
"Selanjutnya!" pemandu acara mengumumkan. "Ronde terakhir babak kedua penentuan. Tim Morfeus Academy melawan tim Akademi Militer Poseidon!"
Tepuk tangan menggelegar di Balai Mulia kedua negara.
"Neraida pasti menang!"
"Neraida pasti menang!"
Para hadirin di Balai Mulia Neraida berteriak penuh semangat.
Wajah-wajah di Balai Mulia Shangri-La mengencang penuh tekad, penuh harapan dan menegang karena bersemangat.
"Akhirnya bertemu sesama aliran militer," komentar salah satu pemandu acara.
Kedua tim itu saling membungkuk dengan hormat tentara.
"Tak ingin berlama-lama, mari kita saksikan saja pertarungan terakhir babak kedua penentuan!"
Balai Mulia kedua negara kembali menggemuruh oleh tepuk tangan.
Migi Vox ikut bertepuk tangan dengan ekspresi polos anak balita.
Kedua tim mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindung mereka bersamaan.
Arena pertarungan kembali membara oleh aura persaingan yang sangat kental.
Ketua tim Akademi Militer Poseidon memiliki peri pelindung dua katana.
"Peri pelindung ganda!" pekik para hadirin di Balai Mulia Neraida.
Para hadirin di Balai Mulia Shangri-La tersenyum bangga.
Peri pelindung ganda merupakan bakat lahir yang sangat langka. Salah satu peri pelindung mutasi dengan kasus khusus. Bukan hasil pelatihan, melainkan anugerah seperti terlahir dengan kekuatan cahaya penuh. Bisa juga disebut cacat bawaan. Tergantung bagaimana orang memandangnya. Jika itu peri pelindung tak berguna, bisa saja orang menganggap itu sebagai cacat.
Nazareth bertukar pandang dengan Nyx Cornus.
"Takutnya Evelyn sudah menemukan lawannya," bisik Nyx Cornus dalam bahasa cahaya.
Migi Vox menelengkan kepalanya, menatap layar dengan mata terpicing seakan coba menilai, kemudian menyilangkan kedua tangannya di depan dada sembari menyeringai.
Nyx Cornus mengerling sekilas ke arah boneka itu, lalu menatap Nazareth.
"Evelyn sudah mencapai level kaisar," balas Nazareth dalam bahasa cahaya yang sama. Tatapannya tidak beralih dari layar yang khusus menampilkan Evelyn.
Evelyn menautkan kedua telapak tangannya di depan dada, memunculkan peri pelindungnya dalam bentuk pedang menyala dari sela-sela kedua telapak tangannya dan mencuat ke atas. Dan ketika ia merenggangkan kedua telapak tangannya, pedang itu menjadi dua.
Para hadirin di Balai Mulia kedua negara terkesiap.
"Dia mencoba mengimbanginya!" desis Lady Die bernada takjub.
"Tapi…" Nyx Cornus mengerutkan keningnya, masih bicara dengan Nazareth dalam bahasa cahaya. "Perkembangan Evelyn terlalu pesat. Apa tidak terlalu dipaksakan?"
"Benar," jawab Nazareth. Masih dalam bahasa cahaya. "Tapi dia terlahir dengan karunia cahaya penuh."
"Jadi, perkembangan seperti itu tidak masalah?" tanya Nyx Cornus.
"Bagi orang biasa, perkembangan yang terlalu pesat memang masalah serius," tukas Nazareth. "Tapi bagi orang yang terlahir dengan kekuatan penuh alami, pertumbuhan pesat juga bersifat alami."
Nyx Cornus tercengang dengan ketertarikan baru.
"Orang biasa takkan bertumbuh dalam tekanan portal teleportasi!" Nazareth menambahkan.
Benar juga! pikir Nyx Cornus.
Sementara itu, pertarungan sudah berjalan sengit.
Pemilik peri pelindung pedang ganda itu menerjang ke arah Evelyn, mengayun-ayunkan kedua pedangnya dengan gerakan lincah dan ringan seperti pasukan ninja terlatih.
Evelyn melejit ke udara dan menukik sambil menyilangkan kedua pedangnya di depan wajah, kemudian mengayunkan keduanya ke arah berlawanan.
BLAAAAASSSHHH!
Ledakan cahaya berwarna emas berbentuk silang menerjang ke arah pemilik peri pelindung katana dan mendorongnya ke belakang.
Cleon memantul-mantul dengan cepat dari sisi yang satu ke sisi lainnya, membentur-benturkan palunya dalam pukulan acak, mengempaskan angin kencang dan ledakan cahaya, mengimbangi pemilik peri pelindung naga biru dari tim lawan.
