
Kashel menatapi Joan setelahnya, dan Joan dibuatnya terkejut karena tatapan dingin Kashel. Kemudian Kashel menghela nafasnya. Mengembalikan perasaannya ke semula.
Aku bersyukur masih bisa mengendalikannya. Kashel menenangkan dirinya.
"Jadi kau sudah puas menguji coba sihirmu. Jika kau sering melakukan itu, tidak heran kau akan melukai orang-orang terdekatmu. Beruntungnya yang menangkapmu adalah musuh." Ujar Lyam menceramahi Kashel.
"Ya, ya, karena itu aku tahu siapa musuh kita Lyam." Ujar Kashel berjalan santai ingin meninggalkan tempat itu. Badanku sakit. Pikir Kashel, tapi itu akan pulih dengan cepat.
Joan hanya terdiam saat mengetahui siapa Kashel sebenarnya.
.
.
.
Mendengar penjelasan Kashel, Lyam semakin terlihat menahan amarahnya terhadap Kantor Pusat.
Lyam sangat ingin mengobrak abrik Kantor Pusat dan menyingkirkan semua orang yang membuat kekacauan di sana. Tapi, kali ini ia berusaha bersabar seperti halnya Kashel, ia tidak boleh juga menyakiti orang-orang yang tidak bersalah.
Setelah mengetahui siapa penjahat di balik semuanya. Tidak ada laporan baru tentang Sekte Sihir Hitam itu, tempat yang diduga adalah markas mereka sudah kosong. Mereka bisa bersembunyi dengan baik bahkan Lyam belum mampu untuk melacak keberadaan mereka. Meskipun dengan indra yang sudah ditajamkan.
Tidak ada kabar dari Rai untuk Kashel setelah telpon terputus waktu itu, meskipun ia pernah bertugas di Kantor Pusat tidak ada sama sekali berita dari Rai untuknya seperti biasanya. Jadi Kashel berinisiatif menghubungi Rai duluan. Bahkan setelah seminggu berlalu.
Namun, saat Kashel menghubungi Rai. Rai telah bersikap seperti orang lain, orang yang Kashel tidak kenal. Membuat perasaan Kashel tambah gelisah karenanya, memikirkan apa sudah ada hal yang terjadi.
Malam itu Kashel berjalan sendirian di luar karena ada urusan. Tapi, ketika di jalan yang sunyi ia merasa ada orang yang datang mendekat ke arahanya.
Kashel langsung bersiap menyerang mereka, ada lima orang yang sedang mengepung Kashel, tapi saat Kashel melihat apa yang mereka bawa. Kashel langsung jatuh tidak sadarkan diri tidak bisa melawannya.
"Benarkan Ayah, lelaki ini tidak tahan dengan batu kristal hitam yang berasal dari bagian tubuh The Borders. Sama seperti halnya Portal Perbatasan, Kashel lebih lemah terhadap batu kristal hitam. Karena kelemahannya terhadap Portal Perbatasan sudah lelaki ini bisa tangani dengan baik tapi belum untuk pemicunya." Ujar Freda tahu akan kemampuan Kashel sepertinya ingatannya tentang saat-saat bersama dengan teman-temannya dulu mulai kembali.
"Kita harus membawanya sebelum Guardian mengetahui keberadaan kita." Ujar Freda lagi.
Mereka semua langsung lenyap ditelan asap hitam, saat itu Lyam baru sampai di tempat Kashel menghilang. Matanya gelap menahan marah. Dia juga tidak bisa menghubungkan pikirannya dengan Kashel.
Di mana aku, aku tidak bisa membuka mataku, tapi aku tidak sepenuhnya kehilangan sadar diri. Batin Kashel ia mendengar semua rencana penganut sihir hitam tentang ingin mengendalikan Guardian. Itu sebabnya Kashel ditangkap.
Akh! Sadarlah! Sadarlah! Kenapa aku lemah di saat seperti ini. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kashel terus berusaha untuk membebaskan diri. Batu kristal hitam itu, benar-benar mempengaruhi kesadaran Kashel.
"Kenapa kau begitu lemah!" The Borders membentak Kashel di alam bawah sadarnya. Kashel menciut karenanya, tidak pernah Kashel melihat naga itu langsung memarahinya seperti itu.
Kashel mundur beberapa langkah dari hadapan naga raksasa itu, mata mereka yang saling beradu mempengaruhi mata milik Kashel sehingga mata milik Kashel berubah menjadi merah terang juga.
"Ukh!" tangan milik The Borders meraih jiwa Kashel yang sangat kecil dan menelannya.
