The Borders

The Borders
Bagian 57 – Misi Baru



Rainer terlihat tertidur pulas di sofa ruang kamar penginapan mereka. Sedangkan Kashel terlihat sibuk mengetik laporan di laptopnya.


"Hoam!" sesekali Kashel menguap, kemudian ia membaca kertas laporan yang akan ia tulis dalam berkas laporannya.


"Sedikit lagi, aku harus menyelesaikan ini untuk, Paman." Ucap Kashel bersemangat melihat Rainer yang sedang tertidur.


Kashel akhirnya menyelesaikan laporannya, kemudian mematikan laptopnya setelah menyimpan data. Dan langsung berbaring tidur setelahnya, Kashel merasa mengantuk.


Tidak lama kemudian Rainer bangun dari tidurnya yang nyenyak.


"Astaga laporanku," katanya gelagapan mencari kertas-kertas bekasnya. Kemudian ia melihat ke arah Kashel yang tertidur lelap di sofa lain. Ada tumpukan kertas dan sebuah laptop yang tertata rapi di mejanya.


Namun sebelum memeriksa laporannya Rainer terlebih dahulu menyelimuti Kashel yang tidur asal-asalan dengan Kaos dan celana pendeknya.


Rainer kemudian mengambil laptopnya dan memeriksa laporan yang dibuatkan Kashel.


"Anak ini benar-benar mengerjakannya dengan baik. Baiklah, kita istirahat sedikit lebih lama kalau begitu." Ucap Rainer kemudian membaringkan dirinya lagi di sofa melanjutkan tidurnya.


.


.


.


Sore itu Kashel dan Rainer sudah bersiap-siap lagi menemui klien mereka di sebuah tempat makan.


Kashel dengan jaket kasualnya, menggunakan celana olahraga dan sepatu olahraga pula dengan warna senada hitam. Ia senang menggunakan pakaian seperti itu jika melakukan tugas lapangan.


Sedangkan Rainer tetap memakai pakaian biasanya dengan topi fedora yang khas akan dirinya.


.


.


.


Mereka berdua memasuki tempat makan yang terlihat seperti sebuah kafe santai. Di situ seorang telah duduk menunggu kedatangan mereka, orang dengan perawakan tinggi besar bertubuh putih pucat, matanya tidak terlihat karena ia menggunakan kacamata hitam sangat misterius.


Kashel yang mendekatinya merasakan energi tidak asing pada orang itu, tapi Kashel merasa ia belum pernah sama sekali menemuinya. Jadi kemudian Kashel santai saja mendekati orang itu, karena menganggapnya hanya perasaannya saja.


Kashel hanya menguping pembicaraan mereka.


"Jadi tugas apa yang akan kau berikan padaku kali ini?" tanya Rainer penasaran, Rainer tahu itu Guardian yang sedang menyamar menjadi manusia. Agar Kashel tidak curiga dengan keberadaannya dan merasa terganggu, Rainer dan Guardian itu sering berinteraksi. Karena hubungan baik mereka berdua.


"Perkenalkan namaku Lyam," ucapnya membuat Kashel terkejut dan menatapinya curiga.


"Ada apa Kashel?" Rainer bertanya bingung.


"Ah tidak apa Paman, aku hanya mengingat kalau aku pernah berkenalan dengan orang yang bernama Lyam juga. Aku pikir itu dia." Kashel menjelaskan dengan polosnya membuat Rainer hampir tersedak kopi yang ia minum sebab sebenarnya Kashel benar.


"Tapi tidak mungkin Paman, dia terlihat berbeda. Mungkin hanya namanya saja yang sama." Kashel mulai asik lagi meminum minuman yang ia pesan.


Sedangkan Rainer dan Lyam saling bertatapan karena ulah mereka sendiri. Lyam tidak menyangka ingatan Kashel kuat sekali tentangnya, Kashel tidak sebodoh itu melupakan murid nomor satu di Akademi Spiritual. Dan Guardian malah sudah sangat terbiasa dengan nama manusianya Lyam.


*Apa T*uan Guardian sudah bodoh, jika ketahuan percuma saja menyamar. Batin Rainer menatapi Guardian atau Lyam.


Bagi Kashel jika dia Guardian, tidak mungkin meminta pertolongan pada manusia biasa seperti Kashel dan Rainer yang jelas-jelas manusia lemah, itulah pendapat Kashel namun bukan dari pihak Lyamnya sendiri. Kashel tidak tahu jika keberadaan mereka juga dibutuhkan.


.


.


.


