The Borders

The Borders
Bagian 124 – Bangkitnya Sihir Lainnya



"Pinjamkan aku kekuatan indra milikmu, agar aku bisa bertemu dengan wadah jiwa." Kashel ingin menghentikan Lyam tapi sudah terlambat, saat perkataan itu terucap. Kashel merasa seluruh indra miliknya menjadi tajam. Kashel tersungkur sambil menutup telinganya terkejut.


"Maafkan aku Kashel, kemampuan ini. Saat ini hanya berlaku sementara. Kau jangan hanya meratapinya, pergunakan kekuatan ini untuk melacak keberadaan temanmu sekarang. Kashel aku akan mencarimu dengan kekuatan ini."


Semua indra Kashel terasa ditajamkan, Kashel hanya bisa terdiam merasakan seluruh tempat di sekitarannya meskipun tidak melihat sekelilingnya Kashel merasa bisa melihat sekelilingnya, bahkan suara tetesan air terasa nyaring di telinga Kashel.


Mengerikan. Hanya itu yang bisa Kashel pikirkan atas dirinya sekarang.


Setelah mengetahui yang ia lihat tadi hanyalah sebuah ilusi Kashel bisa bernafas lega lagi dan bersandar di dinding.


Perasaan Kashel kacau balau, dia tidak bisa fokus, pada dasarnya Kashel tidak bisa mengendalikan kemampuan itu dengan baik. Tidak ada yang bisa Kashel lakukan selain duduk bersandar di lorong sempit itu.


BRAK!


BLURG!


Suara dinding batu dihancurkan di dekat Kashel. Kashel mengernyitkan matanya. Ia tidak menutup telinganya lagi merasa hal itu tidak berguna, itu adalah Guardian yang sudah berdiri di hadapan Kashel.


"Jadi bagaimana keadaanmu?" tanya Guardian menatapi Kashel.


"Sangat tidak baik." Ujar Kashel bahkan suara dari ucapannya saja terasa sangat nyaring, sebenarnya yang paling membuat Kashel menderita itu adalah telinganya yang menjadi sangat peka terhadap suara.


"Kau hanya kurang terbiasa," ujar Guardian, Kashel hanya menghela nafasnya pasrah.


"Apa kemampuan ini akan terus digunakan?" tanya Kashel, menutup telinganya. Wajahnya terlihat pucat tidak bersemangat tetapi ia berusaha terus melangkah. Saat ini mereka berdua sedang berjalan.


Langkah kaki pun bisa memekakkan telinga seperti ini, bahkan setiap yang menyentuh kulitku benar-benar bisa kurasakan dengan baik, meskipun itu uap air dan udara sekalipun. Penciuman tidak usah ditanya, Kashel tidak mau lagi memikirkannya.


"Tidak ini hanya bersifat sementara." Ujar Guardian terlihat fokus pada indra perabanya. Ia melacak keberadaan teman-teman Kashel yang lain. Dan mendapati mereka tengah berhadapan dengan Roh Kegelapan yang menghuni tempat ini. Mereka berada jauh di tempat berbeda.


"Kita harus menemui mereka." Ujar Kashel.


"Pedang cahaya."


NGIIIING!


Gagal mendapati perasaan itu Kashel lebih memilih untuk menutup telinganya dengan kedua tangannya lagi dan pedang cahaya tidak jadi muncul.


"Biar aku saja yang bertarung," ujar Guardian.


Kali ini ia yang mengeluarkan pedang cahaya dan menghancurkan tembok adalah Guardian, Kashel ia suruh untuk membuntutinya saja. Kashel terlihat benar-benar kelelahan. Ia juga harus fokus mengendalikan mantra pelindung untuk berjaga-jaga di sekitar. Kashel lagi-lagi menyandarkan dirinya ke dinding. Terlihat ia mengeluarkan keringat dingin meskipun tubuh Kashel memang basah, tapi keringat dingin itu terlihat berbeda.


Aku tidak tahan lagi, aku tidak bisa menangani perasaan ini, apa yang harus kulakukan untuk mengatasinya. Kashel ia merasa benar-benar pusing, kepalanya pusing karena kemampuannya.


Bahkan Kashel merasakan inti hitam dan batu sihir elemen itu sekaligus, karena belum terbiasa Kashel hanya bisa merasakan bahwa batu itu benar-benar ada di suatu tempat dan masih cukup banyak ruangan yang harus mereka lalui.


Sedangkan, batu sihir hitam ia berpindah-pindah tempat dan hidup, sedang mengincar keberadaan mereka.


"Kashel kau tidak apa-apa?" tanya Anna dengan suara lantang, Kashel tampak merinding kaget.


