
Setelah berjuang keras mengambil alih tubuhnya kembali mantra sihir pengendali itu terlepas dari Kashel dan ia bisa menggerakkan tubuhnya lagi, energi milik Guardian masih mempengaruhinya tapi Kashel berusaha untuk menjauh, dan lari.
Ia sudah dibawa Guardian masuk ke dalam hutan, cukup jauh dari orang-orang di tempat acara pengangkatan pemimpin tadi, sehingga tidak ada orang yang bisa melihat mereka bertiga.
Saat itu Kashel ingin berteriak, tapi suaranya menghilang. Ia melotot kaget dan memegangi lehernya. Bahkan suara nafasnya pun menghilang.
Apa yang terjadi padaku. Batin Kashel panik ia terus mencoba mengeluarkan suaranya tapi tidak berfungsi.
Malam ini adalah waktu khusus untukku dan dirimu Kashel. Guardian tanpa berbicara memasuki pikiran Kashel.
Apa yang kau lakukan padaku, kenapa suaramu ada di kepalaku. Kashel tampak marah berbalik menatapi Guardian.
Kau ingatkan saat itu aku pernah bilang, kita akan bertemu lagi saat waktunya telah tiba, dan sekarang inilah waktunya Kashel. Guardian berbicara dengan batin Kashel.
Apa maumu? Kashel menatap tajam Guardian.
"Paman, apa yang sebenarnya terjadi?" Kashel berbicara dengan bahasa isyarat.
"Kashel kau terpilih oleh Guardian sebagai wadah jiwanya." Rainer berucap ia tahu bahwa Kashel berbicara dengan isyarat padanya meminta penjelasan, Kashel menggeleng. Tidak mengerti apa maksudnya.
Tidak, aku tidak mau. Aku tidak mengerti apa maksudmu. Kashel mundur beberapa langkah.
Kita akan mengikat kontrak Kashel, sesuai apa yang Rainer katakan kau adalah yang terpilih menjadi wadah jiwaku.
"Kenapa harus aku? Aku tidak mau, aku akan pergi!" ucap seorang pria tengah melawan sebuah energi besar yang ingin mencengkeramnya di alam bawah sadarnya.
"Ukh!" Perasaan ini, perasaan yang tidak asing, batinnya. Ia seperti sudah pernah merasakan itu.
"Kenapa harus aku? Aku tidak akan sanggup mengemban tugas seberat itu. Kumohon lepaskan aku,” gumamnya tidak bisa bergerak.
"Takdir telah memilihmu, menjadi wadah untuk jiwaku. Mau atau tidaknya kau akan tetap menerimanya." Guardian berucap datar.
"Ti-tidak aku tidak mau, tidaak!"
Suara Kashel telah kembali.
Kashel ketakutan. Guardian mengeluarkan energi aslinya. Di mata Kashel, Guardian saat ini berubah menjadi naga raksasa The Borders. Mata Kashel yang semulanya hitam berubah menjadi merah persis mata naga raksasa yang ia tatapi, pengikatan kontrak saat itu telah dimulai sebenarnya hanya saja Kashel tidak menyadarinya karena sudah terlanjur ketakutan. Kashel jatuh terduduk karena menatapi naga raksasa itu.
Kashel tidak takut dengan energi besar yang dimiliki naga raksasa itu, tapi yang mengganggunya adalah apa yang berada di sekitaran naga raksasa itu, kegelapan yang ingin menguasai keberadaannya. Kashel merasa sesak.
"Ukh! Hosh! Hosh!"
"Uhuk! Uhuk!"
Energi sihir Guardian mempengaruhi Kashel, pemuda itu tersungkur sekarang memegangi dadanya. Guardian hanya memperhatikannya saja, karena bagi Guardian itu adalah hal yang biasa untuk seseorang yang benar-benar belum tersentuh energi sihir karena Kashel adalah manusia biasa awalnya. Namun, Guardian yakin Kashel bisa melaluinya lebih baik dari Rainer.
"He-hentikan! Argh!" Kashel meringkuk sesak, bukan sakit. Kashel meringkuk. Dalam alam bawah sadarnya Kashel merasa perlahan-lahan naga raksasa itu itu mencengkeram jiwanya. Kashel tidak bisa berkutik, setiap energi sihir itu terasa memasuki pori-pori kulitnya dan mengalir dalam darahnya. Kashel tidak bisa lari, ia tidak punya hak untuk itu. Kekuatan besar yang ingin mendiami dirinya.
"Tuan apakah tidak apa-apa?" Rainer mengkhawatirkan Kashel ia tidak ingin anak itu menderita seperti itu. Tapi saat ini ia tidak bisa mendekati Kashel atau menyentuhnya. Karena tekanan besar energi Guardian yang langsung mengalir ke tubuh Kashel.
