The Borders

The Borders
Bagian 149 – Pertarungan Rigel



"Kita tidak bisa terus bersama teman-teman. Jika aku bertemu dengan Lyam kalian akan berada dalam bahaya." Ujar Kashel. Lyam yang tanpa perasaan itu akan langsung menghancurkan semuanya yang ia lihat.


Akhirnya mereka membagi tugas. Kashel akan menghancurkan energi gelap yang baru muncul dari Portal Perbatasan yang terbuka dan teman-temannya membersihkan energi gelap yang sudah menempel pada manusia. Mereka melakukan tugas mereka secara diam-diam di kegelapan malam.


Kashel mengenakan pakaian serba hitam berjalan di kegelapan malam berpindah-pindah dari kota satu ke kota lainnya pergi ke mana pun di mana ia merasakan Portal Perbatasan muncul. Sebelum Portal Perbatasan mengeluarkan Roh Kegelapan Kashel muncul dan dalam sekejap langsung menghancurkannya, Kashel sudah tidak terpengaruh dengan Portal Perbatasan, meskipun energi sihirnya tertarik Kashel sudah bisa mengatasinya dengan baik.


.


.


.


Kashel sedang berada di tempat makan saat itu, memperhatikan sekitarnya. Dunia ini di mata Kashel telah banyak terlihat kegelapan sampai ia menggunakan mantra pelindung agar keberadaannya tidak bisa diketahui oleh Lyam. Beruntungnya energi penghalang milik Kashel tidak bisa dirasakan keberadaannya oleh Lyam. Walaupun setiap Kashel menghancurkan Portal Perbatasan Kashel terkadang selalu berhadapan dengan Lyam yang diakhiri dengan kaburnya Kashel.


Kashel menghela nafasnya, ia tidak tahu harus bagaimana terus kabur-kaburan dari Lyam. Kashel menyeruput minumannya santai. Kashel baru mengetahui jika ia menggunakan mantra pelindung dengan dibayarkan energi tubuhnya sendiri, Kashel merasa tubuhnya lelah tapi hanya itu yang bisa ia lakukan agar Lyam tidak mengetahui keberadaannya biarpun dalam keadaan dekat.


Tiba-tiba kekacauan terjadi tempat makan yang cukup ramai itu. Kashel langsung berdiri panik, ada satu orang sedang mengamuk karena pengaruh kegelapan yang tengah menempel padanya. Menolong orang itu sama saja membunuh banyak orang di tempat ini jika Kashel melakukannya.


Apa yang harus kulakukan. Pikir Kashel ia tidak tahu harus berbuat apa.


BRAK!


Pintu tempat makan itu di buka dengan kencang oleh seseorang.


"Biarkan kami yang mengatasi ini!" teriaknya tapi malah berakhir ditabrak oleh orang-orang yang berdesakan lari keluar. Itu adalah Rigel. Kashel tidak sengaja bertemu Rigel di sini semenjak mereka semua memutuskan untuk berpisah.


Rigel langsung menahan orang itu dengan bantuan Brandon. Brandon langsung mencekik Roh Kegelapan yang menempel pada orang yang sedang mengamuk itu. Membuatnya terdiam dan Rigel langsung menebas Roh Kegelapan itu dengan pedang api sihirnya. Ia langsung membuat Roh Kegelapan itu hancur, orang yang dalam pengaruh kegelapan itu jatuh pingsan. Rigel tidak sempat menangkapnya.


Kashel menangkap pria yang hampir terjerembab ke lantai, Rigel menatapinya tidak kenal karena pakaian serba hitam yang dikenakan oleh Kashel sampai akhirnya Kashel mendudukkan pria tidak sadarkan diri itu ke kursi. Dan ia menatap Rigel.


Rigel langsung mendatangi Kashel setelah melihat siapa orang itu.


"Kashel!" Rigel langsung menyalami Kashel akrab.


"Hei tidak perlu seperti ini, kita baru seminggu tidak bertemu." Ujar Kashel, biasanya juga mereka bisa tidak bertemu hampir sebulan.


"Aku hanya terharu, rasanya seperti keajaiban bertemu denganmu semenjak kita berpisah dan mengambil jalan masing-masing." Jelas Rigel, tidak lama kemudian tenaga kesehatan datang dan membawa pria tidak sadarkan diri itu. Pria itu baik-baik saja, hanya saja ia sedang kehabisan tenaga akibat efek dari Roh Kegelapan yang menempel padanya.


