
...----------------...
"Jadi masalah batu elemen sihir, apakah kita harus mencari batu elemen yang lainnya?" tanya Rai, saat itu keadaannya sudah semakin membaik infus di tangannya sudah dilepas oleh Luan, dia sudah bisa beraktifitas seperti biasa lagi meskipun terkadang kepalanya masih terasa pusing.
"Haruskah kita mencarinya, bukanlah lebih aman jika batu sihir itu berada di tempatnya saja." Ujar Kashel, ia tahu reruntuhan itu sangatlah berbahaya.
"Oh iya Rai, apa kau tidak khawatir pada orang tuamu yang dikendalikan Sekte Sihir Hitam?" tanya Luan tiba-tiba, Rai langsung tertunduk. Sangking stresnya Kashel hampir melupakan hal itu, keluarga teman-temannya pasti dalam bahaya.
"Grizelle bagaimana orang tuamu?" tanya Kashel pada istrinya.
"Sepertinya Lyam juga membawa mereka ke tempat yang aman terpisah dari kita. Tapi aku bisa menghubungi mereka. Katanya Lyam membawa mereka ke sebuah villa dan menyuruh mereka bersantai di sana sampai keadaan aman." Jelas Grizelle Kashel bernafas lega. Sekarang Kashel khawatir pada Chain, Erphan, dan Rai yang keluarganya terhubung dengan Kantor Pusat. Juga termasuk keluarga Kashel di sana.
"Kami yakin kalau mereka semua bisa menjaga diri mereka, lagian yang dipikirkan mereka hanyalah bisnis, dengan terjadinya kejadian seperti sekarang uang untuk mereka terus mengalir. Mereka tidak tahu jika perbuatan mereka jugalah yang membuat dunia ini kacau. Mereka semua sama." Ujar Rai selama dua tahun ia menjadi pemimpin di pikiran Kantor Pusat itu hanyalah uang dan uang.
"Jadi selama ini aku dibesarkan dengan uang yang kejadiannya juga dibuat-buat." Kashel merasa tidak enak hati, sedangkan teman-temannya yang lain juga tidak enak hati karena terikat dengan pusat seperti itu.
"Kita seperti diberi harta yang berlimpah, tapi harus menginjak kehidupan orang lain dan membuat mereka menderita." Ujar Kashel merasa jahat sekali.
"Lagi pula kalian semuakan tidak mengetahuinya. Bagaimana mungkin bisa kalian yang jadi penjahat. Bahkan Lyam tidak tahukan dengan hal ini." Ujar Grizelle sebagai orang biasa ia menganggap teman-temannya adalah pahlawan.
"Kalau kalian semua merasa bersalah, kalian semua harus berjuang untuk mendamaikan dunia ini." Ujar Grizelle berkacak pinggang.
"Sebagai orang biasa aku minta pertanggung jawaban kalian." Ujar Grizelle tegas, membuat semua tersenyum menanggapinya. Sekarang meskipun mereka semua bekerja tanpa pamrih mereka akan berusaha melindungi dunia ini.
"Jadi apa yang akan kita lakukan?" Kyler karena ia bingung harus berbuat apa.
"Kita cari batu sihir dan hancurkan." Ujar Kashel, semuanya mengangguk setuju. Karena jika jatuh di tangan yang salah itu akan sangat merepotkan.
Batu sihir pertama yang akan mereka hancurkan adalah batu sihir elemen air yang berada bersama dengan mereka sekarang.
.
.
.
Di Kantor Pusat Alzer merasa kesal karena batu sihir yang ada di sana adalah palsu. Dirga di curigai karena hal itu, tetapi ia cukup pandai membuat alibi bahwa itu tidak sadar sama sekali jika batu itu ditukar. Karena hanya dia sendirian orang dari Kantor Pusat yang bertugas di reruntuhan dasar laut dan ia sempat tidak sadarkan diri.
Felix menghancurkan batu elemen palsu itu.
.
.
.
Bertepatan dengan itu Kashel menghancurkan batu elemen air asli dengan pedang cahaya miliknya.
"Sekarang kita tinggal mencari sisa dari batu elemen sihir yang masih tersembunyi." Ujar Rigel.
"Tapi Kashel, apakah batu elemen sihir ini hanya ada satu di dunia?" Grizelle penasaran karena ia tidak mengerti.
"Syukurlah." Gumam Grizelle.
