Poison Eve

Poison Eve
Chapter-162



Bunyi drum menggema di selasar-selasar Morfeus Academy.


Cleon Jace berjalan ke arah tangga, sementara bunyi berdebum-debum itu terdengar semakin keras.


Di sekelilingnya, para murid lain berlari ke arah datangnya suara itu, tak sabar ingin segera sampai ke tempat para guardian Morfeus Five akan melakukan pertarungan.


Semua orang menyukai acara kumpul-kumpul, pikir Cleon. Lebih-lebih yang ini. Bukan saja karena musim ajaran yang melelahkan telah berakhir, tapi juga karena mereka akhirnya akan tahu siapa guardian yang paling kuat di Morfeus Academy.


Cleon berbelok di sudut lalu menuruni tangga yang menuju aula akademi.


"Cleon, tunggu! Cleon!"


Cleon berpaling dan melihat teman-temannya, Altair, Xena dan Electra, melambai-lambai padanya di atas kepala murid-murid akademi. "Tunggu!" teriak mereka bersamaan.


Cleon balas melambai, kemudian menyisih ke pinggir selasar. Dia bersandar pada pilar, dan melihat teman-temannya menembus kerumunan ke arahnya.


Evelyn tidak bersama mereka.


Pasti sedang bersama Earth, pikirnya muram.


"Asyik sekali, ya?" seru Electra sembari menjejeri Cleon. "Semua orang kelihatannya tidak sabaran!"


Cleon hanya mengangkat bahu, kemudian menyisir rambutnya dengan jemari tangannya.


Segerombol murid akademi melewatinya sambil mengobrol riuh.


"Sebaiknya kita cepat-cepat ke aula." Sambil memaksa diri tersenyum, Cleon berbalik dan bergegas menaiki undakan untuk duduk di deretan bangku yang di atas, diikuti teman-temannya.


Dan sesuai dugaan Cleon, Evelyn sudah berada di sana bersama guardiannya yang juga kekasihnya.


Nazareth yang tinggi menjulang dan atletis duduk sambil menopangkan siku pada lututnya dan memandang ke panggung. Rambutnya yang hitam mengkilat selurus penggaris berkilau disinari cahaya matahari pagi. Dia duduk sambil mendengarkan apa yang dibisikkan Evelyn padanya. Sesekali ia tersenyum dan menoleh pada Evelyn dengan cuping hidung mereka yang hampir bersentuhan.


Membuat cemburu para pengagum Si Rumput Liar!


Migi Vox duduk bersilang tangan di bahu Nazareth dengan kedua kaki tertaut, menggantung di dada Nazareth.


Tempat di sisi lain Evelyn kosong. Ambil saja, kata Cleon pada dirinya sendiri. Dan cepatlah, sebelum orang lain duduk di sampingnya.


Cleon mendaki undakan dengan cepat, kemudian menyusuri bangku ke arah Nazareth dan Evelyn. Lalu membungkuk ke arah Nazareth dengan hormat tentara, menyela kata-kata Evelyn.


"Hai!" Evelyn tersenyum linglung padanya.


Nazareth juga tersenyum, dan lesung pipi sekilas menghias sudut kanan mulutnya. Tetapi, sesaat kemudian dia berpaling dan kembali memandang ke panggung.


Duduklah, kata Cleon pada dirinya sendiri. Coba buat dia tertarik. Goda dia sedikit selagi guardian tampan itu sibuk mengawasi pertarungan.


Tak lama kemudian, ketiga temannya sudah menyusul.


Cleon segera mengambil tempat di sisi Evelyn sementara ketiga temannya membungkuk pada Nazareth.


Altair akhirnya mengambil tempat di sisi Nazareth yang secara otomatis diikuti Xena.


Gadis itu jadi sering menempel pada Altair meski hampir selalu saling baku-hantam dari waktu ke waktu.


Electra menyelinap di belakang mereka dan mengambil tempat di sisi Cleon.


Di tengah-tengah lantai aula yang mengilat, dipasang panggung rendah. Seorang guardian senior sudah berdiri di panggung, berlaku sebagai pemandu acara sekaligus wasit.


Di belakangnya, di undakan pertama di tepi balkon, keempat kandidat duduk di kursi yang dijajarkan membentuk setengah lingkaran. Keempat guardian itu tersenyum dan melambai-lambai ke arah anak-anak aset mereka yang duduk di bangku-bangku penonton.


"Selamat datang di panggung Turnamen Wakil Akademi!" seru pemandu acara melalui pengeras suara.


Para penonton bertepuk tangan.


"Empat kandidat telah terpilih untuk memperebutkan posisi wakil akademi," lanjut pemandu acara. "Salazar Lotz!"