"Tapikan kita akhirnya, tetap bertemu kembali jika seandainya keadaan telah membaik." Ujar Kashel.


"Apa aku akan hidup sampai hari itu." Ujar Rigel menatap jauh ke depan mereka berdua berbicara ketika keadaan tempat makan itu sudah kembali seperti semula.


"Jangan berpikir kau akan mati," ucap Kashel ia tampak sedih.


"Aaah! Jadi kita harus berpisah lagi?" tanya Rigel merasa tidak senang, mereka ingin seperti dulu, ikatan pertemanan di antara mereka.


"Kita pulang jika dirasa, kegelapan sudah mulai berkurang menyelimuti dunia ini." Ucap Kashel santai, ia berbalik menatap Rigel sekilas. Kemudian Kashel melanjutkan perjalanannya sambil melambai singkat.


Rigel, Rigel, padahal kita masih punya grub chat yang sering ribut di dalam sana. Pikir Kashel, semakin jauh menghilang dari pandangan Rigel.


"Yosh! Aku harus semangat." Rigel langsung pergi ke tempat yang berlawanan arah dari Kashel.


Di jalan Rigel berselisihan dengan orang berjubah hitam yang ia kenal, itu adalah Lyam. Rigel langsung berjalan cepat menjauh sambil mengambil ponselnya ia berusaha tetap tenang saat itu, ia mengirim pesan kepada Kashel dengan cepat.


Mendapat pesan itu bukannya menjauh Kashel langsung mendatangi ke arah Rigel berada. Ia tahu jika sedikit saja ada rasa panik pada Rigel Lyam akan langsung menandainya.


Benar saja di tempat sunyi Lyam mengikuti Rigel dari belakang. Rigel langsung berusaha menghindar, tapi percuma lawannya adalah Lyam, ia tidak bisa berkutik atau melawan terlalu jauh.


Tepat saat serangan hampir mengenai Rigel, Kashel sudah berdiri di hadapan Rigel dan menghalau serangan Lyam dengan mudahnya. Ledakan terjadi di sekitar tetapi mantra pelindung Kashel cukup kuat untuk menghalau ledakan itu. Rigel hanya bisa melihat pertarungan keduanya.


Lyam melesat dengan cepat ke depan Kashel dengan asap kegelapan bersamanya. Kashel tersenyum simpul dan dalam sekejap Lyam masuk ke dalam jebakan portal milik Kashel dan dikirim oleh Kashel entah ke mana.


"Rigel kita harus pergi dari sini."


Rigel mengangguk, dan dengan cepat portal terbuka dan mereka hilang ke dalamnya. Lyam muncul lagi di sana dan mengamuk menghancurkan tempat itu, beruntungnya di sana tidak ada orang.


"Waaah, aku selamat." Rigel menghela nafas lega sambil terduduk kelelahan, meskipun kuat kekuatan Lyam tidak sebanding dengannya.


Kashel masih tetap berdiri mereka muncul di tempat lain di bagian kota itu juga.


"Berhati-hatilah, aku lebih takut kau berhadapan dengan Lyam daripada Roh Kegelapan." Ujar Kashel.


"Tidak apa-apa Kashel, Lyam semenjak bersama kegelapan. Ia memang kuat tapi aura seramnya tidak seseram saat ia berada dipihak kita." Ujar Rigel, aura Lyam yang berbeda tidak membuatnya takut sama sekali.


"Tetap saja kau harus hati-hati. Jangan sampai terluka karena Lyam." Ujar Kashel ia mulai berjalan pergi lagi setelah memastikan bahwa Rigel baik-baik saja.


"Siap Pak Bos!" Rigel berdiri tegap, sekali lagi Kashel hilang dari pandangannya.


Aku tidak bisa terus-terusan berada di keramaian. Tidak lama kemudian Kashel merasakan ada Portal Perbatasan yang muncul.


Kashel langsung membuka portal dan muncul di depan Portal Perbatasan yang tampaknya sudah sempat melepaskan Roh Kegelapan sebelum dihancurkan, Kashel dicegat oleh banyak orang berjubah lagi. Tapi, Kashel tidak akan terjebak dalam jebakan yang sama dan langsung pergi sebelum ia dikurung dengan mantra penyegel sekali lagi.


Lyam datang dan marah, mereka yang tahu jika mereka tetap diam di sana nyawa mereka tidak akan diampuni, akhirnya kabur. Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa. Tapi ada yang mengalami luka-luka imbas dari kemarahan Lyam.