
Kashel dan Rainer telah sampai di depan kamar mereka yang telah mereka pesan beberapa waktu tadi, kamar 666.
Kashel yang sudah memakai kacamata rohnya dari tadi. Langsung bergetar hebat karena terkejut merasakan energi dari kamar nomor 666 tersebut.
"Ternyata benar rumor yang mengatakan bahwa dirimu bisa merasakan energi kegelapan lebih baik daripada orang lain." Rainer tiba-tiba berucap ketika melihat Kashel yang mengeluarkan keringat dingin.
"Paman dengar rumor itu dari mana?" Kashel bertanya terkejut apakah ia begitu terkenal sampai Rainer mengetahui banyak tentangnya.
"Sebelum menerimamu sebagai rekanku tentu saja aku mencari tahu tentang data pribadi dirimu lebih dahulu, menurutku kamu adalah anak yang menarik." Rainer menjelaskan sambil menghidupkan rokoknya lagi.
Kashel hanya diam saja karena sudah biasa bagi organisasi untuk mencari data pribadi milik orang lain terlebih dulu.
"Persiapkan dirimu Kashel di misi pertamamu denganku harap kau tidak takut. Aku tidak memiliki roh pelindung dan tipe petarung menggunakan diri sendiri." Mendengar penjelasan itu Kashel menelan ludahnya pahit. Ia tahu Rainer adalah orang yang sangat kuat jika seperti itu, orang yang tidak membutuhkan Roh Pelindung ketika mata batin terbuka itu sangatlah langka hampir tidak ada.
Kemudian pintu nomor 666 itu terbuka mereka tidak melihat ruang kamar pada umumnya tapi sebuah dimensi yang berbeda itu adalah ruang nomor 666.
Sebenarnya jika di mata orang biasa itu hanyalah kamar yang biasa saja namun ia tidak menyadari jika di dalamnya ada monster yang bisa menghisap energi kehidupan mereka.
Jadi banyak dari orang yang keluar dari kamar ini mengalami sakit atau jatuh tidak sadarkan diri tanpa alasan yang jelas, karena kehabisan energi jika itu adalah manusia biasa.
"Ini sih sarang monster," ucap Kashel terkejut melihat ruangan yang gelap dan hitam.
"Tapi kita harus membersihkan tempat ini Kashel atau akan banyak korban yang berjatuhan jika kita membiarkannya." Jelas Rainer.
"Apakah tidak apa-apa kita memasukinya?" Kashel tidak yakin karena ini pertama kalinya ia melakukan hal ini.
"Mau tidak mau kita harus masuk ke dalamnya untuk menemukan inti dari yang mengendalikan ruangan ini, Roh Kegelapan.
"Jika kita tidak masuk ke dalam bagaimana kita bisa mengalahkannya. Percayalah padaku aku akan melindungi dirimu. Kau cukup menjadi pemandu yang menunjukkan ke arah mana kita harus pergi karena aku percaya dengan kemampuanmu."
"Baiklah Paman, aku akan melakukan sebisaku." Kashel mengangguk mengerti dan akhirnya mereka pun memasukkan kaki mereka, seketika Kashel merasa memasuki dunia yang berbeda. Dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.
"Kita akan menyelesaikan malam ini juga Kashel lalu kemudian beristirahat, mungkin setelah ini tenagamu akan benar-benar terkuras karena harus berhadapan langsung dengan kegelapan ini."
"...." Kashel diam saja karena harus menyesuaikan dirinya dengan tempat itu.
"Sekarang ke arah mana kita harus pergi, apakah kamu merasakan energi kuat yang sedang menarikmu?" Rainer bertanya pada Kashel dan Kashel mulai terlihat fokus lalu ia menunjuk ke arah depan tanpa berkata apa-apa.
"Ayo kita pergi ke sana ikut di belakangku," Rainer memulai langkahnya dan Kashel membuntutinya di belakang.
Kamar ini jika di dunia nyata hanyalah kamar dengan luas beberapa meter saja, tetapi dimensi sihir yang diciptakan oleh Roh Kegelapan itu membuatnya terasa sangat jauh dan luas ketika berjalan di dalamnya.
"Kau benar-benar orang yang penurut ya, biasanya Kesatria Penjaga Batas itu sangat sulit untuk diatur." Rainer berkata dengan akrab pada Kashel.
"Jika aku membantah perintahmu Paman, sama saja aku ingin bunuh diri aku bukanlah orang yang kuat Paman, apapun perintah Paman aku akan menurutinya." Menjelaskan pada Rainer sambil menatapnya bahwa Kashel berkata serius.
