The Borders

The Borders
Bagian 33 – Freda yang Kesepian II



Tiba-tiba serangan dari arah lain datang, kali ini ingin menyerang Freda. Mereka semua terkejut akibat serangan dadakan itu kecuali Grizelle tentunya dia hanya kebingungan.


Freda hanya menutup wajahnya karena tidak tahu harus berbuat apa.


DASH!


Suara tangkisan, ada sesuatu yang melindungi Freda. Gadis itu cukup terkejut.


Saat melihat bayangan yang melindunginya ingatan samar-samar muncul lagi, ia akhirnya sadar bahwa bayangan itu terikat dengannya dan menjalin kontrak hidup dan mati bersamanya. Tapi hanya itu yang ia ingat, bagaimana kejadiannya ia bisa terikat ia tetap tidak bisa mengingatnya, tapi itu cukup membuat Freda mengerti. Dan ia ingat bahwa ia salah satu orang yang mampu mengendalikan Roh Pelindung.


"Beri serangan balasan, peluru bayangan." Freda teringat salah satu kemampuan yang sering ia gunakan, ia menembakkan bayangan ke arah hutan tempat munculnya serangan barusan.


Mereka semua pun menuju tempat yang dicurigai sebagai tempat berasal serangan itu. Tapi tidak ada siapa-siapa di sana.


"Kau juga orang berkemampuan khusus rupanya." Lyam tertarik dengan kemampuan Freda, ia tidak pernah bertemu pemilik energi gelap yang seperti milik Freda, energi gelap itu tidak mengandung kegelapan sedikit pun. Hanya kemampuannya saja yang masih dalam keadaan gelap.


"Bagaimana kalau kau bergabung di divisi kami." Lyam langsung menawarkan pekerjaan. Ia benar-benar tertarik pada Freda tidak perduli dengan siapa penyerang barusan yang telah menghilang.


"Kudengar kau tidak ingat apa-apa, di sana kau akan mendapatkan tempat tinggal yang layak." Lyam menjelaskan semuanya setelah itu. Ternyata Lyam bahkan menguping pembicaraan mereka.


Orang ini. Batin Kashel merasa jengkel, bahkan percakapan pribadi mereka bertiga Lyam dengarkan. Menurut Kashel itu sangat tidak sopan. Tapi Kashel diam saja tidak protes apa-apa.


"Apakah boleh aku tinggal di sana? Tentu saja aku mau jika kemampuanku bisa berguna aku tidak akan sendirian lagi." Freda yang merasa tidak memiliki arah dan tujuan, akhirnya menyetujui penawaran Lyam.


Kashel dan Grizelle mereka berdua tentu saja langsung menyetujui keputusan Lyam. Lagipula Divisi Batas Senja masih sangat kekurangan orang dan membutuhkan anggota baru saat itu.


Meskipun Divisi Batas Senja tidak memiliki hari libur, ketika itu Kashel selalu menyempatkan dirinya untuk membawa Grizelle berjalan-jalan dengannya ketika pekerjaannya senggang. Meskipun merepotkan Kashel, ia tetap melakukannya karena ia merasa bahagia ketika melihat wanita yang disayanginya bahagia.


.


.


.


Untuk musuh yang menyerang mereka saat itu, mereka tidak tahu siapa penyerangnya. Saat Lyam dan lainnya memeriksanya benar-benar telah tidak ada siapa-siapa di sana. Bahkan jejaknya pun tidak ada sama sekali.


Setelah itu mereka menerima Freda di Divisi Batas Senja tanpa mempertimbangkan banyak hal, terlebih Divisi Batas Senja ketika itu masih kekurangan orang.


.


.


.


Setelah mengatur semua berkasnya, Freda resmi menjadi bagian dari Divisi Batas Senja. Tentu saja setelah kehadiran Rigel, Luan dan Anna. Mereka semua menyambut Freda dengan hangat, kehadiran mereka semua menghilangkan rasa sepi yang ada di dalam hati Freda. Karena di awal Freda merasa kesepian akibat kesendiriannya.


.


.


.


"Umm aku akan memanggilmu Shadow karena kau berwujud bayangan." Freda tersenyum pada roh pelindungnya. Meskipun rambut Freda berwarna pirang putih, tapi dia adalah gadis yang cantik dan terlihat dewasa. Bahkan lebih cantik daripada Anna dan Grizelle.


.


.


.


