Poison Eve

Poison Eve
Chapter-159



SLASH!


Pemilik peri pelindung cermin sihir melontarkan kepingan kaca transparan berbentuk wajik ke arah Evelyn dan teman-temannya. Kepingan kaca itu menyebar dengan cepat dan mengelilingi mereka.


SLASH!


Pemilik peri pelindung bola kristal menjentikkan energi cahaya berbentuk kelereng dari antara jemarinya yang semakin membesar seiring dia melayang.


GRAAAAAKKK!


Bersamaan dengan itu peri pelindung rantai neraka melecut dari dua arah yang berlawanan.


DUAAAAARRRR!


Pemilik peri pelindung tongkat halilintar mengayunkan tongkatnya ke arah yang sama.


Dan…


GLAAAAAAARRRR!


Aula meledak oleh cahaya terang benderang yang membuat seluruh tempat hanya terlihat putih.


Dan ketika cahaya terang benderang itu perlahan meredup, Tim Evelyn sudah menghilang dari arena.


Tak lama kemudian, kelima remaja itu muncul kembali di dalam bola kristal.


Ketua Tim Jalur Juara Ordo Angelos menyeringai. "Apa kalian mengaku kalah?" tanyanya mencemooh.


"Of course not!" jawab Evelyn. Suaranya terdengar dari arah belakang.


Kelima anggota tim lawan tersentak dan menoleh ke belakang.


Evelyn dan teman-temannya melayang di belakang mereka.


"Bagaimana bisa?" pekik semua orang, tidak terkecuali para peserta.


Lalu secara serempak kelima anggota tim lawan itu berbalik dan melontarkan peri pelindung mereka ke arah Evelyn dan teman-temannya yang masih berada dalam lilitan sulur tanaman poison ivy.


BLAASSSH!


Serangan Tim Jalur Juara Ordo Angelos menembus tubuh Evelyn dan teman-temannya.


Bersamaan dengan itu, Evelyn dan teman-temannya menyeruak dari arah belakang, dari tempat semula mereka berada.


Evelyn dan teman-temannya yang muncul di belakang tadi hanya sosok ilusi. Mereka yang asli memang terkurung di dalam bola kristal. Tapi karena Evelyn berhasil mengecoh tim lawan, pemilik peri pelindung bola sihir itu menarik bola sihirnya untuk menyerang sosok ilusi, tanpa sadar telah melepaskan mereka yang asli.


Ketika Evelyn mengeluarkan sulur tanaman melalui punggungnya dan melilit keempat temannya, ia juga sebenarnya menyusupkan sulur tanaman ke bawah tanah yang kemudian menjalar tanpa sepengetahuan semua orang dan mencuat dari belakang tim lawan, kemudian mengubahnya menjadi tiruan dirinya dan teman-temannya.


Mengenai kenapa Evelyn melilit teman-temannya sendiri tujuannya untuk mencegah supaya mereka tidak terpisah. Jika mereka terpisah, kemungkinan mereka akan terkurung di dalam bola kristal sendiri-sendiri. Mereka tak bisa melepaskan diri secepat itu kalau mereka terkurung sendiri-sendiri.


Si pemilik bola kristal hanya akan menarik salah satu bola kristalnya untuk menyerang Evelyn, sementara yang lainnya tetap mengurung teman-teman Evelyn.


Selain itu, Evelyn juga menyalurkan manna pendukung yang bisa meningkatkan kekuatan spiritual teman-temannya melalui sulur tanamannya. Karena dia mewarisi cakra Xenephon, racun yang terkandung dalam peri pelindungnya juga berfungsi sebagai pendukung.


Sekarang Evelyn melepaskan teman-temannya, sementara ia sendiri menyiapkan teknik kedua.


Tim lawan takkan sempat melakukan teknik kedua untuk sementara waktu. Mereka baru saja melontarkan serangan ke arah yang salah ketika teman-teman Evelyn menyerang mereka.


Dengan begitu, meskipun level kekuatan teman-teman Evelyn tidak sebanding dengan tim lawan, paling tidak tim lawan sedang dalam keadaan lemah.


SLASH!


Electra terbang meliuk seraya mengayunkan cakar peri pelindungnya ke pinggang pemilik peri pelindung tengkorak api.


GLAAAAARRRR!


Cleon menerjang pemilik peri pelindung bola kristal, mendaratkan palunya di bola kristal itu dan meremukkannya.


GRAAAAAKKKK!


Xena menepis kepingan kaca sihir yang bertebaran dengan kedua sayapnya. Kepingan kaca sihir itu terserak ke lantai dan terpecah belah.


DUAAAAARRRR!


Altair melesat dalam bentuk gargoyle ke arah pemilik peri pelindung tongkat halilintar, mengalau ledakan halilintar dengan sayapnya.


Bersamaan dengan itu, Evelyn juga sudah berhasil mengeluarkan teknik keduanya, teknik gabungan dari semua kekuatan inti peri pelindung yang dimilikinya. Itu adalah teknik terakhir yang dimiliki Evelyn.


