jalan pikiran anak ini." Ujar Lyam ia telah kembali ke wujud manusianya sekarang. Melihat kepala berdarah Kashel yang tidak sembuh dengan cepat seperti seharusnya.


"Anak ini biar aku yang urus." Lyam mengangkat tubuh Kashel yang tidak sadarkan diri itu. Membawanya ke kamar lain, mengeringkan pakaian Kashel dengan sihir dan memperban kepala Kashel, Lyam tidak menyembuhkannya sama sekali tapi membungkus kepala Kashel dengan perban tebal. Entah apa tujuannya.


Luan fokus mengobati luka dalam Dirga, tidak seperti Kashel yang bisa cepat pulih. Pemuda itu butuh waktu untuk mengembalikan energi sihir yang sedang kacau di dalam tubuhnya.


Kemudian Luan mengobati luka-lukanya sendiri dibantu oleh Roh Pelindungnya.


"Terima kasih Healer." Ujar Luan pada Roh Pelindungnya. Roh Pelindungnya mengobati luka-luka Luan dengan telaten, ia juga ahli dalam pengobatan. Menyalurkan energi sihirnya pada Luan, luka yang ada pada Luan langsung hilang seketika.


"Bagaimana keadaannya Luan?" tanya Anna di depan pintu.


"Dia sudah baik-baik saja, hanya perlu beristirahat memperbaiki energi sihirnya yang kacau."


Roh pelindung Luan meraih tangan Anna yang terluka dan mengobatinya.


"Terima kasih Healer, kau telah menyembuhkanku." Hanya diam saja Roh pelindung Luan kemudian kembali ke sisi Tuannya.


"Aku tidak menyangka pemuda ini orang yang benar-benar kuat tanpa roh pelindung." Ujar Anna tidak percaya.


"Dia bisa menggunakan dua elemen sekaligus." Takjub Anna lagi.


"Entahlah Anna, setiap orang punya bakat yang berbeda-beda. Dan itu pasti akan selalu bisa membuat orang takjub karenanya." Ujar Luan duduk menatap Dirga yang tertidur. Beberapa bagian badan Dirga juga di perban karena terluka.


.


.


.