
Arsen Heart merentang busurnya.
Salazar Lotz merentangkan sayap Phoenix-nya disertai suara mendengking nyaring.
Lalu ketika Arsen Heart melepaskan anak panahnya, Salazar Lotz sudah melejit dan menukik ke arah Arsen Heart.
SLASH!
Benturan energi meledak memendarkan lingkaran cahaya berwarna-warni yang menyilaukan.
Angin kencang berhembus ke seluruh aula.
Para penonton menahan napas, menatap nanar arena tanpa bisa melihat apa pun kecuali badai cahaya.
BLASHHH!
Ledakan cahaya kembali berpendar, lalu meredup.
Kedua guardian itu sudah kembali berada di tempatnya masing-masing, memasang kuda-kuda lagi.
Arsen Heart meregangkan busurnya lagi, Salazar Lotz merentangkan sayapnya lagi.
Berbeda dengan sebelumnya, kali ini anak panah Arsen Heart mengeluarkan lidah-lidah api.
Sayap Phoenix Salazar Lotz juga menyala-nyala mengeluarkan lidah-lidah api berwarna biru.
Murid-murid akademi terperangah dengan mata dan mulut membulat.
SLASH!
Sekali lagi kedua guardian itu saling menyerang.
Salazar Lotz melesat-lesat ke sana kemari, sosoknya berkeredap muncul dan menghilang sambil berpindah-pindah tempat dalam sekejap, memercikkan api di mana-mana di seluruh arena.
Sepasang mata Arsen Heart menyala merah, mengaktifkan penglihatan super pengunci target sambil terbang berputar mengikuti gerakan Salazar Lotz, mengarahkan anak panahnya pada sasaran.
SLASH!
Anak panah melesat dalam jumlah banyak kemudian berputar-putar mengikuti gerakan Salazar Lotz.
Salazar Lotz tahu ia tak bisa menghindar dari teknik kedua Arsen Heart, lalu dengan cepat menyiapkan teknik ketiga.
JLEB!
JLEB!
Sejumlah anak panah milik Arsen Heart mengenai sayap Phoenix Salazar Lotz, tapi terpental karena tak dapat menembus sayap api yang dalam sekejap sudah berubah menjadi bongkahan es yang keras.
Arsen Heart memasang kuda-kuda lagi, mengeluarkan cakra spiritualnya lagi. Sosok ilusi Sagitarius meuncul kembali di sampingnya, meregangkan busurnya lagi, matanya menyala lagi, kemudian melesatkan anak panahnya ke arah Salazar Lotz.
Salazar Lotz sekarang terbang berputar-putar mengelilingi Arsen Heart, mengecoh perhatiannya, membentuk pusaran angin kencang yang meluluhlantakkan seisi aula.
Semua orang menyilangkan tangannya di depan wajah.
Arsen Heart terhimpit di tengah-tengah pusaran angin hingga tak bisa bergerak karena putaran angin yang sangat kuat. Anak panahnya tersapu seluruhnya.
Seisi aula bergemuruh dan bergemeretak. Lantai di bawah kaki semua orang bergetar dan berguncang.
Arsen Heart mengarahkan panahnya ke langit, kemudian melepaskannya dalam jumlah banyak. Anak-anak panah itu melesat dalam kecepatan komet, kemudian meledak di udara seperti kembang api. Percikan apinya kemudian berubah menjadi jarum-jarum api yang mengujani arena.
Murid-murid akademi menahan napas.
Para guardian membeku.
Salazar Lotz menyentakkan kedua tangannya di sisi tubuhnya dengan jemari membentuk cakar menghadap ke atas. Sosok ilusi Phoenix melesat dari punggungnya, sayapnya berubah menjadi nyala api.
Bersamaan dengan itu, Salazar Lotz melontarkan bola api dari telapak tangannya ke perut Arsen Heart.
BUUUUMMMM!
Ledakan energi besar-besaran pun tak terelakkan, menyemburkan angin kencang yang menerpa semua orang.
Seisi aula kembali berguncang.
Nazareth memperhatikan kedua kandidat di lantai arena dengan mata terpicing, tampak tenang dan penuh konsentrasi.
Arsen Heart terhuyung dan terdorong ke belakang, berdiri membungkuk sambil memegangi perutnya.
Cleon Jace menahan napas.
Arsen Heart terdiam untuk waktu yang lama dalam posisi membungkuk. Sebulir keringat menggelinding di pelipisnya.
Semua orang mengerjap dan menunggu.
Arsen Heart mengangkat sebelah tangannya ke arah wasit. "Aku mengaku kalah!" katanya dengan suara tercekat.
