
"Baiklah!" Pemandu acara kembali ke tempatnya di lantai dua. "Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Demi hasil akhir yang adil, kami terpaksa melakukan pemeriksaan pada Evelyn Katz. Karena jika terbukti Evelyn Katz sudah melewati level dua puluh, Evelyn Katz harus didiskualifikasi dari Turnamen Tingkat Pengawal."
Aula kembali menggelegar oleh tepuk tangan para penonton.
"Dengan ini, saya nyatakan pertarungan dilanjutkan!" Pemandu acara mengumumkan.
Evelyn dan Electra kembali ke tempatnya masing-masing, mengeluarkan cakra dan peri pelindungnya lagi dan bersiap.
Electra memutar tubuhnya dan melontarkan peri pelindungnya dari balik punggungnya ke arah Evelyn dengan gerakan melengkung.
Evelyn berhasil menangkisnya dengan membuat pusaran yang dibentuk dari sulur tanaman yang melingkupi seluruh tubuhnya.
Para penonton memekik dengan takjub.
Electra melesat ke arah pusaran sulur tanaman itu seraya mengayunkan jemari tangannya yang membentuk cakar untuk mengoyak tanaman itu.
SLASH!
Electra berhasil memutus sulur tanaman itu, namun pada waktu bersamaan ia juga merasakan nyeri di ujung kukunya. Ternyata lumayan kuat, pikirnya.
Evelyn terseret hingga beberapa langkah ke belakang namun tak sampai jatuh. Ia mengembangkan tangannya lagi dan mengeluarkan teknik kedua.
Bersamaan dengan itu, Electra sudah menerjang ke arah Evelyn dengan tendangan harimau seraya melontarkan energi cahaya berbentuk kubah dari telapak tangannya.
BLASSSSSHH!
Evelyn berhasil menghindarinya dengan gerakan melejit dan memutar di udara sambil melontarkan sulur tanaman yang kemudian melecut ke arah Electra dan hampir menangkap pinggang gadis itu.
Tapi Electra berhasil mengelak dengan gerakan salto di udara, kemudian mendarat dengan mulus di tempatnya semula.
Evelyn juga kembali ke tempatnya dan memasang kuda-kuda, menyiapkan teknik ketiga.
Para penonton menegang melihat pertarungan berakhir seri.
Evelyn berjongkok seraya mendaratkan telapak tangannya di lantai. Detik berikutnya, sulur tanaman rambat menjalar di lantai dengan kecepatan luar biasa menuju ke arah Electra.
Electra melompat memantulkan dirinya ke dinding penyekat untuk kemudian melejit ke arah Evelyn seraya mengayunkan telapak tangannya. Peri pelindungnya kembali melesat keluar dari punggungnya dalam kecepatan dua kali lipat dibanding sebelumnya.
Evelyn masih bertahan dalam posisi jongkok yang membuat para penonton memekik ngeri ketika peri pelindung Electra hampir menerkam punggungnya.
Tapi dalam sekejap sulur tanaman tiba-tiba bangkit dari lantai dan membentengi Evelyn dalam bentuk pusaran acak yang sepintas terlihat seperti sangkar.
Citah Electra terpental ketika mencoba menerobos sangkar itu.
Electra mengayunkan kembali telapak tangannya dan melontarkan energi cahaya berbentuk kubah untuk memecah sangkar Evelyn.
GLAAAAAARRRR!
Benturan energi cahaya yang membutakan kembali meledak meninggalkan cahaya putih terang yang membuat seluruh aula hanya terlihat putih.
Para penonton menahan napas.
Dan ketika cahaya itu berangsur-angsur meredup.
Evelyn masih berjongkok dalam sangkar yang dibuatnya, sementara Electra terjengkang di lantai.
Electra menarik bangkit tubuhnya dan kembali memasang kuda-kuda. Bagaimana bisa sulurnya berubah menjadi keras seperti batu? pikirnya.
Evelyn masih bergeming dalam posisi jongkok dengan telapak tangan menekan lantai.
Electra menggerak-gerakkan telapak tangan dan jemarinya membentuk jurus-jurus penyatuan energi ke telapak tangannya kemudian melejit ke udara dan menukik ke arah Evelyn melalui lubang sangkar dari sulur tanaman di atas kepala gadis itu seraya melontarkan energi cahaya dari telapak tangannya.
Evelyn melontarkan sulur tanaman dari telapak tangannya ke atas dan menjerat pergelangan tangan Electra yang dalam sekejap sudah merambat ke seluruh tubuh gadis itu.
