
Kesibukan di dapur menjadi rutinitas bagi semua ibu. Indah sedang off hari ini. Marco membawa istrinya membantu memasak di mansion majikannya.
"Masak harus cepat sayang. Lihat anak-anakmu," ujar Najwa terkekeh.
Indah menatap semua bayi yang tak berhenti mengunyah. Tubuh gembul dan montok sangat menggemaskan.
"Oooeeeek!" Hamzah menangis.
"Baby," Nai menggendong bayinya dan memasukkan botol berisi air susunya. Bayi itu menghisap kuat isi dan habis dalam sekejap.
"Mashaallah nak, 230cc habis hanya satu menit?" Nai mencium bayinya yang terlelap setelah kenyang.
Usai Hamzah, giliran Ali yang menangis dan minta disusui. Nai harus menutup dadanya karena Ali tak mau susu dari botol.
Semua pengawal pria berbalik badan memandang arah lain. Nai, akhirnya bangkit dan membawa putranya ke ruangan lain.
"Amah itut!" seru Hasan merangkak mengikuti Nai.
"Baby sini sama momud!" ajak Rosa.
"Dat au ... Sasan au ihat amah asih aypi tutu!" tolak bayi mau satu tahun itu.
Hasan adalah salah satu putra Juno, Hafsah kembarannya tengah bermain dengan Sabila dan Nabila putri kembar dari Gio.
"Baby, Momud punya cerita mau denger nggak?" tawar Rosa.
"Selita pa'a Ata' amah?" tanya Zaa.
"Cerita tentang nabi Ayub Alaihi Salam," jawab Rosa yang berhasil mencuri perhatian para bayi.
Azizah tentu tau cerita itu. Ia pun ikut duduk di sana lalu memangku putranya.
"Amah antu udha don!" ujar Horizon yang juga naik ke pangkuan Azizah.
"Iya baby," sahut wanita itu gemas.
"Momud yayo selita!" seru Vendra kesal.
"Sabar baby," kekeh Rosa menggoda para bayi.
"Ah ... Bebsbsiahsbshanajdbsnsishdbisisj!' oceh Vendra sebal sendiri.
Rosa makin tertawa, semua bayi tentu marah karena tak sabaran.
"Momud!" protes Maryam.
"Iya ... Iya! Maaf babies," ujar Rosa pada akhirnya.
"Baiklah, Nabi Ayub adalah seorang nabi yang berasal dari kita Romawi.
Beliau di wahyukan Allah untuk menyerukan para umat agar menyembah Allah.
Nabi Ayub dikaruniai kelebihan yang berlimpah dari Allah. Kekayaan, anak-anak yang tampan dan soleh juga soleha, kemakmuran dan juga hati sang nabi yang sangat lembut dan penderma.
Wajah nabi juga sangat tampan. Beliau juga memiliki istri yang begitu setia dan juga Solehah serta cantik jelita.
Melihat kesempurnaan Nabi Ayub, membuat iblis iri. Iblis bertaruh pada Allah jika Nabi akan meninggalkan-Nya jika diberi ujian berat.
"Dia akan meninggalkanmu ketika Kau cabut semua nikmat dari-Mu Ya Allah!"
Allah tentu maha mengetahui, Allah lalu memberi ujian berat pada nabi Ayub sebuah penyakit kulit ...."
"Beunyatit tulit? Pa'a ipu banu, tadas, tulap?" tanya Aaima memotong berita Rosa.
"Ssshhh!" seru semua bayi dengan meletakkan jari telunjuknya di bibir mereka.
"Ini lebih mengerikan dari penyakit kulit itu baby," jawab Rosa.
"Meneulitan?" tanya semua bayi dengan mata bulat.
"Iya, dikisahkan jika daging nabi sampai berjatuhan dan tersisa hanya tulang dan otot-otot saja," jawab Rosa bergidik ngilu.
"Nabi Yayup dat una dadin?" tanya Zora dengan mata berkaca-kaca.
"Iya baby. Karena penyakitnya itu semua orang tak mau duduk dengan beliau," jawab Rosa.
"Hiks ... Tasyihan nabi," ujar Maryam sedih.
Semua bayi ikut mencebik-cebikkan bibirnya. Mata mereka berkaca-kaca.
"Nabi diusir dari daerahnya. Mereka tak mau bersinggungan dengan nabi Ayub," lanjut Rosa.
"Huuuu ... Uuuu ... Ya nabi ... Tasyihan ... pa'a pidat lada doten yan nolon?" tanya Fatih sesenggukan.
"Orang-orang banyak memusuhi bahkan membenci nabi saat itu. Mereka takut tertular," jelas Rosa.
'Nanat Nabi meunindal peumuwana?" Rosa mengangguk.
"Allah pidat nolon?" tanya Firman dengan air mata meleleh.
"Nabi tidak berdoa meminta kesembuhannya," jawab Rosa.
Para bayi yang sedih tampak memeluk para bodyguard. Sukma, Dian, Michael, Rendra, Dion dan Lela memeluk bayi yang ada dipangkuan mereka.