Aula meledak oleh tepuk tangan. Anak-anak aset Salazar Lotz melompat sambil bersorak dan mengacungkan tinju mereka di udara.
Arsen Heart membungkuk pada Nazareth.
Nazareth menanggapinya dengan anggukan singkat.
Ketika Arsen Heart menyisi ke arah pintu keluar arena, Lady Die tiba-tiba menghilang dari tempat duduknya, kemudian muncul di tengah arena di depan Salazar Lotz.
"Ronde berikutnya!" pemandu acara mengumumkan. "Salazar Lotz melawan Dea Proka!"
Xena melompat dan bersorak sambil mengacungkan tinjunya di atas kepala, diikuti anak-anak aset Lady Die yang lain.
Lady Die membungkuk ke arah Nazareth dengan hormat tentara.
Kemudian saling bertukar hormat dengan Salazar Lotz.
Beberapa saat kemudian, kedua guardian itu sudah mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindung mereka.
Aula kembali bergemuruh oleh angin kencang dan badai cahaya.
Tiba-tiba Salazar Lotz terhuyung. Wajahnya serentak memucat dan sebutir keringat menggelinding di pelipisnya.
Rupanya salah satu jarum api Arsen Heart mengenai punggungnya tadi, sekarang jarum itu meresap ke dalam tubuhnya. Sengatan rasa panas menyergap dirinya. Punggungnya serasa terbakar. Racunnya mulai menjalar.
Salazar Lotz mengernyit dan menarik energi cahayanya, kemudian mengangkat tangan. Lalu jatuh berlutut.
Lady Die tergagap dan menarik energi cahayanya sambil melompat ke arah Salazar. "Are you okay?" tanyanya cemas.
"Aku mengaku kalah!" kata Salazar pada pemandu acara.
Nazareth beranjak dari tempat duduknya, kemudian melayang turun ke lantai arena dan menangkap bahu Salazar, menahan tubuhnya agar tak jatuh.
Arsen Heart mengikutinya.
Ahli pengobatan akademi menyusul tak lama kemudian.
"I'm sorry!" ungkap Arsen Heart.
"It's okay!" Salazar mengangkat tangannya, menenangkan Arsen Heart. "Ini kompetisi."
Lalu Arsen Heart dan ahli pengobatan akademi segera melarikan Salazar Lotz ke balai pengobatan.
Evelyn dan teman-temannya menghambur keluar aula, mengikuti ketiga guardian itu ke balai pengobatan, diikuti anak-anak aset Arsen Heart yang lain.
"Selanjutnya!" perintah Nazareth sambil melambaikan tangannya ke arah Nyx Cornus.
Nyx Cornus melayang turun ke arena sementara Nazareth terbang kembali ke tempatnya.
Migi Vox menoleh ke sana kemari dengan ekspresi bingung seorang anak kecil, mencari-cari keberadaan Evelyn.
"Ronde terakhir!" seru pemandu acara berusaha untuk tetap bersemangat. "Dea Proka melawan Nyx Cornus.
Anak-anak aset Nyx Cornus berdiri dan bertepuk tangan.
Nyx Cornus membungkuk pada Nazareth, lalu membungkuk ke arah Lady Die, dibalas bungkukan yang sama.
Lima detik kemudian, kedua guardian wanita itu sudah mengeluarkan cakra spiritual dan peri pelindung mereka.
Aula kembali bergemuruh dan berkeretak.
Angin kencang kembali berembus bersama semburat cahaya terang berwarna-warni.
Seekor naga melesat keluar dari punggung Lady Die kemudian berputar-putar di sekelilingnya.
Punggung Nyx Cornus mengeluarkan kobaran api setinggi dua meter. Kedua tangannya mengembang di sisi tubuhnya dengan jemari membentuk cakar menghadap ke atas.
Lady Die melambungkan tubuhnya dan berputar di udara, sosok ilusi naga di sekeliling tubuhnya melesat ke arah Nyx Cornus.
Bersamaan dengan itu, Nyx Cornus melontarkan peri pelindung rantai nerakanya dari kedua tangannya.
GRAAAAKKKK…
Rantai besar berwarna gelap itu melecut dari dua arah yang berlawanan.
Peri pelindung naga pengeluh milik Lady Die berkeredap seperti kilat saat melesat ke arah Nyx Cornus sambil menyemburkan api dari mulutnya.
Nyx Cornus melentikkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari semburan api itu.
GRAAAAKK…
Rantai Nyx Cornus menyergap pinggang Lady Die.
Namun bersamaan dengan itu, naga pengeluh Lady Die juga menyergap pinggang Nyx Cornus.