
Babak Final Turnamen Elit Master Spiritual…
Balai Budaya Kota Cahaya terlihat jauh lebih meriah dan spektakuler.
Para ksatria beterbangan di sekeliling gedung seperti kawanan burung raksasa bersayap emas, di antara ledakan-ledakan kembang api dan alunan musik yang dimainkan para ahli sihir musik terbaik.
Penduduk Kota Cahaya berdatangan hingga ras peri.
Para manusia peri itu berkerumun di pekarangan Balai Budaya, berbaur dengan ras manusia dengan mengenakan tudung kepala untuk menyembunyikan cuping telinga mereka yang lancip.
Beberapa hanya menutupinya dengan rambut mereka.
Secara keseluruhan manusia peri terlihat sama dengan manusia biasa, kecuali bentuk telinga mereka.
Dalam keramaian, mereka sulit dibedakan.
Peradaban dan minat mereka juga tidak ada bedanya dengan manusia. Untuk beberapa kebutuhan, mereka juga melakukan transaksi jual beli di pasar manusia. Begitu pun untuk setiap pagelaran pesta rakyat. Manusia peri juga selalu berpartisipasi dalam setiap kemeriahan.
Tidak terkecuali hari ini!
Terutama karena Evelyn. Tuan Putri mereka.
Setiap makhluk dari ras peri yang sudah berusia ratusan tahun, entah itu peri monster, peri vampir maupun manusia peri, akan mengenali tuannya, kecuali para pembelot.
Jadi jelas para manusia peri yang datang itu terdiri dari dua golongan: golongan pendukung dan golongan pembelot.
Terlepas dari itu semua, kedua-duanya ingin melihat kemampuan Evelyn.
"Selamat datang di Babak Final Turnamen Elit Master Spiritual!" kedua pemandu acara berseru bersamaan. Keduanya terlihat jauh lebih bersemangat.
Begitu juga dengan para penonton, baik di Balai Budaya Kota Cahaya, maupun di alun-alun ibukota dan Balai Mulia kedua negara.
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, Tim Sekunder dari babak penyisihan masuk ke babak final.
Dan semua orang sudah tak sabar menantikannya.
Pemenang pertarungan babak semifinal antara Tim Jalur Juara Neraida melawan Tim Jalur Juara Ordo Angelos sudah bisa dipastikan.
Tentu saja Tim Jalur Juara Ordo Angelos!
Tidak pernah ada yang mengalahkan mereka selama seratus tahun.
Para kaisar di kedua negara sudah tidak terkejut.
Generasi muda Ordo Angelos tak ada yang mengecewakan. Di usia dua puluh tahun saja mereka sudah mencapai level Angelos.
Level Angelos adalah level tujuh puluh sampai tujuh puluh sembilan.
Tapi kalah dalam sepuluh detik dari Tim Sekunder…
Kaisar Shangri-La sungguh tak habis pikir!
Lagi-lagi ia berharap hal itu hanyalah suatu kebetulan.
Babak final akan menentukannya! katanya dalam hati. Mengulang perkataan pejabatnya.
"Mari kita lihat data peserta!" pemandu acara mengumumkan. "Tim Jalur Juara Ordo Angelos. Ketua tim, Istvan Claus. Usia dua puluh tiga, level kekuatan spiritual tujuh puluh dua, peri pelindung Bola Kristal Merkurius."
Evelyn mengerling ke arah Xenephon di seberang balkon.
Xenephon balas mengerling dan mengedipkan sebelah matanya.
"Yang kedua Adrian Camaro, usia dua puluh dua, level tujuh puluh satu, peri pelindung Tongkat Halilintar. Yang ketiga Felix Kata, usia dua puluh satu, level tujuh puluh, peri pelindung rantai neraka."
"Oh, s h i t !" gumam Evelyn. Aku benci rantai neraka, katanya dalam hati.
"Yang keempat Kahill Lucas, usia dua puluh dua tahun, level tujuh puluh, peri pelindung Cermin Sihir. Dan yang terakhir, Lexander Avram, usia dua puluh tahun, level enam puluh lima, peri pelindung Fire Skull!"
"Tim Sekunder Jalur Juara Penyisihan, Akademi Militer Dewa Mimpi!" pemandu acara yang satunya mengambil alih. "Ketua tim, Evelyn Katz, usia dua puluh tahun, level enam puluh tiga, peri pelindung poison ivy."
Tepuk tangan dan siulan usil para lelaki menggema di bangku penonton.
