The Borders

The Borders
Bagian 24 – Cerita Kyler II



Ia pun memanfaatkan kesempatan itu tidak ingin miskin, karena Kyler sudah merasa bosan menjadi seorang gelandangan ia ingin memperbaiki kehidupannya. Ia ingin menjadi yang terkuat di antara yang lainnya sebagai Kesatria Penjaga Batas, dan bercita-cita ingin menantang keluarga Kendrick suatu saat untuk membuktikan kemampuannya, keluarga yang pernah meremehkannya dan memasukkannya ke dalam panti asuhan tidak layak.


Namun, ia tidak tahu jika, orang yang mendapatkan kontrak dengan Roh Pelindung di saat hampir mati akan dianggap orang yang lemah. Selama di Akademi Spiritual Kyler sering mendapatkan perundungan karena dianggap anak yang lemah tetapi dia tidak tinggal diam dan tentu saja melawan orang-orang yang menghinannya.


Akibat kejadian itu Kyler sering mengajak anak-anak seangkatannya berduel dengannya, membuktikan siapa yang kuat dan Kyler membuktikan ia bukanlah orang yang lemah. Gara-gara hal itu ia sering mendapat hukuman karena perbuatannya membuat orang lain babak belur sampai kenakalannya itu terkenal sampai hampir satu akademi, meskipun itu seperti hanya rumor-rumor saja karena setiap angkatan memiliki wilayah yang berbeda-beda. Karena hal itu d imasa sekolahnya Kyler dianggap seorang berandalan dan dianggap monster menakutkan sampai ia lulus.


Setelah lulus dari akademi ia pun melanjutkan pekerjaannya sebagai Kesatria Penjaga Batas magang, selama dua tahun lamanya. Begitulah sistem The Borders Organization sebelum merekrut orang-orang terbaiknya untuk bekerja di Kantor Pusat atau pada akhirnya ditugaskan di kantor-kantor cabang serta fasilitas sindikat dari Organisasi Penjaga Batas yang tersebar di seluruh negeri.


Pada akhirnya karena penilaian dari pusat sangat baik terhadap kinerjanya setelah 2 tahun. Ia pun diterima bekerja di Kantor Pusat.


Bukannya memanfaatkan pekerjaan itu dengan baik, ia masih tidak lupa pernah dipukul oleh salah satu Petinggi Kantor Pusat dan tentu saja akhirnya ia benar-benar menantang seorang Kendrick yang kebetulan itu adalah Rai Clovis Kendrick pemimpin baru The Borders Organization. Kyler awalnya meremehkan Rai saat itu, karena usia Rai yang hampir seumuran dengannya hanya berbeda beberapa tahun saja. Ia pun menantangnya karena tidak terima orang itu menjadi pemimpinnya.


Rai tentu saja menerima tantangannya dari Kyler. Akhirnya Kyler dikalahkan oleh Rai, meskipun melawan Kyler cukup membuat Rai kewalahan juga menghadapinya. Pengalaman Rai sebagai keluarga utama dan seorang pewaris tentu saja lebih dari Kyler. Makanya Rai bisa mengalahkan Kyler, meskipun Kyler juga kuat dan juga cukup pengalaman.


"Kau akan dikirimkan ke Divisi Batas Senja, dan itu hukuman yang setimpal untuk orang yang berani menantang seorang pemimpin." Karena akibat tindakannya itu Kyler dianggap pembangkang dan langsung dikirimkan ke Divisi Batas Senja tempat orang-orang yang dianggap sama dengannya, bahkan rumor tentang divisi itu sangat terkenal sampai ke telinga Kyler pula.


"Aku tidak mau, bisakah kau memberikan hukuman yang lebih ringan." Kyler meminta keringanan karena ia tidak mau melakukan hal itu.


"Baiklah ada satu syarat, kau bisa kembali kemari jika melakukan syarat itu." Pria itu menatap Kyler dengan licik. Syaratnya jika ia mau kembali lagi ke Kantor Pusat, Kyler harus menjadi mata-mata untuk Divisi Batas Senja, dan mencari kesalahan dari divisi itu dan melaporkannya ke Kantor Pusat.


