Poison Eve

Poison Eve
Chapter-118



Migi Vox masih meronta-ronta ketika Nazareth menangkupkan boneka itu di pundaknya. Tubuhnya bergetar dan jantungnya meletup-letup. Jemari tangannya mencakar-cakar sambil menggigit-gigit bahu Nazareth dengan sikap gusar.


"Area sekitar aman!" Arsen Heart melaporkan setelah sejenak berkeliling memeriksa pekarangan belakang kamar Evelyn dan teman-temannya.


"Tidak ada yang mencurigakan!" Lady Die muncul dari sisi lain pekarangan.


Salazar bergabung tak lama kemudian bersama anak-anak aset mereka.


Nazareth menepuk-nepuk lembut punggung Migi Vox untuk menenangkan boneka itu.


Xena dan Electra menatap Migi Vox dengan alis bertautan.


Boneka itu melorot ke perut Nazareth dan menggeliat-geliut dengan kedua tangannya mengais-ngais ke sana kemari seperti sedang mencari sesuatu.


"Vox! Tenanglah!" Nazareth menghardiknya.


Sekarang boneka itu bergelantungan di ikat pinggang Nazareth dan merenggut saku mantel pria itu, kemudian menarik keluar pelat Balai Keterampilan dan menyeringai.


"Balai Keterampilan?" gumam Nazareth.


Semua orang serempak menatapnya dengan dahi berkerut-kerut.


"Jangan ganggu dia!" tegas Nazareth sambil merebut pelat dari tangan mungil Migi Vox.


Boneka itu melejit dan menjauhinya, lalu menghilang dari pandangan semua orang.


"Sebenarnya dia kenapa?" tanya Electra.


"Dan apa itu Balai Keterampilan?" tanya Xena dengan raut wajah polos.


"Hanya ruang pelatihan pribadi," tutur Nazareth dengan raut wajah datar. Tapi isi kepalanya mendadak berkecamuk. Ada apa di ruang dimensi? pikirnya mulai cemas.


Xena dan Electra bertukar pandang dengan Cleon dan Altair, lalu mengerling ke arah guardian mereka.


"Evelyn berada di sana?" Lady Die bertanya pada Nazareth.


Nazareth tidak menjawab. Raut wajahnya berubah panik. Melalui bonekanya, ia melihat ruangan itu kosong. "Dia menghilang!"


Semua orang serentak terperangah.


Di ruang dimensi asing…


Evelyn menggeliat-geliut dalam belenggu rantai yang melayang dengan ujung rantai tertambat di dalam tanah.


Entah siapa yang mengendalikannya.


Seluruh tempat di sekelilingnya terlihat kosong dan sangat gersang.


Lidah-lidah api terhampar seperti rumput di permukaan tanah.


Tidak seorang pun terlihat di sana.


"Tunjukkan dirimu!" hardik Evelyn sambil meronta-ronta.


Suara tawa seorang pria menggelegar seperti deru mesin raksasa.


Apakah aku terjebak di bola kristal lagi? Evelyn bertanya-tanya dalam hatinya. Para penyihir ini sungguh merepotkan!


Ia mendongak dan mengedar pandang dengan tatapan mencari-cari yang tajam.


Tidak ada sosok raksasa yang menyeringai seperti ketika ia terjebak dalam bola kristal seseorang.


Sepertinya rantai ini sejenis peri pelindung! ia menyimpulkan. Ia ingat Nyx Cornus memiliki peri pelindung semacam ini. Dan ia juga berasal dari aliran sihir.


Apa ini rantai neraka?


Apa orang terkait juga berasal dari klan Cornus?


Kepalanya mulai merayang sekarang. Pelipisnya berdenyut-denyut.


Celaka! pikir Evelyn. Tulang cakranya akan keluar.


"Tunjukkan dirimu, dasar pengecut!" hardik Evelyn sekali lagi.


"Siapa yang pengecut?" seorang pria menggeram entah di mana.


Sebutir keringat menggelinding di pelipis Evelyn. Dahinya mulai bersinar biru, lalu kedua matanya.


Ia bisa merasakan tulang cakra dalam kepalanya merangkak keluar.


Pria yang tidak terlihat wujudnya terbahak-bahak dengan suara yang menggelegar.


Evelyn mengatupkan kedua matanya setengah meringis.


Semburat cahaya terang keemasan memancar keluar dari pelipisnya.


Tidak! pikir Evelyn mulai panik. Ia mencoba berkonsentrasi untuk menarik kembali tulang cakranya, tapi setiap kali ia mencobanya, kesadarannya timbul-tenggelam.


"Earth…" panggilnya dalam bisikan lirih. "Son of Light!"


"Xena, gunakan mata vampirmu untuk melacak keberadaannya!" perintah Nazareth dengan suara tercekat.


"Hmh!" Xena mengangguk singkat, kemudian memundurkan sebelah kakinya ke belakang dan menekuk lututnya sedikit dalam sikap kuda-kuda. Telapak tangan dan jemarinya bergerak-gerak di depan dadanya membentuk jurus-jurus khas Master Spiritual, lalu dalam sekejap kedua matanya menyala merah dan menyemburkan lidah-lidah api.


