
Tubuh asli milik Kashel kali ini benar-benar tertidur dengan pulas. Ia tidak akan tahu apa-apa lagi setelah ini.
The Borders juga kembali tertidur dengan menjaga jiwa Kashel yang tertidur di dalam genggamannya. Sampai Kashel bisa menyadarkan dirinya kembali untuk kembali ke alam sadarnya.
Kashel tidak tahu apa-apa lagi, ia merasa dirinya menghilang, ia juga tidak mendapatkan mimpi apa-apa. Entah berapa lama ia akan jatuh tertidur, semua yang terjadi di dunia nyata Kashel akan mempercayakannya pada teman-temannya.
.
.
.
"Sampai kapan Ketua akan tertidur?" Kyler penasaran padahal saat itu belum genap satu hari Kashel tertidur.
"Entahlah," jawab Anna, teman-teman Kashel berada di dalam ruang perawatan kantor.
Di atas ranjang ada Kashel yang tengah tertidur dengan pulas, tidak bergeming sedikit pun.
Teman-teman Kashel merawat Kashel dengan baik selama ia tertidur.
.
.
.
Setelah sehari Kashel tidak sadarkan diri, pusat menanyakan tentang keadaan Kashel yang hilang kabar sebagai seorang informan.
Anna sebagai perwakilan kantor menjelaskan, bahwa saat ini Kashel telah jatuh sakit dan tidak sadarkan diri. Sehingga ia tidak akan bisa memberikan informasi tentang kemunculan Portal Perbatasan yang waktunya belum bisa ditentukan.
"Lyam apa kau tidak bisa membantu terjun ke lapangan?" tanya Chain pada Lyam yang menggantikan Kashel mencatat laporan harian mereka.
"Ikuti aku," Lyam malah menyuruh Chain mengikutinya pria itu ketakutan dengan kata-katanya sendiri, ia takut Lyam marah padanya. Karena, tersinggung dengan kata-kata Chain.
Kemudian Lyam menyuruh Chain dan teman-temannya yang lain mengikutinya ke belakang kantor. Lalu ia mengeluarkan salah satu kemampuan elemennya, elemen api.
Lyam tidak berbicara apa-apa kekuatan sihir itu hanya sebesar kelereng saja, tapi ketika ia melemparnya jauh ke udara. Elemen itu meledak.
Semua anggota Divisi Batas Senja terkejut dengan ledakan itu. Wajah mereka semua terlihat pucat.
"Aku tidak bisa mengendalikan sihirku sekarang." Lyam langsung melengos pergi setelahnya.
Anggota divisi berusaha memahami maksud Lyam, jadi hilangnya kesadaran Kashel mengganggu energi sihirnya membuatnya menjadi tidak stabil dan sulit untuk di kendalikan.
Jika Lyam nekat menggunakan energi sihirnya untuk bertarung ia hanya akan menimbulkan kerusakan yang besar. Seolah-olah ada bom yang keluar dari tangannya, dan itu akan mempengaruhi keseimbangan dua dunia yang ia jaga.
Lyam juga hanya bisa menjaga Kashel saja. Portal Perbatasan tidak bisa dilacak hanya dengan kemampuan Lyam seorang. Ia membutuhkan Kashel yang sadar untuk bisa melakukan hal itu juga.
.
.
.
Akhirnya dalam ketidaksadaran Kashel, Kantor Pusat menjalankan rencana mereka dan berhasil membuat alat canggih pendeteksi Portal Perbatasan.
Sehingga mereka tidak perlu lagi menggunakan kemampuan Guardian untuk melacak Portal Perbatasan yang muncul.
Beruntungnya beberapa hari itu kehadiran energi besar milik Kashel tidak dirasakan oleh Roh Kegelapan yang lemah karena mantra penghalang yang berlapis dari kantor itu. Sehingga membuat mereka berkumpul jika merasakan energi yang bocor itu.
Hal itu bisa membuat kekacauan tapi Lyam dengan cepat mengatasinya sebelum energi sihir Kashel yang besar menembus penghalang.
.
.
.
Setelah tertidur beberapa hari Kashel akhirnya membuka matanya, ia telah sadar karena saat ini keadaannya telah dalam kondisi yang sangat baik. Ia merasa baru hidup kembali setelah lama tidak sadarkan diri.
"Kau sudah sadar? Bagaimana tidurmu?" saat membuka matanya ternyata di sampingnya adalah Grizelle yang sedang menunggunya sadar. Grizelle langsung menanyai Kashel dengan berbagai macam pertanyaan saat melihat pria itu bergerak dan mulai membuka matanya.
