
Evelyn memundurkan satu kakinya dan menekuknya sedikit dalam sikap kuda-kuda, mengayunkan ilusi pedang Rodrigo Knight dan menudingkan ujungnya ke arah Kefas seraya berteriak lantang, "Swords!"
Sejumlah sosok ilusi pasukan tentara berkuda menyeruak ke arah Kefas sambil menghunus pedang mereka.
Bersamaan dengan itu, Nazareth menudingkan telunjuk ke arah Berdos. Posisi mereka masih melayang di udara dengan Nazareth berada tepat di atas kepala Evelyn, sementara Bedros di atas saudara kembarnya. Sosok ilusi kaisar mengikuti gerakan tangan Nazareth, menunjuk ke arah Bedros.
"Eksekusi!" perintah Nazareth yang dalam sekejap dipatuhi ratusan sosok ilusi pasukan tentara yang berderet di sekelilingnya sebagai abdi dalam.
"Teknik cahaya sialan macam apa ini sebenarnya?" gerutu Bedros mulai kewalahan. Ia menghentakkan sebelah kakinya dan seketika lingkaran cahaya muncul di bawah kakinya menyerupai lantai transparan yang mengambang di udara. Ia meregangkan kedua kakinya dalam sikap kuda-kuda, kemudian menggerak-gerakkan kedua tangannya di depan dada, membentuk jurus-jurus spiritual yang dalam sekejap memunculkan kepingan kaca transparan berbentuk wajik di sekeliling tubuhnya.
TRAAAAANG!
TRAAAAANG!
Kaca-kaca transparan itu berputar cepat mengitari Kefas dan menghalau serangan ilusi pasukan tentara abadi kerajaan yang mengepungnya.
Detik berikutnya, Nyx Cornus melambungkan tubuhnya ke udara seraya melontarkan peri pelindung yang belum pernah dikeluarkannya selama di akademi.
Dan…
GRAAAAAKKK!
Seuntai rantai besi tiba-tiba melecut di awang-awang dan menjerat pergelangan kaki Bedros, dan sebelum penyihir itu dapat bereaksi, rantai itu melemparkannya ke udara dan di ketinggian itu, rantai lainnya melecut dari arah berlawanan dan melilit tubuhnya.
"Rantai neraka!" Altair memekik takjub. "Lady Corn Master Spiritual tingkat Angelos?"
"WATCH OUT!" jerit Xena sambil menerjang ke arahnya dan mendorongnya menyisi.
JLEB!
Sebatang panah menancap di pangkal lengan Xena.
"NOOOOOO!" Altair berteriak nyaring sementara tubuhnya meluncur jatuh, sebelah tangannya terulur ke arah Xena mengais udara kosong.
Sejurus kemudian, suara burung phoenix mendengking nyaring bersama kepakan sayap melesat ke arah Altair dan menangkap tubuhnya.
Pada saat yang sama, seekor naga juga melesat ke arah Xena dan menangkap tubuhnya.
DRAP!
Lady Die dan Salazar Lotz mendarat serempak dengan masing-masing membopong tubuh anak asetnya.
Altair segera melompat dari rengkuhan Salazar dan menyeruak ke arah Xena. "I'm sorry!" pekiknya dengan raut wajah gusar, antara cemas dan merasa bersalah.
Lady Die menurunkan Xena yang langsung terhuyung memegangi pangkal lengannya.
"It's ok!" sergah Xena sambil merenggut keluar anak panah dari lengannya.
Altair meringis tak tega.
"Ada apa di sana?" teriak Nyx Cornus menirukan gaya bicara Lady Die. Sepasang matanya yang menyala-nyala diliputi lidah-lidah api tidak berpaling dari targetnya. Kedua tangannya sibuk mengetatkan sepasang rantai menyala yang membelenggu Bedros Damon.
Melihat saudara kembarnya semakin terdesak, Kefas Damon segera melesat ke arah Bedros seraya melontarkan energi cahaya berbentuk gelang-gelang cakram berwarna hitam dari pergelangan tangannya yang dalam sekejap membengkak seratus kali lipat bersama ukuran tangannya yang mengenakan sarung tangan kulit berwarna hitam mengkilat.
Detik berikutnya, tangan raksasa itu merenggut Berdos dan menariknya keluar dari kepungan.
Nyx Cornus terlempar ke belakang dan dalam waktu bersamaan lilitan peri pelindung rantai nerakanya terlepas dari tubuh Bedros.
"PENYIHIR TUA SIALAN!" Xenephon yang biasa elegan meledak murka melihat kekasihnya terpental akibat ulah Kefas. Dengan kemarahan yang menggelegak, pria cantik itu melesat ke arah Kefas seraya mengayunkan tongkat emas yang tiba-tiba muncul seiring dia melesat.
