Poison Eve

Poison Eve
Chapter-52



Hari keenam, babak pertarungan tiga besar…


"Anak aset Arsen Heart melawan Anak aset Nyx Cornus," pemandu acara mengumumkan. "Cleon Jace melawan Electra Dan!"


Tepuk tangan meriah dan pekikan semangat menggema ke seluruh aula.


Evelyn dan Xena berteriak di kiri-kanan Altair di bangku penonton sambil mengacungkan tinju mereka di atas kepala menyemangati Cleon dan Electra.


Karena perolehan poin Evelyn jauh lebih tinggi, para juri sepakat untuk tidak menurunkan Evelyn di babak pertarungan tiga besar. Pemenang pertarungan hari ini, akan melawan Evelyn di babak final.


Jadi, di sinilah Evelyn sekarang. Di bangku penonton sebagai pendukung. Bagaimanapun keduanya akan menjadi rekan timnya. Tapi jika ditanya siapa yang ia harapkan menang hari ini, Evelyn lebih memilih Electra karena ia belum bertarung dengan gadis itu.


"Mulai!" Pemandu acara menginstruksikan.


GLAAAAARRRR!!!


Kedua peserta mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindungnya dalam waktu bersamaan.


Aula menggelegar oleh tepuk tangan spektakuler. Dukungan untuk keduanya sama-sama meriah. Satunya bangsawan, satunya bintang sekolah.


Bersamaan dengan itu, arena bergemuruh oleh pusaran badai kabut cahaya yang meliputi masing-masing peserta yang saling mengintimidasi. Keduanya memiliki dua cakra spiritual dengan masing-masing level di atas dua puluh lima.


Namun Electra adalah Master Spiritual tipe penyerang samping, tubuhnya lentur dan gerakannya lincah, peri pelindungnya adalah citah, kecepatannya tak bisa diremehkan.


Electra melambungkan tubuhnya dan menyapukan tendangan memutar. Peri pelindungnya serentak melesat keluar dari punggungnya dan menerjang ke arah Cleon dengan gerakan membelok yang dalam seketika sudah memutari pemuda itu.


Cleon menghindar dengan gerakan salto dan mendarat di tepi arena. Ia mengayunkan palunya dan melontarkannya pada Electra dalam gerakan memutar di udara.


Electra berhasil menghindarinya dengan memantulkan tubuhnya ke atas dan mendarat di permukaan palu itu, bersamaan dengan itu ia juga melontarkan peri pelindungnya ke arah Cleon.


Cleon mengerjap dan terkesiap, konsentrasinya terbagi antara mengontrol peri pelindungnya atau menghadapi peri pelindung Electra. Peri pelindung bergerak mengikuti kendali pemiliknya, sementara menghindari serangan membutuhkan gerakan berbeda.


BLAAAAAARRRR!!!


Cleon melontarkan bola cahaya dari telapak tangannya ke arah citah milik Electra. Benturan energi mereka menyebabkan ledakan cahaya dan suara menggelegar.


Para penonton memekik dan menahan napas. Mata semua orang terbelalak namun tak bisa melihat apa-apa. Seluruh tempat hanya terlihat putih.


Dan sebelum semua orang menyadari apa yang terjadi, suara ledakan kembali menggelegar.


BUUUUM!!!


Cleon Jace memukulkan palunya ke lantai arena dan seketika seluruh tempat berguncang hebat.


Electra melejit ke udara dan dalam sekejap sudah menukik ke arah Cleon seraya melontarkan bola cahaya dari tangannya.


BLAAAAAARRR!!!


Ledakan cahaya kembali mendominasi.


Para penonton terdengar gusar akibat penglihatan yang tak kunjung pulih.


Dan ketika cahaya berangsur-angsur memudar, suasana berubah hening. Para penonton membeku, menunggu dengan penasaran.


Evelyn terperangah, menatap lantai arena dengan terbelalak.


"Pertarungan berakhir!" Suara pemandu acara mengejutkan semua orang. "Anak aset Nyx Cornus menang dengan perolehan dua poin!"


Seisi aula berubah gaduh ketika orang-orang mulai bertanya satu sama lain mengenai apa yang terjadi ketika mata semua orang dibutakan oleh cahaya yang menyilaukan.


Dan ketika semua orang akhirnya bisa melihat Cleon terpuruk dalam posisi tertelungkup di lantai, aula kembali menggelegar oleh tepuk tangan dan sorakan meriah.


