Poison Eve

Poison Eve
Chapter-136



"Tutup mata!" Evelyn menginstruksikan.


Keempat temannya spontan menutup mata.


"Xena!" Evelyn memberi tanda pada Xena.


"Sure!" Xena mengaktifkan penglihatan super dan membuka mata. Kemudian mengedar pandang.


Ratusan tengkorak hidup merangkak keluar dari lantai arena yang menyala-nyala. Tulang-belulang mereka juga menyala seperti ranting terbakar. Tak lama kemudian, tangan-tangan mereka menggapai kaki Evelyn dan teman-temannya, mencoba menarik mereka ke dalam tanah.


"Tengkorak!" Xena memberitahu. "Mereka berusaha menarik kita ke dalam tanah.


"Teknik penyatuan tiga jantung!" instruksi Evelyn.


Tak lama lantai arena bergetar dan berkeretak, lalu terkuak membentuk retakan, menelan semua tengkorak hidup itu dan menghimpit mereka, menguburnya kembali ke dalam tanah.


Dua anggota di belakang ketua tim Akademi Sihir Hades melesat ke arah tim Evelyn.


"Cleon!" teriak Xena yang secara otomatis ditanggapi dengan ayunan palu Cleon yang didaratkan di permukaan lantai.


DUAAAAARRRR!


Lantai arena meledak mengempaskan angin kencang yang memadamkan api.


Dua anggota tim Akademi Sihir Hades yang sedang menukik ke arah mereka terlontar bersamaan, tapi dalam sekejap mereka sudah berbalik dengan gerakan salto yang membuat mereka memantul kembali ke arah Evelyn dan teman-temannya.


"Buka mata!" instruksi Xena. "Altair! Teknik ketiga!"


Xena dan Altair serentak melesat ke udara mengeluarkan sayap mereka dan terbang berputar-putar di atas kepala Evelyn.


GLAAAAAARRR!


Ketua tim Akademi Sihir Hades melontarkan energi cahaya berbentuk kubah ke arah Xena dan Altair.


Cleon melejit seraya mengayunkan palunya untuk membendung serangan itu.


DUAAAAARRRR!


Ledakan energi menggelegar dari benturan keduanya.


Evelyn menebarkan sulur tanaman di seluruh lantai, sementara Electra terbang meliuk ke arah dua anggota tim Akademi Sihir Hades lainnya yang masih bertahan di posisi belakang.


Ketua tim mereka mengayunkan tongkat sihirnya ke arah Electra.


SLASH!


Electra terluput berkat teknik teleportasi.


Bersamaan dengan itu, sulur tanaman Evelyn bangkit serentak membentuk tangan dan kepala yang dalam sekejap sudah berubah menjadi dirinya dalam jumlah banyak, kemudian mengepung dua pemuda di baris belakang.


Ketua tim Akademi Sihir Hades tidak terpengaruh oleh sosok ilusi Evelyn, dengan cepat ia melesat ke arah Evelyn seraya mengayunkan tongkat sihirnya.


SLASH!


Electra meliukkan arah terbangnya, berputar dan melesat mengejar ketua tim Akademi Sihir Hades.


Bersamaan dengan itu, Cleon juga melesat ke arah ketua tim itu dari arah depan seraya mengayunkan palunya.


Keempat anggota tim Akademi Sihir Hades tersentak dan menyeruak ke arah ketua mereka.


Evelyn spontan memantulkan tubuhnya ke udara sembari berputar dengan kedua tangan terentang di sisi tubuhnya, pada waktu bersamaan, sulur tanaman menyebar dari telapak tangannya dengan cepat membentuk lingkaran.


Evelyn dan teman-temannya mendarat bersamaan.


GREEEB!


Sulur tanaman itu tiba-tiba menghentak menyergap kelima anggota tim Akademi Sihir Hades dan mengikat mereka sekaligus.


Kelima remaja itu sekarang menggeliat-geliut di udara dengan tubuh berimpitan satu sama lain dalam satu lilitan.


Beberapa saat kemudian, mereka mencoba melakukan teleportasi.


Namun pada saat yang sama, Evelyn mengaktifkan teknik penglihatan super pengunci target yang didapatkannya dari cakra Apollo. Sehingga ke mana pun target mencoba berteleportasi, sulur tanaman itu tetap mengikutinya.


Para penonton di dua negara terpekik dan menahan napas.


Salah satu dari mereka mencoba memutus sulur tanaman itu dan seketika sulur tanaman itu langsung mengeras.


"Sebenarnya apa peri pelindungnya?" anggota lainnya menggumam.


"Tidak ada cara lain," kata ketua mereka. "Formasi gabungan!" ia menginstruksikan.


Lalu kelima remaja itu saling menautkan tangan mereka yang berimpitan.


