
"Baik, Paman." Kashel langsung mengiyakan, meskipun ia merasa hal itu tidak sopan.
Rainer menyerang bagian bawah, sehingga wujud asli dari Roh Kegelapan itu ada di atasnya.
TAP!
TAP!
TAP!
Suara langkah kaki Kashel berlari ke arah Rainer melompat dan mengayunkan pedangnya sekuat tenaga di udara.
SYUT!
Pedang Kashel berhasil menebas Roh Kegelapan itu dan menghancurkannya, Roh Kegelapan yang merepotkan itu telah kalah. Kashel terlempar karena dorongan energi yang hancur itu dan dengan sigap Rainer menangkapnya langsung agar tidak terluka.
"Kau hebat Kashel," puji Rainer pada Kashel, pemuda itu sudah bisa memusnahkan Roh Kegelapan sebagai awal yang baru untuknya.
Kashel berusaha berdiri setelah itu, tetapi kemudian ia jatuh tidak sadarkan diri.
"Jangan memaksakan dirimu Kashel, jika kau butuh istirahat maka tidurlah." Gumam Rainer, Kashel jatuh tepat di pangkuan Rainer ia tampak tertidur dengan nyenyak kelelahan. Rainer menyalakan rokok yang ia bawa sembari memulihkan tenaganya yang sudah terkuras sampai habis.
Setelah puas beristirahat Rainer kemudian bersiap-siap untuk meninggalkan gua itu. Dan berniat kembali pulang. Rainer membopong Kashel yang tidak sadarkan diri di pundaknya dengan tenang. Kashel bahkan tidak bergeming sedikit pun.
Para warga Desa Nantai berkumpul di depan Hutan Lembab karena mendengar ribut suara kelelawar yang berhamburan. Padahal hari masih pagi buta. Banyak warga yang menyorotkan senternya ke arah hutan. Dari arah hutan kemudian muncul Rainer yang membopong Kashel.
"Kalian berdua tidak apa-apa?" tanya salah satu warga menghampiri Rainer.
"Pemuda itu dia baik-baik sajakan?" seorang ibu-ibu mengkhawatir Kashel yang tidak sadarkan diri.
"Kami berdua baik-baik saja, anak ini hanya kelelahan dan sedang tertidur." Jelas Rainer.
"Apa kalian utusan dari The Borders Organization?" seorang yang tampaknya adalah Kepala Desa muncul di antara kerumunan.
"Ya, kami utusan mereka." Jawab Rainer sopan.
"Terima kasih, karena kalian desa ini sudah bersih dari gangguan kelelawar, meskipun kami sempat mendengar keributan dari arah hutan tapi ribuan kelelawar yang mengganggu itu tidak lama sebelum kalian keluar telah menghilang." Kepala Desa itu menjelaskan. Bagaimana ricuhnya kelelawar tadi.
"Ya, Tuan itu sudah menjadi pekerjaan kami." Rainer berbicara sopan.
Inilah kenapa saat kedatangannya ke desa ini Rainer langsung menuju arah hutan tidak ingin pergi ke desa terlebih dahulu. Karena Rainer tidak ingin kehebohan seperti ini terjadi, ia ingin melakukan tugasnya dalam diam.
"Apa kalian mau sejenak singgah di desa ini untuk beristirahat." Tawarnya pada Rainer.
"Maaf Tuan saya dan rekan saya ini harus segera pergi karena ada banyak hal yang harus kami kerjakan setelah ini." Rainer menolak secara baik-baik.
"Baiklah kalau begitu, hati-hatilah kalian di perjalanan. Terima kasih banyak atas pertolongan kalian." Kepala Desa itu memberi hormat pada Rainer dan berjabatan tangan.
Rainer memasukkan tubuh Kashel yang tertidur di kursi belakang dan membaringkannya di sana. "Kami pergi dulu," pamit Rainer memasuki mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya. Tidak lama para penduduk desa itu bubar dari kerumunan.
Di perjalanan pulang mereka bertemu dengan anggota dari The Borders Organization yang bertugas membersihkan perkara kejadian. Agar kejadian itu tidak menyebar di masyarakat luas dan hanya orang-orang dari desa itu yang mengetahui kejadian sesungguhnya.
Setelah sampai di tempat parkir, Rainer menggendong Kashel yang tidak sadarkan diri masuk ke dalam kamar yang mereka sewa beberapa waktu lalu. Kamar yang semulanya, tempat tinggal Roh Kegelapan. Ia membaringkan Kashel di tempat tidur tanpa mengganti pakaiannya hanya membuka, baju yang sekiranya membuat Kashel kepanasan jika menggunakannya terus. Karena sebelumnya Rainer menggunakan sihirnya untuk membersihkan diri mereka.
