
.
.
.
Setelah mendengar keinginan besar dari pemilik penginapan. Malam itu saat akan beristirahat di kamarnya, Kashel kemudian teringat dengan keinginan besarnya di masa lalu. Keinginan terbesarnya yang tidak terwujud karena sebuah takdir.
Inilah awal cerita dari semuanya, antara hubungannya dan Lyam.
.
.
.
...
Kashel yang sudah lama terkurung di kediamannya, akhirnya bisa mulai melepaskan dirinya dari kekang keluarganya sedikit demi sedikit.
Selama ia terkurung di kediamannya. Kashel mempelajari banyak hal tentang dunia luar, meskipun harus menunggu sepuluh tahun lagi untuk bisa benar-benar bebas Kashel sangat menantikan hal itu. Dan tempat ini adalah langkah awal untuknya.
Setelah semua pelajaran yang ia pelajari sendiri, dasar-dasar mantra pelindung dan mantra pelindungnya sendiri, Kashel sudah sangat siap memijakkan kakinya di Akademi Spiritual.
Ia tidak punya energi sihir, tapi ia bisa mengakali itu semua dengan sebuah mantra dengan simbol rumit yang tidak semua orang bisa karena kesalahan sedikit saja pada goresan mantra itu, mantra itu tidak akan jadi berguna.
Serta kertas sihir yang digunakan juga dibuat khusus agar bisa digunakan dengan baik. Lyam dulu memang mengajarkan mantra-mantra sihir kepada keluarga Kendrick, namun seiring berjalannya waktu. Mantra-mantra itu akhirnya berkembang dan bisa digunakan oleh orang biasa juga untuk membuat sebuah pelindung.
Hanya mantra itu yang bisa berhasil digunakan oleh orang biasa. Sedangkan mantra-mantra yang lain masih memerlukan energi sihir.
Dengan bayaran beberapa tetes darahnya pada tinta pembuatan simbol untuk mengaktifkan mantra pelindung atas perintahnya.
Jika mantra itu digunakan dan mendapat serangan, penggunanya akan cepat merasakan kelelahan. Pada dasarnya mantra pelindung tanpa energi sihir ini menguras energi dari tubuh penggunanya sendiri. Diibaratkan seperti kelelahan telah berlari sangat jauh tanpa istirahat, tergantung seberapa kuat serangan roh dan energi sihir.
Penggunanya akan sangat lelah setelahnya bahkan puncaknya akan jatuh tidak sadarkan diri dan ini jauh lebih baik bagi manusia tanpa sihir, daripada harus terluka.
Setidaknya bagi Kashel dengan mantra itu ia tidak akan sering babak belur jika mendapat perundungan oleh orang-orang elite akademi atau ketika menjalankan tugas membasmi Roh Kegelapan nanti.
Ia tahu akan banyak rintangan di sana tapi ia tetap berpegang teguh pada tekadnya apapun yang akan terjadi. Meskipun ia tidak bisa menggunakan energi sihir, Kashel tetap harus bersekolah di sana.
Kashel menarik nafasnya, "Setidaknya sekarang aku bebas dari kediaman itu, walaupun aku tahu kalau aku kemari sama saja masuk ke kandang binatang buas lainnya.
"Yosh! Aku tidak boleh goyah, hanya delapan tahun di sini dan dua tahun untuk menjadi Kesatria Penjaga Batas, aku akan bebas menentukan kehidupanku setelahnya." Kashel menyakinkan dirinya sendiri.
Kemudian memasuki gerbang Akademi Spiritual di mana semuanya akan dimulai.
.
.
.
Kashel tidak punya siapa-siapa di sini, ia yang pertamakali keluar dari kediamannya berusaha tidak panik dan terlihat bingung, Kashel sudah mempelajari semuanya dengan matang meskipun ini pengalaman pertama untuknya.
Di perjalanan memasuki asrama khusus laki-laki, Kashel tidak sengaja berselisihan dengan Lyam yang sekarang menyamar menjadi seorang siswa di akademi itu.
Awalnya Kashel tidak tertarik dengan Lyam karena ia tidak ingin perduli dengan orang mana pun di tempat itu, ia tahu kehadirannya di sana hanyalah sebagai bahan cemoohan semata. Tapi karena garis keturunan keluarganya ia dipaksa melakukan hal yang tidak ia suka dan tidak ia bisa.
Lyam dengan mata merahnya yang menyala tampak menatap tajam Kashel, sehingga mau tidak mau Kashel balas menatapnya juga.
Kashel yang tidak mau terlibat dengan Lyam langsung menundukkan pandangannya.
Apa-apaan itu, tatapannya menakutkan. Bahkan Kashel saat pertama kali bertemu dengan Lyam yang jadi muda, menatapnya tajam seperti itu membuat Kashel merasa ketakutan.
