
Ruangan sudah dipenuhi dengan banyaknya pebisnis dari berbagai perusahaan. Reza, Renata dkk juga hadir dalam meeting perebutan tender inj. Mereka semua nampak sangat tegang dan antusias. Reyhan hanya duduk diam disamping Faiz sambil memainkan ponselnya. Ia malas untuk menatap sekeliling, apalagi disini ada sosok perempuan yang begitu membuatnya muak. Rosella, gadis itu juga hadir untuk mewakili perusahaan ayahnya. Sedari tadi gadis itu terus menatap kearah Reyhan dengan sorot mata penuh kekaguman.
Salah seorang karyawan datang untuk mengecek segala perlengkapan meeting. Kabarnya, sang CEO utama sekaligus pemilik perusahaan yang akan memimpin meeting kali ini. Itu sebabnya seluruh pengusaha yang hadir begitu gugup sekaligus antusias dalam pelaksanaan rapat.
Tak berselang lama, dua orang ajudan masuk untuk membukakan pintu dan mengawasi keamanan sekitar. Seluruh mata langsung terfokus kearah pintu, begitu juga dengan Reyhan. Pintu terbuka sempurna, lalu masuklah seorang perempuan muda yang nampak sangat menawan didampingi seorang pemuda di sampingnya.
Kehadiran gadis itu sukses membuat semua orang membelalakkan matanya tak percaya. Sella bahkan sampai tertegun beberapa saat dengan mata yang tak berkedip sama sekali. Reza, Renata dkk lebih terkejut lagi. Mereka bahkan mengerjapkan matanya berulang kali untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi.
"Kenzi...." gumam Tasya dengan lirih.
"Gue nggak mimpi kan?!!" gumam Vicky sambil menepuk pipinya sendiri.
Reyhan tersenyum tipis melihat kehadiran Kenzi. Kehadiran sosok seorang gadis yang seakan menjadi separuh nyawanya. Keberadaan Hanzo membuat Reyhan semakin yakin bahwa yang ia lihat memang benar Kenzi.
Kenzi yang baru memasuki ruangan juga sama terkejutnya dengan mereka. Gadis itu bahkan sampai diam mematung di ambang pintu. Ia kemudian menengok kearah Hanzo yang juga sedang menatapnya, senyuman pemuda itu sudah cukup menjadi jawaban bahwa ini semua memang rencananya.
"Sorry Ken, tapi kayaknya udah cukup untuk lo menghindari semuanya. Dan udah cukup untuk lo membohongi hati lo sendiri" batin Hanzo dalam hati.
Dengan langkah berat, Kenzi melangkah kearah kursi nya yang terletak paling depan. Berusaha fokus dan berusaha untuk tidak peduli dengan kehadiran orang-orang di masa lalu, terutama Reyhan. Gadis itu terus memasang wajah datar seperti biasa seolah tak terjadi apa-apa.
"Selamat siang semuanya. Pertama-tama, perkenalkan saya Kenzia Nastasya Aleskey, CEO sekaligus pemilik dari perusahaan ini. Seperti yang kalian ketahui, meeting hari ini akan menentukan siapa yang layak menjadi perancang arsitektur mall yang akan kami bangun. Maka dari itu, tunjukkan kemampuan kalian. Dan meeting kita mulai!!" ucap Kenzi. Ia bisa melihat wajah terkejut Sella, dan Renata Reza dkk saat ia menyebutkan identitasnya. Tapi ia berusaha untuk acuh karena ini bukan saat yang tepat untuk membahas itu semua.
Meeting di mulai dan seluruh pengusaha mulai mempresentasikan rancangan dari perusahaan mereka masing-masing. Berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan tender sebagai perancang arsitektur sebuah mall yang digadang-gadang akan menjadi mall terbesar se-Asia Tenggara. Jika mereka berhasil, perusahaan mereka tentunya akan mendapat keuntungan besar serta citra yang tinggi karena berhasil bekerja sama dengan KNA COMPANY. Sebuah perusahaan properti yang menjadi perusahaan properti terbesar se-Asia Tenggara.
Kenzi menyimak segala presentasi dan rancangan dengan seksama sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Sedangkan Reyhan, ia terus menatap kearah gadis itu dengan tatapan yang memancarkan kerinduan yang mendalam. Matanya tak diizinkan berkedip sedikitpun dari suara dan gerak seorang Kenzia.
Di samping kebahagian Reyhan, Sella menatap kearahnya dengan tatapan kesal. Ia kemudian menatap kearah Kenzi dengan sorot mata penuh kebencian.
