Poison Eve

Poison Eve
Chapter-152



Lingkaran sihir berbentuk lantai transparan yang mengambang di udara itu dikenal sebagai Lingkaran Sihir Perisai. Tak hanya bisa dibentuk di bagian bawah sebagai lantai, tapi juga bisa dibentuk di atas kepala sebagai atap, atau di sekeliling sebagai dinding. Tercipta dari energi cahaya alami yang biasa dilontarkan para Master Spiritual melalui telapak tangan atau ujung jemari tangan mereka, entah itu berbentuk lingkaran atau berbentuk kubah.


Lebih dikenal dalam istilah Manna.


Energi cahaya berbentuk lingkaran yang biasa dilontarkan dari telapak tangan untuk menyerang adalah teknik dasar yang dimiliki setiap Master Spiritual, bahkan tingkat pejuang atau level sepuluh ke bawah.


Energi cahaya berbentuk kubah yang biasa digunakan sebagai perisai merupakan teknik kedua yang hanya bisa dilakukan oleh Master Spiritual level tiga puluh ke atas.


Energi cahaya berbentuk lingkaran kecil seukuran kelereng adalah teknik ketiga yang hanya bisa dilakukan Master Spiritual level lima puluh ke atas.


Energi cahaya berbentuk silang yang biasa dilontarkan dari kedua lengan atau cakar yang biasa digunakan Evelyn, merupakan teknik rahasia. Bisa dilakukan oleh semua Master Spiritual tapi hanya diketahui oleh pewaris Balai Keterampilan Militer Ordo Angelos.


Berbeda dengan lingkaran sihir berbentuk lantai transparan yang mengambang di udara. Kemampuan semacam ini hanya dimiliki beberapa orang dengan aura raja seperti Nazareth, Kaisar, Apollo dan kakek Evelyn. Atau Master Spiritual aliran sihir dengan bakat khusus, Kefas Damon adalah salah satunya.


Lingkaran gelap berbentuk cakram yang kadang berfungsi sebagai portal teleportasi, yang bisa memunculkan sosok ilusi tangan raksasa yang dimiliki Kefas Damon adalah bentuk lain dari lingkaran sihir. Hanya tekniknya saja yang berbeda.


Lingkaran sihir perisai adalah yang paling kuat. Hanya bisa dilakukan oleh pemilik aura raja dengan cakra berwarna emas.


Aura raja itu semacam energi cahaya tak kasatmata yang bisa menekan dan menghalau serangan dalam jarak tertentu, tergantung seberapa tinggi level kekuatannya.


Energi keramat inilah sebenarnya yang menyelubungi Kota Cahaya secara alami.


Dan itu merupakan teknik tertinggi yang sulit dipelajari!


Teknik itu baru dipelajari Evelyn sebelum berangkat ke Kota Cahaya tanpa sepengetahuan Nazareth.


Pantas saja Nazareth sampai terkesiap!


Para penonton di kedua negara, baik yang di alun-alun ibukota maupun di dalam Balai Mulia, semuanya terperangah melihat lingkaran sihir itu.


Itu terlihat seperti keajaiban dunia bagi semua orang.


Untuk kedua kalinya setelah seratus tahun, rakyat Neraida akhirnya bisa melihat lagi sihir perisai itu.


Lady Chaterine sampai terhenyak menyaksikannya. Putrinya adalah orang pertama yang mewarisi kemampuan Apollo.


Seandainya Lady Chaterine tahu…


Tak hanya itu yang diwarisi Evelyn dari Apollo!


Bersamaan dengan itu, Evelyn juga mengeluarkan teknik kekuatan inti peri pelindung leluhur yang dalam sekejap memunculkan sosok ilusi ayahnya, lengkap dengan pedangnya yang menyala-nyala.


Lady Chaterine sekarang terhuyung, hingga sang ratu terpaksa menopang pinggangnya untuk menahan tubuhnya supaya tidak terjatuh.


Lady Madeleine dan putrinya terhenyak, menatap layar dengan mata dan mulut membulat sambil menutup mulut mereka dengan jemari tangannya.


"Bagaimana dia melakukannya?" desis Lady Chaterine dengan napas tersengal. Sekujur tubuhnya gemetar dalam rengkuhan sang ratu.


"Itu adalah salah satu manifestasi dari sepuluh teori kekuatan inti peri pelindung," sang ratu memberitahu.


Lady Chaterine langsung membeku seperti patung marmer.


Dan di luar dugaan semua orang, Catlyn Thunder juga mengeluarkan teknik kekuatan inti peri pelindung yang sama. Dan seketika, sosok ilusi Kaisar Aero muncul di belakangnya, lengkap dengan tongkat raja.


Kaisar terkesiap dengan mata membulat. Begitu juga dengan istrinya dan semua orang di Balai Mulia dan di alun-alun ibukota kedua negara.


"Gadis itu putri Kaisar Neraida!" pekik para pejabat di Balai Mulia Shangri-La.


