Poison Eve

Poison Eve
Chapter-135



Babak Kedua Penentuan…


Balai Mulia kedua negara kembali meriah.


Kedua kaisar sudah bersiap di tempatnya masing-masing diapit para pejabat kehormatan di kiri-kanan mereka.


Salah satu bangku pejabat kekaisaran Neraida terlihat kosong.


Tentu saja!


Neiro Sach.


Kekalahan putranya tampaknya mengalahkan mentalnya juga. Atau bisa jadi sang Baron sedang mempersiapkan siasat baru untuk membalas dendam.


Apa pun itu, jelas membuat situasinya terasa janggal bagi Nazareth. Membuatnya semakin overprotektif.


Ia melirik kekasihnya yang kian bersinar.


Tekanan teleportasi lagi-lagi membuat level kekuatan gadis itu melonjak berlipat ganda. Sekarang Evelyn sudah hampir mencapai level enam puluh, dan jika tekanan teleportasi berikutnya memicu ledakan level kekuatannya lagi, tidak diragukan gadis itu akan menjadi Master Spiritual tingkat Kaisar tak lama lagi.


Tapi fakta itu pun tidak membantu Nazareth merasa lebih baik.


Semakin ia bersinar, semakin ia terancam. Itulah yang diyakini Nazareth.


Ayah Evelyn tewas di level kaisar. Dan kakeknya tewas di level angelos. Level tinggi nyatanya tidak menjamin seorang Master Spiritual berumur panjang.


Kekhawatiran Nazareth tampaknya tidak berlebihan!


Barangkali hanya jika Evelyn bisa melewati level Apollo, Nazareth baru bisa tenang.


Dan itu… sangat serakah!


Kasih sayangnya yang terlalu besar membuat Nazareth semakin serakah.


Tidak diragukan seusai turnamen Nazareth akan menempa Evelyn hingga tingkat cahaya, kemudian melarikannya ke Balai Cahaya dan menempanya lagi hingga menjadi dewa.


Usai turnamen itu, Evelyn dan teman-temannya sudah bisa dinyatakan lulus secara akademis. Dan itu artinya mereka sudah boleh pulang ke rumahnya masing-masing, kecuali Evelyn.


Nazareth takkan melepaskannya!


Sebuah layar besar terpampang di dinding bagian atas bangunan Balai Mulia di dua negara, diapit dua layar yang menampilkan kedua kaisar.


Dua pemandu acara dari dua negara yang merangkap sebagai wasit muncul di layar besar itu. "Babak kedua penentuan akan diselenggarakan di ruang dimensi yang dirancang secara khusus dari gabungan kekuatan dua negara, Shangri-La dan Neraida!"


Aula Balai Mulia kedua negara bergemuruh oleh tepuk tangan meriah.


"Dan inilah ruang dimensi itu!" pemandu acara melayangkan tangan mereka ke sekeliling ruangan, dan seketika gambar berputar memperlihatkan sekeliling arena yang dipenuhi para ksatria berbaju zirah berwarna emas lengkap dengan helm tertutup dan sepasang sayap yang juga berwarna emas.


Ksatria Ordo Angelos!


Mereka semua beterbangan di sekeliling arena seperti tentara langit yang mengendap turun dari firdaus. Mengambang di udara seperti untaian kandil yang digantung di langit-langit.


"Setiap tim akan bertarung dengan diundi!" pemandu acara mengumumkan. "Tim yang menang di ronde pertama akan melawan tim berikutnya yang akan dipilih juga dengan diundi. Begitu pun seterusnya. Setiap tim yang menang di ronde sebelumnya akan melawan tim berikutnya. Tim yang menang di ronde terakhir adalah pemenang."


Aula Balai Mulia kedua negara kembali menggelegar oleh tepuk tangan para hadirin.


"Diharapkan untuk seluruh peserta bersiap di Portal Teleportasi Balai Mulia masing-masing negara!" Pemandu acara mempersilahkan.


Evelyn dan teman-temannya membungkuk ke arah Kaisar dengan hormat tentara, kemudian ke arah guardian mereka, lalu bergegas menuju portal teleportasi bersamaan dengan dua tim lainnya, Tim Akademi Sihir Dewa Musik dan Tim Dua Akademi Kekaisaran Neraida.


Sloan Jace menatap adiknya dari seberang meja seraya tersenyum sinis. Melontarkan isyarat tantangan.


Cleon menanggapinya dengan senyuman samar dan tatapan beku. Berusaha supaya dirinya tidak terpancing.


