Poison Eve

Poison Eve
Chapter-50



"Whoaaaaa…" Xena bergumam kagum seraya mengedar pandang dengan mata dan mulut membulat. "Aku tak percaya akhirnya aku bisa makan di lantai dua."


Murid-murid dari kalangan bangsawan di tempat itu menatap Xena dengan sinis.


"Miskin!" salah satu dari mereka mendengus seraya mendelik.


Evelyn merenggut pergelangan tangan Xena dan menariknya cepat-cepat. "Sudahlah! Jangan lihat lagi!"


Lady Die melirik anak asetnya itu dari mejanya dengan tampang muak. Benar-benar memalukan, erangnya dalam hati.


Altair mengekori kedua gadis itu ke arah meja. Ia menarik salah satu bangku dan duduk berseberangan dengan kedua gadis itu.


"Sekarang ceritakan padaku mengenai rahasia teknik rumput liarmu!" tuntut Xena setelah mereka duduk dan memesan makanan. "Kau sudah janji, ingat!"


"Well---yeah, aku tak akan lupa!" jawab Evelyn sambil membungkuk mengambil garpu dan pisau dari tengah meja, lalu mengambil sepotong daging panggang dan menaruhnya di piringnya. "Lagi pula kita akan menjadi rekan tim ke depannya. Apa yang perlu kurahasiakan dari kalian?"


Xena dan Altair menanggapinya dengan gembira.


Tapi sebelum Evelyn memulai, seseorang menghampiri meja mereka. "Boleh aku bergabung?"


Evelyn, Xena dan Altair serentak menoleh ke sumber suara.


Cleon Jace tersenyum pada Evelyn sambil membawa nampan makannya.


"Tentu," jawab Evelyn sambil melayangkan tangannya mempersilahkan Cleon untuk duduk. "Bagaimanapun kita akan menjadi rekan tim."


Cleon mengambil tempat duduk di samping Altair dan menyapa pemuda itu dengan anggukan singkat.


Altair membalasnya dengan anggukan yang sama sambil tersenyum.


Para guardian melirik ke arah mereka dan bertukar pandang satu sama lain dari mejanya masing-masing.


Nyx Cornus menoleh pada anak asetnya yang juga lolos ke babak lima besar, Electra Dan. Kebetulan hari itu dia juga mengundang gadis itu makan di lantai dua untuk merayakan kemenangannya di babak sepuluh besar. "Lihat mereka," katanya dengan suara lembut. "Kau akan menjadi rekan tim mereka ke depannya. Bergabunglah!" perintahnya.


Electra menoleh ke arah meja Evelyn dengan tatapan ragu, kemudian menatap guardiannya lagi.


Nyx Cornus mengangguk pelan dan tersenyum lembut.


Electra akhirnya beranjak dan membungkuk ke arah Nyx Cornus dan Xenephon di sampingnya. Lalu bergegas membawa nampan makannya ke meja Evelyn.


Keempat remaja yang akan menjadi rekan timnya mengerjap menatap Electra.


Electra membeku dengan kikuk, "Boleh aku bergabung?" ia bertanya dengan suara pelan.


Evelyn tersenyum padanya sambil beranjak, menarik bangku di sampingnya dan mempersilahkan Electra duduk.


"Thanks," Electra tersenyum malu dan bergabung dengan mereka.


"Dengar," kata Xena dengan riang. "Evelyn akan membocorkan rahasia tekniknya pada kita."


Electra dan Cleon terperangah menanggapinya.


"Are you sure?" Cleon bertanya tak yakin sambil menatap ke arah Evelyn.


Evelyn mengulum senyumnya dan mengangguk. "Kita adalah rekan tim mulai sekarang," katanya. "Tidak ada yang perlu dirahasiakan."


"Tunggu dulu!" sela Altair menginterupsi. "Kita belum masuk babak final. Apa kau yakin ingin membocorkan rahasiamu. Kau bahkan belum bertarung denganku!"


"Benar!" Cleon setuju. "Bagaimana kalau dibuka nanti saja setelah selesai turnamen?"


Xena menggembungkan pipinya dengan tampang sebal. "Tapi dia kan, sudah janji padaku!" gumamnya bernada merajuk.


"Sudah!" Evelyn menengahi. "Tidak apa-apa. Lagi pula aku hanya akan membocorkan satu teknik yang aku janjikan pada Xena. Aku tidak keberatan!"


Keempat rekannya menanggapi dengan antusias.


"Kalian tahu Teori Kekuatan Inti Peri Pelindung?" Evelyn bertanya pada teman-temannya.


Teman-temannya mengangguk bersamaan, kecuali Xena Moz.


"Ada yang tahu apa saja kekuatan inti peri pelindung?" Evelyn bertanya lagi.


"Peri pelindung peniru," Cleon menjawab cepat-cepat.


"Peri pelindung mutasi!" Electra menimpali.


Evelyn menatap keduanya dengan mata berbinar-binar.


"Peri pelindung parasit," Altair menambahkan.


Xena terperangah dan mengedar pandang, menatap teman-temannya satu per satu dengan mata terbelalak. "Kalian semua membaca teori Lord Vox?" ia bertanya setengah memekik.


"Apa salahnya?" tukas Electra. "Bagaimanapun dia pemilik sekolah kita!"


