
"Kita harus, menangkap orang dengan kemampuan sihir untuk dikorbankan kepada kegelapan." Ujar dua orang berjubah berdiri di atas atap bangunan tinggi, mereka mengamati gerak-gerik Lyam dan ketiga lainnya.
"Targetkan yang paling lemah di antara mereka berempat." Ujar kedua orang berjubah itu.
Kasus yang mereka selidiki malam ini adalah menyelidiki kasus hilangnya Kesatria Penjaga Batas secara mendadak. Lyam tampak menatapi Kashel setelah itu, lalu menatap tajam ke arah lantai atas bangunan tinggi itu.
"Ada apa Lyam?" tanya Kashel tidak mengerti, ikut menatapi atap yang Lyam perhatikan itu juga tapi tidak ada apa-apa di sana.
"Ada yang mengawasi kita," ujar Lyam kemudian berjalan lagi.
"Lyam hebat, bisa merasakan ada orang yang bisa mengawasi kita." Ujar Lucy lagi, tapi Lyam hanya diam saja tidak menanggapi.
"Kau tidak merasakannya Kashel?" tanya Lyam malah berbicara pada Kashel.
"Hah? Tidak." Ujar Kashel terus berjalan.
"Heh, lagi-lagi kau bersikap seperti itu." Ujar Lyam.
Kashel tidak menanggapinya dan terus berjalan.
Ada sekelebat bayangan yang Joan lihat begitu juga Lucy. Mereka berdua langsung mengejarnya tidak memperdulikan Lyam dan Kashel. Lyam malah tertarik kehal lain dan Kashel malah berjalan ke arah tempat yang menurutnya mencurigakan juga. Sehingga mereka berdua terpencar.
Kashel lengah malam itu, sepertinya ia mencoba sesuatu pada aliran sihirnya yang akhirnya membuat ia tidak berkonsentrasi dengan baik. Ia bahkan tidak tahu ada orang yang sedang membawa kain dan langsung membungkus kepalanya. Kashel langsung dibuat pingsan karena tengkuknya dipukul. Ia tidak bisa melawan karena kejadiannya sangat cepat. Kashel diculik.
"Ck, anak itu." Gumam Lyam tahu bahwa Kashel diculik karena bisa merasakannya. Tapi Lyam tidak mengambil inisiatif untuk menolong Kashel, karena ia merasa Kashel baik-baik saja.
"Hei Lyam, ke mana Kashel?" tanya Joan datang ke arahnya. Setelah memeriksa sekitar Joan dan Lucy kembali tanpa mendapatkan informasi apapun.
"Tidak perlu memikirkannya, dia akan kembali juga nanti." Ujar Lyam santai.
"Ukh! Tengkukku sakit. Aku di mana ini kenapa gelap?" Kashel panik setelah sadar.
"Kenapa pria ini cepat sekali sadarnya." Ujar kedua orang berjubah hitam itu.
Kashel terdiam setelahnya, dia sadar dirinya telah diculik.
Astaga, aku tadi mencoba mengumpulkan seluruh aliran sihirku dan berhasil tapi karena orang-orang ini, sekarang sihirku menjadi kacau dan akan meledak kapan saja jika aku menggunakannya. Batin Kashel merasakan energinya berkumpul semakin lama, semakin besar di tubuhnya.
Bagaimana ini. Kashel bingung, akibat dia pingsan barusan energinya benar-benar kehilangan kendali, sekarang jika ia membebaskan diri itu juga akan menjadi sebuah ledakan yang dahsyat.
Sebaiknya aku harus melihat mereka membawaku ke mana. Kashel hanya pasrah saja.
"Sepertinya pemuda ini tidak bisa melawan, walaupun tidak ada gunanya juga melawan."
"Apa benar dia pengguna sihir, aku tidak bisa merasakan sihirnya?"
"Sudahlah, setidaknya kita membawa tumbal untuk dikorbankan malam ini." Ujar pria berjubah satunya.
Jadi mereka mau menumbalkanku? Lyam pasti sengaja membiarkanku dan tidak menyelamatkanku, dasar jahat. Pikir Kashel. Kashel tetap mengikuti mereka, demi mendapatkan sebuah informasi.
"Tuan Alzer, dia akan hadir pada acara malam hari ini." Ujarnya lagi.
"Shht! Kita dilarang untuk menyebut namanya. Bahkan tumbal kita mendengarnya loh."
"Dia juga akan mati setelah ini, bahkan dia sudah pasrah." Kashel tidak bisa melawan, jika tidak melawan mereka menggunakan sihir, tangan dan kakinya diikat dengan tali kegelapan sehingga dia tidak bisa memutusnya dengan mudah.
Alzer, jadi itu orang yang berada di belakang layar selama ini. Batin Kashel, ia mulai kesal tapi masih menahan diri.
Setelah beberapa lama terbang dengan roh pelindung akhirnya mereka mendarat.
Penutup wajah Kashel dibuka dan dia diantarkan ke altar dengan mantra sihir di bawahnya. Kashel dilemparkan dengan kasar. Kacamata Kashel terlepas, Kashel melihat ada banyak orang di sana, puluhan orang-orang berjubah sedang mengelilinginya.