Kini giliran Reyhan yang mempresentasikan rancangan dari perusahaannya. Dengan langkah penuh percaya diri, pemuda itu maju ke depan semua orang. Berdiri di samping layar monitor yang sudah menampilkan rancangannya, Reyhan di dampingi dengan Faiz menjelaskan secara rinci dan mendetail namun tidak terlalu berbelit sehingga membuat semua orang terkagum dengan kepiawaiannya dalam berbicara. Terang-terangan Reyhan menatap kearah Kenzi yang juga sedang menatapnya, sesaat kemudian gadis itu mengalihkan pandangan kearah lain dan hal itu membuat sudut bibir Reyhan tertarik membentuk sebuah senyuman.
"Demikian presentasi rancangan dari perusahaan kami, terima kasih atas perhatian anda sekalian" Reyhan mengakhiri presentasinya diiringi tepuk tangan kagum dari para pebisnis yang hadir. Ia kemudian berjalan kembali ke tempat duduknya dengan mata yang terus menatap kearah Kenzi, sedangkan yang ditatap malah mengalihkan pandangan kearah lain seolah tak menyadari jika sedang ada yang menatapnya.
Meeting selesai, seluruh pebisnis yang ikut dalam event ini menunggu dengan perasaan harap-harap cemas. Kenzi saling berbisik dengan staff-nya yang turut hadir. Ia kemudian keluar dari ruangan meninggalkan mereka semua. Kenzi menyerahkan segala keputusan kepada staff-nya, walau ia sudah memperdiksi siapa yang akan menang dan keputusan itu pastinya tidak sesuai dengan hatinya, ia harus adil. Ia tak mau membawa ego dan
masalah hati dalam urusan pekerjaan. Bersikap profesional adalah prinsipnya dalam bekerja.
**************
Kenzi membasuh wajahnya menggunakan air. Ia menatap pantulan dirinya di cermin washtafel. Jantungnya masih berdetak tak karuan sampai sekarang.
"Kenapa takdir selalu mempertemukan kita disaat aku berusaha untuk menjauh?!!!. Kenapa semuanya tambah semakn sulit?!!!!" monolog Kenzi.
Ia membenahi baju kerjanya. Kenzi menarik nafas panjang, berusaha untuk menguatkan hatinya agar tidak goyah dan terlena oleh tatapan seorang Reyhan.
Perlahan Kenzi membuka pintu toilet lalu keluar dari sana. Memasang wajah sebiasa mungkin untuk mengelabuhi semua orang, Kenzi berjalan dengan anggun dan berwibawa.
"Gue kira lo udah mati, ternyata lo masih hidup ya?!!" sebuah suara berhasil membuat langkah Kenzi terhenti. Ia tau suara siapa ini, ia kemudian berbalik badan untuk menatap orang itu. Hanya menatap, tanpa berniat untuk membalasnya.
Sella menatap tajam kearah Kenzi yang hanya dibalas dengan tatapan tajam oleh gadis itu.
"Lo tau?!, lo itu pengacau tau nggak?!!!, kedatangan lo itu merusak semuanya?!!!" sarkas Sella sambil menunjuk Kenzi tepat di depan wajahnya. Sedangkan Kenzi hanya diam, menunggu ucapan gadis itu selanjutnya.
"Kalo nggak ada lo, pasti sekarang gue sama Reyhan udah bersama!!!. Tapi karena lo semuanya hancur!!!!, Pertunangan gue hancurr!!!!!, dan itu semua karena lo!!!"
"Gue pikir setelah lo mati, Reyhan bakalan berpaling ke gue. Cihhh, tapi ternyata dia malah nungguin lo yang nggak berguna!!!!"
Amarah Sella semakin menggebu, sedangkan Kenzi malah terperangah dengan apa yang barusan ia dengar.
"Kenapa lo diem?!, nggak punya mulut?!!!. Dan satu lagi, gue peringatin ke lo, jangan pernah lo sok caper atau tebar pesona ke Reyhan!!!. Dia punya gue, lo ngerti!!!" tegas Sella dengan lantang.
Kenzi menyunggingkan senyum sinis disudut bibirnya setelah mendengar ucapan gadis itu. Ia melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap Sella dengan tatapan meremehkan.
"Waktu gue terlalu berharga untuk ngeladenin orang yang nggak penting!!!. Dan untuk Reyhan, lo jangan salahin gue dong kalo dia nggak berpaling ke lo. Mungkin dia emang nggak selera sama cewek yang nggak punya otak kayak lo!!!" sarkas Kenzi dengan sinisnya. Mulut sepedas bon cabe kembali tertanam dalam dirinya setelah delapan tahun vakum.