Jika mereka kalah, Evelyn sudah tidak memiliki apa-apa lagi.


Jadi, ia memutuskan untuk tidak tanggung-tanggung mempertaruhkan semuanya.


Evelyn melontarkan sulur tanaman ke arah teman-temannya dan melilit pinggang mereka sekali lagi, sementara ia juga menyiapkan teknik kedua kekuatan inti peri pelindung leluhur.


Evelyn menarik Cleon mendekat dan menginstruksikan teman-temannya untuk menggabungkan energi mereka.


Dan…


SLAAAASSSH!


Seekor naga berwarna merah muncul di belakang Apollo.


Semua orang terkesiap.


"Cakra Apollo!" pekik semua orang di aula Balai Budaya, di alun-alun ibukota dan Balai Mulia kedua negara.


Naga merah itu adalah simbol tertinggi Ordo Angelos.


Dan sebelum semua orang sempat berkedip, sebelum tim lawan sempat bereaksi, Evelyn mengayunkan sebelah tangannya ke arah tim lawan, "Eksekusi!" teriaknya dengan suara lantang.


Teman-temannya serentak berubah menjadi ksatria Ordo Angelos yang dalam sekejap sudah menerjang ke arah tim lawan.


GRAAAAAAAKKKK!


Evelyn mengubah peri pelindungnya menjadi rantai neraka, tapi karena itu tercipta dari sulur tanaman, rantainya bercabang hingga sekian banyak dan menyergap semua anggota dari tim lawan.


Bersamaan dengan itu, Cleon mengayunkan palunya dengan teknik aura pembunuh milik ayahnya, didukung oleh gabungan aura raja dari peri pelindung leluhur Evelyn.


Dan…


GLAAAAAAAAAAARRRRRR!


Aula meledak oleh dentuman dahsyat disertai angin kencang di samping cahaya terang berwarna emas.


Dunia mendadak hening dalam waktu yang lama.


Semua mata membeku dalam kebutaan.


Dan ketika cahaya menyilaukan itu berangsur-angsur hilang, Tim Jalur Juara Ordo Angelos sudah berlutut di bawah todongan pedang para ksatria dengan tubuh terbelenggu rantai.


Semua mata mengerjap. Semua orang menahan napas.


"Pertarungan berakhir!" Kedua pemandu acara mengumumkan. "Tim Sekunder memenangkan pertandingan!"


Aula menggelegar oleh tepuk tangan dan jeritan histeris para pendukung tim Morfeus Academy.


Lady Die terhuyung dengan kedua lutut gemetar saking berdebar-debar. Nyx Cornus memeluknya sambil menangis dan tertawa.


Arsen Heart dan Salazar Lotz mengepalkan tangan mereka sambil memekik, "Yes!"


Nazareth mendesah sambil mengulum senyumnya. Dahinya berkerut-kerut karena terharu.


Kaisar Aero Thunder melompat berdiri dan mengacungkan tinjunya ke udara, disambut sorakan para hadirin di Balai Mulia dan seluruh rakyat Neraida di alun-alun ibukota.


Alun-alun ibukota dan Balai Mulia Neraida menggemuruh oleh euforia spektakuler.


Lady Chaterine dan kakak iparnya juga keponakannya meledak menangis hingga menggerung.


Para wanita di alun-alun juga menangis histeris karena gembira.


Para pria mengacung-acungkan tinju mereka ke udara, sebagian mengayun-ayunkan bendera Neraida, sebagian lagi melompat-lompat dan menari-nari seperti orang gila.


Sang Ratu tersenyum sambil menyeka air matanya, kemudian bertepuk tangan bersama para hadirin.


Siapa sangka sejarah baru akan tercetak dari seorang gadis dengan peri pelindung tak berguna?


Migi Vox berdiri diikuti Xenephon dan Mikhail Claus.


Para hadirin serentak berlutut. Begitu pun para peserta.


"Selamat kepada Neraida!" Migi Vox membuka sambutan penutup sambil melipat kedua tangannya di belakang tubuhnya, "Terutama untuk Tim Sekunder Jalur Juara Penyisihan, Akademi Militer Dewa Mimpi!"


Aula kembali meledak oleh tepuk tangan meriah.


"Hari ini juga, aku menobatkan Neraida sebagai negara terkuat!" Migi Vox mengumumkan.


Kembang api meledak semarak memenuhi udara Kota Ilusi.


Lagu kebangsaan Neraida menggelegar dari Balai Mulia.


Seluruh rakyat Neraida ikut menyanyikannya di alun-alun. Beberapa dari mereka menyanyikannya sambil menangis.


"Dengan ini, aku nyatakan Turnamen Elit Master Spiritual resmi ditutup!" tandas Migi Vox.


Kaisar Shangri-La terpuruk di tempat duduknya. "Bukan keberuntungan!" gumamnya dengan napas tersengal.