Kyler menyanggupi hal itu, mau atau tidak maunya dia, awalnya ia tidak ingin berada dan disamakan dengan orang-orang yang dianggap buangan oleh Kantor Pusat.


Namun, setelah ia masuk di dalam sana dan mengenal orang-orang di dalamnya terutama Kashel, Kyler memilih untuk setia pada divisi ini dan tidak perduli lagi dengan Kantor Pusat. Ia akan mengabdikan dirinya di divisi ini meskipun gajinya tidak seperti dari Kantor Pusat dan pekerjaannya tidak seringan di sana sekalipun, Kyler merasa menemukan tempatnya.


Waktu itu saat Kyler sudah sebulan bekerja di Divisi Batas Senja, Rai menerima surat laporan dari Kyler. Itu adalah laporan pertama dan terakhir dari Kyler untuk Kantor Pusat tentang Divisi Batas Senja, sesuai syarat yang diinginkan pusat padanya.


.


.


.


Rai yang membaca laporan itu tertawa melihat isi laporannya bahkan laporan itu tidak berisi tulisan sama sekali karena isinya sebuah poster mengejek yang sangat besar. Petinggi yang lainnya merasa sangat terganggu karena hal itu, tujuan mereka ingin meruntuhkan Divisi Batas Senja dan merusak nama baik mereka, namun pada akhirnya Kyler berkhianat pada Kantor Pusat juga. Rai tidak terkejut dengan hal itu. Ia justru malah senang, karena ia sangat mendukung Kashel sepupunya.


Lagi pula Rai tahu Divisi Batas Senja tidak pernah melakukan kesalahan apa-apa atau merusak reputasi Kantor Pusat, Rai tahu itu hanya rumor yang beredar di sekitarnya. Rumor dari orang-orang yang membenci dan suka meremehkan Kashel, orang-orang yang tidak suka padanya.


.


.


.


"Maafkan aku karena membuka masa lalumu," ucap Kashel tidak tega mendengar masa kecil Kyler, bagi Kashel itu benar-benar menyakitkan. Kyler telah menyelesaikan ceritanya.


"Tidak apa-apa, lagi pula itu masa lalu. Aku sudah biasa menyendiri." Jelas Kyler.


"Apakah menyenangkan bisa besar bersama orang tua Ketua?" Kyler bertanya penasaran, dengan kehidupan Kashel yang serba ada dan memiliki orang tua pasti sangat menyenangkan.


"Aku?" Kashel tertunduk agak lama.


"Aku tidak tau." Ucap Kashel menatap Kyler serius dan setengah bingung.


"Bagaimana kau tidak tahu, setiap hari kau bersama orang tuamu. Aku merasa terhina di sini." Kyler merasa bersedih karena jawaban Kashel.


"Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tahu. Kalau pun seperti itu, pasti itu sangat menyenangkan." Kashel tersenyum sedih.


"Aku tidak mengerti, kenapa tidak tahu. Kaukan punya orang tua." Nada bicara Kyler sedikit meninggi, ia sedikit kesal dengan jawaban Kashel.


"Aku punya orang tua, tapi aku tidak dekat dengan mereka. Tidak pernah, maafkan aku. Jangan tanyakan itu padaku, aku tidak mengerti." Kashel pergi setelah itu, mengingat hal itu Kashel merasa bersedih. Kyler ingin mengejarnya masih ingin penjelasan.


"Seharusnya kau mengerti setelah mendengar itu, Kashel itu tidak pernah mendapat kasih sayang." Luan tiba-tiba sudah ada di belakang Kyler. Luan adalah orang pertama yang tahu bagaimana kehidupan Kashel dulu dan langsung mengerti karenanya, meskipun Kashel tidak menjelaskannya.


"Anak kecil yang bahkan menyiapkan makanannya sendiri." Luan tidak akan pernah melupakan hal itu.


.


.


.