Kenzi kemudian mendekat kearah Sella. Wajah bengis dengan senyuman sinis sudah ia tanamkan dalam wajahnya sejak tadi.
"Gue harap, lo kalo kemana-mana itu bawa kaca!!!. Biar tiap waktu lo bisa ngaca dan sadar diri!!!. Siapa elo, dan siapa gue. Kita beda jauhh. Gue suka cara elegan, dan lo suka cara yang rendahan dan nggak bermutu. Gue harap habis ini lo lebih rajin ngaca, supaya lo sadar diri. Apa lo pantes ngomong apa yang lo ucapin barusan!!!. Pengacau?!!. Cihh, lo bahkan lebih menjijikkan dari itu, fucker!!!" sinis Kenzi sambil menepuk bahu Sella agak keras. Setelah puas melihat wajah kesal rivalnya, Kenzi tersenyum tipis lalu berbalik badan untuk kembali ke ruang meeting.
************
Semua orang sudah berkumpul di ruangan untuk mendengar pengumuman siapa pemenang tender sebagai perancang arsitektur mall yang akan di bangun. Semua duduk dengan perasaan harap-harap cemas, namun tidak dengan Reyhan. Pemuda itu selalu nampak santai dan tenang dalam situasi apapun.
"Sesuai dengan prosedur dan penilaian yang telah kami buat. Pemenang tender untuk rancangan arsitektur mall dimenangkan oleh, KR' EL ALEXAN COMPANY. Selamat kepada pemenang, dan selamat bergabung dengan perusahaan kami. Kami harap kerja sama kita dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya sebuah kendala"
Tepuk tangan bergemuruh setelah mendengar kabar kemenangan KR' EL ALEXAN. Kenzi hanya diam sambil meremass baju yang ia kenakan.
"Sesuai dugaan gue. Itu berarti gue sama Reyhan akan lebih sering ketemu. Tuhan....aku cuma minta, semoga sakit hati itu nggak kembali terulang. Sekarang gue cuma mau ngikutin alur, biar semua mengalir seperti air, dan biarlah takdir membawa gue ke dunia yang sebenarnya" bayin Kenzi
Reyhan tersenyum tipis diantara wajah dinginnya. Baru kali ini ia kembali merasa bahagia setelah delapan tahun hanya merasa kesepian.
"Mungkin ini memang cara tuhan kembali menyatukan kita. Dan aku cuma berharap kalo kamu mau ngasih aku sekali lagi kesempatan untuk memperbaiki semuanya" ucap Reyhan dalam hati.
Seluruh pengusaha dan para Staff sudah kembali ke tempat masing-masing. Sedangkan Kenzi masih sibuk dengan lamunannya sehingga tak menyadari bahwa di ruangan ini hanya ada dirinya dan Reyhan.
"Aku menang tender lohh. Kamu nggak mau ngucapin Selamat, sayang?" bisik Reyhan tepat di telinga Kenzi hingga membuat gadis itu terkejut. Keterkejutannya semakin bertambah saat menyadari tidak ada seorang pun disini selain ia dan Reyhan.
"Selamat atas keberhasilan anda, Tuan Reyhan" ucap Kenzi berusaha menutupi kegugupannya.
Reyhan tersenyum manis sambil mengulurkan sebelah tangannya.
"Salaman ucapan Selamat?"ucap Reyhan.
Meski sedikit ragu, Kenzi menerima uluran tangan itu.
"Selamat" ucapnya sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
Tak disangka-sangka, Reyhan menarik tangannya hingga tangan Kenzi ikut tertarik. Tubuhnya menubruk dada Reyhan. Dengan cepat, Reyhan melingkarkan lengannya di pinggang Kenzi sebelum gadis itu berusaha untuk melepas diri.
"Tolong lepas tangan anda!!" seru Kenzi dengan nada tak bersahabat.
"Please, biarin kayak gini. Sebentar aja" pinta Reyhan dengan lirih.
Kenzi diam tak bersuara. Ia membiarkan Reyhan memeluknya sesuka hati. Jika boleh jujur, ia juga merindukan pelukan ini. Ia merindukan bahu yang dulu selalu ia buat untuk bersandar. Kenzi menarik nafas untuk menghirup wangi khas Reyhan, wangi yang sebenarnya begitu ia rindukan. Ia berusaha sekuat tenaga agar tangannya tidak dengan lancang membalas pelukan Reyhan.
"Nggak....nggak bolehh. Gue nggak boleh lemahh, gue capek sakit hati. Semuanya udah cukup!!!!" batin Kenzi.
Kenzia Nastasya Aleskey
Reyhan Saputra Alexander