Poison Eve

Poison Eve
Chapter-70



"Bayangkan kau memiliki lima cakra dengan masing-masing berusia: sepuluh tahun, seratus tahun, seribu tahun, sepuluh ribu tahun dan seratus ribu tahun. Jika semua disatukan, maka kau bisa memiliki satu cakra seratus sebelas ribu seratus sepuluh tahun." Nazareth sedang menjelaskan teori mengenai Ilmu Pemusat Bayangan yang menurutnya penting namun sekaligus juga berbahaya.


Evelyn memang sudah mencapai tingkat ketujuh dari sepuluh kekuatan inti peri pelindung, namun dia melewati satu tahap penting---yaitu: Peri Pelindung Pemusat Bayangan. Dan itu adalah kesalahan fatal yang telah dilakukan oleh Evelyn sehingga ia kehilangan kendali.


Kondisi itulah yang biasa disebut dengan istilah "Berlatih Sampai Sesat" di mana kekuatan spiritual mengambil alih kesadaran seseorang. Tak jarang orang menjadi gila ketika mendalami suatu ilmu spiritual akibat kondisi ini.


Setiap poin dari Sepuluh Teori Kekuatan Inti Peri Pelindung yang ditulis oleh Nazareth harus dilewati tahap demi tahap supaya tidak sesat.


Seusai makan malam, hari itu, Nazareth terpaksa melanjutkan bimbingan khususnya karena lagi-lagi Xenephon mengancamnya dengan mengatakan bahwa ia takkan segan-segan memberikan pelatihan keras pada Evelyn.


"Lima cakra Xenephon masing-masing berusia sembilan ratus ribu tahun, delapan puluh ribu tahun, tujuh ribu tahun, lima ratus tahun dan sembilan puluh tahun," lanjut Nazareth. "Ditambah cakra pertamamu berusia empat ratus tahun, total usia peri monster yang dapat kau hisap sembilan ratus delapan puluh tujuh ribu sembilan ratus sembilan puluh."


Evelyn mengerjap antara takjub dan tidak mengerti.


"Level kekuatan spiritualmu baru dua puluh satu," Nazareth menambahkan. "Melewati sembilan ratus ribu bisa menghancurkan peri pelindungmu. Kau tak ingin berakhir seperti aku, kan?"


Evelyn mengerutkan keningnya, menatap Nazareth dengan sorot penasaran.


"Saat aku berusia enam belas tahun, kekuatan spiritualku sudah mencapai seratus satu," cerita Nazareth dalam gumaman lirih.


"Seratus satu?" Evelyn memekik tertahan sambil menyentakkan kepalanya, menoleh pada Nazareth dengan mata terbelalak.


"Aku terlahir dengan karunia cahaya penuh," Nazareth memberitahu. "Sepertimu!"


Evelyn kembali mengerjap dan terkesiap. "Jadi aku bukan satu-satunya setelah seratus tahun?"


"Sebenarnya ada tiga orang," timpal Nazareth. "Tapi ketika peri pelindungku dibangkitkan tak banyak orang yang tahu kecuali guardianku."


"Dan satunya lagi?" Evelyn memicingkan matanya.


"Xen!" jawab Nazareth.


Evelyn kembali terperangah.


"Guardianku adalah ayah Xenephon," Nazareth memberitahu. "Selain itu… dia juga pamanku!"


Evelyn mengangakan mulutnya. "Master Claus sepupumu?"


Nazareth tersenyum tipis, "Ya," jawabnya singkat. "Tapi bukan itu bagian pentingnya. Kami dibesarkan bersama di Kota Cahaya di mana Balai Cahaya Ordo Angelos berada."


"Dan apa itu artinya?" Evelyn menyela tak sabar.


"Tak banyak orang tinggal di Kota Cahaya," jelas Nazareth. "Kecuali para Master Spiritual dengan level di atas lima puluh atau anak dengan bakal lahir karunia cahaya penuh."


"Tempat rahasia?" Evelyn bertanya lagi.


"Tidak sengaja dirahasiakan," tukas Nazareth. "Hanya saja, untuk menjangkaunya dibutuhkan kekuatan spiritual tinggi karena tempat itu adalah negeri peri yang sesungguhnya. Pusat kehidupan spiritual. Manusia biasa takkan bertahan hidup di negeri peri."


"Apa di sana dihuni oleh ras peri?" Evelyn penasaran. "Maksudku… selain monster!"


"Ya," jawab Nazareth. "Beberapa peri hidup abadi di Kota Cahaya. Tapi beberapa telah punah karena diburu untuk dihisap kekuatan spiritualnya."


Evelyn menelan ludah dengan wajah berkerut-kerut karena prihatin. "Jadi selain monster… manusia peri juga bisa dihisap?"


"Bahkan perkakas peri memiliki kekuatan spiritual," sergah Nazareth. "Begitu juga dengan tanahnya," ia menambahkan.