"Kau tidak perlu khawatir Rainer, ini masih permulaan. Setelah ini aku akan membawanya ke altar. Agar tidak ada kekacauan dalam ritual kontrak besar ini. Saat itu aku akan kehilangan kesadaranku Rainer, kuserahkan sisanya padamu." Guardian menjelaskan.
"Baik Tuan," Rainer langsung menyetujui permintaan Guardian.
Saat ini Kashel merasa seluruh indranya menjadi tajam. Ia bisa merasakan kehidupan setiap binatang yang tinggal di dalam hutan itu.
Setelah itu, Kashel menyerah pada apa yang terjadi pada dirinya.
Kenapa, apakah mengikat kontrak rasanya seperti ini. Batin Kashel, ia merasa tubuhnya menjadi hilang ia sadar tapi ia telah pasrah, pandangan Kashel menjadi kosong.
Melawan tidak ada gunanya, Kashel akhirnya hanya membiarkan perasaan itu memasuki dirinya. Ia kemudian mengikuti langkah Guardian. Sampai pada altar yang sudah disediakan di tengah hutan itu.
Sebenarnya apa yang ingin dilakukan padaku. Air mata Kashel menetes.
Tidak bisakah aku memilih kehidupanku sendiri?
Kenapa di antara banyaknya orang di dunia ini, harus aku yang terpilih menjadi berbeda.
Takdir.
Sebuah suara menggema di kepala Kashel sebelum ia akhirnya memasuki altar yang telah disediakan.
"Transfer jiwa." Gumam Guardian mengaktifkan mantranya.
DEG!
Kashel merasa terkejut dan beberapa detik menutup matanya sebelum, ia membukanya lagi.
"Aaaaaaa!" teriakan Kashel membuat tekanan besar. Tapi ada pelindung yang menghalangi ledakan kekuatan itu.
Tubuh Kashel melayang bersama Guardian saling berhadapan, kesadaran Guardian telah menghilang saat mantra telah diaktifkan. Hanya Kashel, hanya dia yang merasakan berbagai macam perasaan tentang kekuatan yang merasuk ke dalam setiap sel-sel di tubuhnya. Ia tidak bisa meronta ataupun bergerak. Hanya menonton hanya itu yang bisa ia lakukan, ia melihat Rainer dari jauh.
Tiba-tiba ada kegelapan yang menghampiri mereka, Rainer langsung bersiap menghalangi kegelapan itu. Itu adalah Roh Kegelapan yang pernah menghancurkan desanya dulu, Rainer tidak akan pernah lupa.
"Tak akan kuizinkan kau kegelapan mengganggu ritual ini." Kegelapan itu terpental saat mendekat mereka bertiga sekarang sedang terhubung.
Rainer yang berada di luar mantra penyegel menyerang kegelapan itu dengan petirnya.
Namun asap kegelapan itu kuat dan membuat Rainer terpental karena mendapat serangan darinya, Rainer bukanlah tandingannya.
Saat kegelapan menyentuh pembatas altar itu Kashel merasa terganggu dalam ritualnya. Kashel merasa ia yang tidak berdaya itu, menerima sebuah pukulan barusan.
Rainer tidak membiarkannya dan mulai menyerang kembali tapi usahanya sia-sia. Kegelapan itu terlalu kuat untuk Rainer.
Kegelapan itu mulai menghantam mantra di altar itu lagi.
"Aaargh!" Kashel berteriak kesakitan, ia yang sudah merasa dihilangkan karena kekuatan besar The Borders merasa menerima pukulan bertubi-tubi lagi pada dirinya.
Ini menyakitkan, aaarggg! Kashel hanya mampu berteriak dalam batinnya.
"Mungkin ini adalah saat terakhirku, maafkan aku Kashel. Tidak bisa menghadiri ulang tahunmu yang kedua puluh tahun nanti. Aku akan mengucapkannya lebih dulu dari pada orang lain. Selamat ulang tahun anakku, semoga kau bahagia." Kashel menangis dalam ritualnya. Jari Kashel terlihat bergerak. Tapi Kashel tidak bisa memikirkan apapun pikirannya kosong, tapi kata-kata Rainer terdengar di telinganya dengan jelas.
"Mantra penyegel!" Sebuah mantra aktif mengelilingi altar tempat Kashel dan Guardian berada.
"Siapa pun kumohon tolong aku." Gumam Kashel tidak tahan lagi, ia ingin menyudahi semuanya. Kashel merasa ia ingin menghilang saja, agar penderitaannya berakhir. Ia teringat dengan segala kesedihannya, tapi perjuangannya selama ini pun akan direnggut lagi. Kashel tidak tahu harus apa lagi yang ia lakukan, tujuan apa lagi yang akan ia cari untuk mempertahankan hidupnya.
Belum lagi Kashel melihat dengan mata kepalanya sendiri, melihat Rainer mengaktifkan mantra penyegel yang akan mengambil nyawanya. Tanpa bisa melakukan apa-apa.