The Borders

The Borders
Bagian 59 – Ilusi Gua Kelelawar



Gua Kelelawar, Rainer merasa energi dari gua itu tidak sekuat energi yang berada di Hutan Terlarang. Tapi meskipun tidak kuat, Roh Kegelapan yang tinggal di sana sepertinya memiliki banyak sekali energi sihir sehingga bisa menciptakan ilusi nyata untuk menyembunyikan dirinya, dan mengganggu orang-orang di Desa Nantai.


Ia mengumpulkan energi sihir dari rasa ketakutan penduduk desa, dan dirinya yang asli ia sembunyikan di dalam gua sambil menunggu waktu yang tepat dan menjadi kuat.


Roh Kegelapan itu bisa  mengendalikan para kelelawar yang hidup di dalam sana, dan memanfaatkannya, untuk menakuti warga desa dengan berbagai macam kekacauan.


Lalu, ketika ada warga desa yang ingin membasmi sarang kelelawar ini, ia menampakkan dirinya untuk menakuti warga desa. Sehingga tidak berani lagi datang ke tempat ini.


Roh Kegelapan ini, sebenarnya tidak ingin mencari musuh dan lebih memilih menyembunyikan dirinya dari orang-orang karena dia masih lemah. Itulah yang Rainer bayangkan tentang Roh Kegelapan itu.


.


.


.


Rainer dan Kashel memijakkan kaki ke dalam gua itu, saat itu mereka merasa pindah ke alam lain.


Namun, saat menoleh ke samping Kashel terkejut Rainer tidak ada lagi di sisinya.


Bagaimana bisa, padahal hanya beberapa saat yang lalu. Apakah sedari awal kami memang sudah dipisahkan semenjak Paman terluka. Apa yang harus aku lakukan?


Kashel tidak tahu harus berbuat apa, kemudian ia melepaskan kacamatanya. Dan melihat kenyataan. Ada begitu banyak cabang dari dalam gua itu dan menyadari orang yang dilihatnya tadi membawanya masuk ke dalam adalah ilusi dari Roh Kegelapan itu.


"Apa yang harus kulakukan, apa aku bisa bertahan jika sendiri?" tanya Kashel pada dirinya sendiri, ia merasa panik.


.


.


.


Rainer yang melihat Kashel langsung berjalan masuk ke dalam gua setelah menghancurkan penghalang langsung mengejarnya.


"Sial, aku kehilangan jejak Kashel. Aku tidak begitu baik dalam melacak keberadaan energi lemah, terlebih petunjuk yang dimiliki anak itu hanyalah pedang sihir energi milik Guardian yang keberadaannya, sulit dirasakan." Gumam Rainer panik, ia tidak bisa mengejar Kashel dengan cepat karena ia tadi perlu memulihkan diri.


"Kuharap anak itu bisa bertahan sampai aku menemukannya." Ucap Rainer berharap pada Kashel.


.


.


.


"Tidak boleh takut, lagipula dulu aku pernah ditinggal sendiri seperti ini." Ucap Kashel.


Tanpa penerangan yang jelas Kashel tidak sadar ada banyak pasang mata nyata yang menatapinya dari atas gua. Kashel ia masuk ke sarang ribuan kelelawar nyata.


Kashel menyadari sebuah bau, ia melihat ke tempat ia berpijak. Itu adalah sebuah kotoran. Kashel kemudian mengingat, kotoran ini adalah kotoran kelelawar.


Kashel langsung mengarahkan penerangannya ke langit-langit gua, Kashel ia tidak ada waktu untuk terkejut. Mata merah kelelawar menatapi tajam, suara-suara dari kelelawar itu mulai terdengar di telinga Kashel.


Ba-bagaimana bisa aku terjebak di sarang kelelawar sungguhan? batin Kashel, langsung berlari menjauh ia berlari sekuat tenaga.


Perlahan kelelawar itu mengejar Kashel yang berlari menyelamatkan diri. Tidak bisa berbuat apa-apa, mantra pelindungnya tidak berguna jika itu binatang asli, Roh Kegelapan itu benar-benar merencanakan semuanya. Ia tahu kelemahan Kashel.


Mau melawannya Kashel hanya bisa menggunakan pedang yang diberikan Rainer, tapi pedang juga tidak akan berarti apa-apa untuk menghalau kelelawar sebanyak itu. Mantra pelindung tidak ada gunanya karena itu kelelawar asli yang sedang dikendalikan Roh Kegelapan.