Ledakan cahaya merah menggelegar bersama badai bercampur petir ke arah penyihir kembar itu.
Namun pada saat yang sama, sejumlah ninja menerjang ke arah Xenephon dengan energi gabungan yang membentuk ilusi perisai raksasa yang membentengi kedua penyihir itu.
"Kalian benar-benar membuatku marah sekarang!" geram Xenephon sambil menyapukan tendangan memutar di udara bersama tongkatnya.
DUAAAAARRRR!
Ilusi perisai itu meledak berkeping-keping.
"Hh!" Xenephon mencebik dengan ekspresi mencemooh. "Jangan remehkan tipe pemulihan!" dengusnya arogan.
"Kenapa orang kasmaran selalu lebih ganas dari peri monster?" seloroh Lady Die seraya mendongak menatap Xenephon.
"Penyihir melawan penyihir," komentar Arsen Heart tanpa beban sedikit pun. "Tampaknya akan ada pertunjukan bagus!"
"Tampaknya tidak," tukas Lady Die seraya menunjuk dua buah lidah-lidah api yang melesat dari dua arah berlawanan seperti komet. "Satu lawan empat kedengarannya lumayan gawat!"
"Dua Master Spiritual tingkat Kaisar!" pekik Salazar.
Migi Vox melesat ke arah dua lidah-lidah api yang menyerupai komet itu dalam wujud lidah-lidah api berwarna biru.
"HIAAAAAAAT!" Electra memantul-mantul dari sisi tebing satu ke tebing satunya lagi dengan kecepatan luar biasa sambil mengayun-ayunkan kedua tinjunya dengan membabi-buta, menghalau setiap serangan yang datang dari berbagai arah, sosok ilusi di belakangnya berbentuk raksasa setengah manusia setengah harimau, sementara gerak-geriknya seperti werewolf.
"Apa itu Electra?" pekik Xena sambil membekap luka di pangkal lengannya yang masih menyemburkan darah.
Altair membeku di sampingnya menatap udara malam yang berkeredap diliputi ledakan-ledakan cahaya berwarna-warni seperti pesta kembang api.
Pendarahan di pangkal lengan Xena akhirnya mereda. Ia mengeluarkan saputangannya dan meminta Altair untuk membebat lukanya.
DUAAAAARRRR!
Ledakan cahaya kembali mendominasi seluruh tempat ketika Migi Vox berhasil menghalau dua lidah-lidah api yang menyerupai komet itu dari Xenephon.
Bersamaan dengan itu kedua penyihir Damon sedang bersiap membuat formasi penggabungan energi di puncak tebing.
Para ninja mengelilingi mereka, juga dengan formasi gabungan energi dan masih tetap tidak mengeluarkan peri pelindung mereka. Formasi penggabungan energi itu membentuk barisan perisai yang melayang dan berputar-putar membentengi kedua penyihir Damon.
Migi Vox melesat kembali ke arah Nazareth dan melayang di sisi bahunya dengan sikap kuda-kuda.
Evelyn melesat ke arah mereka dan menggabungkan diri.
Di sisi lain, Nyx Cornus juga sudah bergabung dengan Xenephon dalam formasi gabungan energi.
Di sisi lainnya lagi, Cleon sedang berjuang melawan putra gubernur dan antek-anteknya, sementara Electra masih berjibaku menghalau terpaan anak panah yang kian membadai.
Lady Die, Arsen Heart dan Salazar Lotz juga sudah bersiap dengan formasi gabungan.
Xena dan Altair bertukar pandang dan mengangguk bersamaan, saling mengisyaratkan untuk bersiap menggabungkan energi mereka. Mungkin sedikit bertentangan, tapi mereka harus belajar menemukan keterikatan antara satu sama lain sebagai rekan tim.
Sejurus kemudian, keduanya menyeruak ke tengah pertempuran sambil berpegangan tangan.
GRAAAKKK!
Sepasang sayap mencuat keluar dari punggung Xena dan mengepak melambungkan mereka ke udara malam, bersamaan dengan itu sosok ilusi beruang raksasa putih bersayap kelelawar muncul dari gabungan energi mereka.
"It's not bad!" komentar Lady Die antusias, lalu menyentakkan kedua tangannya di sisi tubuhnya untuk mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindungnya, diikuti Arsen Heart dan Salazar Lotz, dan seketika sosok ilusi Danuh---Sagitarius, atau pemanah setengah manusia setengah kuda dengan sayap burung phoenix tercipta dari penggabungan energi ketiga guardian itu.