"Ini adalah ruangan kerjamu, aku akan mengenalkan tempat yang lainnya juga. Mari ikuti aku." Freda membuntuti Kashel di belakangnya.


"Freda dalam kasus ini kau harus melakukan ini, tidak boleh terlalu tergesa-gesa, oke. Jangan biarkan dirimu dalam bahaya." Kashel sangat baik padanya, ia mengajarkan Freda banyak hal tentang kantor dan bagaimana cara mereka bekerja setelah kedatangannya di sana.


.


.


.


Tidak ada yang benar-benar mengeluh dengan pekerjaan mereka meskipun melelahkan, mereka semua tetap bersemangat.


Freda kagum pada sifat Kashel yang seperti itu. Tapi Kashel tidak pernah berpikir lebih tentang Freda, ia sangat mencintai Grizelle lebih daripada apapun. Dan semua orang yang ada di kantornya adalah temannya sekaligus ia anggap sebagai keluarganya.


Kebanyakan waktu Kashel dikala santai, ia habiskan dengan bersama Grizelle. Ia selalu menemani wanita itu dengan senang hati, karena Kashel merasa rasa penatnya berkurang ketika gadis itu tersenyum padanya.


Namun, semenjak Portal Perbatasan sering muncul Kashel tidak begitu bisa keluar dari kantornya. Ia tidak bisa bebas lagi, terlebih saat itu Kashel sangat menentang menggunakan kekuatannya.


Kantornya kemudian dijaga dengan mantra pelindung berlapis yang tentu saja akan sangat sulit ditembus oleh Roh Kegelapan. Mantra ini adalah Lyam yang membuatnya. Mantra pertama di bagian halaman kantor, mantra kedua meliputi kantor dan mantra terakhir ada di dalam ruangan kerja Kashel.


Lyam melakukan hal ini untuk berjaga-jaga tidak ada yang menyerang Kashel saat ia tidak ada di sisinya untuk menjaga Kashel.


.


.


.


"Kita akan mulai jarang bertemu Grizelle." Kashel terlihat sedih.


"Tidak apa-apa Kashel. Demi keamananmu," Grizelle tersenyum agak sedih tapi ia adalah wanita yang kuat. Kemudian Grizelle mengelus kepala Kashel.


"Jika kau tidak bisa mengunjungiku, akulah yang akan datang kesini menemuimu." Ucap Grizelle sambil tersenyum. Kashel malah memeluknya senang.


"Le-lepaskan aku, malu tahu dilihat orang." Grizelle berucap.


"Aku senang punya seorang yang berharga sepertimu Grizelle, kau begitu pengertian." Kashel berbicara sangat bersemangat.


Freda yang berdiri tidak jauh dari sana memperhatikan kedekatan mereka berdua. Tidak berekspresi sedikit pun ia langsung pergi menjauh.


Lyam hanya memperhatikan mereka dari kaca ruang kantor mereka di lantai dua.


.


.


.


Sebenarnya pertemuan Kashel dan Freda tidak seperti pertemuan Kashel dan temannya yang lain.


Freda hanya kebetulan ditolong oleh Lyam tapi karena Lyam menyeramkan, Freda lebih bersimpati pada Kashel yang orangnya sangat hangat.


Dia begitu perduli dengan orang lain, merawat mereka semua yang tinggal di sana seperti dia menjadi orang tua yang mengurus anak-anaknya.


Kemudian menjalankan tugas dari Kantor Pusat yang cukup merepotkan, Kantor Pusat yang tidak menyukai divisi mereka karena dianggap suka melanggar peraturan.


Sampai krisis di mana Kantor Pusat ingin membubarkan divisi mereka jika tidak menemukan dua orang lagi yang akan bekerja di sana.


.


.


.


Lyam tidak perduli akan hal itu, yang ia tahu jika Kashel tidak memiliki tujuan ia harus pergi bersamanya mencari titik hitam yang ada di dunia ini dan memusnahkannya.


Namun, karena ada tempat ini Lyam tidak memiliki hak untuk mengatur Kashel karena pekerjaannya juga, karena Kashel juga mengatasi hal yang sama yaitu energi sihir kegelapan yang menyelimuti kota tempat kelahirannya Baltesam.


*


*


***


Note : Chapter tambahan dari Author, Author mau kasih masuk bumbu romansanya dikit. Jadi mohon maklum ya semuanyaaa. Terima Kasih, selamat membaca ...