Electra memekik terkejut dan kehilangan kontrol.
Evelyn menyentakkan sulurnya ke bawah, menarik Electra ke dalam sangkar yang dibuatnya, sementara ia sendiri melejit keluar dengan lompatan salto.
Electra jatuh tersungkur dengan kepala mendarat lebih dulu.
Detik berikutnya sangkar Evelyn menyempit dan menyergap tubuh Electra.
Electra mengernyit dan mengatupkan matanya dengan ngeri ketika tersadar kepalanya hampir membentur lantai.
Hening.
Electra mengerjap dan membuka matanya. Kepalanya mengambang beberapa inci dari lantai. Sulur tanaman Evelyn menahan tubuhnya. "Thanks!" desisnya pada Evelyn.
Evelyn tersenyum dan mengangguk.
"Pertarungan berakhir!" Pemandu acara mengumumkan. "Anak aset Nazareth Vox menang dengan perolehan satu poin!"
Aula menggelegar oleh tepuk tangan spektakuler, disusul suara-suara ledakan kembang api.
Evelyn menarik peri pelindungnya perlahan, menurunkan kaki Electra terlebih dulu supaya kepala gadis itu tidak membentur lantai.
Electra melompat berdiri dan menghambur ke arah Evelyn. "Selamat!" serunya sambil menarik lengan Evelyn ke atas kepala mereka.
Para penonton kembali bertepuk tangan dan bersorak.
Evelyn tersenyum sendu memandangi ledakan kembang api di atas kepala mereka. Master, katanya dalam hati. Aku menang lagi!
Xenephon dan Nyx Cornus tersenyum pada Evelyn dengan tatapan prihatin.
Altair dan Xena melompat-lompat sambil mengacung-acungkan tinju mereka di udara. Cleon tersenyum memandang Evelyn penuh kekaguman.
Wakil akademi dan para juri berdiri.
Evelyn dan Electra membungkuk ke arah mereka dengan hormat tentara.
Wakil akademi mengambil alih pengeras suara untuk menyampaikan pidato penutup.
Seisi aula kembali menggelegar oleh tepuk tangan spektakuler. Kembang api kembali dinyalakan setelah wakil akademi mengumumkan turnamen resmi ditutup.
"Panggil Evelyn Katz ke aula guardian!" Wakil akademi memerintahkan setelah selesai pidato.
Pemandu acara membungkuk dan melompat turun ke panggung arena sementara wakil akademi meninggalkan aula diikuti semua juri dan para petinggi.
Xenephon mengerutkan dahi ketika pemandu acara itu mendarat di depan Evelyn.
"Evelyn Katz, Wakil Akademi memintamu menghadap ke aula guardian." Pemandu acara memberitahu.
Evelyn mengerjap dan bertukar pandang dengan Electra.
Electra mengangguk singkat untuk memberi dukungan.
Evelyn membungkuk ke arah pemandu acara itu, kemudian mengikutinya.
Xenephon bertukar pandang dengan Nyx Cornus, lalu memutuskan untuk mengikuti mereka.
Xena dan Altair mengawasi iring-iringan para petinggi dan guardian itu dengan penasaran.
Electra muncul tak lama kemudian.
Cleon Jace bergabung dengan mereka setelah itu. "Apa yang terjadi?" ia bertanya pada Electra.
"Aku juga tidak tahu," jawab Electra. "Tapi kudengar wakil akademi memintanya menghadap ke aula guardian."
"Apa ada masalah?" Xena bertanya khawatir.
"Hanya itu yang kudengar!" Electra mengangkat bahunya.
Lalu keempatnya memandang ke arah pintu ganda aula guardian yang langsung ditutup setelah Evelyn melangkah masuk.
Evelyn berdiri kikuk di tengah ruangan sementara para petinggi dan guardian berderet di sepanjang ruangan mulai dari pintu masuk sampai ke ujung ruangan di mana wakil akademi berdiri memunggunginya.
Wakil akademi berdeham dan memutar tubuhnya menghadap Evelyn dan Evelyn mendapati dirinya hanya membeku di bawah tatapan pria paruh baya itu.
Lututnya mendadak terasa goyah menyadari tatapan semua orang dalam ruangan tertuju pada dirinya.
Xenephon dan Nyx Cornus terperangah di ujung deretan para guardian di dekat pintu masuk.
Dan pertanyaan sang wakil ketua kemudian membuat Evelyn merasa sedikit limbung.
"Katakan, Evelyn Katz! Apa kau punya guru yang lain?"
Evelyn spontan tergagap. Apa maksudnya guru yang lain?