"Ibnu Katsir dalam tafsirnya, mengutip As-Saddi mengatakan bahwa daging tubuh Ayyub berguguran rontok, sehingga tiada yang tersisa dari tubuhnya selain otot-otot dan tulang-tulangnya,"
"Hidup selama 70 tahun dalam keadaan sehat. Masa itu sebentar, maka sudah sepantasnya bagiku bersabar demi karena Allah selama 70 tahun."
"Ketika Allah menguji seorang hamba dan hamba itu bersyukur dengan nikmat-Nya. Allah pun membalas kenikmatan yang diambil dan dikembalikan pada Nabi Ayub setelah doa yang akhirnya Nabi ucapkan di surah Al-Anbiya ayat 83," Rosa mengakhiri kisahnya.
Semua bayi sebagian memejamkan mata sebagian masih sibuk mengusap air matanya. Indah tertegun dengan semua itu, ia begitu terpukau dengan kemampuan Rosa yang bisa bercerita dan anak-anak yang masih sangat belia mampu menerima kisah yang diceritakan.
"Mashaallah," pujinya penuh kekaguman.
"Momud kenapa nggak jadi guru?" tanyanya.
"Saya nggak lulus test waktu itu," jawab Rosa.
Anak-anak pulang dari sekolah. Usai makan siang, semua wajib tidur siang. Terra tak mau kompromi soal itu.
Indah masuk kamar suaminya. Marco tengah berada di kamar mandi. Wanita itu membuka hijabnya.
"Sayang," panggil Marco dan Indah menoleh.
Indah langsung melompat dan memeluk suaminya ala kanguru.
"Sayang!' erang Marco tentu terbakar gairah.
"Kita buat anak mas!" ajak Indah berinisiatif.
Marco tentu kesenangan bukan main. Sedang di kamar lain, Rosa membelai perutnya yang masih rata. Hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua. Ayahnya hidup sebagai penjual nasi goreng sekarang. Wanita itu tak tau kehidupan ibu sambung juga dua kakak sambungnya itu.
"Hmmm," keluhnya.
Remario tidak pulang makan siang hari ini. Pria itu membantu putranya. Masalah sekretaris kemarin memancing amarahnya.
Remario menatap laporan yang dibuat putranya selama ini.
"Jadi kamu mengira ada konspirasi terselubung ketika masuknya Sintia ke perusahaan ini?" tanya Remario.
"Iya pa, aku mencurigai jika salah satu petinggi staf punya andil untuk merusak kehidupanku," jawab Reno.
"Hmmm ... Papa dari dulu tak mau punya sekretaris. Papa selalu mengandalkan Leon almarhum," jelasnya.
"Paman Leon bukannya punya putra?" tanya Reno.
"Putranya anggota mafia klan milik Harimau benggala yang kini masuk di Klan BlackAngel!" lanjutnya.
"Leo?" Remario memicingkan matanya.
"Pria itu pengganti Krenz, ia pasti menolak menjadi tangan kananmu," lanjutnya lagi yang disertai keluhan Reno.
"Daddy pasti tak mau melepaskan juga," ujar Reno lemah.
"Ah ... Apa pencarian dari lowongan pekerjaan ada?" tanya Remario.
Pria itu duduk di kursi besarnya. Habil staf yang dicurigai memasukan pegawai secara ilegal tengah diselidiki. Selain pria itu, tentu banyak divisi yang kini menjadi sorotan pemeriksaan.
"Pak Habil, bagaimana ini!" tanya staf menengah ketika mendengar kasak-kusuk masuknya para Intel ke perusahaan untuk memeriksa semuanya.
"Saya tidak mau bertanggungjawab!" ujar pria itu lalu menyerahkan semua dokumen penyusupan itu pada Habil.
"Heh kok enak sekali. Kau telah menerima upahnya!" pekik Habil kesal.
Pria itu tak peduli, sayang walau pun semua berkas dilimpahkan pada Habil. Pria itu tetap akan diseret ke dewan direksi untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka.
"Tuan Habil Utomo!" panggil salah satu staf.
Pria itu terkaget-kaget, beberapa orang berpakaian necis masuk dan meruduk komputer dan juga laci meja kerjanya.
"Berkas apa ini!" tanya salah satu petugas.
"Ini ... Ini ...," Habil tak bisa menjawab.
Pria itu merampas berkas yang ada di tangan Habil. Ia tak bisa berkutik.
Dua belas petinggi perusahaan terlibat kasus penggelapan dan juga nepotisme. Beberapa pekerja yang masuk dengan kemudahan karena dekingan orang dalam.
"Saya akan melihat kinerja mereka. Jika sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Kemungkaran mereka akan bertahan!" ujar Remario menatap datar pada pria-pria yang menunduk itu.
"Tapi jika tidak ...."
Remario tak meneruskan perkataannya. Semua petinggi divisi yang terlibat masuk penjara. Harta kekayaan mereka akan diperiksa.
Perusahaan Remario adalah salah satu perusahaan yang menandatangani petisi hapus korupsi yang digadang-gadang oleh perusahaan PT. Hudoyo grup milik Darren.
Bersambung.
akankah korupsi bisa dihapus?
Next?