The Borders

The Borders
Bagian 29 – Kemampuan Guardian



Kashel, Lyam dan Chain akhirnya masuk ke dalam gerbang kantor tersebut dan tengah berdiri di halamannya saat ini.


Energi sihir yang begitu suram menyeruak dari sana, mengganggu kenyamanan mereka semua. Di samping Chain ada roh pelindungnya yang telah berubah dalam wujud bertarungnya.


Kemudian saat mereka semakin mendekat tiba-tiba pintu kaca kantor itu terbuka dengan sendirinya. Ada angin kencang yang keluar dari sana.


Di antara angin itu terlihat sebuah benang sangat tipis dan bening yang menuju ke arah mereka dengan cepat. Dan benang itu menembus tubuh mereka bertiga.


Seketika Kashel masuk ke alam bawah sadarnya, Chain dan Bow tidak terpengaruh oleh benang-benang halus itu karena saat benang-benang itu menyentuh tubuhnya. Chain mengeluarkan kekuatan elemen petir miliknya dan langsung menghancurkan benang-benang itu. Petir milik Chain mampu menyerang benang jiwa itu.


Lyam ia tidak terpengaruh juga, sejatinya Lyam tidak memiliki jiwa karena jiwanya ada pada Kashel. Benang-benang itu hanya menembus dirinya dan tidak berpengaruh apa-apa.


Sedangkan Kashel ia terlihat terdiam akibat serangan benang-benang itu. Di alam bawah sadarnya ia tengah berdiri di ruangan gelap yang kosong.


Hanya menatap apa yang mengarah padanya, benang itu membelenggu kaki dan tangan Kashel, tapi kemudian sebuah mata besar terlihat menatap tajam di belakang Kashel.


Itu adalah The Borders, ia merasa terusik karena ada kehadiran lain yang mengganggu tempatnya.


Tiba-tiba naga raksasa itu mengeluarkan kekuatannya yang cukup dahsyat memotong dan menghancurkan seluruh benang-benang yang melilit kaki dan tangan Kashel.


Bahkan Kashel yang melihat itu terkejut, karena ada yang mengusik tempatnya The Borders mengamuk seperti itu tanpa harus mempengaruhi jiwa Kashel dahulu.


Naga itu langsung mengeluarkan kekuatan sedahsyat itu dalam alam bawah sadar Kashel, kekuatan itu mengejar dan mengusir sesuatu yang dianggap gangguan olehnya.


Kashel yang sadar kekuatan itu akan menyerang sampai keluar dari dirinya berusaha menahannya dengan keras. Meskipun begitu, sedikit dari kekuatan The Borders terlepas dan tetap mengejar benang-benang jiwa itu sampai kepada pemiliknya. Kashel terengah- engah karena menahannya.


Ia tidak bisa membiarkan kekuatan The Borders yang besar mengejar benang-benang jiwa Roh Pelindung yang tengah lepas kendali itu. Bisa-bisa ia membunuh tuannya juga karena roh pelindungnya hancur dan itu bukan tujuan Kashel datang kemari.


GROAAAAR!


Suara teriakan.


WUSSS!


Lalu angin kencang keluar dari pintu masuk kantor itu.


Setelah itu, dari arah pintu muncul anggota dari Divisi Timur yang telah dikendalikan oleh Roh Pengendali Jiwa itu.


Tugas Chain di sini sebenernya adalah untuk mengevakuasi orang-orang. Tidak begitu sulit untuk menghentikan orang-orang yang tengah berada di bawah kendali itu.


Dengan kekuatan petir milik Chain yang bisa menyentuh benang roh, satu persatu orang-orang jatuh tidak sadarkan diri. Di sini Lyam tidak bisa membantu, karena jika ia membantu hal itu hanya akan melukai orang yang ingin ditolong olehnya. Bersama Bow roh pelindungnya, Chain mengevakuasi orang-orang yang telah dikendalikan itu.


Kashel dan Lyam memasuki bangunan itu. Mencari sumber dari Roh Pelindung yang mengendalikan jiwa orang-orang.


Dalam perjalanannya semakin dalam memasuki lorong di dalam kantor itu semakin kuat pula energi yang mereka berdua rasakan.


"Apa yang akan kamu rencanakan kali ini Kashel?" Lyam bertanya saat mereka mendekati tempat di mana roh pelindung yang lepas kendali itu berada.


"Aku akan berusaha menyelamatkannya." Jawab Kashel.


"Bagaimana jika kamu tidak bisa melakukannya?"


"Aku tidak ingin memikirkan itu, yang penting aku akan mencoba menyelamatkannya terlebih dahulu." Jelas Kashel.


"Aku tidak akan membiarkanmu dalam bahaya Kashel, jika kau tidak bisa bertindak dengan tegas aku yang akan melakukannya." Lyam berucap, Kashel tidak menjawab sepatah kata apapun setelah itu.


