
Kashel kemudian mengambil dompetnya dan Anna langsung merampasnya, tidak puas dengan itu karena uang kertas yang ada di dompet Kashel tidak banyak.
"Berikan aku sandi kartu ATM ini," Anna meminta Kashel memberitahukan sandi kartu ATM milik Kashel.
"Aku tidak akan memberikannya." Jelas saja saat itu Kashel langsung menolaknya dan ingin melarikan diri saja tetapi Anna mengetahui Kashel bukanlah orang biasa juga, ia tahu Kashel punya mata yang bisa melihat roh walaupun Kashel tidak di lindungi oleh Roh Pelindung.
Sehingga Anna menyuruh roh pelindungnya Penrand untuk menangkap Kashel.
"Aku tidak mengerti, mengapa orang berkemampuan khusus sepertimu tidak punya roh pelindung. Apa kau baru saja mendapatkan kekuatan itu?" tanya Anna penasaran.
"Jika kau tidak memiliki roh pelindung dengan kemampuanmu yang sekarang, kau akan segera mati." Anna menjelaskan tentang bagaimana mereka yang memiliki kemampuan khusus harus memiliki roh pelindung.
"Tsk! Lepaskan aku, ada atau tidaknya roh pelindungku itu bukan urusanmu!" Kashel mengomel meronta, kakinya diangkat ke atas oleh roh pelindung milik Anna, mantra pelindung milik Kashel telah hancur karena serangan barusan.
Anna merasa di sekitarnya menjadi aneh dan sedikit sunyi daripada sebelumnya. Gumpalan Roh Kegelapan mulai berkumpul di sekitar mereka.
"Astaga," Kashel yang melihat itu semua terkejut, perkataan Lyam tidak salah.
Roh Kegelapan mulai mendekati keberadaan Kashel dan tentu saja juga menyerang Anna, meskipun lemah tapi mereka banyak dan itu cukup membuat Anna kelelahan karenanya.
"Kenapa roh-roh ini bisa menyerang atau karena pria itu." Anna mencurigai Kashel yang saat ini sudah dikerumuni oleh para roh itu.
"Lepaskan! Lepaskan!" Kashel hanya bisa berteriak seperti itu tanpa bisa melawan ia tidak tahu harus berbuat apa.
"Bagaimana bisa, orang itu mengundang roh lemah sebanyak ini." Anna yang ingin pergi menjauh pun tidak bisa karena roh itu jika menyentuhnya akan menyerap energi miliknya.
Tidak lama kemudian Lyam datang, menolong Kashel yang sudah hampir lemas oleh serangan roh-roh itu kedatangan Lyam langsung membuat roh-roh itu lari berhamburan, energi keberadaan Kashel yang menarik Roh Kegelapan itu menghilang jika ada Lyam di sampingnya.
"Jadi sekarang kau mengertikan mengapa aku melarangmu keluar sendirian." Dingin Lyam, saat ini Kashel hanya terbatuk-batuk membenarkan nafasnya.
Untuk sekarang dan seterusnya Kashel merasa kapok pergi keluar sendirian jika tidak ada Lyam disisinya. Terutama malam hari.
"Jika kau tetap keras kepala dan bersikukuh dengan keinginanmu, mau atau tidak mau kau harus ikut bersamaku demi keamananmu sendiri." Lyam mengatakan akan membawanya ke mana pun dia pergi jika ia ada urusan yang harus meninggalkan Kashel yang tidak mau ikut dengannya. Kashel tidak menjawab, ia sudah merasa kapok akan hal itu.
"Kembalikan barang milik Tuanku," Lyam mengulurkan tangannya, tatapannya tajam dan dingin saat itu. Ia bermaksud meminta dompet Kashel yang Anna ambil dikembalikan.
"Cepat berikan selagi aku memintanya secara baik-baik." Lyam berucap lagi masih dengan nada suara yang sama tetapi Anna yang tidak mau kalah, menyuruh roh pelindungnya menyerang Lyam dengan elemen anginnya.
"Serang dia Penrad!" Anna masih meremehkan Lyam karena ia masih tidak tahu siapa Lyam, karena dalam wujud manusianya.
"Kau kira aku akan menyerahkan barang ini semudah itu," Anna terbang dengan kemampuan anginnya sambil melihat Lyam yang terkena serangan anginnya, ia meremehkan Lyam.
Namun, Lyam sudah berada tepat di belakangnya dan langsung memukulnya saat itu juga sehingga Anna jatuh dengan kasar ke tanah. Lyam tidak memberikan ampun meskipun dia seorang wanita.
Kashel hanya tertegun melihat keganasan Lyam yang tanpa ampun itu, ia hampir tidak pernah melihat Lyam bertarung dengan ganas pada seorang manusia, bahkan itu Rigel yang menantangnya.
Roh pelindung Anna bermaksud menyerang Lyam lagi, tapi Lyam menahannya dengan elemen angin yang ia miliki pula.