Anak-anak aset Salazar Lotz berdiri dan bertepuk tangan untuk menyemangati guardian mereka.


Altair juga melompat berdiri sambil bersorak dan mengacungkan tinjunya ke udara.


"Dea Proka!"


Giliran Xena sekarang yang melompat berdiri dan bertepuk tangan bersama anak-anak aset Lady Die yang lain.


"Arsen Heart!"


Cleon mengacungkan tinjunya ke udara sambil bersorak menyemangati guardiannya, tapi tidak berdiri seperti anak-anak aset lainnya.


"Dan… Nyx Cornus!"


"Pertarungan akan dilakukan dengan diundi!" pemandu acara memberitahu. "Pemenang yang bertahan sampai akhir akan menduduki posisi wakil akademi!"


Semua orang kembali bertepuk tangan.


"Langsung saja, kita persilahkan Lord Vox untuk mengundi sekaligus meresmikan turnamen ini!" pemandu acara itu membungkuk sambil melayangkan sebelah tangannya ke arah Nazareth.


Nazareth beranjak dari tempat duduknya sambil mengayunkan sebelah tangannya, dan…


BLASHHH!


Seketika Migi Vox berubah menjadi tongkat raja.


Seisi aula terkesiap.


Angin berembus kencang disertai keredap cahaya keemasan ketika Nazareth melangkah ke tepi balkon. Dan ketika pria itu mengetukkan ujung tongkatnya ke permukaan lantai. Seisi aula jatuh berlutut terhempas aura raja sang pemilik akademi.


Bahkan Evelyn!


Nazareth menarik sedikit ujung tongkatnya dan tekanan energi yang melumpuhkan semua orang serentak mengendur.


"Bangunlah!" perintah Nazareth dengan suara bagai desau air bah di kejauhan.


Seisi aula beranjak berdiri.


"Keempat kandidat terpilih atas pertimbangan jasa mereka yang telah menghantarkan Morfeus Five ke puncak podium Turnamen Elit Master Spiritual!" Nazareth membuka sambutan. "Keempatnya layak menduduki posisi wakil akademi."


Aula meledak oleh tepuk tangan meriah.


"Tapi karena kursi kehormatan ini hanya ada satu, mereka harus memperebutkannya!" Nazareth menambahkan.


Para hadirin tertawa sambil bertepuk tangan lagi.


"Dengan ini, aku nyatakan Turnamen Wakil Akademi resmi dibuka!" Nazareth mengumumkan.


Aula menggelegar oleh tepuk tangan.


Nazareth mengetukkan ujung tongkatnya sekali lagi, semburat cahaya emas berpendar di lantai membentuk lingkaran sihir dengan corak simbol-simbol astrologi.


Lingkaran itu terus melebar hingga seukuran aula, kemudian mengendap turun ke lantai arena.


Dua kandidat menghilang ketika lingkaran sihir itu meresap ke bawah.


Lalu ketika lingkaran sihir itu mencapai lantai arena, lingkaran sihir mengecil hingga seukuran panggung arena, lalu meresap ke lantai dan menghilang.


Bersamaan dengan itu dua kandidat muncul di lantai arena.


Nazareth mengayunkan tongkatnya di atas kepala. Dan seketika, tongkat itu berubah kembali menjadi Migi Vox yang langsung mendarat di punggungnya, bergelantungan dengan kedua tangan menggelayuti lehernya, lalu merayap naik ke bahunya.


"Arsen Heart melawan Salazar Lotz!" pemandu acara mengumumkan hasil undian.


Aula kembali menggelegar oleh tepuk tangan spektakuler.


Cleon dan Altair mengacungkan tinju mereka ke udara sambil memekik menyemangati guardian mereka.


Kedua guardian itu membungkuk ke arah Nazareth, kemudian saling berhadapan dan bertukar hormat tentara.


Nazareth berbalik dan kembali ke tempat duduknya.


"Dalam hitungan ketiga," pemandu acara menginstruksikan. "Satu…"


"Dua…" para penonton ikut menghitung sambil bertepuk tangan dengan irama teratur.


"Mulai!"


Kedua kandidat memasang kuda-kuda dan mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindung mereka masing-masing.


GROAAAAAAARRR…


Lantai arena berubah terang dan berangin kencang.


Jubah armor kedua kandidat melecut-lecut bersama rambut mereka.


Sosok ilusi burung Phoenix melesat keluar dari punggung Salazar Lotz disertai suara berkaok nyaring.


Sosok ilusi pemanah bertubuh kuda muncul di sisi Arsen Heart seperti tunggangan.