Pemilik peri pelindung singa bersayap itu menjadi bagian Electra. Dan pemilik peri pelindung belalang bagian Xena.
Sialnya kecepatan pemilik peri pelindung belalang itu tak bisa diremehkan. Dalam setiap lompatannya, ia bisa saja berpindah sasaran dari Xena ke Electra, atau sebaliknya. Membuat fokus kedua gadis itu menjadi kacau.
Di sisi lain, Altair berhadapan dengan pemilik peri pelindung gorila sebesar gunung.
Pertarungan ronde terakhir babak kedua penentuan membuat tim Morfeus Academy sedikit kewalahan mengingat mereka mendapat giliran paling pertama, sementara kondisi tim lawan masih begitu prima dengan masing-masing peri pelindung yang sangat kuat.
Jika mereka kalah di ronde ini, tim Akademi Militer Poseidon yang akan menuai jerih payah mereka dari awal.
Melihat Xena dan Electra terlempar dari udara, mau tak mau fokus Evelyn pun menjadi kacau.
Pada waktu bersamaan, Altair juga sudah tersungkur ditindas kaki gorila.
Sementara Cleon sudah tak sanggup mengangkat palunya.
Evelyn memantulkan tubuhnya dan melakukan gerakan memutar di udara sambil menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemarinya di depan wajah, mencoba mengeluarkan teknik cahaya sementara ia melayang. Setelah ia berhasil menghimpun tenaga dalamnya ke telapak tangan, ia mendarat di belakang Cleon dan mendorong punggung pemuda itu, menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Cleon melalui telapak tangannya.
BLAAAAAASSSSHHH!
Tubuh Cleon berpendar dan bercahaya. Energi cahaya dan staminanya kembali pulih dalam sekejap.
"Teknik kekuatan inti peri pelindung leluhur!" instruksi Evelyn dalam bisikan halus namun penuh kuasa.
Cleon mematuhinya antara sadar dan tidak.
Detik berikutnya, sosok ilusi Apollo muncul di belakang mereka dengan aura pembunuh Orion Katz. Palu Cleon membengkak dua kali lipat.
Lantai arena dilanda tornado.
Para penonton di Balai Mulia kedua negara terperangah sambil menahan napas.
Nazareth mengerjap gelisah. Apollo dengan aura pembunuh, pikirnya ngeri. Kuharap dia bisa mengendalikannya!
Kelima anggota tim Akademi Militer Poseidon berpaling pada Evelyn, lalu mulai mengepungnya.
Xena dan Electra mencoba menarik bangkit tubuh mereka, tapi kembali terhuyung.
Altair bahkan hanya sanggup mengangkat wajah.
GROAAAAAAARRR!
Cleon mengangkat palunya dengan kedua tangan, dan seketika seluruh arena diliputi kuasa besar yang tak terlihat yang membuat semua orang di sekelilingnya kembali seperti ditekuk, dipaksa untuk merunduk.
Kelima remaja dari tim lawan terdorong ke belakang dan sulit bergerak, seperti melawan angin kencang namun berkali lipat lebih mendesak.
Cleon bersiap mengayunkan palunya, tapi kelima anggota tim lawan mengangkat tangan mereka.
"Kami mengaku kalah!" teriak mereka dengan suara tercekik.
"Pertarungan berakhir!" pemandu acara mengumumkan dengan suara tak kalah tercekik. "Tim Morfeus Academy memenangkan pertarungan!"
Balai Mulia Neraida meledak oleh tepuk tangan spektakuler.
Nazareth mengembuskan napas pelan.
Evelyn menurunkan telapak tangannya dari punggung Cleon dan seketika kedua remaja itu terpuruk dan jatuh berlutut.
Xena dan Electra segera menghambur ke arah mereka.
"Pihak kita yang payah atau mereka sedang beruntung?" gumam Kaisar Shangri-La sangat kecewa.
Para peserta tertunduk tanpa daya.
Ketua tim peringkat atas mengerjap dengan gelisah. Satu-satunya harapan Shangri-La hanya tim mereka sekarang.
"Babak final akan membuktikannya, Yang Mulia!" komentar seorang pejabat. "Pada akhirnya kedua negara akan dihadapkan dengan tim Ordo Angelos. Selama seratus tahun, pemenang Turnamen Elit Master Spiritual selalu hanya Ordo Angelos. Kita akan melihat bagaimana mereka mengatasinya."
Sementara itu, Balai Mulia Neraida gegap-gempita oleh euforia spektakuler.
"Neraida menang lagi!"
"Neraida pasti menang sampai akhir!"