Poison Eve

Poison Eve
Chapter-55



"Dengan segala hormat, Wakil Akademi!" Xenephon menginterupsi. "Apa maksudnya memiliki guru lain?" ia bertanya seraya mengerutkan keningnya.


"Bukankah sudah cukup jelas?" Salah satu petinggi menyela Xenephon. "Lord Vox tidak sedang berada di akademi. Tapi perkembangan Evelyn Katz meningkat drastis. Dia masih di level lima belas saat mendaftar. Dalam tujuh hari dia sudah mencapai level dua puluh satu. Dia bahkan mendapat cakra kedua dalam semalam."


Seisi ruangan mengerjap, kemudian menatap Evelyn dan Xenephon bergantian.


Xenephon melangkah ke tengah ruangan dan berhenti di sisi Evelyn. "Saya bertanggung jawab atas Evelyn Katz selama Lord Vox tidak berada di tempat. Dan saya berani menjamin Evelyn Katz tidak melanggar peraturan akademi."


"Lalu bagaimana dia mendapatkan cakra keduanya?" Wakil akademi bertanya setengah menghardik. "Seseorang, bahkan ahli teleportasi sekali pun, tidak mungkin bisa berburu peri monster dalam semalam. Kecuali… jika seseorang di Hutan Berburu Peri Monster telah menaklukkan peri monster terlebih dulu dan membawa Evelyn Katz dengan teleportasi. Dan itu pun tak mungkin dilakukan Nazareth Vox!"


Evelyn spontan mengetatkan rahangnya dan menghela napas, bersiap menyemburkan kata-kata protes sambil menudingkan telunjuk ke arah pria paruh baya itu. Tapi cengkeraman tangan Xenephon di pundaknya mengisyaratkan peringatan supaya ia tidak bertindak gegabah.


"Cakra kedua Evelyn Katz tidak didapat dari berburu monster," tukas Xenephon dengan sopan. "Tapi dari kultivasi kekuatan inti peri pelindung parasit."


"Peri pelindung parasit?" Seisi ruangan memekik tertahan.


Teori itu lagi! erang Lady Die dalam hatinya. Rubah kecil ini memiliki seribu satu cara untuk menyelamatkan teori guardiannya. Tak heran Nazareth Vox mengistimewakannya!


"Peri pelindung parasit? Salah satu dari sepuluh teori kekuatan inti peri pelindung?" Wakil akademi menatap Xenephon dengan mata terpicing. Lalu menoleh pada Evelyn dengan ekspresi tak yakin.


Evelyn membungkuk dengan hormat tentara. "Master Claus benar, Sir!" katanya meyakinkan wakil akademi.


"Tunggu dulu!" Seorang guardian menginterupsi. "Belum ada yang pernah membuktikan sepuluh teori kekuatan inti peri pelindung. Bagaimana kau membuktikannya?"


"Teknik kekuatan peri pelindung peniru adalah salah satu yang sudah saya buktikan di arena," jawab Evelyn, masih sambil membungkuk dengan hormat tentara.


"Baiklah," kata guardian itu. "Untuk yang satu itu kami sendiri memang bisa melihatnya. Tapi cakra kedua yang didapatkan dari kultivasi kekuatan inti peri pelindung parasit, bagaimana kau menjelaskannya?"


"Masih ingat ketika Evelyn Katz cidera di bagian lutut saat bertarung dengan Cleon Jace?" Xenephon mengambil alih pembicaraan.


Semua mata sekarang tertuju pada Xenephon.


"Saya menanamkan Manna di tubuh Evelyn Katz untuk memulihkan cideranya," tutur Xenephon. "Evelyn Katz memanfaatkan Manna itu untuk meningkatkan kultivasinya dan menjadikan Manna itu sebagai peri pelindung parasit."


"Mustahil!" gumam beberapa orang.


"Nazareth Vox bahkan tak pernah menuliskan penjelasan mengenai cara mendapatkannya," tukas seorang petinggi. "Peri pelindung parasit dikategorikan sebagai kasus khusus!"


"Memangnya aneh kalau murid pribadi Nazareth Vox bisa mendapatkannya?" sergah Xenephon. "Siapa yang tahu Evelyn Katz mungkin mendapatkan pelajaran khusus!"


Seisi ruangan langsung terdiam.


"Baiklah," kata wakil akademi setelah sejenak terdiam. "Begini saja! Jika dalam tiga hari Evelyn Katz bisa membuktikan teori ketiga kekuatan inti peri pelindung…"


"Tidak!" Xenephon menyela cepat-cepat. "Teori ketiga tak bisa dipelajari sebelum mencapai level tiga puluh," protesnya. "Evelyn Katz baru mencapai level dua puluh satu!"


