
Hari minggu, semua orang masih ada di hunian besar Bart. Theo, Fio dan Michael yang menikah dengan anak angkat Bart masih suka menginap di sana.
"Theo, apa kau sudah belikan rumah untuk putriku?" tanya Bart.
"Saya belum bisa beli rumah Tuan besar. Slip gaji nona juga tak bisa mengakses hunian yang tuan inginkan," jawab Theo.
"Kalau begitu aku belikan kau rumah ...."
"Terima kasih tuan!" seru Theo bahagia.
"Tapi kau harus cicil uang bulanan untuk hunian itu jadi milikmu!" perkataan Bart membuat bahu Theo turun.
"Papa emang nggak bisa kasih gratis gitu?" tanya Theo dengan nada sangat pelan.
"Apa katamu?" tanya Bart yang tak mendengar.
"Nggak ada Tuan ...."
"Kau panggil aku tuan. Kupukul kepalamu itu!" ancam Bart.
Theo menutup mulut rapat-rapat. Istrinya tengah membantu para orang tua. Santos, ayah dari triple eL mendekati Lino, salah satu putranya.
Sudah empat tahun ia hidup dan tinggal dengan keluarga di mana tiga anaknya dibesarkan. Pria itu juga mendapat upah atas semua pekerjaannya.
"Nak," Lino menoleh.
"Ayah udah punya rumah walau kecil. Kalian mau tidak ikut sama ayah?" ajaknya.
Lino, Lana dan Leno memang sudah dekat dengan ayah kandungnya itu. Santos membuktikan diri jika ia bisa diandalkan sebagai orang tua.
Lino menatap semua suadaranya, mereka kini bersekolah di pesantren di mana semua anak angkat Bart sekolah.
"Mereka bukan keluargamu nak. Lambat laun, mereka juga akan pergi ...."
"Siapa bilang kamu akan pergi?" Santos terkejut bukan main.
Deta menatap pria itu. Ia mendekati Lino. Sikap waspada langsung dilayangkan pada Santos.
"Bapak adalah ayah dari Lino. Jadi bapak ingin membawa tiga anak saya, Deta!" jelas Santos.
"Lino nggak mau ikut!' tolak Lino langsung.
"Nak ... Jangan keras kepala!' tekan Santos egois.
"Lino nggak mau!" tolak Lino dengan suara keras.
"Lino!" bentak Santos.
"Santos?" Gio mendengar perkataan pria itu.
Santos sedikit gugup. Pria itu memang tak berani menatap Gio. Lino dan Deta langsung berhambur ke balik tubuh Gio.
"Papa," ujar keduanya takut.
"Saya ayahnya. Saya lebih berhak!" ujar Santos mulai berani.
"Begitu?" tanya Gio menatap lebih dalam pria di hadapannya.
"Ada apa ini?" tanya Gomesh yang datang.
Mereka ada di halaman dekat dapur. Santos memang berada di bagian itu. Ia tak pernah berani mendekati ketiga anaknya jika berada di ruangan utama.
"Ketua, orang ini mau mengambil triple eL!" adu Gio langsung.
"Mereka anak-anakku. Tentu aku lebih berhak!" seru Santos begitu berani.
"Saya akan bawa ini ke jalur pengadilan!' lanjutnya mengancam.
Gomesh mengepal tangan erat. Pria raksasa itu mendekati Santos dengan tatapan membunuh.
"Selama ini aku tak pernah lihat benalu. Baru kali ini aku melihat secara langsung!' hina pria itu menatap Santos.
Gio menyuruh Deta Lino pergi. Pria itu tentu tak mau jika anak dari Santos mendengar ayahnya dihina sedemikian rupa.
"Saya akan bawa ini ke jalur hukum!' ujar Santos lagi memberanikan diri.
"Silahkan Tuan Santos Alam!' seringai Gomesh.
"Aku ingin tau seberapa kekuatanmu melawan kami!" lanjutnya dingin.
Gomesh memberi tanda pada Gio. Pria itu langsung mengerti. Setelah ketua barisan pertama itu pergi. Gio mendekati Santos.
"Jika ingin melawan keluarga ini. Sebaiknya kau pergi dari kediaman kami!" usirnya langsung.
"Apa?" Santos kebingungan.
