Poison Eve

Poison Eve
Chapter-76



"Watch out!" peri vampir wanita tiba-tiba menjerit dan seketika kawanan kelelawar di atas kepala mereka tersentak berhamburan.


"Semuanya berhati-hati!" Evelyn berteriak sambil memasang kuda-kuda. "Ada sesuatu yang datang dengan cepat!" ia memberitahu.


Nazareth dan para guardian di belakangnya saling bertukar pandang, lalu memasang kuda-kuda di belakang mereka.


Nazareth dan Nyx Cornus melesat ke arah Evelyn dan mendarat di depan gadis itu untuk membentenginya.


Migi Vox terkesiap di bahu Evelyn, lalu mendongak menatap awan gelap di atas kepala mereka.


Jalan setapak di depan mereka semakin gelap ketika kabut tebal berwarna hitam mengendap turun secara perlahan.


Xenephon memicingkan matanya untuk mempertajam penglihatannya, lalu sepasang mata birunya menyala merah dan kelopak matanya mengeluarkan lidah-lidah api. "Evelyn benar," gumamnya. "Dia terlalu cepat!"


"Aku akan melihatnya dari pohon!" Xena mengajukan dirinya, kemudian melejit ke atas dan mendarat di salah satu dahan pohon kering yang berderet di sekeliling hutan.


Hening.


Semua orang membeku, menunggu petunjuk dari Xena.


"Sudah terlihat?" Lady Die bertanya tak sabar.


"Itu terlihat seperti… beruang yang bisa terbang!" Xena memberitahu.


"Beruang yang bisa terbang?"


Semua orang menggumam dan berpikir keras.


"Seperti apa?" tanya Nazareth.


"Tidak terlalu jelas," erang Xena dalam nada merajuknya yang khas. "Tapi ukuran sayapnya sangat besar."


"Seperti apa sayapnya?" tanya Nazareth lagi.


"Sayapnya…" Xena memicingkan matanya untuk mempertajam penglihatannya. "Seperti sayap kelelawar!"


"Gargoyle!" seru Salazar Lotz antusias. "Altair, kau sangat beruntung!"


"Belum diketahui berapa umurnya!" Nazareth memperingatkan. "Xena, berapa tinggi badannya dan apa warna sayapnya?"


"Kira-kira seratus sembilan puluh senti---mungkin!" Xena menjawab tak yakin. "Yang pasti lebih tinggi dari Lord Vox."


Nazareth spontan membeliak sebal mendengar tinggi badannya dijadikan standar. Tapi Xena juga tidak sepenuhnya salah, di antara mereka semua Nazareth-lah yang paling tinggi.


Perkembangan Gargoyle lebih lambat dari peri monster lain. Setiap tahunnya hanya tumbuh satu milimeter. Lalu berhenti tumbuh di usia puluhan ribu.


"Sayapnya berwarna hitam!" Xena menambahkan.


"Tingginya mendekati dua meter, sayapnya berwarna hitam," ulang Nazareth dalam gumaman rendah. "Itu gargoyle puluhan ribu tahun. Masa kultivasinya mendekati dua puluh ribu tahun."


"Usia dan sifatnya sangat cocok dengan ciri-ciri," komentar Arsen Heart. "Gargoyle puluhan ribu tahun sangat jarang ditemukan! Selain itu gargoyle puluhan ribu tahun memiliki banyak teknik serangan yang bervariasi, daya serangnya juga sangat kuat. Memang cocok untuk Altair."


"Dan dia juga sangat cepat!" Salazar menimpali.


"Itu terdengar seperti 'sulit dihadapi' bagiku," sergah Lady Die.


"Gargoyle takut pada segala sesuatu yang bercahaya," tukas Nyx Cornus. "Xenephon seharusnya bisa menekannya, dan Evelyn akan menghalanginya supaya tak kabur!"


"Baik, kalian semua sudah memahami situasinya," imbuh Nazareth. "Awasi arah pergerakannya!" instruksinya pada Xena. Lalu menoleh ke belakang. "Bersiaplah!" katanya pada Evelyn dan Xenephon.


Evelyn dan Xenephon mengangguk singkat, lalu bersiap mengeluarkan cakra spiritual mereka masing-masing.


Migi Vox melompat dari bahu Evelyn dan mengambang di sisi bahu Nazareth dengan sikap tubuh menirukan pria itu---berdiri tegak dan melipat kedua tangannya ke belakang.


"Dia datang!" pekik Xena sambil melompat turun dari dahan dan bergabung dengan rombongan.


Evelyn melontarkan peri pelindungnya yang dalam sekejap sudah membentuk jaring laba-laba di depan semua orang, seiring Xenephon yang langsung melejit ke udara seraya mengangkat sebelah tangannya di atas kepala, mengeluarkan peri pelindungnya yang secara otomatis langsung menyala terang.


GLAAAAAARRRR!