"Cantik tapi beracun!" seorang pria berteriak.
"Kalau kau kalah aku akan menikahimu!" teriak pria lainnya.
Migi Vox melotot di bangku kehormatan. Mikhail dan Xenephon serentak merenggut lengan armornya di kiri-kanannya. Boneka itu menjentikkan energi cahaya berbentuk kelereng secara diam-diam dan lidah pria yang berteriak tadi mendadak kelu.
Migi Vox tersenyum miring.
"Yang kedua, Cleon Jace, usia dua puluh satu, level lima puluh lima, peri pelindung palu," pemandu acara kedua melanjutkan. "Yang ketiga Electra Dan, usia dua puluh, level lima puluh satu, peri pelindung ceetah. Yang keempat Altair Nano, usia dua puluh empat, level lima puluh dua, peri pelindung beruang kutub. Dan yang terakhir, Xena Moz, usia dua puluh satu, level lima puluh dua, peri pelindung elang."
"Tim Master Spiritual level Angelos melawan Tim Master Spiritual level Guardian, mana yang akan menang?" pemandu acara satunya menimpali. "Sangat dinantikan pertarungannya!"
"Langsung saja! Kita persilahkan kedua tim untuk memasuki arena!" pemandu acara lainnya menambahkan.
Aula meledak oleh tepuk tangan spektakuler.
Kedua tim bergegas turun ke arena, kemudian berhadap-hadapan dan membungkuk dengan hormat tentara.
"Dalam hitungan ketiga, kedua tim mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindung masing-masing!" pemandu acara menginstruksikan. "Satu…"
Evelyn menghela napas dalam-dalam, kemudian memasang kuda-kuda, diikuti keempat rekannya. Begitu juga dengan tim lawan.
Dalam hitungan ketiga, kedua tim sudah mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindungnya masing-masing.
GROAAAAAAARRR…
Aula membara oleh aura spiritual yang sangat memukau.
Para guardian serentak menegang.
Begitu pula dengan Kaisar dan para pejabat kehormatan di Balai Mulia Neraida.
Lady Chaterine dan kakak iparnya juga sepupunya berdebar-debar.
Sang Ratu membeku dengan ekspresi harap-harap cemas.
Tidak satu pun dari para wanita itu berharap Evelyn menang, mereka hanya berharap Evelyn baik-baik saja.
Rata-rata anggota Tim Jalur Juara Ordo Angelos sudah mencapai level Angelos, hanya satu orang yang masih level kaisar, itu pun terpaut tiga angka di atas Evelyn sebagai satu-satunya pemilik level kaisar.
Tampaknya tidak ada harapan bagi tim Evelyn mengingat tim sebelumnya kalah telak dari mereka.
Tim Jalur Juara Neraida adalah Para Master Penggali Bakat level Kaisar. Salah satu dari mereka bahkan telah mencapai level Angelos.
Lagi pula mereka Ordo Angelos!
Siapa yang tidak tahu bahwa Ordo Angelos tak pernah terkalahkan selama seratus tahun.
Tapi siapa yang tidak tahu Evelyn juga dipenuhi kejutan?
Semoga ada keajaiban! harap Kaisar.
Jika tim Evelyn memenangkan pertandingan, tak hanya akan menjadi sejarah pertama setelah seratus tahun, tapi juga akan menghantarkan Neraida ke puncak dunia sebagai negara terkuat.
"Mulai!" Kedua pemandu acara berteriak lantang.
Evelyn mengeluarkan peri pelindungnya melalui punggung, kemudian melilit pinggang teman-temannya.
Keempat temannya melengak.
Para guardian mereka terperangah.
Begitu juga dengan semua orang.
"Apa yang dia lakukan?" orang banyak mulai bertanya-tanya.
"Apa dia hilang kendali lagi?" tanya Lady Die cemas.
"Tidak," jawab Nazareth, menenangkan para guardian di kiri-kanannya. "Sulur tanaman itu akan berubah menjadi ular kalau dia hilang kendali!" ia memberitahu.
"Eve—" Electra terpekik dengan ekspresi ngeri.
"Percayalah padaku," Evelyn meyakinkan teman-temannya.
Keempat temannya mendesah bersamaan. Syukurlah! pikir mereka lega. Dia dalam keadaan sadar.
"Kukira kau hilang kendali lagi," seloroh Xena.
"Tidak akan," tukas Evelyn. "Kecuali jika kalian menggoda Lord Vox!"
"Tidak akan!" sembur teman-temannya bernada jengkel.