Nazareth mengerjap dan menelan ludah. Dia mempelajari Teori Kekuatan Inti Peri Pelindung-ku?


Celaka! pikir Evelyn terkejut. Lalu dengan cepat mengeluarkan teknik kedua sebelum sang kaisar mengeluarkan perintah untuk menghabisinya.


Apalah Rodrigo Knight jika dibanding Kaisar?


Catlyn takkan bisa menirunya lagi sekarang!


Teknik kedua kekuatan inti peri pelindung adalah teknik rahasia yang---lagi-lagi---hanya bisa dipelajari di Balai Keterampilan Militer Ordo Angelos.


Dan sejurus kemudian, sosok ilusi Apollo pun muncul.


Lady Chaterine sekarang terpuruk dan jatuh pingsan.


Lady Madeleine dan putrinya menghambur ke arah mereka.


Para pelayan menghampiri mereka dengan tergopoh-gopoh.


Sementara itu, di tengah arena, Catlyn Thunder sudah tidak berkutik.


Memangnya siapa yang bisa mengalahkan Apollo?


Kecuali Nazareth, tidak satu pun bisa mengalahkan kekuatan inti peri pelindung leluhur Evelyn.


Dan sebelum semua orang dapat berkedip, Evelyn sudah mengayunkan palu Apollo ke lantai transparan yang dibuatnya dari lingkaran sihir.


Dan, GLAAAAAAAARRRR!


Seluruh arena dan sekelilingnya tersapu oleh ledakan cahaya disertai angin kencang dan gelegar halilintar.


Padahal palunya belum menyentuh lantai!


Catlyn terlontar ke sisi ruangan hingga membentur dinding. Lalu jatuh terpuruk dalam posisi duduk membungkuk.


Sang Ratu menahan napas, membekap mulutnya dengan jemari tangan.


"Pertarungan berakhir!" pemandu acara mengumumkan. "Tim Morfeus Academy memenangkan pertandingan!"


Aula membeku dalam kesunyian yang membingungkan.


Sampai…


Migi Vox bertepuk tangan diikuti Xenephon dan Mikhail Claus.


Seisi aula akhirnya ikut bertepuk tangan.


Kaisar menelan ludah dengan gelisah. Bukan karena Catlyn terpuruk dengan kondisi memprihatinkan. Tapi karena tertampar oleh kenyataan bahwa kekuasaannya bahkan tak sampai setengahnya dibanding Apollo.


Evelyn menarik dan menyimpan kembali cakra spiritual dan peri pelindungnya. Kemudian menghambur ke arah Catlyn. "Are you okay?" pekiknya dengan cemas.


Catlyn mengerjap dan memaksakan senyum. "Aku kalah dengan puas," desisnya dengan lemah. Lalu terbatuk-batuk.


Evelyn menarik sebelah kakinya ke belakang dan menekuk lututnya dalam sikap kuda-kuda. Kemudian menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemarinya di depan wajah.


Kedua wasit spontan melesat ke arah Evelyn dan mencoba merenggut gadis itu menjauh dari Catlyn karena mengira Evelyn masih akan menyerang.


Namun bersamaan dengan itu, semburan api membuncah dari mulut Evelyn.


Kedua wasit itu terhempas bersamaan dan seluruh arena tertutup gumpalan api.


Semua orang di dua negara kembali membeku dalam kengerian.


Dan ketika gumpalan api berangsur-angsur hilang, Catlyn Thunder tahu-tahu sudah berdiri dalam kondisi prima. Mengerjap kebingungan sambil membolak-balik telapak tangannya, memeriksa dirinya sendiri. That's amazing! batinnya takjub.


Semua orang mengerjap dan terkesiap.


"Kau tipe pemulihan?" Kedua pemandu acara merangkap wasit itu memekik bersamaan. Lalu secara bersamaan pula, mereka menatap Catlyn dengan terperangah, kemudian mengerling ke arah Evelyn dengan alis bertautan.


"Aku tipe pengendali!" tukas Evelyn sambil menunjuk layar yang khusus menampilkan data profilnya untuk mengingatkan kedua wasit itu.


Kedua wasit itu mengerjap dan tergagap.


"Sebagai pengendali, aku tak hanya bisa mengendalikan musuh. Tapi juga keadaan!" tandas Evelyn tanpa ekspresi.


Xenephon bertukar pandang dengan Nazareth.


Kedua wasit itu mendesah pendek, lalu beranjak bangkit dan bertepuk tangan. "Beri tepuk tangan untuk Evelyn Katz!" seru mereka kembali bersemangat. "Benar-benar berjiwa ksatria!"


Aula kembali meledak oleh tepuk tangan.


Catlyn membungkuk pada Evelyn dengan hormat tentara. Evelyn membalasnya dengan hormat tentara yang sama.


Kaisar menghela napas pelan dan duduk melorot di kursinya.