"Tahta kerajaan peri adalah pusat kekuatan spiritual tingkat tertinggi," kata Nazareth. "Usianya jutaan tahun. Tak ada yang tahu persisnya berapa juta, bahkan ras peri sendiri."


"Nymph Quebracho itu…" Evelyn menggumam dengan dahi berkerut-kerut.


"Pohon peri penghancur kapak sebenarnya adalah genealogi kerajaan cahaya," potong Nazareth. "Tahta ketua Ordo Angelos!"


Evelyn menelan ludah dan terkesiap.


"Belakangan baru diketahui bahwa kekuatan spiritual yang memberkatiku berusia ratusan juta tahun," imbuh Nazareth.


Evelyn terperangah. "Ratusan juta tahun?"


"Benar," timpal Nazareth. "Dan itu artinya aku tidak memiliki leluhur yang pernah bertahta di Balai Cahaya. Aku adalah orang pertama yang naik ke singgasana. Tidak ada manusia pada ratusan juta tahun yang lalu. Tidak ada kehidupan alamiah. Belum ada unsur kayu…"


Evelyn menelan ludah dan tergagap. "Itukah sebabnya peri pelindungmu patah?"


"Benar," jawab Nazareth sambil tersenyum. Lalu terdiam sesaat sambil melirik Migi Vox yang bertengger di bendul jendela.


Evelyn mengikuti lirikan matanya dan terenyuh.


Migi Vox menatap mereka dengan raut wajah polos.


"Karena cacat secara permanen, Ordo Angelos dan pihak kekaisaran akhirnya sepakat untuk mengganti identitasku," cerita Nazareth. "Namaku tetap tercatat sebagai Ketua, tapi di tengah masyarakat aku dituntut menjadi orang lain."


Evelyn menatap Nazareth dengan sedih.


"Nazareth Vox!" Nazareth menambahkan. "Itu bukan nama asliku," bisiknya lirih.


"Bagiku kau tetap Nazareth Vox!" tukas Evelyn balas berbisik.


Nazareth tersenyum sendu. "Tak tahan menanggung malu, aku akhirnya menyembunyikan diri, melakukan penelitian dan membuat banyak percobaan. Berusaha keras hingga mati-matian untuk memulihkan keadaanku, memulihkan peri pelindungku…" ia melanjutkan dengan suara tercekat. "Begitu keras hingga aku hampir sesat."


Evelyn menelan ludah dan tertunduk. Kepedihan menyayat relung hatinya.


"Di luar dugaan, Migi Vox menyerap energi negatif itu dan menyelamatkanku," Nazareth tersenyum sedih.


Migi Vox tiba-tiba melompat ke meja dan merayap naik ke dada Nazareth dengan raut wajah sedih seakan terharu mendengar pengakuannya. Kemudian menyusupkan wajahnya di ceruk bahu Nazareth dengan kedua tangan menggelayut di leher pria itu.


Evelyn tersenyum seraya menautkan kedua alisnya, merasa tersentuh.


Nazareth mengusap-usap punggung boneka itu dengan lembut. "Pada saat itulah tongkat kayu mulai menumbuhkan tunas. Tapi bersamaan dengan itu, dia juga menyerap sebagian besar energi spiritualku dari waktu ke waktu, di samping menyerap nutrisi dari tubuhku. Lalu secara perlahan, tunas Migi Vox berubah menjadi tangan, kaki, lalu berangsur-angsur membentuk anatomi tubuh."


Evelyn mengerutkan keningnya semakin dalam. Semakin terenyuh di samping merasa takjub.


"Seiring perkembangannya, kejahatan dalam dirinya semakin meningkat," lanjut Nazareth. "Semakin lama, semakin di luar kendali. Dan kami mulai berebut kesadaran seperti kepribadian ganda. Dan aku menyebutnya Kekuatan Inti Peri Pelindung Pemusat Bayangan."


"Itukah sebabnya teknik itu disebut teknik terlarang?" sela Evelyn.


"Ya," sahut Nazareth cepat-cepat. "Beberapa orang mengira Ilmu Pemusat Bayangan adalah penyebab aku berlatih hingga hampir sesat. Sebenarnya Kekuatan Inti Peri Pelindung Ganda-lah yang membuatku hampir sesat. Dan kau malah mempraktekkannya," ia menambahkan sambil tersenyum masam.


Evelyn balas tersenyum masam, "Maaf," sesalnya.


Nazareth hanya mendesah seraya mengusap puncak kepala Evelyn sekali lagi. "Pada saat ayah Xenephon menanamkan Manna untuk memulihkanku dari luka akibat patahnya peri pelindungku, aku juga memanfaatkannya untuk kultivasi dengan harapan aku mungkin bisa mendapatkan peri pelindung baru dari guardianku. Aku memang berhasil, dan aku menyebutnya Kekuatan Inti Peri Pelindung Ganda. Namun sama seperti yang kau alami, aku mengembangkan Kekuatan Inti Peri Pelindung lainnya tanpa sengaja dan pada akhirnya kehilangan kendali."