"Cukup berbisik saja Anna, aku ada masalah pendengaran sekarang." Kashel berucap pelan sambil mengangkat tangannya.


"Baiklah, maafkan aku." Ujar Anna berbicara sangat pelan.


"Itu lebih baik," ujar Kashel menatap Anna tersenyum senang. Walaupun masih terasa nyaring, tapi itu lebih baik.


"Kendalikan kemampuan itu Kashel." Ujar Lyam melalui batin.


"Kau bicaranya mudah sekali." Kashel protes, ia hanya bisa membuntuti Guardian saja.


Namun, Kashel dengan cepat menatap sesuatu yang akan datang ke arahnya. Itu adalah sisik duyung beracun. Kashel langsung mengangkat tangannya refleks. Elemen air langsung membuat tameng es untuk Kashel. Bahkan Kashel sendiri terkejut karenanya. Kemampuannya berada di luar kendalinya karena tidak fokusnya Kashel saat itu terhadap pengaturan sihirnya, sihir Kashel yang lain terlepas dari batasan yang Kashel buat, belum lagi karena pengaruh Batu elemen sihir hitam.


Anna membelalak kaget melihat dinding es yang Kashel buat. Bahkan Kyler yang pernah satu tugas dengannya tidak pernah membuat dinding setebal dan luas seperti itu, di saat keadaannya tidak baik-baik saja.


Kashel menatapi telapak tangannya. Guardian hanya menatap Kashel kemudian melanjutkan perjalanannya, ia tidak masalah Kashel membuang energi sihirnya sembarangan.


Anna merasakan energi sihir kuat yang menguar dari tubuh Kashel. Energi sihir yang selalu Kashel sembunyikan.


"Apakah saat ini kau tidak bisa mengendalikan sihirmu dengan baik Kashel?" tanya Anna Kashel yang wajahnya nampak pucat tersenyum tipis.


"Aku tidak tahu, aku tidak merasa apapun." Ujar Kashel karena indra perasanya yang dipertajam, Kashel tidak tahu jika sekarang energi sihirnya tidak dalam kendalinya dengan baik karena indra yang di pertajam itu menumpulkan perasaan Kashel dalam mengendalikan sihirnya.


"Sebaiknya kita harus bertemu dengan Luan secepatnya." Ujar Anna ia khawatir dengan keadaan Kashel.


Guardian menghancurkan dinding di dekatnya lagi. Di situ ada Dirga yang sedang bertarung dan ia sendiri baru saja berhasil menangani Roh Kegelapan yang menyerangnya.


Tanpa basa basi mereka langsung bergegas pergi mencari Luan karena Guardian merasa bahwa pria itu tengah terluka. Kashel panik saat mengingat ilusi yang ia lihat tadi, Kashel bisa merasakan keberadaan Luan juga, saat Guardian menghancurkan tembok yang memisahkan mereka Kashel langsung melesat ke hadapan Luan yang akan ditusuk oleh Roh Kegelapan berwujud kalajengking dan ia langsung membekukan tubuh Roh Kegelapan itu. Tepat saat Kashel mengepalkan tangannya kalajengking itu hancur berkeping-keping menjadi butiran kristal bening es yang kemudian mencair bersama air.


Teman-teman Kashel merasakan energi sihir besar yang keluar dari tubuh Kashel mata merah Kashel berkilat saat itu dan kemudian ia terduduk.


Luan dengan berani memeriksa keadaan Kashel. Saat Luan memeriksanya tidak ada yang aneh pada diri Kashel aliran sihirnya baik-baik saja, hanya saja saat itu energi sihirnya jauh lebih kuat dari pada sebelumnya.


Tidak lama Kashel perlahan menjadi tenang kembali, kemampuan sihirnya penajam indra miliknya mulai menghilang. Tepat saat kemampuan itu menghilang, Kashel jatuh tidak sadarkan diri. Dan Guardian tentu saja menangkapnya secara langsung.


"Kashel tidak apa-apa dia hanya kelelahan, dia akan bangun jika keadaannya telah pulih." Ujar Luan menjelaskan pada teman-temannya yang lain. Kashel digendong oleh Guardian di pundaknya.


Tidak ada yang percaya Guardian akan melakukan hal itu pada manusia, jika mereka tidak melihatnya di hadapan mereka.


Guardian bagi pemilik kemampuan spesial terkenal memiliki pribadi, dingin, kejam dan tidak berperasaan.


Bahkan semua orang menganggap Guardian itu memiliki aura pembunuh yang kejam. Tapi ketika mereka melihat Guardian mau menggendong manusia seperti itu, cap pembunuh berdarah dingin pada Guardian menghilang di mata mereka bertiga.