Ayah mereka bergeming dengan ekspresi datar yang sulit ditebak. Tapi jelas merasa puas karena siapa pun di antara kedua putranya masih bertahan sampai sejauh ini. Ini adalah babak final bagi kedua putranya.


Akhirnya…


Mereka dihadapkan untuk saling mengalahkan!


Tak peduli yang mana, Orion Jace sangat berharap salah satu dari mereka bisa mencapai Balai Cahaya, meski lebih berharap Cleon yang menjadi pemenangnya.


Di Balai Cahaya, meski kau hanya seorang tukang kebun, kau akan lebih dihormati dari bangsawan di suatu negara.


"Dalam hitungan ketiga, portal teleportasi di Balai Mulia masing-masing akan diputar!" para pemandu acara berseru bersamaan. "Dan kekuatan cahaya akan memilih secara alami. Dimulai dari hitungan ketiga! Tiga…"


"Dua…" para hadirin ikut menghitung.


"Satu—mulai!"


SLASH!


Portal teleportasi berkeredap dan berputar di masing-masing Balai Mulia kedua negara.


Dan…


BLAAAAAAASSHHH!


Evelyn dan teman-temannya terhisap ke dalam lubang tanpa dasar, kemudian terlempar ke tengah arena dengan terhuyung—kecuali Evelyn. Gadis itu mendarat dengan mulus berkat level kekuatannya yang melonjak lagi.


Evelyn bisa merasakan tubuhnya seakan mengambang. Enam puluh dua, batinnya sedikit ngeri. Levelku melonjak lagi!


Lonjakan level kekuatan yang terlalu drastis bisa membuat tubuh seseorang meledak. Itu tidak ada bedanya dengan menyerap cakra peri monster yang tidak sesuai. Bisa menyebabkan cacat mutasi.


Di hadapan mereka, berderet lima remaja yang sama limbungnya dengan tim Evelyn.


"Whoa—" salah pemandu acara bertepuk tangan sambil tertawa. "Tim Akademi Sihir Hades melawan Tim Akademi Militer Dewa Mimpi!"


Aula Balai Mulia kedua negara meledak oleh tepuk tangan spektakuler.


"Bagaimana perjalanan Anda, Ladies and Gentleman?" kelakar pemandu acara yang satunya dengan gaya jenaka.


Para remaja itu tertawa gelisah menanggapinya. Wajah mereka serempak tersipu.


Tepuk tangan para hadirin di kedua negara menyemangati mereka.


Semua orang bisa mengerti pengaruh tekanan teleportasi bagi para Master Spiritual di bawah level kaisar.


Mereka mencoba menegakkan tubuh mereka, kemudian kedua tim itu saling berhadapan dan saling membungkuk dalam hormat tentara.


Sebagian besar mata penonton tertuju pada Evelyn. Para petinggi kedua negara bisa melihat kekuatan level gadis itu sudah mencapai level kaisar.


Level kaisar adalah level enam puluh sampai enam puluh sembilan.


"Sewaktu di Erebos, ketua tim Akademi Militer Dewa Mimpi itu baru mencapai level empat puluh lima," komentar seorang Master Spiritual tingkat kaisar di Balai Mulia Shangri-La. "Dalam hitungan hari levelnya sudah melonjak hingga lebih dari lima. Tubuhnya bisa meledak."


"Silahkan kedua tim mengeluarkan cakra spiritual masing-masing!" pemandu acara menginstruksikan.


GLAAAAAAARRR!


Kesepuluh remaja di tengah arena itu berkilauan dalam lingkaran cahaya berwarna-warni.


"Tampaknya dia baru saja meningkatkan level kekuatannya!" seru Master Spiritual lainnya di Balai Mulia Shangri-La. Pria itu menunjuk ke arah layar Evelyn. "Cakra spiritualnya baru lima!"


"Lihat dua cakra royal angelos itu!" seru yang lainnya.


"Cakra royal lagi?" yang lain-lainnya terperangah menanggapinya.


Dan ketika semua mata terpukau oleh kedua cakra royal Evelyn, kedua pemandu acara menginstruksikan, "Mulai!" keduanya berseru bersamaan.


Kelima anggota tim Akademi Sihir Hades serentak melejit ke udara. Ketua tim mereka mengayunkan peri pelindungnya yang berbentuk tongkat sihir.


GLAAAAAAARRR!


Arena pertarungan seketika membara dilalap api. Ketua Tim Akademi Sihir Hades melapisi seluruh lantai arena dengan kobaran api.


Evelyn dan teman-temannya masih membeku di lantai. Terkepung api.


Para hadirin menahan napas.