Santos diam, pria itu sedikit panik. Jika ia pergi, maka tak ada lagi penghasilannya. Otaknya berputar cepat.
"Baik saya pergi!" ujar pria itu lalu meninggalkan Gio.
Gio melirik sinis pada Santos. Ia memastikan sendiri jika ayah tiga anak itu pergi dari hunian besar milik Bart.
Santos memang telah membeli hunian sederhana di sebuah perumahan di pinggir kota.
"Aku akan membuat simpati publik agar semua netiz merunduk keluarga sok kaya itu!" umpat pria tak tau diri itu.
Sementara di hunian besar Bart. Virgou sudah tau apa yang hendak dilakukan oleh Santos. Bravesmart ponsel ciptaan Darren sangat membantu pria sejuta pesona itu.
"Kau ingin menyerang keluargaku benalu?" tanya Virgou.
"Boy!' pekik Bart yang kesal.
Virgou menutup mata dan menghela nafas besar. Herman masih diluar kota bersama putranya.
"Boy ... Apa benar pria berengsek itu ingin mengambil cucuku?" tanya pria gaek itu dengan muka memerah menahan amarah.
"Iya Grandpa," jawab Virgou.
"Bangsat!" maki Bart.
"Watch out your talk Grandpa!" peringat Virgou melirik pada pria paling tua di sana.
Bart langsung bungkam. Ekspresi Virgou membuatnya takut.
"Apa Herman sudah tau?" tanya Bart lirih.
Virgou diam, ia tak tau apa yang dilakukan Herman jika mengetahui Santos yang ingin merebut hak asuh triple eL.
"Ayah belum tau ... Mungkin," jawab Virgou.
Sementara di hunian sederhana milik Santos. Tampak pria itu puas dengan tulisannya. Ia memposting foto-foto tiga anak kembarnya di sana.
"Foto-foto ini menunjukkan jika tiga anakku kalian kucilkan!" ujarnya penuh kelicikan.
Pria itu menekan tombol untuk memposting status dan captionnya.
"Keluarga yang sebenarnya tak sebaik kalian pikirkan!"
"Dougher Young, hanya seorang munafik!" lanjutnya memberi caption.
Postingan sudah terbit di salah satu media sosial. Pria itu tersenyum puas. Lalu ia melihat huniannya yang masih kosong.
"Aku beli barang-barang dulu agar bisa ditempati secara layak oleh tiga anakku!" ujarnya antusias.
Pria itu tengah memimpikan hidup bahagia. Tiga anak kembarnya sangat cerdas. Bahkan Lino berhasil membuat satu robot lagi yang bisa memecahkan rumus matematika dengan sensor angka.
Lana berhasil menjuarai beberapa even lomba catur. Gadis kecil itu memang ahlinya. Ia bahkan mampu melawan Frans yang ahli dalam permainan bidak itu.
Leno tentu memiliki kepintaran sendiri. Bocah berusia sembilan tahun itu menguasai permainan berbagai benda tajam.
"Mereka pundi-pundi kekayaan!" Santos bermimpi dengan kemudahan jika tiga anaknya ikut dirinya.
Sementara itu, Kean menatap layar ponselnya. Pemuda itu tengah membaca berbagai artikel di sosmed.
"Berengsek!" makinya pelan ketika membaca satu status.
Belum ada yang melihat status dan foto yang ada di akun tersebut. Kean langsung melaporkan jika status itu adalah kebohongan.
"Eh ... Ngapain laporin!" tiba-tiba sebuah ide gila terlintas di otaknya.
Kean mengkloning ratusan akun fake. Pemuda genius itu membuat komen beragam pada status itu.
Kean seorang hacker. Ia bisa membuat apa yang ia inginkan pada status milik Santos.
"Kau akan mengira banyak yang mendukungmu tuan Alam!' seringainya sadis.
Santos membuka medsosnya. Ia melihat statusnya sudah dibanjiri komentar. Bahkan total tayangnya sudah menembus seratus juta viewers. Pria itu senang bukan main.
"Kehancuran keluarga Dougher Young sebentar lagi!' ujarnya penuh kesombongan.
"Kita akan bersama lagi nak! Kalian pasti tau jika hanya ayah yang paling menyayangi kalian!" lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.
Bersambung.
Yang hancur itu kamu benalu!
Next?