The Borders

The Borders
Bagian 26 – Alam Bawah Sadar



.


.


.


Kashel terlihat tampak tidak tenang dalam tidurnya badannya terus bergerak dan mengeluarkan keringat yang banyak, Luan mengatakan itu adalah efek dari demam tinggi yang Kashel alami. Sehingga tidak heran ia menjadi tidak tenang seperti itu.


Kemudian Lyam menyelanya, "Memang benar karena ini efek dari demamnya yang tinggi, tapi apa yang dialami Kashel bukan hanya sekedar mimpi. Saat ini dirinya berada di alam bawah sadarnya berhadapan dengan jiwanya yang lain." Lyam menjelaskan, Luan mengerti dengan penjelasan Lyam barusan yang ia maksud itu adalah jiwa The Borders. Makanya energi besar milik Kashel sempat keluar tadi.


Beruntungnya Lyam bisa menenangkan jiwanya, karena dia adalah wujud sadar dari The Borders itu sendiri. Makhluk itu terganggu karena tubuh Kashel yang tidak sehat.


Belum lagi fokus Kashel yang tidak stabil, dalam mengendalikan energi sihirnya yang besar.


Akhirnya Luan memilih memasangkan Kashel selang infus sampai Kashel tenang nanti.


.


.


.


Kashel yang merasa ia ditarik sesuatu terbangun dari jatuhnya.


"Kenapa jatuhnya tidak sakit?" Kashel tidak sadar jika dirinya sudah berada di tempat yang tidak asing untuknya, badannya hanya terasa tidak enak karena demamnya.


"Tempat ini?" Kashel menoleh ke kanan dan ke kiri


"Kenapa aku berada di sini, aku harus bangun." Kashel bertanya dan berucap untuk dirinya sendiri, ia berdiri sambil menatap ruang kosong yang gelap itu.


Fokus-fokus, aku harus bangun dan pergi dari sini. Kashel membatin di dalam dirinya sendiri.


Tapi mau berusaha seperti apapun ia tidak bisa kembali ke kesadarannya.


"Kenapa tidak bisa?" Kashel tersungkur jatuh ia merasa tubuhnya sangat lemas, kelelahan.


Tiba-tiba di belakangnya ia merasa ada makhluk yang sangat besar sedang menatapinya, tapi Kashel takut menoleh. Ia tahu itu adalah The Borders.


Selama Kashel menjadi wadah jiwa ketika Kashel terlempar ke tempat ini. Kashel biasanya akan langsung melarikan diri tanpa menoleh ke belakang sedikit pun dan langsung kembali ke kesadarannya. Atau ketika ia memejamkan mata dan melihat tempat ini ia akan langsung membuka matanya kembali.


Tidak, kenapa aku tidak bisa pergi dari tempat ini. Batinnya ia mulai panik.


Ia tidak tahu hal ini terjadi karena Kashel sedang jatuh sakit, Kashel tidak mampu melarikan diri bahkan bergerak setelah makhluk itu membuka matanya.


Tekanan energi yang diberikan The Borders untuknya, menambah rasa lelah pada jiwa Kashel yang sekarang tubuhnya tengah sakit sampai mempengaruhi keadaan jiwanya juga.


Menatap lah padaku. Suara itu menggema di kepala Kashel terasa menyerap di dalam sel-sel otaknya, ia pertama kalinya benar-benar berinteraksi dengan jiwa itu.


Kashel menutup telinganya tampak terkejut. Ia sudah lama tidak mendengar makhluk itu berbicara padanya.


Kau tidak perlu takut, karena aku adalah bagian dari dirimu juga. Kashel memejamkan matanya, bahkan hanya sebuah suara pun bisa memiliki energi yang sangat besar.


Jika itu bukan Kashel mungkin mendengar suara berenergi besar di dalam kepala. Akan membuatnya jatuh pingsan atau terkena serangan mental karenanya.


Namun, Kashel tidak mengalami hal itu karena energi milik The Borders sangat cocok dengan jiwa Kashel yang kosong tanpa energi sihir sedikitpun.


Kashel kemudian berdiri, ia tidak bisa menolak suara itu yang terus memintanya untuk menghadap padanya.