Xena mendesah dan tertunduk dengan raut wajah muram. "Lady Die melarang kami mempelajarinya," gumamnya dengan sedih.


"Are you kidding…?"


Keempat rekannya memekik bersamaan seraya menatap Evelyn dengan terkesiap.


"Apa sih, yang mereka bicarakan?" salah satu murid elit mengerang di meja lain. "Berisik sekali!"


"Kau tak malu, ya?" Murid elit lain berteriak dari meja lainnya. "Mereka adalah lima besar!"


Murid elit pertama mengetatkan rahangnya dan melotot ke arah murid yang tadi meneriakinya.


Suasana berubah gaduh.


Evelyn dan teman-temannya mengedar pandang.


Salah satu guardian akhirnya menggebrak meja menenangkan mereka.


Seisi ruangan dicekam kesunyian.


Evelyn dan teman-temannya melanjutkan makan tanpa bicara lagi. Lalu bergegas keluar setelah mereka selesai makan dan berkumpul di dekat air mancur.


"Orang kaya menyebalkan!" gerutu Xena setelah mereka sampai di dekat air mancur.


Evelyn dan Altair melirik ke arah Cleon.


Cleon tidak menunjukkan rasa tersinggung. Senyuman penuh pemahaman tersungging di sudut bibirnya. Ia mengangguk tipis pada Altair untuk meyakinkan temannya bahwa ia bisa mengerti.


"Lanjutkan soal kekuatan inti peri pelindung!" Electra berkata pada Evelyn.


"Hmh!" Evelyn mengangguk singkat.


Cleon dan Altair mengambil tempat duduk di tepi kolam, sementara para wanita duduk di bangku taman.


"Yang disebut sepuluh kekuatan inti peri pelindung adalah…" Evelyn menggantung kalimatnya dan tercenung. Wajah tampan guardiannya berkelebat di pelupuk matanya. Tiba-tiba hatinya terasa sakit.


Teman-temannya menatap Evelyn dengan alis bertautan. Lalu saling bertukar pandang.


"Sudahlah!" gumam Electra sambil menyentuh pundak Evelyn dengan lembut. "Kalau kau belum siap mengutarakannya, kami tidak keberatan. Lagi pula kita belum bertarung. Altair benar, mungkin sebaiknya kita bicarakan nanti setelah selesai turnamen."


Xena mengedar pandang dengan raut wajah bersalah. "Ini semua salahku," katanya.


"Tidak!" sergah Evelyn cepat-cepat. "Ini bukan salahmu."


"Aku tidak keberatan menunggu sampai selesai turnamen," kata Xena.


"Kalau begitu biar kuberitahu kau garis besarnya," kata Evelyn akhirnya.


Keempat rekannya kembali bertukar pandang. Lalu mengangguk pada Evelyn.


"Yang dimaksud sepuluh kekuatan inti peri pelindung itu…" Evelyn memulai penjelasannya. "Pertama, peri pelindung peniru, kedua, peri pelindung parasit, ketiga, peri pelindung mutasi, lalu peri pelindung pemusat bayangan, peri pelindung ganda, peri pelindung penjaga jiwa, peri pelindung leluhur, peri pelindung malaikat, peri pelindung cahaya dan peri pelindung dewa. Tingkatkan level dan kemampuan sesuai dengan urutan tadi."


Keempat temannya terdiam dengan ekspresi takjub.


"Jadi…" Cleon mengerutkan keningnya, menatap konblok di bawah kaki mereka setengah tercenung. "Karena kau berada di level dasar, berarti… teknikmu adalah peri pelindung peniru?"


"Benar, begitu!" jawab Evelyn seraya tersenyum.


"Peri pelindung peniru adalah…" Cleon kembali tercenung, mencoba mengingat-ingat. "Menautkan cakra peri monster tipe berbeda…"


"Benar," jawab Evelyn lagi.


"Hah?" Ketiga rekan lainnya terperangah.


"Lord Vox benar-benar merealisasikan teorinya," gumam Xena.


Evelyn mengulum senyumnya dan tertunduk. Tiba-tiba teringat perkataan salah satu guardian di aula pendaftaran saat pertama kali ia datang ke akademi.


"Kurasa inilah saatnya Lord Vox mewujudkan teori-teorinya. Aku ingat, ada sepuluh kekuatan inti peri pelindung..."


Tapi kemudian Lady Die membantahnya, "Memang ada! Tapi ini benar-benar konyol!"


Lalu suara Nazareth menggema di kepalanya.


"Entah itu Master Spiritual biasa maupun mereka yang ada di Ordo Angelos… tak ada yang mempercayai Sepuluh Teori Kekuatan Inti Peri Pelindung-ku. Sejak dulu, tak ada Master Spiritual yang menyerap cakra dengan tipe yang berbeda untuk memperkuat diri."


Tiba-tiba Evelyn ingin menangis.


"Meski aku memiliki keyakinan pada teoriku, tapi belum pernah ada yang mencoba. Sepuluh Teori Kekuatan Inti Peri Pelindung yang pernah kukeluarkan… hanya teori tanpa bukti. Itu… karena tak ada yang mau mencoba!"


"Kalau begitu biarkan aku menjadi orang pertama yang membuktikan teori Master!"


Aku percaya padamu, bisik Evelyn dalam hatinya. Master!