.


"Gua ini, ternyata luas dan bercabang-cabang. Kira-kira di mana sekarang Kashel berada, kuharap dia baik-baik saja." Resah Rainer memikirkan Kashel. Walaupun ia tahu Guardian tidak akan membiarkannya dalam bahaya.


Tetap saja Rainer khawatir pada Kashel seperti mengkhawatir keluarganya sendiri.


.


TAP!


TAP!


TAP!


Suara langkah kaki Kashel terus berlari lurus, meskipun ada banyak cabang yang ia lalui ia tetap berlari ke depan.


Apa yang harus kulakukan? Pikir Kashel panik tidak tahu harus berbuat apa.


"Aww!" rintih Kashel terus berlari ada salah satu kelelawar yang berhasil melukai wajahnya dan itu cukup menyakitkan untuk Kashel. Sedangkan badannya karena Kashel menggunakan jaket dan celana yang cukup tebal ia masih bisa menghindari serangan pada tubuhnya. Hanya kepalanya saja yang perlu ia lindungi dengan baik.


BYUR!


Kashel menceburkan dirinya dalam air, tapi ia lupa jika ia tidak ahli dalam berenang dan tidak mengira-ngira juga bahwa air yang ia masuki itu ternyata dalam.


Di tengah pasrahnya pedang yang Kashel bawa mengeluarkan cahaya tanpa sepengetahuannya.


Tiba-tiba sosok berjubah hitam muncul di hadapannya. Kashel terlihat terkejut ia memelototi makhluk itu berniat melawan, tapi kemudian tangan makhluk itu menyentuh wajahnya dan Kashel tidak sadarkan diri setelahnya.


Ia membawa Kashel kepermukaan. Ribuan kelelawar sedang menunggu kemunculan Kashel dari dasar air.


Saat makhluk berjubah itu muncul di permukaan dengan terbang, ribuan kelelawar itu langsung menyerang secara serempak tapi dengan santainya makhluk berjubah yang ternyata Guardian itu melenyapkan seluruhnya hanya dengan satu ayunan tangannya.


DUAR!


Efek kekuatan dahsyat itu membuat ledakan besar dan seluruh gua berguncang hebat.


.


Rainer merasakan guncangan itu dan energi besar itu, itu adalah milik Guardian.


Pasti ada yang terjadi dengan Kashel sehingga Guardian muncul secara mendadak di tempat ini sampai mengguncangkan seluruh gua.


Apakah dia marah, batin Rainer. Berusaha melacak energi sihir milik Lyam. Tapi karena gua itu besar dan luas Rainer sulit untuk menemukannya karena jalan yang bercabang-cabang.


Energi Guardian terasa di seluruh gua jadi Rainer tidak bisa merasakan hawa keberadaannya dengan baik.


Guardian mengeringkan pakaian Kashel yang basah dan kemudian membawa Kashel yang tertidur di pundaknya. Ia tidak membiarkan Kashel bangun, menekan kesadaran Kashel agar pemuda itu tidak menyadari apa yang sudah terjadi dengannya.


Guardian bisa tiba-tiba sampai di tempat Kashel berada karena pedang yang dibawa Kashel. Pedang itu akan bereaksi otomatis ketika pedang itu jauh dari Kashel atau ketika pria itu dalam bahaya. Sehingga di mana pun Guardian berada ia akan langsung bisa berteleportasi ke tempat Kashel yang sedang dalam bahaya.


Kashel yang berusaha tersadar malah bangun di ruang kosong di dalam dirinya.


"Kenapa aku kemari lagi?" bingung Kashel, ia tidak tahu harus apa. Kashel pikir ia akan melihat monster naga raksasa lagi sehingga Kashel terlihat ketakutan. Naga raksasa itu terlihat lebih menakutkan dibandingkan Roh Kegelapan yang ia hadapi.


Kashel sempat memikirkan, alasan kenapa jika terlempar ke tempat ini biasanya ia selalu melihat naga raksasa itu yang ia tahu itu adalah The Borders, Kashel tidak pernah mengerti. Tapi setelah memperhatikan sekelilingnya apa yang ia cari ternyata tidak ada dan membuat Kashel bernafas dengan lega. Kashel kemudian teringat kalau dia tadi telah tenggelam dalam air.