
"Peri Pelindung Leluhur!" pekik Salazar.
"Tidak disangka kekuatan inti peri pelindung akan digunakan untuk melawan penulisnya," gumam Lady Die dalam gumaman takjub.
Nyx Cornus dan Xenephon bertukar pandang dengan ekspresi cemas.
Bagaimana tidak?
Kalau sampai orang lain mengetahui teknik yang digunakan Evelyn adalah kekuatan inti peri pelindung leluhur, orang-orang yang mengincar tulang cakra Apollo akan memburu Evelyn saat itu juga.
Evelyn mengayunkan tangannya yang secara otomatis membuat sosok cahaya di belakangnya mengikuti gerakan tangannya, mengayunkan pedangnya seraya menggeram,
"Sadarlah, Nazareth Vox!"
Geraman itu menggelegar seperti guruh dalam suara lantang seorang tentara—Rodrigo Knight!
Dan…
BUUUUUUUMMM!
Permukaan tanah meledak menyemburkan angin kencang bercampur debu dan bebatuan bersama badai cahaya.
"Siapa sebenarnya gadis ini?" salah satu pengawal kekaisaran yang menjaga Hutan Berburu Peri Monster menggumam terkejut.
Nazareth melipat kedua tangannya di belakang tubuhnya seraya tersenyum miring dengan tatapan yang masih kosong, kelopak matanya masih menyemburkan lidah-lidah api. Tubuhnya tidak bergeser sama sekali, meski rambut dan jubahnya terhempas dengan keras hingga berkibar-kibar seperti bendera bersama lidah-lidah api di sekeliling tubuhnya. Membuat sosoknya terlihat seperti menara api di dunia bawah.
"Dan siapa pria dengan boneka itu?" pengawal lainnya menimpali tak kalah terkejut.
"Haruskah kita melapor pada Kaisar?" pengawal lainnya lagi menginterupsi, namun tatapannya tak bisa berpaling dari kedua sosok pengacau itu tanpa berkedip.
"Kukira tidak!" timpal pengawal yang lain-lainnya lagi.
"Apa maksudmu?" rekan-rekannya serempak menoleh ke arah pengawal itu.
Pengawal itu tidak mengalihkan perhatiannya dari pertarungan Evelyn dan Nazareth. "Lihat sosok di belakangnya!" ia memberitahu.
Lalu secara serentak para pengawal lainnya kembali menoleh ke arah pertempuran dan terperangah.
Sosok pria raksasa yang menjadi peri pelindung leluhur Nazareth adalah Kaisar Neraida, Aero Thunder.
"Siapa sebenarnya orang-orang ini?" para pengawal itu memekik bersamaan.
Evelyn terhenyak dan terbelalak.
Para guardian Morfeus Academy dan anak-anak aset mereka terkesiap tak kalah terkejut. Kalau Peri Pelindung Leluhur-nya Kaisar… berarti… pikir mereka tak yakin.
Evelyn mengerjap dan menggeleng-geleng, seolah mencoba membangunkan dirinya. Lalu kembali menatap sosok ilusi leluhur Nazareth.
Sosok itu tidak berubah.
Memang Aero Thunder!
Kalau begitu… Catlyn Thunder… Evelyn mengernyit dan menggeleng-geleng lagi. Merasa konyol atas kecemburuannya pada Catlyn.
Lencana khusus orang kaisar…
Catlyn Thunder…
Seharusnya aku sudah bisa menebaknya!
Nazareth memutar jari tengah dan telunjuknya di sisi wajahnya dan seketika Migi Vox tersentak lepas dari lilitan sulur Evelyn, kemudian melesat kembali ke sisi Nazareth.
Boneka itu berbalik dan melipat kedua tangannya di belakang tubuhnya, kemudian menelengkan kepalanya sedikit dan tersenyum miring pada Evelyn.
Detik berikutnya, boneka itu membesar dan bermutasi menjadi pengawal kekaisaran berbaju zirah, lengkap dengan pedang dan perisai, juga helm baja tertutup dengan tanduk yang mencuat di bagian dahi. Bersamaan dengan itu Migi Vox juga membelah diri menjadi sepasukan tentara abadi yang secara serentak menerjang ke arah Evelyn. Lebih tepatnya, menyerbu Rodrigo Knight!
Tentara melawan tentara.
Evelyn terhenyak dan menelan ludah. Kekuatan Inti Peri Pelindung Mutasi ternyata bisa seperti ini!
Nyx Cornus dan Xenephon serentak menegang di kaki tebing. Tapi tak bisa berbuat banyak.
Begitu juga dengan para guardian Morfeus Academy. Apa lagi anak-anak aset mereka!
Mereka semua masih ingat ketika Evelyn mengeluarkan teknik kekuatan inti peri pelindung untuk pertama kalinya.
