The Borders

The Borders
Bagian 139 – Menyelamatkan Rai



Ia merasakan keberadaan seseorang dan melesat langsung ke arah orang sudah menyerangnya. Kashel berdiri di hadapannya dengan mata berkilat kejam.


Itu adalah Rai, Kashel membelalak kaget. Bagaimana bisa Rai bekerja sama dengan Sekte Sihir Hitam. Pandangan matanya gelap dan kosong.


"Rai apa yang terjadi padamu?" tanya Kashel maju ke arah Rai dengan santai tanpa ragu sedikit, kemudian Rai menyerang Kashel dengan elemen petir miliknya. Kashel dengan mudahnya menghindari serangan itu. Tanpa ada niatnya untuk membalasnya sedikit pun. Kashel malah tampak kesal pada sesuatu hal, hal yang telah mengendalikan Rai.


"Ck, aku akan melenyapkan kau! Dasar Kendrick yang gagal!" Ujar Rai tampak marah pada Kashel, Kashel tahu Rai yang sebenarnya tidak akan pernah berkata seperti itu. Itu bukanlah Rai yang ia kenal.


"Sialan, apa sebenarnya yang dilakukan oleh orang-orang jahat itu pada Rai." Kashel terlihat tambah kesal.


Rai benar-benar menyerang Kashel dengan sungguh-sungguh sampai Kashel tidak bisa menghindarinya dengan baik, dan terkena beberapa kali oleh serangannya.


Belum lagi Roh Pelindung yang memiliki banyak mata itu, Rai bisa melihat di mana pun Kashel berada.


Aku tidak akan mengampuni orang-orang itu, jika Rai dibuat terluka parah oleh mereka. Kashel teringat dengan orang-orang dari Sekte Sihir Hitam yang mati terbakar setelah dilumpuhkan oleh Kashel.


"Maafkan aku Rai," gumam Kashel mulai melawan balik. Rai tampak menangis ia ingin menahan dirinya untuk tidak menyerang Kashel, ia mulai sadar tapi ia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


Energi sihir, milik Rai berkurang karena terus bertarung membabi buta.


Kashel langsung menyerang Rai tanpa memperdulikan Roh Pelindungnya yang meledakkan diri satu persatu.


Rai terlihat tampak menderita. Kemudian Kashel membuat Rai tidak sadarkan diri. Kashel berpikir cara untuk menyelamatkan Rai. Jika Roh Pelindung itu habis diledakkan. Rai akan mati.


"Mantra penyegel," Kashel menangkap satu kepingan roh pelindung milik Rai dan menaruh di dekat Rai yang tidak sadarkan diri mengembalikannya paksa ke tubuh Rai, lalu menyegelnya agar energi sihir Rai terpisah dengan roh pelindung yang sedang menghancurkan dirinya itu.


Kashel tidak tahu rencananya itu berhasil atau tidak. Dengan energi sihir yang besar Kashel menyalurkan energi sihir The Borders untuk menyelamatkan Rai dari kematian.


Maafkan aku Rai, aku melindungimu dengan kekuatan sihirku. Mungkin, ini akan menyakitkan tapi itu lebih baik daripada kau harus mati karena orang-orang kurang ajar itu.


Kashel nampak kesal, ia membopong tubuh Rai yang tidak sadarkan diri di punggungnya. Dan membawanya pergi dari sana dengan cepat, sihir milik Kashel menyelimuti tubuh Rai, yang seluruh sisa dari keseluruhan roh pelindungnya telah menghancurkan dirinya sendiri.


Beruntungnya Rai pernah bercerita tentang roh pelindungnya yang bisa menyelamatkan diri dan menyelamatkan Rai meskipun tinggal satu bagian kecil kepingan yang tersisa.


Semoga aku bisa menyelamatkannya, meskipun ini hanyalah pemikiranku saja. Tapi, Rai masih bisa bernafas dengan baik sekarang. Batin Kahsel. Kashel menggunakan mantra penyegel agar aliran energi sihir di tubuh Rai tidak meledak.


Dengan kekuatan petir dan anginnya Kashel akhirnya berhasil keluar dari ruang bawah tanah yang sangat dalam itu. Ia sekarang muncul di tengah desa mati. Tempat yang di seluruh bagian desanya dikelilingi oleh energi sihir dan roh pelindung tapi tempat ini sedikit berbeda karena ada hawa kegelapan yang mempengaruhinya.