"Haruskah aku menghancurkan Roh Pelindung ini?" Lyam berkata datar tanpa belas kasihan dan ada sabit angin yang mengitari dirinya. Sabit angin itu dimaksudkan untuk memotong-motong roh pelindung milik Anna.
"Tidak!" Anna berteriak histeris.
"Lyam berhenti!" Kashel juga tidak tinggal diam, mendengar teriakan Kashel Lyam langsung melepaskan Roh Pelindung itu dan tiba-tiba sudah berada di samping Kashel membantunya berdiri.
"Sebaiknya kita menyerahkan ke pihak berwajib," ucap Kashel dan Lyam langsung mengangkatnya dengan kasar.
"Jangan terlalu kasar dengan wanita Lyam." Kashel tidak tega.
"Aku tidak perduli, apakah orang jahat yang merugikan orang lain masih perlu di kasihani." Kata Lyam tanpa perasaan juga.
"Selama dia tidak pernah membunuh orang lain dengan sengaja kurasa kita masih bisa memaafkannya. Tentu saja jika ia ingin berubah, belum lagi kita tidak berhak untuk menghakiminya Lyam." Jelas Kashel.
"Baiklah," ucap Lyam dingin dan membawa Anna ke kantor polisi setelah itu.
.
.
.
Anna sekarang berada di Kantor Polisi, di perjalanan Anna mengaku tentang perbuatannya selama ini pada orang-orang, mencuri tapi tidak pernah ia sampai membunuh orang lain, karena ketakutan dengan tatapan intimidasi milik Lyam. Namun ketika sampai di Kantor Polisi Kashel hanya melaporkan kasus tentang pencurian terhadap dirinya.
Kashel setelah itu memaafkan kesalahan Anna, setelah polisi selidiki Anna tidak pernah tertangkap oleh kasus apapun sebelumnya, itu karena kasus pencuriannya begitu bersih dan tidak ada yang tahu jika ia adalah pencuri jalanan yang terkenal.
"Aku memaafkanmu, tapi apakah kau mau mencari pekerjaan yang lebih baik dari pada pekerjaan yang kau lakukan sebelumnya?" Kashel bertanya pada Anna.
"Karena jika kau kedapatan berlaku seperti itu lagi aku akan benar-benar melaporkanmu kali ini." Jelas Kashel
"Baiklah, tapi apa yang bisa orang sepertiku kerjakan selain mencuri." Anna tidak tahu harus bekerja sebagai apa setelah ini. Kemudian Kashel memberikan kartu namanya.
"Bekerjalah di kantorku. Itu jika kau mau." Anna membaca kartu nama Kashel.
"Kendrick?" Anna tampak terkejut. Selama ini ia menghindari organisasi itu karena tidak ingin terikat dengan kebijakan mereka yang sangat mengekang, sudah sering ia mendapat tawaran bekerja di sana, meskipun orang-orang pusat tidak tahu jika orang yang mereka tawari pekerjaan itu adalah Anna.
"Aku tidak bisa, peraturan yang menyebalkan." Anna meremas kartu nama itu kesal. Lyam hanya menatapnya dengan kejam.
"Ah maaf, tapi kantorku tidak terikat dengan pusat. Di sana kami punya aturan sendiri, meskipun aku dari keluarga Kendrick aku bukanlah orang yang sama seperti keluargaku." Kashel menjelaskan.
"Jika kau berkenan kau bisa datang ke sana, dan mengirimkan lamaran pekerjaanmu. Lyam akan menguruskan semuanya nanti, jadi kau tidak perlu berurusan dengan Kantor Pusat. Itu jika kau mau aku tidak akan memaksa." Kashel meninggalkan Anna.
"Jika kau bekerja di sana, aku ingin kau membayar dosa-dosa yang kau perbuat dengan mengganti uang-uang orang yang telah kau curi. Jika kau masih ingat orangnya." Kashel benar-benar pergi setelah itu.
Ini lebih baik daripada aku bekerja di Kantor Pusat itu dan tetap menjadi berandalan seperti ini. Anna menatap kartu nama yang sudah ia remas itu. Ia meninggalkan anggota geng jalanannya dan memilih menjadi orang yang lebih baik setelahnya. Tanpa mengatakan apa-apa pula, ia menghilang begitu saja.
Setelah itu mulailah terdengar kabar yang beredar bahwa orang-orang dari Divisi Batas Senja diisi oleh para berandalan yang tidak mau mentaati peraturan pusat, tapi tidak ada divisi lain yang berani mengusik mereka juga karena mereka terkenal menakutkan dan pembangkang.
.
.
.
Tameng yang dibuat oleh Erphan akan hancur tapi kali ini, Lyam muncul di lokasi dan membantu menangani Roh Kegelapan itu. Kashel juga muncul di tempat kejadian. Tapi kali ini ia tidak menyamar seperti sebelumnya karena ia tidak berkerjasama dengan Lyam sekarang. Sekarang Lyam dalam wujud bertarungnya sehingga tidak di kenali sebagai pengawal Kashel. Namun sebagai Guardian.