Apa orang itu anak dari pria itu ya. Kashel membatin, karena pria itu adalah orang yang cukup berkesan dalam hidup Kashel ia tidak pernah melupakannya, dan pemuda itu sangatlah mirip dengan pria yang pernah memberinya buku dua tahun lalu.
.
.
.
Menyebalkan, kenapa begitu banyak Roh Kegelapan di sekolah ini. Batin Lyam saat itu ia baru saja membersihkan roh hitam yang mengganggu akademi itu, sehingga emosinya terganggu dan marah ketika melihat Kashel.
Anak itu bukannya anak tanpa energi sihir, mengapa ia bersekolah di sini. Bukankah itu terlalu memaksakannya. Batin Lyam masih mengingat Kashel, ia tahu pemuda itu semenjak ia lahir.
Lyam akan hadir di setiap kelahiran calon penerus keluarga Kendrick dan melihat kemampuan mereka. Walaupun kemudian ia akan menghilang lagi setelah itu.
Lyam yang menghadiri kelahiran Kashel langsung tahu, bahwa anak yang telah dilahirkan itu tidak memiliki energi sihir sama sekali, ia benar-benar manusia biasa. Erza Kashel Kendrick itulah nama lahir dari anak itu.
Orang tuanya yang sudah berharap banyak anak pertama mereka akan menjadi calon pemimpin kelak merasa putus harapan, setelah Guardian atau Lyam memberitahukan bahwa anak mereka tidak memiliki kemampuan energi sihir.
Orang tua Kashel ingin membuang Kashel setelah itu, tapi baru memikirkannya Lyam mengatakan pada orang tua Kashel mereka harus merawat bayi itu dengan baik, karena ia juga merupakan salah satu calon penerus biar bagaimanapun.
Pada akhirnya Kashel dirawat tanpa kasih sayang sama sekali sampai ia beranjak remaja dan berusaha menemukan tujuan hidupnya sendiri.
.
.
.
Kembali Ke Kashel yang sudah memasuki kamarnya.
"Wah inikah kamar baruku?" Kashel celingak-celinguk melihat isi kamarnya. Kamar itu pribadi untuk Kashel karena tidak ada yang mau sekamar dengan Kashel.
Kashel teringat kamarnya di kediamannya yang cukup luas, dan di sana juga seperti menjadi rumah untuk Kashel selama sepuluh tahun lamanya sampai usianya sekarang.
Walaupun ini berbeda dan tidak selengkap rumahnya dulu Kashel merasa senang tinggal di sini. Ia merasa bebas, walaupun kemari ia juga diancam, jika tidak bisa masuk di Akademi Spiritual selamanya ia tidak akan pernah dibebaskan.
Beruntungnya dengan kemampuan yang seadanya Kashel bisa lulus masuk akademi ini walaupun berada di peringkat paling bawah.
.
.
.
Tibalah di acara penerimaan siswa baru.
Akademi Spiritual berbeda dari sekolah lainnya yang di mana sekolah umum dimulai dari usia tujuh tahun, di akademi ini usia untuk memasukinya adalah sepuluh tahun dan masa pembelajarannya sampai delapan tahun lamanya. Dan mendapat ijazah terakhir seperti pada sekolah umumnya juga.
Setelah selesai bersekolah di sini dan pemimpin baru telah ditunjuk, aku akan mengerjakan pekerjaan orang normal pada umumnya dan menemukan kebahagiaanku sendiri kelak. Kashel bersemangat membayangkannya.
Saat ini tidak ada yang begitu mengenal Kashel, yang merupakan seorang biasa yang tidak memiliki energi sihir. Karena semua orang sedang menyembunyikan roh pelindung mereka di dalam tubuh mereka.
Dan orang nomor satu di sekolah ini terkenal dengan nama Lyam yang tidak memiliki roh pelindung tapi energi sihir yang dimilikinya sebanding dengan orang yang mengikat dengan Roh Pelindung.
Hampir tidak ada orang yang bisa seperti Lyam, memiliki energi sihir stabil dan besar tanpa Roh Pelindung itu adalah hal yang sangat langka. Oleh karena itu, Lyam langsung menjadi terkenal seketika saat memasuki akademi itu.
Tidak ada orang yang menyangka pula bahwa Lyam adalah Guardian yang sedang menyamar menjadi wujud seorang remaja. Hanya guru-guru di sekolah itu yang sadar dengan siapa Lyam sebenarnya.
Lalu, satu lagi orang tanpa memiliki roh pelindung, orang biasa dari garis keturunan utama keluarga Kendrick yaitu Kashel. Bukan pujian yang ia dapatkan namun cemoohan dari teman-temannya.