
"Suamiku sangat mengagumi suamimu," ungkap sang ratu, ia menggenggam tangan Lady Chaterine dan menepuk-nepuk lembut punggung tangannya.
Keluarga Evelyn disambut baik di ruangan ekslusif yang disediakan khusus untuk keluarga Kaisar. Dan lagi-lagi karena berkat Apollo.
Lady Chaterine sangat menyadari hal itu. "Ratu terlalu memuji," tukasnya dengan sopan.
Kaisar mengerling ke arah Ratu dengan tatapan penuh arti. Bersikap baiklah padanya! tatapannya memperingatkan.
Sehari sebelumnya, Kaisar berpesan pada sang ratu. "Evelyn Katz adalah orang setia. Kalau ingin mengambil hatinya, jangan pernah sekali pun menyinggungnya. Kau harus menjadi teman yang sesungguhnya!"
Sekarang wanita itu berdiri di tepi balkon di selasar ruang President Suite, menggenggam tangan ibu Evelyn sambil membicarakan banyak omong kosong, menunggu pertandingan dimulai sementara Migi Vox masih mengutarakan sambutan.
"Diharapkan setiap peserta berjuang tak hanya demi kejayaan kekaisaran masing-masing. Tapi juga demi kejayaan Dunia Master Spiritual. Kejayaan Dunia Master Spiritual adalah kejayaan kalian. Bertarunglah dengan jiwa sejati seorang ksatria!"
"Lihat Ketua Ordo Angelos itu!" Nadine berseru di samping Lady Chaterine sambil menunjuk layar teratas. "Dia…"
Lady Chaterine mengikuti arah telunjuknya dan memicingkan mata. "Pangeran?"
"Benar," sahut sang ratu. Istri penguasa Neraida itu tersenyum lembut sambil menatap layar yang khusus menampilkan Ketua Ordo Angelos. "Dia memang putraku."
Ibu Evelyn dan sepupunya tercengang bersamaan. Begitu juga dengan Bibi Madeleine.
Benar-benar beruntung! batin Nadine tersengat rasa iri.
"Dan itu putriku!" Ratu memberitahu sambil menunjuk layar Tim Dua Akademi Kekaisaran yang hanya menampilkan Catlyn dan seorang pemuda. Wajah Catlyn Thunder mendominasi layar itu. "Usianya mungkin sama dengan Miss Evelyn."
"Sangat cantik!" puji Bibi Madeleine.
"Terima kasih," sang ratu mengerling ke arah Lady Madeleine seraya tersenyum dan mengangguk samar.
Orang-orang di Balai Mulia Neraida tidak menyadari ada yang salah. Begitu juga di tempat lainnya. Kaca sihir tak menampilkan gambar Nazareth di tempat guardian. Bahkan ketika kaca sihir monitor diarahkan ke ruangan khusus tim Morfeus Academy.
Jadi selain mereka yang berada di Balai Budaya Kota Cahaya, tak ada yang tahu Nazareth ada dua.
Catlyn Thunder masih syok melihat kakaknya ada dua. "Bagaimana dia melakukannya?" bisiknya pada guardiannya.
"Ilmu Pemusat Bayangan!" Guardiannya memberitahu.
"Ilmu Pemusat Bayangan?" Catlyn menoleh pada guardiannya dan mengerutkan dahi. Sosok Migi Vox melintas dalam benaknya.
"Entah yang mana yang asli, tapi salah satu dari mereka adalah boneka itu!" jelas Dimitri Aris.
Catlyn mengerling ke arah Nazareth yang berdiri di tempat kehormatan, lalu menoleh ke arah Nazareth yang berdiri di tempat khusus tim Morfeus Academy. Aku tak bisa membedakannya! ia menyadari.
"Di sini, Penasihat Agung Dunia Master Spiritual akan mengundi pertarungan!" Migi Vox melayangkan sebelah tangannya mempersilahkan Mikhail Claus untuk memulai.
Mikhail Claus melangkah ke depan, sementara Migi Vox melangkah mundur. Pria paruh baya berambut perak itu menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemarinya di sisi wajah dengan gerakan elegan, kemudian sebuah bola kristal muncul di telapak tangannya.
Ia melayangkan bola kristal itu ke tengah ruangan di atas arena pertempuran.
Bola kristal itu merekah seperti kuncup bunga yang sedang mekar, bentuknya sama dengan teratai namun transparan. Kelopaknya mulai terlepas satu per satu, kemudian berhimpun membentuk layar kaca.
Detik berikutnya, dua gambar tim muncul di layar itu, lengkap dengan nama tim dan data anggota.
"Ronde pertama, Tim Peringkat Atas Neraida melawan Tim Peringkat Atas Shangri-La!" Pemandu acara mengumumkan hasil undian.
Aula menggelegar oleh tepuk tangan meriah.
Catlyn Thunder menggertakkan giginya dan mengepalkan tangan. Sedikit frustrasi mengingat sisa anggota mereka hanya tinggal dua orang termasuk dirinya, dan sekarang mereka juga mendapat giliran pertama.