Detik berikutnya, tubuh Xena melayang naik perlahan dan mengambang di udara.


Semua orang mendongak mengamatinya dari permukaan tanah. Menunggu.


Semburat cahaya mirip kilat di langit malam berkeredap melilit tubuh Xena.


Xena terhuyung dan melorot turun.


"Xena!" Lady Die spontan menerjang ke arah gadis itu dan menangkap tubuhnya, menahan gadis itu supaya tak jatuh.


"Formasi teknik gabungan!" Nazareth menginstruksikan.


Semua orang spontan memasang kuda-kuda, membentuk lingkaran kecil yang mengelilingi Xena, kemudian menyalurkan energi cahaya dari telapak tangan mereka masing-masing ke arah Xena.


Xena kembali melayang ke atas dan kedua matanya kembali menyala merah, enam kali lipat lebih terang dari sebelumnya.


Lady Die melangkah mundur dan bergabung dalam formasi dan mengeluarkan energi cahaya juga.


"Teknik kedua!" instruksi Nazareth lagi.


Semua orang dalam lingkaran menarik tangan mereka menjauh dari Xena, kemudian menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemari mereka di depan dada, lalu mendaratkan telapak tangan mereka di permukaan tanah.


Tujuh lingkaran cahaya berlapis-lapis berwarna-warni bercorak simbol-simbol astrologi tercipta di permukaan tanah di bawah kaki mereka. Lalu lingkaran yang paling kecil di tengah lingkaran lainnya memancar menyemburkan cahaya terang ke arah Xena seperti menyoroti gadis itu dengan lampu tembak dari lubang di bawah tanah.


Migi Vox melesat ke arah Xena kemudian terbang berputar-putar mengelilingi gadis itu.


Tubuh Xena tersentak, kedua matanya terbuka semakin lebar. "Rantai…" bisiknya dalam gumaman seperti orang sedang mengigau.


"Rantai?" Lady Die mengerutkan keningnya.


"Api…" Xena berbisik lagi. Suaranya terdengar seperti angin.


"Rantai neraka!" Arsen Heart mencoba menafsirkan.


"Portal teleportasi…"


"Aku sudah tahu!" gumam Nazareth.


Arsen Heart dan Salazar serentak menoleh pada Nazareth.


"Just enough!" instruksi Nazareth pada semua orang. Lalu berpaling pada Electra. "Sekarang giliranmu," katanya.


Electra mengangguk singkat, dan seketika semua orang menarik energi cahaya mereka masing-masing.


Xena mengendap turun dan mendarat di tengah lingkaran, lalu melangkah keluar bergiliran dengan Electra.


"Buat portal teleportasi!" instruksi Nazareth pada Electra.


"Baik, My Lord!" Electra membungkuk dengan hormat tentara, kemudian bersiap memasang kuda-kuda di tengah-tengah lingkaran.


"Formasi gabungan!" Nazareth menginstruksikan pada yang lain.


BLAAAASSSSHHHH!


Lingkaran cahaya berlapis berwarna-warni kembali tercipta di permukaan tanah.


"Vox!" Nazareth melontarkan Migi Vox ke tengah lingkaran yang memancarkan cahaya dari bawah yang sepintas terlihat seperti tiang api yang menembus langit.


Boneka itu menghilang, tenggelam ke dalam cahaya terang berbentuk tiang api tadi.


Sejurus kemudian, Migi Vox sudah melesat dalam kegelapan entah di mana, melayang di langit malam dalam lingkaran cahaya terang berwarna keemasan, kemudian mengendap turun di depan Nyx Cornus dan sejumlah pengawal misterius berseragam ninja.


"My Lord!" Nyx Cornus spontan membungkuk dalam hormat tentara, diikuti pasukan ninja di belakangnya.


Migi Vox menyilangkan kedua tangannya di belakang tubuhnya dan tertunduk menatap Nyx Cornus dan pasukannya.


"Altarus…" Suara Nazareth mendesis keluar dari mulut Migi Vox dalam bahasa cahaya.


Nyx Cornus dan para ninja membungkuk sekali lagi.


SLASH!


Sosok Migi Vox menguap meninggalkan ledakan cahaya berbentuk lingkaran berwarna emas.


"Portal teleportasi!" instruksi Nyx Cornus pada para ninja di belakangnya.


Para ninja itu membungkuk serempak dalam hormat tentara. Lalu dalam sekejap mereka memasang kuda-kuda, bersamaan dengan Nyx Cornus.


"Fomasi gabungan!" instruksi Nyx Cornus lagi.


Dan seketika para ninja itu melesat serempak ke udara, kemudian menukik dengan sebelah tangan terulur ke depan, kemudian menyatukan energi cahaya dari telapak tangan mereka masing-masing ke telapak tangan Nyx Cornus.


GLAAAAARRR!


Ledakan cahaya berbentuk lingkaran membuncah hingga radius beberapa ratus meter, dan bersamaan dengan itu, mereka semua lenyap bersamaan.