Menuruti semua perintahnya, agar suara itu menghilang. Biasanya dengan kekuatannya sendiri Kashel mampu menangani pengendalian milik makhluk itu. Tapi karena Kashel sakit fokusnya menjadi terganggu.


"Biarkan aku pergi dari tempat ini," ucap Kashel memberanikan dirinya menatap makhluk itu, baginya sudah sangat lama tidak bertatapan langsung dengan makhluk itu setelah Kashel memilih menghindarinya. Kashel belum pernah benar-benar memperhatikan naga raksasa itu.


Tapi saat menatap makhluk itu Kashel yang ingin menghindari kontak mata lagi, terdiam mematung bahkan ia tidak bisa mengedipkan matanya sekarang. Tubuhnya terasa seperti terikat tidak bisa bergerak.


Beristirahatlah untuk saat ini, biarkan aku mengambil alih tubuhmu. Suara itu terus menggema di kepala Kashel. Ada aura besar yang ingin mendekati jiwa Kashel yang tidak bisa bergerak itu.


"Aku tidak akan membiarkanmu mengambil alih kesadaranku, aku tidak mengizinkannya!" Kashel berteriak dengan tegas mengucapkannya sehingga energi besar yang mendekati Kashel kembali lagi kepada makhluk itu.


Seandainya bisa bergerak kaki Kashel akan bergetar karena menentang energi besar yang ingin menelan jiwanya barusan.


Kashel yang tidak bisa bergerak bahkan berkedip itu, kali ini melihat keberadaan The Borders dengan jelas. Karena yang di tubuh Kashel ini hanyalah jiwa, yang Kashel lihat pada The Borders hanyalah kumpulan asap pudar dengan warna abstrak tidak beraturan tapi bentuk dari naga itu cukup jelas di matanya. Itu semua adalah energi sihir yang membentuk jiwa. Bentuknya menyerupai naga raksasa tapi keberadaannya hanya seperti kumpulan asap tanpa raga.


Hanya mata The Borders yang sangat terlihat dengan jelas, mata yang sama seperti miliknya dan juga Lyam tapi dengan ukuran yang lebih besar ratusan kali lipat daripada miliknya dan Lyam sedang memelototinya tanpa berkedip pula.


Bagaimana energi sihir yang memiliki kesadaran sendiri itu bisa berada di dalam dirinya, Kashel tidak mengerti jika harus membayangkannya.


Keberadaan jiwa Kashel dan jiwa itu diibaratkan seperti ukuran semut dan gajah. Sekali jiwa itu melahapnya Kashel akan benar-benar menghilang karena makhluk itu. Tapi Kashel dengan gagahnya masih bisa mengendalikan diri.


.


.


.


Baiklah, sekarang kau hanya perlu beristirahat untuk memulihkan diri. Makhluk itu mengerti ia tidak bisa melawan keinginan Kashel yang besar, seolah-olah keinginan Kashel itu tidak memiliki celah sedikit pun untuk ia masuki.


"Kenapa kau melakukan ini padaku, biarkan aku kembali ke kesadaranku sendiri." Kashel tetap meminta dibebaskan.


Jika kau dalam keadaan baik-baik saja kau pasti kembali kepada ke kesadaran milikmu sendiri Kashel, untuk saat ini kau tidak bisa membuat keputusan untuk keinginanmu sendiri, *karena apa yang kau lakukan pada tubuhmu mengusik kehadiranku dan menggangguku*.


Makhluk itu menjelaskan pada Kashel, Kashel mengerti itu semua terjadi karena dirinya yang sakit. Jiwa The Borders, tidak bisa membiarkan hal itu. Bahkan makhluk itu sampai menyebut namanya.


Tiba-tiba tekanan besar seolah mulai menelan keberadaan jiwa Kashel, "Ti-dak..."


Perlahan-lahan kesadaran Kashel menghilang karenanya, jiwa Kashel terlihat perlahan-lahan terkurung di dalam sebuah bola merah terang, semakin bola itu mengurung dirinya semakin hilang juga kesadaran Kashel.


Namun, sebelum tertidur dengan keras Kashel sangat menolak jika tubuhnya diambil alih oleh makhluk lain.


Tekad kuat Kashel itu membuat The Borders tidak bisa berbuat apa-apa.


Keinginan kuatnya mengalahkan The Borders yang ingin mengambil alih kesadaran Kashel.