
Xenephon berdiri di pekarangan depan bangunan aula guardian yang telah runtuh itu dalam sikap kuda-kuda, menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemarinya di depan dada membentuk jurus-jurus penyatuan energi cahaya ke telapak tangan, kemudian melontarkannya ke arah puing bangunan yang telah menjadi serpihan debu di sekelilingnya.
Lingkaran cahaya berwarna merah darah bercorak simbol-simbol astrologi berkeredap di bawah kakinya, kemudian melayang naik ke pinggangnya diikuti empat lingkaran cahaya berwarna hitam, ungu, kuning dan putih, lalu keempat lingkaran cahaya itu melayang keluar dari tubuhnya dan beterbangan di sekeliling puing, menghisap perlahan semua serpihan bangunan, mencoba mengumpulkannya kembali ke tempatnya semula.
Lingkaran cahaya itu semakin redup dan mulai berkedut-kedut ketika Xenephon terhuyung dan terbatuk-batuk hingga memuntahkan segumpal darah.
Para murid dan semua guardian memekik tertahan melihat wajah Xenephon yang mulai memucat. Semua orang tahu pria itu paling banyak menguras energi sejak Evelyn mulai kehilangan kendali sampai selesai.
Tidak disangka pemilik akademi juga masih membebankan tanggung jawab pemulihan gedung padanya.
Lady Die mengerjap dengan cemas, kemudian bertukar pandang dengan Arsen Heart dan Salazar Lotz.
Kedua guardian itu kemudian mengangguk singkat dan mendekat pada Xenephon, lalu memasang kuda-kuda di belakang pria itu, bersiap membuat formasi penggabungan energi dengan Lady Die, kemudian menyalurkannya pada Xenephon melalui telapak tangan Lady Die ke punggung Xenephon.
Seketika, lingkaran cahaya yang melayang-layang di seputar puing bangunan itu mulai memancarkan cahaya terang kembali, lalu berangsur-angsur puing bangunan mulai terkumpul dan kembali membentuk lantai, dinding… lalu berhenti.
Xenephon kembali terhuyung, sementara Lady Die dan kedua guardian lainnya terpental karena kehabisan energi.
Lady Die menghela bangkit tubuhnya dengan terengah-engah seraya menekuk perutnya.
Begitu juga dengan Arsen Heart dan Salazar Lotz.
Guardian lainnya menggantikan mereka untuk menyalurkan bantuan energi bagi Xenephon, dan pekerjaan Xenephon mulai dilanjutkan.
Lady Die, Arsen Heart dan Salazar Lotz duduk bersila untuk memulihkan tenaga dalam mereka, sementara para guardian lainnya bergiliran melakukan hal yang sama.
Bangunan itu akhirnya dapat dipulihkan hingga tujuh puluh persen, sementara semua guardian sudah mulai kehabisan energi. Semua orang sudah banyak menguras energi hari ini.
Murid-murid menatap mereka dengan cemas, hingga Cleon akhirnya mengusulkan untuk membantu Xenephon menggantikan para guardian mereka yang sudah kelelahan.
Nazareth memperhatikan mereka dari puncak bukit di pekarangan estatnya seraya tersenyum tipis, sementara ia menunggu Nyx Cornus merawat Evelyn di ruang pemandian obat.
"Kumpulkan semua anak dari kelas Master Spiritual tipe makanan," Cleon menginstruksikan pada Xena Moz. "Dan kau," katanya pada Electra, kumpulkan semua anak dari kelas Master Spiritual tipe pemulihan. Aku dan Altair akan mengumpulkan beberapa orang untuk formasi penyatuan energi."
Xena dan Electra mengangguk cepat-cepat, lalu bergegas mengumpulkan teman-temannya.
"Aku akan membantu formasi penyatuan!" seorang anak mengajukan diri.
Diikuti dua anak lainnya.
Cleon dan Altair mengangguk dan bersiap membuat formasi penyaluran energi di belakang Xenephon, sementara pria itu sudah gemetar dan hampir terpuruk.
Seorang guardian menangkap pinggangnya dan menahannya. Lalu menoleh pada Cleon seraya mengangguk, mengisyaratkan untuk melanjutkan formasi.
Bersamaan dengan itu seorang anak dari kelas Master Spiritual tipe makanan segera melesat dan memberikan Xenephon sekuntum jamur pemulih.
"Terima kasih," ungkap Xenephon seraya menghela napas dalam-dalam dan mengumpulkan kembali energi cahaya yang dimilikinya.
Cleon dan Altair dibantu tiga anak lainnya mulai menyalurkan energi mereka secara paralel.
