Poison Eve

Poison Eve
Chapter-106



"Bukan begitu caranya menangani adikmu, Sloan!"


"Dia semakin kuat dari hari ke hari."


"Itu karena kau terus-terusan menindas adikmu. Kebiasaanmu yang membuatnya menjadi pemberontak."


Suara-suara itu berasal dari ruang makan keluarganya ketika Cleon berjalan di koridor yang menghubungkan ruang tamu dan ruang tengah.


"Bagaimanapun dia adalah adikmu, hanya dengan merangkulnya kau baru bisa menaklukkannya!"


Cleon menghentikan langkahnya di depan pintu. Menaklukkan? pikirnya terkejut. Merasa tersengat oleh kata-kata ibunya.


"Cleon?" suara lembut ibunya menyentakkannya.


Cleon mengerjap dan mengangkat wajah, melayangkan pandang ke seberang ruangan.


Sloan beranjak dari tempat duduknya dengan wajah cemberut, lalu bergegas keluar melewati Cleon sambil menyerempetnya.


Cleon terhuyung ke samping.


Ibunya menghambur ke arah Cleon dan memeluknya.


Cleon tak bereaksi. Menaklukkan! ulangnya dalam hati. Itukah yang diinginkan ibuku?


"Cleon—are you okay?" Ibunya bertanya cemas. Ia menarik wajahnya menjauh dari Cleon dan mendongak menatap matanya.


Cleon tetap bergeming. Kata-kata ibunya meresap ke dalam sanubarinya, melukainya sedemikian rupa. Lalu tiba-tiba ia mengedikkan bahunya, menyentakkan tangan ibunya dan beringsut menjauhinya.


"Cleon?" Ibunya terperangah. Sebelah alis rampingnya terangkat tinggi.


Cleon merenggut leher ibunya dan mencekiknya.


Ibunya tersentak dan memelototinya.


Cleon mengetatkan cengkeramannya.


"Cleon! Apa kau sudah gila?" pekik ibunya dengan suara tercekat. Ia merenggut pergelangan tangan Cleon dengan kedua tangannya, berusaha melepaskan cengkeramannya.


Cleon mengatupkan matanya dan menggertakkan gigi, mencoba menguatkan hatinya, menjadikan kata-kata yang melukainya sebagai alasan untuk membenci ibunya.


Menaklukkan! Ia mengulang-ulang kata-kata itu dalam benaknya hingga kehilangan makna.


"Cleon! Apa yang kau lakukan?"


Ia mendengar suara ayahnya menggelegar di ujung koridor, disusul suara-suara berdebam tumit sepatu yang beradu dengan lantai.


Ayahnya berlari ke arah mereka.


Cleon melontarkan energi cahaya ke arah ayahnya dari telapak tangannya yang satu lagi.


BLAAASH!


Ayahnya terpental ke belakang, tapi tak sampai jatuh. Dengan geram pria itu mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindungnya sambil menerjang ke arah Cleon.


Bersamaan dengan itu, Cleon memutar tubuhnya dengan cepat dan menjadikan ibunya sebagai tameng.


GLAAAAAARRR!


Ledakan cahaya membuncah ketika peri pelindung palu milik ayahnya menghantam perut ibunya.


BRUK!


Duchess itu terpuruk dengan mata dan mulut membulat tanpa suara.


"TIDAAAAAAAKKK!!!" Lolongan ayahnya menggelegar ke seluruh rumah.


Detik berikutnya, suara-suara berdebuk menyerbu ke ruang makan.


Cleon menarik sebelah kakinya ke belakang dan menekuk lututnya sedikit dalam sikap kuda-kuda.


Sloan menyeruak ke arahnya bersama sejumlah pengawal dan para pelayan pria.


"What the—" Sloan berhenti dan membeku di belakang ayah mereka, tertunduk menatap ibunya dengan mata terbelalak.


Dan sebelum Sloan sempat bereaksi, Cleon sudah mengeluarkan teknik penyatuan tiga jantung yang membuat lantai mewah rumah mereka terkoyak.


KRAAAAKKK!


Orion Jace tersentak dan spontan menggeram, kemudian menerjang ke arah Cleon sambil mengayunkan peri pelindung palunya.


Para pengawal keluarga mereka serempak ikut menyerang.


Cleon mengayunkan peri pelindung palunya ke lantai.


DUAAAAARRRR!


Orion Jace terpeleset dan hampir terperosok ke dalam lubang bersama para pengawal.


Sloan meraung dengan murka, secara otomatis mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindungnya, kemudian melesat ke arah Cleon melewati ayah mereka.