"Aku merasa telah tidur sangat panjang," Kashel mendudukkan dirinya dan melihat ada infus yang menempel di tangannya.
"Hei Luan kubilangkan aku tidak ingin di infus!" Kashel berteriak kesal, Grizelle hanya memperhatikan Kashel saja ia senang pria itu telah bangun setelah beberapa hari tidak sadarkan diri dan tampak lebih baik seperti sebelumnya.
"Dasar tukang ngomel, kau pikir nutrisi apa yang akan kau terima ketika tertidur selama tujuh hari. Jika tidak melalui selang infus." Luan datang memeriksa keadaan Kashel dan mulai melepaskan selang infus yang menempel pada Kashel. Kashel telah sehat sepenuhnya.
Kashel sekarang hanya terdiam karena ia tidak menyangka telah tertidur selama itu. The Borders benar-benar mengurung jiwanya.
"Baiklah jika Kashel sudah baik-baik saja, aku harus pulang sekarang." Grizelle ingin pamit undur diri, tugasnya di kantor itu telah selesai dan rasa khawatirnya pada Kashel juga telah terobati.
"Ah aku masih merindukanmu," kata Kashel tidak ingin di tinggalkan, ia memelas menatap Grizelle. Meskipun tidak tahu apa-apa selama seminggu ini, tapi Kashel tetap merasa bahwa tidurnya sangatlah panjang.
"Masih ada hari esok Kashel, kita akan sering bertemu kok." Grizelle berdiri di depan Kashel.
"Beristirahatlah lebih lama, jangan sering-sering sakit dan jaga kesehatanmu." Grizelle mengelus kepala Kashel lembut sebelum ia meninggalkannya.
Kashel tersenyum senang karena perlakuan Grizelle yang terlalu perhatian padanya.
"Oh iya kebetulan aku membuat bubur. Jangan lupa memakannya," Grizelle berucap lagi. Kashel memperhatikan bubur yang sudah tersedia di meja samping ranjang Kashel.
"Dadah!" Grizelle melambaikan tangannya, setelah Kashel membalasnya Grizelle menutup pintu ruang kesehatan dan pergi.
"Kau tahu Kashel Grizelle memasak bubur setiap hari, berharap kau bangun dari tidurmu. Agar ketika kau bangun kau bisa langsung memakannya." Luan berbisik pada Kashel, setelah ia menghabiskan buburnya. Kashel ia menahan rasa senangnya, mencoba bersikap biasa saja.
Kashel ingin keluar juga dari ruang perawatan, badannya terasa lemas karena sudah lama tidak bergerak meskipun sudah sehat sepenuhnya, ia perlu menggerakkan badannya.
"Bagaimana, apakah kamu sudah kapok dengan pengalamanmu saat sakit, itulah yang akan terjadi jika kamu terlalu memaksakan diri." Lyam menceramahi Kashel.
"Lain kali tak akan kubiarkan makhluk itu mengambil kesadaranku lagi, hahaha." Kashel tertawa meremehkan The Borders. Hal itu dia lakukan demi menyenangkan dirinya sendiri.
Luan hanya memperhatikan Kashel dan Lyam yang sedang berbincang. Ia tidak mengerti keduanya sedang membicarakan apa.
Kemudian teman-teman Kashel yang lain, yang akhirnya tahu bahwa Kashel telah sadar dari tidurnya merasa sangat senang.
Kashel sekarang bisa mengambil alih kantornya lagi sebagai pemimpin, yang sebelumnya ketika Kashel tidak sadar kantor mereka kosong dengan pemimpin, Lyam hanya melakukan pekerjaannya seperlunya saja, karena ia juga tidak dalam kondisi baik-baik saja.
Keputusan mereka melakukan pekerjaan di lapangan adalah pusat yang mengaturnya dengan segala aturan, yang bagi anggota Divisi Batas Senja, itu adalah peraturan yang amat menyebalkan.
Setelah itu teman-teman Kashel juga menjelaskan kepada Kashel tentang penemuan yang telah ditemukan Kantor Pusat, yaitu alat sihir pendeteksi Portal Perbatasan. Alat yang diciptakan dari sisa energi perbatasan yang telah disegel.
Kashel tidak mau ambil pusing dengan hal itu, lagi pula memang bukan wewenangnya menjadi informan kemunculan Portal Perbatasan sebelumnya.