Semburat cahaya terang meledak ketika lingkaran asap gelap berbentuk cakram berputar cepat seperti gangsing dan membentur jaring Evelyn.


Bersamaan dengan itu, seluruh tempat di sekeliling mereka bergetar dan berdentum-dentum.


Suara dentuman itu jelas tidak berasal dari benturan energi Evelyn dengan gargoyle.


Semua orang tersentak dan spontan memasang kuda-kuda lagi. Rombongan itu secara otomatis terbagi menjadi dua kelompok yang saling membelakangi.


"Apa lagi sekarang?" pekik Lady Die seraya mengedar pandang dengan gusar.


"Apa aku sudah bilang, kalau keberuntungan selalu datang bersama musibah?" timpal Xenephon seraya menoleh ke belakang dan mengaktifkan penglihatan supernya. Kedua mata birunya kembali menyala merah dengan lidah-lidah api.


"Seingatku, kau hanya pernah bilang malaikat turun bersama iblis!" sahut Evelyn sambil melesat bersama Nazareth dan Migi Vox.


GLAAAAAARRRR!


Gargoyle bersayap gelap itu melontarkan lingkaran hitam berbentuk cakram yang berputar cepat seperti gangsing ke arah mereka.


"Itu goliath!" Xenephon memberitahu.


"Cleon!" Arsen Heart memberi instruksi.


Cleon melompat ke udara seraya mengeluarkan peri pelindung palunya, kemudian menerjang ke arah goliath itu sambil mengayunkan palunya.


BUUUUUMMM!


Hantaman palu itu mengempaskan debu dan meretakkan bebatuan di dinding-dinding tebing, kemudian meledak menyemburkan serpihan bebatuan dan kepulan debu ke seluruh tempat.


"Altair!" giliran Salazar Lotz sekarang yang mengambil komando.


Altair segera melesat ke arah Cleon dan menjejakkan sebelah kakinya di permukaan palu Cleon dan melejit ke arah goliath itu.


Lady Die dan Xena menyusulnya beberapa saat kemudian sambil berpegangan tangan, menggabungkan energi mereka, dan seketika sepasang sayap raksasa muncul di kiri-kanan keduanya dalam bentuk gambar transparan yang bercahaya, yang dalam seketika membuat kedua wanita itu melambung tinggi melewati Altair.


Di sisi lain, Nyx Cornus dan Electra juga melakukan hal yang sama, menggabungkan energi mereka, kemudian melesat ke arah gargoyle sementara Xenephon melesat-lesat seperti kilat mengelilingi gargoyle itu.


"Vox! Eve! Bergabung!" instruksi Nazareth sambil melontarkan bonekanya ke arah Evelyn.


Evelyn mengangguk singkat dan menautkan kedua telapak tangannya di depan dada dalam sikap kuda-kuda.


Migi Vox melayang di depannya dengan kedua tangan bergerak-gerak seperti sedang menari, gerakannya terlihat sama persis seperti Nazareth.


Arsen Heart dan Salazar Lotz membuat formasi yang sama di belakang mereka.


Detik berikutnya…


SLAAAASSSH!


Ledakan cahaya membuncah secara serentak dari telapak tangan Salazar Lotz dan Migi Vox di sisi lain.


GLAAAAAAARRR!


Seluruh tempat bergetar dan berpendar seperti perang galaxy.


Bersamaan dengan itu, Nazareth melambung ke langit malam meninggalkan tiang api seakan seorang malaikat baru saja mati dan daya hidupnya melesat ke langit, kembali pada Sang Khalik.


BLAAAAASSSSSH!


Ledakan cahaya mahadahsyat membuncah seratus kali lipat lebih menyilaukan ketika Nazareth mengeluarkan teknik cahaya yang tidak pernah dilihat Evelyn seumur hidupnya.


Bahkan Lady Die terkesiap.


Nazareth mengembangkan kedua tangannya di sisi tubuhnya dengan gerakan luwes seakan sedang menari, tubuhnya masih melayang di langit malam, jari tengah dan ibu jarinya tertaut membentuk huruf O, lalu menjentikkan keduanya, menyentil udara kosong di kiri-kanannya, dan dalam sekejap dentuman dahsyat menggelegar dari sentilan jarinya yang terlihat lembut.


Gargoyle dan goliath terpelanting bersamaan ke dua arah yang berlawanan.


Bersamaan dengan itu, Evelyn dan Migi Vox melesat ke arah gargoyle sambil melontarkan energi cahaya berwarna biru berbentuk tali dari jemari mereka, sama persis seperti milik Nazareth. Evelyn menggunakan tali cahaya di ujung jemarinya untuk mengendalikan Migi Vox sementara Migi Vox menggunakan tali cahaya dari jemarinya untuk menyergap gargoyle.


Xenephon terkesiap melihat teknik gabungan energi Evelyn dan Migi Vox. What the...