Cleon berhasil menghalau kakaknya dengan melemparkan peri pelindungnya. Bersamaan dengan itu, ia mengeluarkan teknik pertama dari cakra ketiga yang didapatkannya dari goliath.


Ayahnya terkesiap dan meresponnya dengan salah satu teknik terkuat yang sangat berbahaya.


Bersamaan dengan itu, Sloan juga bersiap mengeluarkan teknik kedua.


Cleon mengeluarkan lagi teknik penyatuan tiga jantung dengan kekuatan goliath.


GLAAAAARRR!


Ledakan di lantai meningkat sepuluh kali lipat lebih dahsyat, menciptakan lubang yang jauh lebih besar lagi.


Atap rumah mereka turut terbelah dan ambruk bersama sejumlah pilar.


Sloan dan ayah mereka terpental ke belakang bersama kepulan debu bercampur kerikil dan serpihan tembok.


Orion Jace mendarat di seberang ruangan di tepi retakan lantai.


Sloan jatuh terduduk di seberang lainnya.


Cleon tidak menunggu sampai keduanya mengeluarkan teknik kedua atau ketiga mereka, ia mengayunkan palunya ke seberang ruangan dengan teknik memutar yang didukung dengan teknik penyatuan tiga jantung, ditambah cakra goliath, palunya membengkak sepuluh kali lipat dan berputar cepat seperti gangsing raksasa yang menghancurkan sebagian besar dinding dan merobohkan sejumlah pilar.


Sloan dan ayah mereka spontan menghindar ke dua arah yang berlawanan.


DUAAAAARRRR!


DUAAAAARRRR!


Palu raksasa itu membadai menyapu seluruh rumah.


Orion Jace melambung melewati atap rumah mereka yang telah terkuak, dan melesat ke arah Cleon dengan teknik yang lebih berbahaya.


Sloan menerjang dari arah lain dengan teknik pukulan acak bertubi-tubi dengan cakra raksasa yang sama.


Cleon mengayunkan palunya lagi ke lantai, dengan tetap mempertahankan teknik penyatuan tiga jantung. Itu adalah satu-satunya teknik yang tidak dimiliki ayah dan juga kakaknya. Selebihnya, selain pengalaman hanya kekuatan level ayahnya yang membedakan mereka.


Tapi tentu saja Cleon sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan tidak terduga ini sebelum ia memutuskan mengambil misi dari Nazareth. Ia tahu ia tak mungkin mengalahkan ayahnya dengan hanya mengandalkan kekuatan spiritual.


Teknik andalan ayahnya yang paling berbahaya adalah aura membunuh, di mana hempasan palunya bisa menekan dalam radius puluhan kilometer tanpa harus repot-repot mengarahkan pukulan pada target.


Namun kelemahan ayahnya sama jelasnya dengan kekuatannya.


Teknik berbahaya itu sangat menguras banyak energi.


Salah satu teknik terkuat yang dikeluarkannya tadi sudah memakan separuh energi cahaya. Teknik yang lebih berbahaya bisa memakan seluruh sisa energinya.


Jadi, Cleon hanya perlu menghindar dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan balik.


Cleon melesat ke arah Sloan sambil mengayunkan palunya ketika ayah mereka baru mengerahkan separuh energinya untuk dirangkum ke dalam peri pelindungnya.


Begitu ayahnya mengayunkan palu di tangannya, tidak ada lagi kesempatan untuk membatalkan serangan itu.


Dan…


GLAAAAAAAARRR!!!


Sloan yang tidak punya persiapan akan hal itu terkena dampak serangan ayahnya, sementara Cleon sudah melejit sambil melontarkan palunya ke arah ayahnya.


BUUUUMM!


Ledakan cahaya bercampur dentuman besar membuncah seperti gunung meletus.


Orion Jace terpental ke udara dan jatuh terjerembab di antara puing reruntuhan rumah mereka yang porak-poranda.


Sloan terperangah membuka mulutnya tanpa suara, mengulurkan sebelah tangan ke arah ayahnya dalam posisi tengkurap dan hanya meraih udara kosong. Ia merangkak dengan lemah dan gemetaran.


Cleon mendarat di dekat ayahnya dan membungkuk untuk memeriksa kondisi ayahnya.


Pria paruh baya itu terkapar lemah dengan tubuh gemetar.


Cleon melirik sekilas pada kakaknya dan tersenyum miring.


Daripada menyerap cakra ibuku, bukankah lebih baik aku menyerap cakra ayahku?! katanya dalam hati. Lalu duduk bersila di sisi ayahnya.


Tak lama kemudian, sebuah lingkaran cahaya berwarna merah berbentuk cakram sebesar cincin menguap keluar dari mulut ayahnya dan melayang-layang di sekelilingnya.