Kashel merasa kehilangan semua perasaannya. Ia yang tengah tidak sadarkan diri tiba-tiba matanya terbuka secara tiba-tiba. Dan batu kristal hitam yang berada di sekitarannya hancur seketika saat Kashel menatapnya.
Ia bangkit dan berjalan, ikatan sihir yang mengikatnya di hancurkan pula dengan mudah seolah-olah itu bukanlah hal apa-apa.
Saat ia menyadari ada mantra penghalang, lebih tepatnya itu adalah mantra penyegel hitam. Kashel yang pandangannya tampak kosong dengan mata berkilat mengangkat telapak tangannya ke mantra sihir dan menyentuh mantra itu dengan tenang. Lalu, sihir cahaya kuat muncul dari tangan Kashel dan menyeimbangkan mantra penyegel kegelapan itu. Kemudian, Kashel menggenggam telapak tangannya, keretakan besar mulai terjadi dan mantra penyegel itu menghilang.
Saat lepas dari tempat itu, Kashel malah dihadang kurang lebih oleh 10 orang berjubah hitam. Dengan sihir anginnya, Kashel menghempaskan mereka semua dengan mudahnya. Seluruh orang yang mengepung Kashel langsung terpental ke dinding dan membuat dinding retak dan jebol.
Kashel ada niat untuk menghancurkan mereka semua. Tapi saat mengangkat tangannya, Kashel seperti menahannya. Sisi kemanusiaannya masih ia pertahankan saat ini. Kemudian, tanpa ekspresi ia meninggalkan orang-orang yang mengepungnya dalam keadaan terluka parah. Kashel saat ini berada di ruang bawah tanah yang sangat luas, ada begitu banyak kamar tanpa isi yang ia lalui Kashel terus berjalan ke arah depan.
Ia tidak bisa bisa merasakan jalan keluar karena ada banyak mantra penyegel yang memenuhi tempat itu seperti sebuah penjara labirin.
Kashel yang sudah tidak sabar mengeluarkan elemen tanahnya, dengan hentakan kakinya seluruh tempat itu bergetar dan hancur tapi, puing-puing tidak ada yang bisa mengenai Kashel seolah-olah ada penghalang yang muncul dari tubuh Kashel.
Ia terus berjalan maju, ketika menemui jalan buntu Kashel menatap ke arah atas. Dari tangannya terlihat mengeluarkan elemen petir yang saat ia mengangkat tangannya ke atas petir itu menyambar dan membuat sebuah lubang besar. Kashel tidak tahu ia berapa jauh berada di dalam tanah bahkan serangannya belum menemukan ujung. Dan entah ada berapa lapis segel penghalang yang diciptakan untuk tempat itu.
Kashel terbang dengan dibantu elemen anginnya ke atas. Dan menemukan lorong lagi. Ia menyusurinya kembali. Bentuk lorong itu sama seperti lorong yang ia hancurkan sebelumnya.
Kashel tidak hanya terputar-putar di sekitaran situ saja, tapi memang tempatnya yang dibuat sama. Terkadang dalam perjalanannya Kashel bertemu dengan Roh Kegelapan yang berada dibeberapa ruang kamar.
Namun, dengan mudah pula Kashel menghancurkannya. Tidak ada yang bisa menghentikan langkah Kashel dalam mencari jalan keluar, tidak ada yang menandingi kekuatan sihir yang dimiliknya di tempat itu.
Ada begitu banyak jebakan yang menghadangnya tapi semua juga dilalui Kashel dengan mudahnya. Ada satu jebakan yang membuat Kashel terjatuh ke lubang yang dalam tapi dengan mudahnya ia kembali pada tempat semula tanpa terluka sedikit pun.
Karena sudah kesal dan sudah mengumpulkan energi sihirnya dengan cukup banyak Kashel memanggil sebuah mantra.
"Elemen tanah, gempa penghancur!" Ucapnya seluruh tempat itu bergetar hebat perlahan puing-puing berjatuhan ingin mengubur keberadaan Kashel, kemudian Kashel melesat terbang ke udara dengan pelindung angin yang menyingkirkan batu-batu yang ingin menghantam Kashel.
Namun, di saat terakhir Kashel terkena jebakan bom api hitam yang membuatnya mengalami luka bakar luar yang tidak begitu serius. Luka itu sembuh dengan cepatnya. Dan berakhir seolah-olah Kashel tidak pernah mendapatkan luka itu sama sekali hanya bajunya yang compang-camping akibat serangan itu.