"Jadi apa tugas kali ini?" tanya Rainer melanjutkan pembahasannya setelah mengalami kecanggungan yang tidak berarti, ternyata Kashel tidak terlalu memikirkannya.


"Bisakah kalian menjalankan tugas kali ini, pergi ke gua Roh Kegelapan di Hutan Lembab Desa Nantai."


"Kelelawar yang berasal dari gua itu meresahkan para warga yang tinggal di sana. Tapi, tidak ada warga yang berani pergi memeriksa tempat itu, karena ada yang mengatakan tempat itu dihuni oleh monster kelelawar raksasa." Jelas Lyam pada Rainer.


"Rainer aku percayakan tugas ini padamu, karena aku memiliki pekerjaan lain yang harus diselesaikan." Lyam berjalan ke samping Rainer dan berbisik mengatakan hal itu agar Kashel tidak mendengarnya.


Setelah Lyam menjauh baru Kashel membuka suaranya.


"Paman kenapa orang itu seram sekali, apakah kita akan sering bertemu dengannya?" Kashel memberikan pertanyaan karena merasa aura Lyam yang menyeramkan.


"Ya Kashel, kita akan sering bertemu dengannya karena dia adalah klien tetap kita yang terkadang meminta kita mengerjakan misi." Rainer mulai menjelaskan. Terlihat Kashel mendengus tidak suka.


"Data akan dicatat setelah kita mengirimkan laporan darinya ke Kantor Pusat, pusat akan ke lokasi klien dan kita akan didanai pusat untuk pergi ke sana, jadi kita tidak akan bekerja sia-sia." Jelas Rainer kepada Kashel yang masih belum begitu paham sistem pekerjaan mereka.


"Ke depannya kau mungkin akan sering bertemu dengannya Kashel." Rainer melanjutkan kata-katanya sambil mulai meminum kopi yang ia pesan.


"Jika tidak bersama Paman, aku rasa aku tidak akan mau bertemu dengan orang itu lagi. Dia menyeramkan," ujar Kashel juga melanjutkan meminum minuman miliknya, Rainer hanya diam saja mendengar tanggapan Kashel itu, ia juga tidak tahu harus berbuat apa nanti.


.


.


.


Setelah menyiapkan semua barang-barang persiapan mereka, mereka berdua bergegas ke lokasi yang telah ditentukan.


Berbeda dengan Kesatria Penjaga Batas lain, Rainer memiliki pekerjaan yang lebih khusus. Ia sebenarnya adalah pegawai Kantor Pusat asli bukan dari kantor cabang mana pun, yang ditugaskan bekerja di lapangan.


Sepanjang pekerjaannya ia hampir tidak pernah bekerja di dalam kantor dan lebih memilih berpetualang. Tanpa sepengetahuan Kashel, Rainer adalah orang yang sangat dekat dengan Guardian. Sehingga pusat mengekangnya dengan peraturan ketat, tapi tetap membebaskannya.


Rainer pasti akan selalu ditugaskan dalam kasus yang berbahaya, berbeda dengan Kesatria Penjaga Batas lainnya. Sebelumnya Rainer tidak pernah mau dipasangkan oleh siapapun dalam menjalankan tugasnya, karena ia tidak ingin membuat orang lain dalam bahaya karenanya.


Namun, karena Kashel adalah anak yang dicari Guardian selama ini, maka Rainer menerimanya sebagai rekannya.


Tujuannya agar Kashel terbiasa dalam menghadapi bahaya dan Roh Kegelapan ke depannya. Karena Kashel akan ditakdirkan menjadi orang yang berbeda, paling tidak dalam pengalamannya ia tidak takut lagi menghadapi bermacam-macam bentuk Roh Kegelapan, dan terbiasa.


Padahal pekerjaan pegawai magang pada umumnya tidak seberat apa yang dilakukan Kashel sekarang, pekerjaan mereka paling hanya bersih-bersih lokasi bekas Kesatria Penjaga Batas senior bertarung dengan Roh Kegelapan, agar tidak menimbulkan persepsi buruk di masyarakat. Atau bahkan ada pegawai magang yang hanya bekerja di dalam kantor.


Kashel tertidur di dalam perjalanan menuju Desa Nantai.


"Anak ini, bahkan dia masih bisa tidur pulas sekali padahal dalam misi ini belum tentu kita akan pulang dengan selamat," Rainer mengisap asap rokoknya santai sambil mengendari mobil yang ia bawa. Kashel tertidur di kursi belakang mobil tersebut, membungkus tubuhnya dengan jaket yang ia kenakan.