"Apa itu?" Kashel terkejut melihat makhluk yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
"Makhluk itu bernama Troll, menurut mitos orang-orang itu adalah makhluk penghuni gua tapi ia malah mendiami kamar manusia." Rainer menjelaskan pada Kashel yang tidak tahu apa-apa tentang Roh Kegelapan.
Troll berasal dari legenda Scandinavia yang menyebutkan bahwa Troll adalah roh yang hidup dalam gua di dalam pegunungan.
Ternyata di sini ia bisa membuat ruang sendiri di dalam kamar nomor 666 ini, dan dengan diam mengambil energi kehidupan milik orang-orang biasa yang menginap di dalamnya.
"Aku akan langsung memusnahkannya. Kashel tutup matamu jika takut melihat pertarungan ini." Tapi sebenarnya Kashel tidak merasa begitu takut. Ia kemudian memperhatikan pertarungan Rainer dan monster Troll itu.
"Ternyata kau tidak takut, kalau begitu lihat caraku bertarung." Rainer tersenyum ke arah Kashel.
Rainer kemudian melesat dengan cepat ke arah Troll itu dan mereka pun mulai bertarung, tapi Troll itu juga bisa bergerak dengan cepat dan mengimbangi kecepatan Rainer. Belum lagi tubuh Troll itu besar membuat Rainer terlihat kewalahan.
Saat Rainer melesat dan muncul di depan Troll itu, tangan Troll tersebut sudah siap memukul Rainer dan serangan pukulan itu telak mengenai Rainer yang sedang bertarung dengan sengit.
Rainer terlempar dan terpental dengan keras ke arah lantai.
"Paman!" Kashel berteriak dari arah lain ia khawatir dengan Rainer. Troll itu teralihkan dengan suara Kashel. Lalu ia menyerang Kashel dengan elemen es hitam.
Rainer meludah ke samping dan darah segar keluar dari mulutnya. Kemudian dari sakunya ia keluarkan kertas mantra karena melihat Kashel yang akan di serang oleh Troll tersebut.
Kashel berhasil menahan serangan pertama Troll yang tiba-tiba datang ke arahnya beruntungnya mantra pelindungnya sedang aktif, tapi Kashel langsung kelelahan setelah itu. Tidak ada waktu untuk Kashel membuka kacamatanya karena serangannya sangat cepat, serangan peluru es hitam.
Kemudian Rainer menerbangkan kertas mantra pelindungnya dan mencampurnya dengan sihir miliknya untuk menjadikan mantra pelindung itu lebih kuat dan tidak cepat membuat dirinya lelah.
Kemudian mantra pelindung itu ia gunakan untuk melindungi Kashel yang sedang didatangi oleh Roh Kegelapan itu.
Rainer menarik nafasnya dalam memulihkan tenaganya dan menyembuhkan lukanya dengan cepat.
Tiba-tiba saja Rainer sudah melesat ke hadapan Troll itu dengan energi petir biru hitam miliknya. Menyetrum makhluk itu.
GROAAAAR!
Makhluk itu berteriak mengerikan kemudian ia membuat rantai dengan elemen esnya dan mengikat tubuh Rainer dengan kuat.
"Ukh!" Rainer terbatuk sangking kuatnya ikatan itu.
"Apa yang harus aku lakukan, aku tidak bisa membantu Paman. Apa aku harus diam saja melihat paman seperti itu." Kashel hanya bisa duduk sambil bergumam ia khawatir pada Rainer.
"Maafkan aku Paman," gumam Kashel, Rainer ternyata mendengar ucapan Kashel itu meskipun tidak begitu dekat.
"Tsk! Aku sudah membuat khawatir anak itu." Rainer tersenyum kemudian ia mengeluarkan elemen petir biru hitam miliknya lagi, karena rantai itu terbuat dari air yang dibekukan, elemen petir itu menjalar dan dan langsung menyetrum Troll tersebut.
Troll itu panik dan mulai mengeluarkan serangannya ke segala arah. Termasuk ke arah Kashel.
"Mantra pelindung," gumam Rainer dan seketika serangan membabi buta itu di tangkis, baik yang mendekati Rainer atau pun yang menyerang Kashel.
Namun Rainer lengah saat itu, karena tidak bisa berkonsentrasi dengan baik dengan kekuatannya, ia kemudian melepaskan mantra pelindungnya.
DUAR!
Satu serangan kuat lagi-lagi mengenai Rainer.
"Sial aku gegabah," Rainer batuk darah karena menerima serangan itu.
"Paman!" teriak Kashel, berlari ke arahnya.
.
.
.