"Oh iya Rai, apa kau punya petunjuk di mana kira-kira batu elemen itu berada?" tanya Luan, karena tidak mungkin mereka berkelana tanpa arah dan tujuan yang jelas.
"Benar sejauh ini kita baru menemukan batu elemen itu dua macam dan sudah menghancurkan semuanya. Tinggal beberapa elemen lagi." Ujar Kyler. Mengingat-ingat elemen dasar di dunia ini ada enam elemen. Api, air, tanah, angin, petir dan cahaya yang melambangkan kehidupan dunia ini. Pedang cahaya dan batu elemen cahaya itu berbeda. Batu elemen cahaya memperkuat sihir cahaya dan pedang cahaya adalah pedang perwakilan dunia cahaya ia hanya memilih satu tuan dan orang itu adalah Kashel. Tapi karena Guardian adalah makhluk netral alias penyeimbang ia bisa menggunakannya juga, bersamaan dengan pedang kegelapan yang tidak memilih Kashel.
"Aku mendengar batu elemen tanah itu berada di gunung khayalan. Bagian Benua Btara.
"Batu elemen angin ada di benua salju dengan badai yang tiada henti di Benua Selatan.
"Batu elemen petir ada hutan mati sebelah Timur Laut. Di mana hujan petir terjadi sepanjang tahun, sehingga tidak ada tanaman yang bisa tubuh di sana karena elemen petir yang terus menyambar.
"Batu elemen cahaya ada di Hutan Kehidupan. Hutan yang berada di tengah gurun terluas di bumi. Karena batu itu kehidupan bisa muncul di sana." Ujar Rai menjelaskan, ia sudah mendapat semua informasi itu dengan jelas. Tapi, meskipun begitu orang-orangnya tidak ada yang bisa mencapai ke sana karena tempat yang berbahaya.
"Sebaiknya kita mencari batu elemen tanah terlebih dahulu, Kashel tampak berpikir. Rigel apa kau mau pergi bersama denganku. Dan juga Rai?" tanya Kashel.
Mereka berdua mengangguk setuju. Tanpa membantah sedikit pun.
"Ini pasti akan menjadi petualangan yang seru setelah aku terkurung di Kantor Pusat selama dua tahun." Semangat Rai.
Rigel juga tampak bersemangat akhirnya ia ditunjuk juga.
"Kalian berdua. Jangan senang dulu. Inikan pengalaman pertama buat kalian ke reruntuhan. Reruntuhan tidak seseru yang kalian bayangkan apa lagi sekarang Lyam tidak berpihak pada kita sama sekali." Jelas Kashel, membuat Rai dan Rigel menjadi lebih serius karenanya, "Ini akan menjadi lebih sulit sepertinya." Ujar Kashel lagi.
Namun, hal itu tidak memudarkan tekad mereka untuk mencari batu sihir dan menghancurkannya.
Masalah uang mereka tidak perlu khawatir Lyam meninggalkan mereka sebuah buku rekening yang membuat mereka harus menghitung angka nol di belakangnya dengan jelas.
"Lyam benar-benar belajar jadi manusia." Gumam Rigel melihat buku rekening yang sangat sayang jika itu hilang. Terlebih itu sudah atas nama Kashel sehingga tidak masalah jika mereka menggunakannya.
"Aku bahkan tidak tahu jika Lyam membuatkan ini semua untukku. Entah sejak kapan." Kashel saja tampak bingung dibuatnya.
Namun, dengan uang sebanyak itu, mereka semua akan berusaha melindungi bumi ini, meskipun itu membahayakan nyawa mereka.
"Kita tidak bisa meremehkan kekayaan Lyam sama sekali. Dia mungkin bahkan mengalahkan kekayaan keluarga Kendrick." Ujar Rai takjub. Mereka semua juga belum tahu jika di ruang bawah tanah rumah itu menyimpan emas dan berlian yang tidak bisa dihitung sangking banyaknya.
"Kita tidak bisa membuang waktu lagi kita harus segera pergi." Ujar Kashel membuka portal.
Mereka bertiga memasuki portal dan muncul di depan kantor divisi baru mereka yang beberapa waktu lalu mereka tinggalkan.
.
.
.
"Gawat!" Kashel terkejut dan langsung membuka portal lagi, menarik kerah baju kedua temannya dan langsung menyeretnya masuk ke dalam portal lagi, bahkan tanpa temannya bisa bertanya ada apa.