Pada akhirnya, semua murid dan para guardian bekerja sama, saling bahu-membahu dalam kebersamaan baru yang lebih harmonis, yang tidak pernah mereka bayangkan sebelum ini.
Melalui kebersamaan itu, Xenephon akhirnya berhasil memulihkan aula guardian hingga mencapai sembilan puluh persen.
"Tinggal sedikit lagi!" seru Lady Die bersemangat. "Ayo, Anak-anak!" katanya seraya bangkit kembali dan mengerahkan seluruh sisa energinya untuk membantu anak-anak aset mereka tanpa pandang bulu.
Semua anak bergabung di belakang guardian mereka untuk menyalurkan energi paralel dengan saling menggenggam tangan satu sama lain, termasuk mereka para guardian dan para pejabat akademi yang tidak turut diseret bersama wakil akademi, ditambah para pengawal penjaga gerbang.
Dan…
BLAAAAAAAASH!
Seluruh akademi menggemuruh oleh pekikan semua orang yang terlempar hingga semua orang rebah dan terserak ke seluruh penjuru akademi.
Nazareth tersenyum puas, kemudian berbalik menuju teras pondoknya.
Migi Vox melongok ke belakang melalui bahunya dengan tatapan polos.
Semua orang masih membeku di tempatnya masing-masing, menunggu.
Dan ketika cahaya berangsur-angsur meredup, mereka mendesah lega melihat semuanya telah selesai.
Xenephon terkulai di topang Arsen Heart dan Salazar Lotz.
Lady Die menjatuhkan dirinya di lantai pelataran seraya terengah-engah.
Murid-murid akademi juga menjatuhkan diri mereka sebentar untuk sekadar memulihkan napas. Lalu saling bertukar senyuman dengan perasaan lega.
"Perasaan ini…" Cleon menggumam dengan eskpresi khidmat, tatapannya menerawang langit di atas kepala mereka yang masih terbaring. "Sangat baik!" ia menambahkan.
Altair meliriknya dengan senyuman sendu. Benar, katanya dalam hati. Selama ini, aku tak pernah punya teman. Dan ini terasa bagus!
Xena dan Electra tertawa lepas sambil berguling-guling di rerumputan, saling menggelitiki satu sama lain.
"Ada yang mau jamurku?" anak perempuan dari kelas Master Spiritual tipe makanan berteriak dari semak-semak tanaman hias di bawah pagar benteng, lalu sejumlah jamur cahaya berbentuk seperti hologram melayang dan bertebaran di permukaan taman.
Beberapa anak melompat dan saling berebut untuk menangkap jamur-jamur yang beterbangan itu.
Tak lama kemudian, pemilik peri pelindung jamur itu menggelinding keluar dari semak-semak dengan rambut berantakan, pakaian kotor dan wajah belepotan.
Anak-anak yang tadi berebut jamurnya memekik dan tak jadi melahap jamurnya.
Xena dan Electra tertawa menanggapi mereka.
Cleon dan Altair menarik duduk tubuh mereka dan bertukar pandang. Lalu beranjak dan membantu Xena dan Electra berdiri.
Empat orang guardian membopong Xenephon ke aula pengobatan.
Lady Die menghela bangkit tubuhnya dibantu Xena dan Electra, kemudian berjalan tertatih-tatih di belakang para guardian lainnya. Kedua gadis itu mengantarkan Lady Die sampai di aula pengobatan.
Cleon dan Altair juga membantu seorang guardian menuju aula pengobatan.
Empat orang wanita berjubah gelap, lengkap dengan tudung kepala dan selubung wajah, menyeruak ke aula pengobatan dengan gerakan seragam.
Semua mata spontan tertuju pada keempat wanita itu seraya menggumamkan kata yang sama untuk kedua kalinya, "Ordo Angelos!"
Empat wanita itu adalah terapis dari Balai Mulia Ordo Angelos, atau Balai Pusat.
Meski tidak seorang pun pernah melihat wajah mereka, namun siapa yang tidak tahu mereka. Mereka adalah Master Spiritual tipe pengobatan dari aliran penyihir seperti Xenephon.
Bagaimana mereka bisa sampai di sini masih menjadi misteri.
Bahkan jati diri pemilik akademi mulai menuai banyak pertanyaan.
Siapa sebenarnya Nazareth Vox?
Kenapa dia bisa mendatangkan orang-orang ini?
Insiden hari ini tampaknya tak hanya menjadi pengikat kebersamaan semua penghuni akademi, tapi juga sebagai pengingat bahwa mereka begitu awam.
Tidak berpengalaman dan tidak tahu apa-apa!