Kashel ingin cepat kembali ke kantornya berharap Lyam melindungi seluruh teman-temannya.


Kashel melesat di udara buru-buru mencari ujung desa dan menghancurkan mantra penyangga hitam pada desa itu. Agar Lyam bisa kembali merasakan keberadaannya dan dia bisa kembali lagi ke kantornya.


Namun, kemudian Kashel dihadang oleh orang-orang berjubah. Gerakannya tidak bisa leluasa karena harus menggendong Rai.


"Menyingkir kalian semua jika tidak ingin terluka." Ujar Kashel, mengeluarkan pedang cahaya dari tangannya. Serangan asap hitam menyerang Kashel membabi buta tapi dengan mudahnya hanya satu tebasan asap-asap hitam itu langsung lenyap.


Kashel mendorong mereka semua dengan kemampuan anginnya yang kuat sehingga mereka terpental semuanya, terluka tidak bisa bangkit lagi.


"Kau pikir kali ini aku tidak akan melukaimu, karena perbuatanmu." Ujar Kashel matanya terang tanpa ragu sedikit pun untuk menyakiti Freda. Kashel saat ini merasa tega-tega saja menyakiti orang yang membuat kekacauan dunia. Mungkin karena pengaruh sihir besarnya yang mempengaruhi perasaan Kashel, sehingga ia tega menghancurkan siapa saja yang menghalanginya saat ini.


Freda tampak ragu dengan tatapan Kashel yang tanpa belas kasihan sama sekali.


Namun Freda tetap menyerang Kashel dengan pedang bayangan miliknya yang jelas tidak sebanding sama sekali dengannya.


SRAT!


Saat mereka beradu pedang Kashel dengan mudahnya menghancurkan pedang milik Freda. Dan pedang cahaya milik Kashel melukai dada Freda memanjang.


"Aku tidak akan mengotori tanganku dengan membunuhmu." Ujar Kashel berlalu pergi dari Freda yang jatuh tersungkur, tidak ada simpati sama sekali di mata Kashel seperti Kashel biasanya. Kashel tidak bisa memaafkan orang-orang yang sudah berpihak pada kegelapan seperti Freda.


Bahkan Freda terbatuk darah Kashel tidak menoleh sama sekali untuk membantunya.


Sampailah akhirnya Kashel di pinggir desa tempat penghalang gelap itu berasal. Kashel langsung menebasnya dengan pedang cahaya yang dialiri oleh energi sihir miliknya yang kuat.


Kashel langsung merasakan seluruh energi sihir di alam. Tanpa basa-basi ia langsung kembali ke kantornya.


Penghalang sihir di divisi Kashel menghilang. Dan Kashel merasa ada jejak dari energi sihir gelap di sana.


"Sialan!" Kashel mengumpat kesal, kantornya di serang saat dia tidak ada. Lyam langsung muncul di sampingnya saat energi sihir Kashel mulai bisa ia rasakan kembali.


Ia tidak bisa menghubungi teman-temannya, ponselnya sepertinya terjatuh saat ia diculik terakhir kali.


"Semoga saja, ponselku tidak di ambil orang jahat." Ujar Kashel agak khawatir. Walaupun sudah mengamankannya, jika ada orang lain dengan sihir hitam yang menyentuh ponsel itu semua data akan terhapus dengan sendirinya. Itu adalah penemuan yang diciptakan Luan.


"Lyam! Ke mana semua orang?" tanya Kashel panik.


"Dari mana saja kamu Kashel."


"Nanti aku jelaskan. Di mana semua orang?" tanya Kashel lagi, ia tidak tenang sama sekali.


"Mereka berada di tempat yang aman. Tempat tinggalku." Kashel menarik nafasnya lega.


"Apa yang terjadi dengan Rai?" tanya Lyam.


"Ah, Rai dikendalikan oleh kegelapan dan sekarang nyawanya sedang dalam bahaya." Ujar Kashel ia sampai lupa pada Rai yang ia gendong di belakangnya karena terlalu panik.


"Kita harus mengantarkannya ke Luan." Ujar Kashel, Lyam langsung membukakan portal. Tanpa basa-basi Kashel langsung memasukinya.


Itu berada di tengah hutan belantara. Dan di sana ada mansion megah yang sangat mewah. Tapi, tidak ada waktu untuk Kashel takjub. Ia langsung berlari masuk ke dalam mansion itu.


Di dalam sana Kashel menemukan teman-temannya yang tengah duduk berkumpul.