
"HIAAAAAAAT!"
Electra melambungkan tubuhnya ke udara sementara Evelyn menyapukan tendangan memutar di permukaan tanah, Cleon dan Altair menerjang di sisi lainnya sementara Xena berlari cepat dengan gerakan lurus.
SLASH!
Migi Vox mengayunkan tongkat kayunya sambil memutar dan seketika Cleon, Altair, Electra dan Xena terpelanting bersamaan.
Evelyn memanfaatkan kesempatan itu untuk mengayunkan sebelah kakinya ke atas untuk menyerang Migi Vox.
Boneka itu terhempas dan terlempar cukup jauh, tapi tentu saja tak sampai jatuh, hanya melejit seperti balon karena tubuhnya yang ringan.
Nazareth berdiri di tepi pekarangan bersama Xenephon dan Nyx Cornus, mengawasi latihan itu dengan ekspresi datarnya yang khas sembari bersedekap.
Keempat teman Evelyn melompat berdiri dan memasang kuda-kuda lagi, sementara Migi Vox sudah melesat ke arah Evelyn sambil mengayunkan tongkatnya lagi.
Evelyn menangkisnya dengan tendangan memutar di udara.
Lalu keduanya sama-sama terhempas, tapi tak sampai jatuh.
Tongkat di tangan Migi Vox terlempar dari genggamannya.
Bersamaan dengan itu, Altair menerjang ke arah Migi Vox yang terhempas ke arahnya.
BUG!
Altair berhasil mendaratkan telapak tangannya di punggung Migi Vox dan melemparkan boneka itu ke arah Cleon.
Cleon mengayunkan siku tangannya sambil memutar dan berhasil mendaratkannya di perut Migi Vox.
Boneka itu terlempar lagi ke arah Electra dan gadis itu berhasil mendaratkan tendangan di pinggang boneka itu.
Sekarang boneka itu terlempar ke arah Xena dan gadis itu menangkap tengkuknya dan menguncinya dalam genggamannya.
Migi Vox meronta-ronta dengan kedua tangan mengepak-ngepak di sisi tubuhnya.
Xena mengangkat tubuh boneka itu di depan wajahnya sembari menyeringai.
Nazareth tersenyum samar, "Good job!" pujinya dengan ekspresi datar.
Teman-teman Evelyn berlanting gembira dengan wajah berseri-seri.
Evelyn mengerutkan keningnya. Ada apa dengan Migi Vox hari ini? ia bertanya-tanya dalam hatinya.
Boneka itu tidak segesit biasa!
Evelyn melirik guardiannya dengan tatapan cemas.
Pria itu balas meliriknya dengan raut wajah tetap datar.
Evelyn mengerjap dan menelan ludah, kemudian mengerling ke arah Migi Vox yang masih meronta-ronta dalam cengkeraman Xena. Ia menghampiri Xena dan meraih Migi Vox dengan kedua tangannya.
Migi Vox melompat ke dalam pelukan Evelyn dan menggelayut di leher gadis itu.
"Apa yang salah, Vox?" bisik Evelyn di telinga Migi Vox sambil menepuk-nepuk lembut punggung boneka itu.
Migi Vox menyusupkan wajahnya di ceruk bahu Evelyn.
Teman-teman Evelyn mengerling ke arah mereka dengan mata terpicing.
"Apa dia baik-baik saja?" tanya mereka bersamaan.
"It's ok," tukas Nazareth tanpa ekspresi. "Lanjutkan berlatih dengan Lady Corn!" ia menginstruksikan.
Kelima remaja itu memekik tertahan sembari menoleh pada Nyx Cornus dengan mata dan mulut membulat.
Nyx Cornus mendongakkan hidungnya sambil berkacak pinggang.
Kelima remaja itu mengerjap dan menelan ludah.
Nazareth meraup Migi Vox dari bahu Evelyn dan memeluknya. Menepuk-nepuk lembut punggung boneka itu seraya mengedar pandang, mengawasi setiap wajah satu per satu, lalu berhenti pada Nyx Cornus. Ia menelengkan kepalanya sedikit mengisyaratkan gadis guardian itu untuk memulai.
Nyx Cornus melangkah ke tengah pekarangan di depan kelima remaja itu.
"Nyx…" Xenephon menegur wanita itu dengan suara lembut.
Nyx Cornus menoleh dengan mata terpicing.
"Jangan terlalu kejam!" Xenephon memperingatkan.
Kelima remaja itu spontan menegang.
Nyx Cornus menepuk tinjunya di depan dada sembari menyeringai, kemudian menatap kelima remaja di depannya dengan tatapan tajam.
Kelima remaja itu bersiap memasang kuda-kuda dengan ekspresi gelisah. Lalu menerjang bersamaan.
SLASH!
Evelyn tersandung tendangan mautnya dan terjerembab.