Setelah itu Kashel tertidur selama satu hari penuh dan terbangun di keesokan harinya.
Setelah hari itu Kashel mulai terbiasa dengan pekerjaannya membasmi Roh Kegelapan. Ia mulai terbiasa dan tidak begitu takut lagi dengan Roh Kegelapan yang ia hadapi.
Hari itu Kashel dan Rainer menjalankan rutinitasnya, kembali ke Kantor Pusat setelah tiga bulan bekerja di lapangan. Rainer setiap tiga bulan sekali selalu bekerja di dalam Kantor Pusat selama seminggu.
Di sanalah Kashel banyak bertemu dengan Kesatria Penjaga Batas yang memiliki pekerjaan yang berbeda.
Semua orang menatapi Kashel dan Rainer, orang-orang tahu Kashel dari keturunan garis utama keluarga Kendrick. Orang-orang membicarakan Kashel yang dekat dengan Rainer yang terkenal disegani.
"Tidak usah dengarkan mereka Kashel, cuma satu minggu kita di sini. Jangan berkecil hati ya," Rainer merangkul Kashel akrab ia tidak ingin Kashel merasa tertekan karena tatapan orang-orang yang tidak suka padanya atau orang-orang yang meremehkannya.
"Tidak apa-apa, Paman. Aku memang tidak memperdulikan mereka kok." Kashel meyakinkan Rainer tapi ketika tahu ruangan Rainer dekat dengan ruangan kantor keluarga besarnya kaki Kashel bergetar ketakutan. Hal itu terjadi ketika ia melihat orang-orang yang pernah memandanginya rendah.
"Ada apa Kashel?" tanya Rainer melihat Kashel yang tiba-tiba tertunduk dan bersembunyi di belakang Rainer.
Saat Rainer menatapi orang-orang di sana. Ada tatapan yang sangat tidak mengenakkan terlihat menatap ke arah Kashel.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berlaku seperti itu pada anak yang menjadi tanggung jawabku ini?" Rainer berkata tegas, semua orang di sana buru-buru langsung melanjutkan pekerjaannya. Tidak ada yang berani pada Rainer, karena Rainer terkenal sangat dekat dengan Guardian.
"Ayo Kashel," Rainer mengajak Kashel masuk ke ruang kerjanya.
"Apa kau baru pertama kali kemari?" tanya Rainer dan Kashel mengangguk.
"Apa kau merasa takut?"
Kashel mengangguk lagi.
"Jangan takut Kashel, aku akan membelamu jika ada yang mengganggumu di tempat ini." Ungkap Rainer ia sangat kesal karena Kashel yang tidak sama dengan orang-orang di sini ia malah dikucilkan.
"Anak itu kebal juga ya, bertarung bersama dengan Rainer ia masih bisa selamat dan bernafas. Benar-benar gila, aku saja tidak berani menjadi rekan orang itu." Gosip terdengar di ruang makan kantor. Kashel mendengar kata-kata itu tapi ia tidak perduli, ia suka menjadi rekan Rainer karena jika Kashel dalam bahaya Rainer selalu melindunginya.
"Aku benar-benar merasa bosan magang di sini, aku ingin melakukan petualangan. Malah jadi tukang bersih-bersih kekacauan. Menyebalkan." Ucap orang yang lain berbicara bersama temannya.
"Aku lebih senang begini pekerjaan terasa mudah daripada membahayakan nyawa." Jelas temannya yang satunya.
Kashel hanya mendengarkan ucapan mereka ia baru tahu jika pekerjaan magang di Kantor Pusat itu di lakukan secara berbeda-beda.
"Ada apa Kashel, apakah kau berpikir kalau pekerjaan yang kita lakukan terlalu berbahaya?" tanya Rainer ia menebak isi pikiran Kashel karena ia tadi juga mendengar pembicaraan kedua orang itu.
"Tidak apa Paman, selama pekerjaan itu aku lakukan bersama Paman aku tidak masalah biarpun berbahaya. Aku akan tetap melakukannya." Kashel meyakinkan dan Rainer tersenyum.
"Selama aku di sisimu, aku tidak akan membiarkan dirimu dalam bahaya Kashel. Dan melatih dirimu menjadi lebih kuat." Jelas Rainer.
"Sebaiknya kita makan dulu, Paman." Kashel mendudukkan dirinya.