"Terimalah persembahan kami wahai kegelapan!" teriak seseorang Kashel kira itu adalah Alzer, ritual itu dilakukan sesaat setelah Kashel dilemparkan ke dalam lingkaran sihir. Kashel berdiri karena ikatannya telah terbuka. Tapi, ketika ia mundur beberapa langkah Kashel terkejut karena ada mantra sihir penghalang yang menghalangi langkahnya.
Kashel merasa merinding dahsyat yang datang, kali ini yang datang adalah Roh Kegelapan kuat. Tapi, ia masih bisa berdiri. Dari bawah kakinya kegelapan mulai muncul perlahan. Membentuk wujud naga tapi hanya bayanganya saja.
Asap yang membelenggu, mulai melahap kaki Kashel. Kashel tidak melawan dan terus menatapi makhluk kegelapan itu.
Semua orang dibuat kebingungan setelah menghadapi kekuatan gelap sebesar itu Kashel masih bisa berdiri dengan tegak.
Kashel sudah tidak bisa menahan lagi energi sihir yang ia kumpulkan, jiwa The Borders yang ada di dalam dirinya mulai marah karena pengaruh kegelapan. Ia, bahkan menatap Kashel sangat tajam ketika melihat apa yang membelenggu kakinya.
Energi besar langsung datang menghantam Kashel dan merasukinya seperti badai.
"Aaaaaaargh!" Kashel berteriak ada cahaya sangat terang yang keluar dari tubuhnya dan membuat ledakan dahsyat menghancurkan penghalang sihir dan mementalkan orang-orang berjubah dari Sekte Sihir Hitam. Bahkan membuat lubang yang cukup besar dalam ledakan itu. Roh Kegelapan yang mengincarnya bahkan hancur.
Terlihat tubuh Kashel diliputi energi sihir yang besar.
Ia menatap tajam semua orang, Kashel masih dalam keadaan sadar tapi emosinya tidak terkendali saat ini, karena pengaruh sihirnya.
"Alzer!" Kashel berteriak kesal.
"Darimana kau tahu namaku." Ujar pria berjubah itu. Kashel langsung menyerangnya melesat cepat ke arahnya tanpa menjelaskan apapun.
"Bagaimana bisa kontraktor Guardian ada di sini, dan malah ingin dijadikan tumbal!" terkejutnya, saat mengetahui siapa Kashel.
Alzer melompat menjauhi Kashel tapi pemuda itu sudah muncul di belakangnya dengan pedang cahaya. Dan menebasnya dengan cepat.
Alzer berhasil menghindarinya. Wajahnya tergores sedikit karena sayatan pedang itu dan penutup jubahnya terlepas.
Kashel menjadi tambah geram ketika mengetahui bahwa orang berjubah di hadapannya itu adalah salah satu dari keluarga cabang Kendrick.
Kashel terus bertarung dengannya membabi buta, pria itu melawan tapi Kashel jauh lebih kuat dibandingkannya sehingga membuat pria berambut putih dan cukup berumur itu terpental berkali-kali.
Tiba-tiba dari samping Kashel ada serangan panah bayangan yang menghampirinya. Kashel dengan mudahnya menangkis serangan itu tanpa melihatnya. Matanya benar-benar terfokus pada pria berjubah di depannya. Bahkan serangan dari pengikut Sekte Sihir Hitam dengan mudahnya Kashel pentalkan dengan mantra pelindungnya yang aktif dengan sendirinya. Dan malah melukai mereka sendiri yang menyerang Kashel.
Kashel ingin menghancurkan biang dari segala kekacauan Roh Kegelapan, tapi serangannya ditangkis oleh seorang wanita yang tiba-tiba muncul. Kashel terkejut dengan orang yang dikenalnya, lalu melepaskan pedang cahaya miliknya.
"Tidak akan kubiarkan kau menyakiti ayahku." Ucapnya dingin dengan memegang pedang bayangan. Kashel hanya terpaku karena hal itu.
Kali ini Freda menyerang Kashel tanpa perlawanan tapi serangan Freda terus Kashel halau dan tidak berarti apa-apa.
Lyam muncul dari portal bersama dengan Joan dan Lucy.
"Ap-apa yang terjadi pada tempat ini?" Joan terkejut saat melihat sekitar yang sudah hancur lebur.
"Kekuatan mengerikan apa ini?" Lucy merasakan energi sihir yang cukup besar.
Joan hanya bisa diam terpaku, orang yang dia anggap lemah sekarang mengeluarkan energi sihir yang sangat besar yang menakutkan. Mereka berdua juga tahu bahwa Lyam adalah Guardian.
Lyam langsung menyerang Freda setelah melihat pertarungan Kashel yang bahkan tidak melawannya sama sekali. Dan langsung melemparnya dalam sekejap. Setelah itu anggota Sekte Sihir Hitam semua langsung lari menghilang, setelah melihat kedatangan Guardian. Para anggota Sekte Sihir Hitam yang tidak sadarkan diri, tiba-tiba terbakar dengan api hitam. Bahkan awalnya, sebenarnya mereka semua tidak mati.
"Benar-benar kejam." Gumam Joan memperhatikan orang kesakitan yang terbakar habis sampai ketulangnya.
Kashel hanya diam saja, kemudian Kashel menenangkan dirinya dan mulai mengendalikan sihirnya kembali.