Xena terpelanting terkena sabetan tangannya.
Electra berhasil terluput berkat lompatan salto, sementara Cleon dan Altair berhasil terluput dengan mengelak dan mengedikkan bahunya.
Nyx Cornus melambungkan tubuhnya dengan kedua kaki terentang lurus di udara, satu kaki terjulur ke depan, satu kaki lainnya terentang ke belakang, kedua tangannya mengepak dengan luwes di kedua sisi tubuhnya seakan sedang menari sekaligus terbang bebas.
BLAAAAAAASH!
Giliran Cleon dan Altair sekarang yang terhempas terkena sabetan kakinya ketika mereka coba menerjang dari arah depan dan belakang Nyx Cornus.
Electra memanfaatkan kesempatan itu untuk menerjang ke arah Nyx Cornus dengan gerakan salto yang sama, kemudian mendaratkan kedua telapak tangannya di bahu guardiannya.
BUG!
Nyx Cornus terdorong ke bawah dan jatuh mendarat dalam posisi setengah jongkok setengah berlutut, sebelah kakinya mendarat dengan dengan lutut, dan kaki lainnya mendarat dengan telapak kaki.
Bersamaan dengan itu, Evelyn dan Xena menerjang ke arah Nyx Cornus di kiri-kanannya. Xena menukik menghujamkan tinjunya, sementara Evelyn menyerampang menyapukan tendangan memutar di permukaan tanah.
BUG!
Nyx Cornus menangkis kedua serangan itu dengan telapak tangannya.
Evelyn dan Xena terpental ke arah yang berlawanan, tapi tak sampai jatuh. Keduanya berhasil menyeimbangkan tubuh mereka dan mendarat dalam posisi kuda-kuda.
Nyx Cornus melompat meluruskan tubuhnya dan kembali memasang kuda-kuda.
Kelima remaja itu kembali menerjang dari lima arah yang berlawanan.
Tapi lagi-lagi Nyx Cornus berhasil menangkis semua serangan dengan tendangan memutar.
Gerakannya sedikit mirip dengan Electra, pikir Evelyn. Tipe penyerang samping!
Jika mereka menggunakan kekuatan cahaya, bisa dipastikan Evelyn lebih memilih teknik menjerat daripada langsung menyerang.
Tapi tanpa kekuatan cahaya…
Evelyn memaksa dirinya berpikir cepat. Lalu menerjang dalam gerakan memutar, tapi tidak menyerang, ia meliukkan tubuhnya dan menempel di punggung Nyx Cornus.
Nyx Cornus melirik Evelyn melalui sudut matanya dengan waspada sementara keempat remaja lainnya menerjang dari ke empat penjuru.
Evelyn memutari Nyx Cornus dengan jarak yang cukup rapat.
Bersamaan dengan itu, Electra dan Cleon menerjang di kiri-kanannya.
BUG!
Electra berhasil mendaratkan tendangan di pinggang Nyx Cornus sementara Cleon mendaratkan pukulan di pangkal lengannya, bersamaan dengan itu, Evelyn menyergap lehernya dan mengunci gerakannya.
"Nice!" Xenephon bertepuk tangan sementara kekasihnya terpuruk di tengah kepungan sambil terengah-engah.
Nazareth tersenyum tipis, kemudian mengangguk ke arah Nyx Cornus mengisyaratkan tugasnya sudah selesai.
Nyx Cornus balas mengangguk, kemudian menghela tubuhnya berdiri.
Kelima remaja itu membungkuk padanya dengan hormat tentara.
"Kerja bagus!" puji Nazareth lagi. "Selanjutnya, kalian akan berlatih dengan Master Claus!" katanya.
Kelima remaja itu mengerling ke arah Xenephon dengan tatapan gusar.
Xenephon mengedipkan sebelah matanya pada mereka sambil berbalik dan merangkul bahu kekasihnya, lalu bergegas ke halaman belakang.
"Beristirahatlah!" perintah Nazareth. "Sebentar lagi makan malam."
Kelima remaja itu membungkuk serempak, sementara Nazareth mengekor di belakang Xenephon dan Nyx Cornus.
Evelyn menghambur ke arah Nazareth sementara teman-temannya berpencar menuju kamar mereka.
Nazareth menghentikan langkahnya dan menoleh pada Evelyn dengan mata terpicing.
Evelyn spontan ikut berhenti, menatap Nazareth dengan ekspresi ragu.
Nazareth mengerutkan dahi.
"Master…" Evelyn tertunduk dengan wajah tersipu. "Apa Migi Vox baik-baik saja? Maksudku---kenapa hari ini dia… tidak segesit biasanya?"
Nazareth tersenyum tipis, "Tidak, Eve! Bukan Vox yang tidak gesit, tapi daya tangkapmu yang sudah berubah."
Giliran Evelyn sekarang yang mengerutkan dahi. Benarkah?