Sampailah mereka di sebuah pintu. Lyam membukanya dengan keras. Terlihat di tempat itu, ada roh pelindung berbentuk burung elang yang cukup besar berada di belakang seorang pria yang sepertinya adalah kontraktornya.


Tangan pria itu seperti terikat oleh sesuatu sehingga terlihat terangkat. Sedangkan, ia tengah bersimpuh dengan kepala yang miring seperti tidak bertenaga, menatap Kashel seperti membutuhkan pertolongan.


Kashel menggunakan mantra pelindung miliknya yang diperkuat dengan energi sihirnya, sebenarnya Kashel jarang melakukan ini. Tapi demi menyelamatkan orang lain Kashel akan berusaha melakukan apapun.


Kashel ingin mendatangi, pemilik roh pelindung itu. Bermaksud untuk menyemangatinya.


Kashel tahu bagaimana rasanya jika kekuatan yang tidak sebanding memaksa dirimu untuk bersatu dengannya. Kashel juga pernah mengalami hal itu. Dan Kashel berharap orang ini bisa mengatasinya juga.


Namun, saat mencoba mendekati pria itu fokus Kashel lengah. Lyam saat itu yang menghadapinya elang itu ternyata memiliki kekuatan cakar angin yang cukup kuat selain benang pengendali jiwa.


Tiba-tiba salah satu serangan mengenai Kashel dan membuat Kashel terpental dan terluka di bagian lengan.


Lyam marah melihat itu terlihat di tempat yang sama dibagian tubuh Lyam juga mengalami luka yang sama seperti milik Kashel. Pada dasarnya Lyam bisa mendapatkan luka yang sama seperti Kashel, jika pemuda itu terluka.


Makanya ia tidak bisa membiarkan Kashel terluka. Walaupun luka Lyam lebih cepat pulihnya daripada Kashel, namun ia juga merasakan sakitnya.


Berbeda dengan Kashel. Kashel tidak begitu bisa merasakan apa yang Lyam rasakan, ketika perasaan Lyam sangat kuat saja ia bisa merasakannya. Atau energi sihir yang diambil Lyam dari Kashel terlalu banyak. Baru mereka berdua benar-benar terhubung.


.


.


.


Lyam yang marah membalas elemen angin itu dengan elemen api yang tidak pernah digunakannya. Karena elemen angin milik Roh Pelindung itu terlalu kuat, itu membuat elemen api milik Lyam membesar dan dengan cepat membuat Roh Pelindung itu terbakar. Lyam tidak takut dengan cakar angin elang itu. Karena api Lyam yang terkena angin, api itu pun menyebar ke sembarangan arah.


Dan membuat ruangan kantor itu juga ikut terbakar beruntungnya ada sistem anti kebakaran yang langsung menyala ketika ada api sebesar itu, membuat api menyebar dengan lambat.


Melihat Lyam yang mengeluarkan elemen api Kashel langsung menerjang pria yang menjadi kontraktor roh pelindung itu dan melindunginya dengan mantra pelindung.


Lyam yang gelap mata, mulai membakar roh pelindung pria itu. Sehingga pria itu berteriak kesakitan juga karenanya.


"Lyam hentikan sekarang!" Kashel berteriak dengan kencang. Elemen api yang tidak padam meskipun terkena air itu tiba-tiba lenyap seketika setelah Kashel menyuruh Lyam untuk berhenti.


Kemudian Lyam mengikat Roh Pelindung itu dengan kemampuan elemen tanah dan air. Menjadikannya lumpur kemudian mengeraskannya sehingga Roh Pelindung itu hanya menyisakan kepalanya saja.


Hari ini Lyam memperlihatkan kemampuan elemennya bukan hanya satu saja yang sering ia gunakan yaitu angin.


Namun ia sebenarnya mampu mengendalikan banyak elemen hanya saja karena elemen itu bisa merusak ia tidak bisa menggunakannya di tempat terbuka.


"Hei sadarlah," Kashel mengguncangkan tubuh pria yang memiliki tatapan kosong itu.


"Kendalikan kekuatanmu, kau harus bisa mengendalikannya." Kashel terus berusaha menyadarkan pria itu.


"Siapa?" Ia mulai sadarkan diri.


Orang itu mulai sadar ketika ada energi hitam yang keluar dari tubuhnya.


Bagaimana bisa energi hitam itu merasuki orang. Batin Kashel terkaget melihat energi hitam yang lenyap di hadapannya itu.


Tanpa Kashel sadari itu hanyalah sebagian kecil dari energi hitam yang keluar dari tubuhnya.


Energi sihir pria itu tiba-tiba meningkat dan membuat Kashel terpental karenanya tapi Lyam langsung menangkapnya.


.


.


.