Terdengar gumaman rendah.


Seisi ruangan berubah gaduh ketika semua orang bergerak gelisah di tempatnya masing-masing.


"Bukankah dia bisa melonjak dua level dalam satu hari?" Seorang guardian menginterupsi. "Apa yang perlu dikhawatirkan?"


"Kita masih belum tahu apa penyebab level Evelyn Katz melonjak setiap harinya," tukas Xenephon.


"Kau yang bertanggung jawab atas Evelyn Katz selama Lord Vox tidak berada di tempat!" hardik wakil akademi. "Bagaimana bisa kau berkata kita masih belum tahu apa penyebab levelnya melonjak?"


"Segala sesuatu mengenai Evelyn Katz merupakan hal baru di akademi, bahkan di dunia Master Spiritual!" sanggah Xenephon. "Kita tak bisa mengambil keputusan tanpa penyelidikan lebih mendalam."


"Benar," Arsen Heart akhirnya membuka suara. "Tuduhan mengenai pelanggaran Evelyn Katz terlalu gegabah. Kenapa tidak menunggu sampai Lord Vox kembali ke Akademi?" usulnya.


Seisi ruangan kembali terdiam.


Wakil akademi mengalihkan pandangannya pada Evelyn. "Bagaimana, Evelyn Katz? Apa kau sanggup membuktikan bahwa kau tidak melanggar aturan akademi?"


Evelyn menelan ludah dan tertunduk, "Baik," katanya dengan suara tercekat.


"Eve!" Xenephon memekik tertahan seraya menoleh pada Evelyn.


"Jangan khawatir, Sir!" bisiknya dengan ekspresi dingin. "Aku tak akan membiarkan Lord Vox dipermalukan."


"Tapi—"


Evelyn menyela Xenephon dengan mengangkat tangannya. Lalu menoleh ke arah wakil akademi. "Saya akan membuktikannya sekarang juga!"


"Apa?" Xenephon tersentak dan terbelalak.


Seisi ruangan memekik dan terperangah.


Nyx Cornus membeku di ujung barisan.


Evelyn menarik sebelah kakinya dan menautkannya di tumit kaki lainnya, kemudian mengembangkan kedua tangannya di sisi tubuhnya.


"Tidak!" cegah Xenephon seraya mengulurkan sebelah tangannya, mencoba meraih pundak Evelyn, tapi pada saat yang sama, seseorang merenggut bahunya dan menariknya menyisi. "Ini berbahaya!" ia meronta dan menyentakkan tubuhnya, mencoba melepaskan diri dari cengkeraman tangan yang menahannya.


"Xen!" suara lembut itu membuatnya langsung terdiam. Nyx Cornus menariknya ke sisi ruangan. "Percayakan saja semuanya pada Evelyn," bujuknya dengan lembut.


Xenephon menelan ludah dan membeku dalam kebimbangan.


Lingkaran cahaya kuning berkeredap di bawah kaki Evelyn, kemudian mengendap naik ke pinggang gadis itu, disusul lingkaran cahaya berwarna merah darah bermotif simbol-simbol astrologi.


Evelyn merentangkan kedua tangannya di sisi tubuhnya dengan sentakan keras yang dalam seketika memunculkan sulur-sulur tanaman dari punggungnya seperti kaki laba-laba.


Seisi ruangan terperangah dan membeku, menunggu dengan tatapan penasaran. Beberapa orang bahkan lupa berkedip dan menahan napas.


Angin berembus kencang membentuk pusaran kabut cahaya di sekeliling tubuh Evelyn yang secara perlahan berubah menjadi kabut gelap dan berangsur-angsur membentuk lingkaran gelap berbentuk cakram.


Seisi ruangan memekik tertahan dalam gumaman takjub.


Xenephon mengerjap dan bertukar pandang dengan Nyx Cornus.


"Dia berhasil," desis Nyx Cornus dengan suara tercekat.


"Cakra ketiga!" gumam beberapa orang setengah tak percaya.


"Oke, cukup!" Wakil akademi mengangkat sebelah tangannya, menghentikan Evelyn. "Itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa Evelyn Katz tidak berdusta mengenai cakra spiritualnya."


Xenephon mendesah pendek dan melemaskan bahunya, menghela napas lega. Tapi kemudian terhenyak menyadari Evelyn tidak berhenti.


Seisi ruangan mengerutkan keningnya.


"Apa yang terjadi?" mereka bertanya-tanya.


"Evelyn Katz!" wakil akademi menegur Evelyn. "Just enough!"


Evelyn tidak menggubrisnya. Tatapan gadis itu terlihat kosong. Raut wajahnya terlihat datar.


Gawat! batin Xenephon.