Sayang sekali, sesal Evelyn dalam hati. Aku tak bisa melihat serangan terakhir Electra!


Citah dan kucing neraka, pikir Evelyn. Tipe penyerang samping…


Jika saat itu Hell Catie menggunakan teknik cahaya, sudah bisa dipastikan Evelyn kalah telak mengingat perbedaan level mereka terpaut jauh.


Sekarang Electra di level dua puluh tujuh dengan dua cakra spiritual.


Apa yang harus aku lakukan? Evelyn mulai berpikir keras. Lalu memutuskan untuk berlatih setelah ini. Aku harus memikirkan teknik baru! tekadnya.


Tepukan di bahunya menyentakkan Evelyn dari lamunannya.


"Ayo kita temui mereka!" ajak Xena sambil mengerling ke arah Cleon dan Electra yang sedang berjabat tangan di dekat pintu keluar.


Altair sudah berjalan menaiki undakan, melewati deretan bangku penonton dalam antrean.


Level dua puluh… seharusnya aku sudah boleh mempelajari kekuatan inti peri pelindung parasit, kata Evelyn dalam hati sambil berjalan menjejeri Xena.


Meski Nazareth selalu berkata bahwa segala sesuatu tentang teorinya adalah pengecualian yang ia sebut sebagai kasus khusus, Evelyn merasa yakin hal itu juga dapat dipelajari.


Evelyn tahu Nazareth tidak berharap Evelyn mempelajari apa yang dia sebut kasus khusus.


"Sepuluh Teori Kekuatan Inti Peri Pelindung yang pernah kukeluarkan… hanya teori tanpa bukti."


Tapi aku sudah berjanji akan menjadi orang pertama yang membuktikan teorinya, kata Evelyn dalam hati. Ia mendesah pendek dan tertunduk dengan muram. Seandainya dia di sini… batinnya sedih.


Setelah mereka bergabung dengan rekan-rekannya di luar aula, Nyx Cornus menghampiri mereka bersama Xenephon.


"Ikut kami makan di lantai dua!" ajak Nyx Cornus pada mereka.


Xenephon memperhatikan Evelyn ketika gadis itu tercenung memikirkan materi latihan berikutnya.


Aku memang belum mengeluarkan semua teknik selama turnamen, pikir Evelyn. Tapi tipe penyerang samping masih membuat gadis itu penasaran sampai sekarang.


Xena dan Electra menggamit tangan Evelyn di kiri-kanannya dan menghela gadis itu menuju kantin.


Evelyn mengerjap dan tergagap. Belum menyadari situasinya.


Xenephon tersenyum samar, melirik sekilas pada Evelyn melalui sudut matanya. Menghadapi pertarungan final tanpa dampingan guardian pasti tak akan mudah, ia menyimpulkan.


Hari itu semua guardian dan para petinggi asrama bergabung bersama mereka di satu meja.


Petugas kantin telah mengubah tata letak meja menjadi satu deretan panjang untuk semua orang kecuali para murid elit yang tidak termasuk lima besar. Anak-anak itu sekarang terpaksa makan di meja kecil yang berderet di tepi ruangan mengelilingi meja panjang di mana para petinggi akademi mengadakan perjamuan untuk pemenang lima besar.


Banyak hal yang dibicarakan para guardian selama makan siang itu, tapi Evelyn tidak terlalu memperhatikan pembicaraan. Pikirannya dipenuhi rencana persiapannya menghadapi pertarungan final.


Seusai makan siang, Evelyn menghabiskan sisa waktunya untuk mengurung diri di estat Nazareth. Ia membolak-balik halaman buku yang diterbitkan guardiannya, mempelajari teknik kedua dari teori kekuatan inti peri pelindung.


Peri pelindung parasit!


Parasit…


Organisme yang hidup pada atau di dalam organisme lain dengan menyerap nutrisi…


Menyerap nutrisi?


Dahinya berkerut-kerut karena berpikir keras.


Pasti bisa dipelajari, katanya dalam hati. Kalau tidak, kenapa dia menuliskannya?


Menyerap!


Menyerap…


Ia mengulang-ulang kata itu dalam kepalanya hingga kehilangan makna.


Ia menutup buku Teori Kekuatan Inti Peri Pelindung di tangannya dan beranjak dari tempat duduknya. Lalu berpindah ke tengah ruangan dan bersila di lantai, bersiap melakukan meditasi.