Lantai arena kembali berkobar. Nyala apinya lima kali lipat lebih besar.


Sesosok raksasa berbadan gelap muncul dari tengah kobaran api di depan Evelyn. Tingginya sekitar lima kaki, bentuk tubuhnya seperti manusia, namun berbulu. Di kedua sisi kepalanya mencuat sepasang tanduk seperti tanduk domba. Pada tangannya, makhluk raksasa itu menggenggam tongkat pemukul dari batu yang bentuknya seperti tongkat baseball namun berduri dan menyala.


"Cleon, teknik ketiga!" Evelyn menginstruksikan.


Cleon menerjang ke depan seraya mengayunkan palunya, sosok ilusi raksasa berkeredap di belakangnya bersama palu yang jauh lebih besar yang secara spontan mengikuti gerakan Cleon.


Evelyn menyemburkan energi cahaya berupa api berwarna merah darah dari mulutnya ke arah Cleon, dan seketika sosok ilusi goliath di belakang Cleon membengkak dua kali lipat, begitu juga dengan palunya.


Nazareth dan Nyx Cornus terkesiap bersama guardian lainnya.


Seisi aula terperangah.


"Tipe pendukung!" pekik Helios.


Nyx Cornus dan Nazareth spontan mengerling ke arah Xenephon. Lagi-lagi manna Xenephon, pikir mereka.


Xenephon balas melirik mereka dengan raut wajah kesal, "Dia memanfaatkan manna-ku dengan sangat baik!" gerutunya dalam bahasa cahaya.


"Bagaimana bisa tipe pengendali memiliki teknik tipe pendukung?" gumam beberapa orang di kiri-kanannya.


"Jadi dia tipe pengendali atau tipe pendukung?" komentar yang lainnya.


"HIAAAAAAAT!" Cleon mengayunkan palunya ke arah raksasa itu dan seketika arena kembali meledak, sepuluh kali lipat lebih dahsyat dibanding saat pertama.


Layar kaca besar yang menampilkan siaran langsung pertarungan itu berkeredap dan memburam.


Arena pertarungan diliputi kepulan asap gelap dan api di seluruh lantai sepenuhnya telah padam.


"Kami mengaku kalah!" teriak ketua tim Akademi Sihir Hades.


"Sudah berakhir!" teriak kedua pemandu acara bersamaan. "Pertarungan dimenangkan oleh tim Akademi Militer Dewa Mimpi dari Neraida!"


Aula Balai Mulia kedua negara meledak oleh tepuk tangan gegap-gempita.


Evelyn menarik peri pelindungnya dan menyimpan tenaga dalamnya.


Beberapa saat kemudian, pintu geser di seberang mereka terkuak membuka dan seketika kelima anggota tim Akademi Sihir Hades terhisap pintu itu dan menghilang.


Pintu kembali tertutup.


Evelyn dan teman-temannya serentak membeku menatap kekosongan.


Sejumlah Ksatria Ordo Angelos dari empat sisi mengulurkan tangannya dengan telapak tangan menghadap ke depan, melontarkan energi cahaya berbentuk serbuk cahaya berwarna-warni. Lingkaran cahaya berbentuk cakram tercipta dari gabungan energi keempat ksatria itu, kemudian mengendap ke lantai.


Evelyn dan teman-temannya serentak menyisi ke tepi arena, keluar lingkaran.


Lantai arena bergetar dan berkeretak, lalu secara perlahan serpihan bebatuan berhimpun ke tengah arena dan kembali ke tempatnya. Lantai itu kembali utuh seperti semula.


"Selanjutnya…" salah satu pemandu acara melanjutkan. "Tidak ada istirahat untuk pemenang!" godanya pada Evelyn dan teman-temannya. Mencoba menyemangati mereka dengan bercanda.


Tapi apa yang dikatakannya bukan candaan. Babak kedua penentuan memang tidak memberikan kesempatan untuk pemenang beristirahat. Itulah sebabnya Nazareth mengatakan babak selanjutnya akan menguras banyak energi.


Sloan menyeringai di Balai Mulia Neraida, menatap layar tim Morfeus Academy dengan raut wajah puas. Ia mengira dengan mendapat giliran pertama, tim Morfeus Academy mungkin sudah kelelahan saat berhadapan dengan mereka. Mereka tak punya tipe pemulihan! pikirnya.


Dan sebelum ia menyadari apa yang terjadi, portal teleportasi sudah terkuak menghisapnya bersama teman-temannya.


BLAAAASH!


Sloan terlontar dan terjerembab di lantai arena dengan posisi tertelungkup.


Cleon terkekeh tipis dengan tatapan mencemooh.


Sloan menarik bangkit tubuhnya dengan rahang mengetat.