Dibandingkan Evelyn saja, mereka tak lebih dari sekawanan semut. Bagaimana mereka akan menghadapi Nazareth?
Evelyn menyentakkan telapak tangan lainnya di sisi tubuhnya sementara tangan satunya masih terangkat lurus di atas kepalanya, dan seketika keredap cahaya biru memancar dari telapak tangannya.
Dan seketika semua orang, semua makhluk di seluruh penjuru Hutan Berburu Peri Monster serentak membungkuk ke arah Evelyn.
Apollo!
"Master!" semua orang berseru dengan hormat tentara.
Evelyn mengayunkan tangannya lagi, diikuti sosok ilusi Apollo Katz. Pria tua itu mengayunkan palunya bersama raungan nyaring yang lebih terdengar seperti auman binatang buas.
"Nazareth! SADARLAH!!!"
GLAAAAAARRRR!
Palu Apollo berdebum di bawah kaki Evelyn.
Permukaan tanah kembali meledak menyemburkan angin kencang bercampur debu dan bebatuan bersama badai cahaya, menyapu bersih sosok ilusi barisan tentara abadi yang coba mengepung Evelyn.
Dentuman palu raksasa itu kemudian meninggalkan lubang besar seperti danau di permukaan tanah di kaki tebing.
Nazareth tetap bergeming, kemudian menyeringai tipis tanpa selera humor.
Migi Vox berubah ke wujud aslinya, namun hanya sekejap. Detik berikutnya, boneka itu berubah bentuk lagi menjadi tongkat emas yang sangat mirip dengan milik Penyihir Hati Iblis, Bedros Damon.
Evelyn kembali terhenyak. Gawat! batinnya mulai panik.
Kata-kata Victoria melintas dalam benaknya.
"Hati Iblis adalah batu energi alam semesta. Batu mulia dewa cahaya."
Lalu terngiang kata-kata Nazareth…
"Belakangan baru diketahui bahwa kekuatan spiritual yang memberkatiku berusia ratusan juta tahun."
Kekuatan Inti Peri Pelindung Dewa! Evelyn menyimpulkan.
Bersamaan dengan itu, sesosok pria berparas rupawan dengan jubah memukau dan mahkota menyilaukan berkeredap muncul di belakang Nazareth.
Dewa Cahaya!
Aku tak percaya aku harus berhadapan dengan dewa cahaya! pikir Evelyn ngeri.
Semua orang dan semua makhluk di seluruh penjuru Hutan Berburu Peri Monster serentak tersungkur dengan dahi menyentuh tanah.
"My Lord!" sembah semua orang.
Evelyn membeku dengan wajah pucat. Tidak membungkuk seperti yang lain.
Sosok ilusi dewa cahaya itu mengetukkan ujung tongkatnya dan seketika seluruh tempat seakan meledak hingga ke ujung ufuk.
Seluruh tempat seakan merunduk.
Sebuah kuasa dahsyat menekan puncak kepala Evelyn, mencoba merundukkan gadis itu.
Tubuh Evelyn serentak tertekuk dengan kedua kaki gemetar. Bagaimana ini? pikirnya ketakutan setengah mati. Tapi lalu perkataan Victoria kembali melintas dalam benaknya.
"Seperti kubilang tadi, meski tidak memiliki gen raja cahaya, seseorang bisa saja menjadi raja cahaya berikutnya atas pilihan dewa melalui energi cahaya para malaikat. Tapi itu artinya dia Putra Cahaya. Titisan dewa cahaya itu sendiri. Dia bukan raja kami tapi dewa!"
Putra Cahaya! Evelyn menggumam dalam hatinya, kemudian mencoba meluruskan tubuhnya, menentang kuasa yang mencoba menundukkannya. Tapi semakin ditentang, kekuatan itu semakin menghimpit dirinya. Sekujur tubuhnya serasa remuk dan luluh lantak.
Dalam keadaan setengah berdiri, setengah berjongkok, dan pastinya setengah mati, Evelyn mencoba mengeluarkan cakra spiritualnya, mengerahkan sisa energi cahaya yang dimilikinya yang nyaris sekarat.
Dan…
SLAAAASSSH!
Migi Vox melesat keluar dari dada gadis itu kemudian terbang berputar-putar di sekeliling Nazareth dan sosok ilusi dewa cahaya.
Nazareth terkesiap dan menelan ludah, kemudian memicingkan matanya. Bola matanya bergerak-gerak mengikuti gerakan sosok ilusi Migi Vox yang mengitarinya dalam tarian maut.
"Vox!" Nazareth mendesis lirih, seakan terjaga dari mimpi.
Kuasa mahadahsyat yang tidak terlihat itu tiba-tiba mengendur.
Evelyn terhuyung dan terbatuk-batuk, memuntahkan segumpal darah.
Nazareth spontan tersentak dan menoleh ke arah Evelyn.