Meski kami berhasil mengalahkan tim pertama, ke depannya kami sudah kehabisan teknik dan… stamina.
Temannya menggenggam kepalan tangan Catlyn dengan lembut, "Aku akan maju pertama," katanya mengajukan diri. "Aku tahu kau sangat ingin bertarung dengannya," ia mengerling ke arah Evelyn. "Aku akan berusaha bertahan sampai hanya dia saja yang tersisa!"
Caltyn menelan ludah dengan ekspresi getir. Tak tega melepaskan satu-satunya teman seperjuangan yang masih tersisa.
"Serahkan saja padaku!" temannya meyakinkannya.
Dimitri Aris mengangguk pada mereka.
Catlyn melepaskan temannya dengan berat hati.
Para penonton bertepuk tangan dan bersorak menyemangati kedua tim.
Tiga anggota dari Tim Peringkat Atas Shangri-La berhasil dilumpuhkan. Tapi ketika ketua mereka turun, rekan Catlyn tak mampu bertahan.
Ketua tim itu memiliki peri pelindung kapak bermata dua yang terkenal sebagai Kapak Athena.
Rekan Catlyn terkapar di lantai dengan kondisi memprihatinkan.
Catlyn terpaksa turun ke arena, lalu membungkuk di atas kepala pemuda itu.
"I'm sorry…" sesal pemuda itu dengan terengah-engah dan tubuh gemetar.
Catlyn mengatupkan matanya dengan ekspresi terluka. Ia menarik bangkit tubuhnya dan mengepalkan kedua tangannya dengan ekspresi geram.
Dua orang Master Spiritual panitia membopong pemuda yang babak belur itu keluar arena.
Beberapa saat kemudian, kedua peserta sudah mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindungnya.
"Whoaaaaa…!"
Semua orang menggumam takjub.
Catlyn Thunder sudah memiliki enam cakra spiritual.
Level Kaisar! Nazareth tersenyum samar dan bersedekap. Menatap adiknya dengan raut wajah puas.
"Kapak yang bagus!" desis Catlyn dengan ekspresi dingin.
Ketua Tim Peringkat Atas Shangri-La itu tersenyum miring, menanggapinya dengan sikap dingin yang sama.
Catlyn memundurkan satu kakinya dalam sikap kuda-kuda, kemudian mengayunkan sebelah tangannya ke depan seperti gerakan lempar frisbee, dan seketika peri pelindungnya melesat dari punggungnya dan menerjang ke arah lawannya dengan gerakan terbang meliuk.
BLAAAASSSSHHH!
Pemuda itu mengayunkan kapaknya sambil memutar tubuhnya di udara. Kucing Neraka berbulu api itu meliukkan tubuhnya dan melejit ke belakang, kemudian memutarinya dalam kecepatan luar biasa.
Ketua Tim Peringkat Atas Shangri-La itu melambungkan tubuhnya lebih tinggi dan melejit dalam gerakan salto di udara.
Catlyn menerjang ke arah pemuda itu, menyapukan tendangan memutar yang menyerampang di bawah seperti gangsing.
Begitu pemuda itu mendarat, tendangan memutar di lantai itu menyapu telak mata kakinya.
BLAAAAASSSHHH!
Pemuda itu terhuyung dan pada waktu bersamaan, Catlyn mengayunkan cakarnya ke perut pemuda itu. Peri pelindungnya berpindah seketika ke pergelangan tangannya dan mencabik lawannya mengikuti gerakan tangan Catlyn.
Perut ketua Tim Peringkat Atas Shangri-La itu langsung terbakar seperti tumpukan daun kering yang dilempari bara api, lalu jatuh tertelungkup.
Pemuda itu mengernyit, mencoba menarik bangkit tubuhnya dengan gemetar, lalu mendongak ke arah Tim Jalur Juara Shangri-La.
Ketua Tim Jalur Juara Shangri-La mengangguk samar.
"Aku mengaku kalah!" Ketua Tim Peringkat Atas Shangri-La itu berkata pada kedua wasit dengan napas tersengal.
"Pertarungan berakhir!" wasit itu mengumumkan. "Tim Peringkat Atas Neraida memenangkan pertandingan!"
Aula Balai Budaya Kota Cahaya meledak oleh tepuk tangan.
Kaisar Shangri-La mengepalkan tangannya dengan raut wajah kesal. "Benar-benar payah!" rutuknya.
Pemilik Akademi Militer Athena, pihak Tim Peringkat Atas Shangri-La, tertunduk dengan putus asa.
Kini satu-satunya harapan Shangri-La hanya tinggal Tim Jalur Juara.
"Berikutnya!" Pemandu acara mengumumkan. "Tim Peringkat Atas Neraida akan bertarung melawan Tim Morfeus Academy!"
"Kucing kecil ini harus jadi bagianku!" geram Electra penuh tekad.