
sebelum baca, *aku mau nyampein, cerita ini sengaja aku skip biar alurnya lebih cepet. Skip bukan dlm artian melompat bab ya guys, skip yg aku maksud itu skip waktu dan tempat. Jadi jangan heran kalo tiba-tiba di cerita udah pergantian tahun atau bulan. Soalnya aku ngerasa udah terlalu banyak menambahkan bab yang seharusnya nggak terlalu dibutuhin. Dan itu sengaja aku masukin buat jadi pemanis cerita.
Tapi ternyata malah membuat ceritanya berbelit-belit dan nggak kelar-kelar padahal ini belum masuk bagian komplikasi masalah yang sebenernya*. Makanya aku bilang ini diawal karena aku yakin, kalo aku tulisnya di akhir cerita, kalian nggak akan baca.
*Oke, back to story*
-
-
Tak terasa, kini ujian kenaikan kelas siswa SMA Dharma Bangsa telah usai. Kini seluruh siswa tengah menikmati masa liburan mereka. Begitu juga dengan Kenzi, Reyhan dkk. Sekarang ini, mereka tengah berkumpul di Mansion Kenzi karena mereka akan pergi ke Labuan Bajo menggunakan jet pribadi milik keluarganya.
"Wihh gila, si Kenzi ternyata kaya banget yah. Nggak cuma tampang doang yang kaya, ternyata dompernya juga iya" celetuk Ariel. Kepalanya berputar mengamati sekeliling Mansion mewah Kenzi.
"Norak lo" hardik Tasya.
"Biarin wlee" jawab Ariel sambil menjulurkan lidahnya pada Tasya. Tasya mendesis kesal.
"Guys, jet-nya udah siap. Kalian bawa barang-barang masing-masing terus langsung ke halaman belakang ya. Gue tunggu disana" Ucap Kenzi yang baru keluar dari dalam. Semua mengangguk. Mereka lalu mengambil barang masing-masing dari bagasi mobil. Kebetulan mereka hanya membawa dua mobil saja.
Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, mereka langsung menuju halaman belakang seperti yang di katakan Kenzi tadi.
"Bang, lo yakin ngga mau ikut?" tanya Kenzi pada Devano saat dirinya akan berangkat bersama teman-temannya.
"Nggak, besok gue ada acara sama temen-temen" jawab Devano.
"Oh, yaudah kalo gitu" jawab Kenzi.
"Kalian semua hati-hati ya. Berangkat utuh, pulang juga harus utuh. Reyhan, om titip Kenzi ya" ucap William.
"Dad, aku bukan anak TK yang harus dititip-titipin" cebik Kenzi. William terkekeh mendengar penuturan putrinya.
"Iya om, saya bakal jagain Kenzi dengan ekstra" jawab Reyhan sambil tersenyum lebar.
"Ekhemmm, ada yang udah deket sama camer nih" ledek Reza.
"Apaan sih lo" tukas Kenzi sambil melempar tissue kotor ke muka Reza.
"Gue mulu yang kena" gumam Reza kesal yang masih bisa didengar oleh Vicky. Vicky tertawa kecil, tangannya terulur untuk menepuk bahu Reza.
"Yang sabar ya boss" ucap Vicky. Reza memutar bola matanya jengah.
"Udah sana kalian berangkat, biar disana sampeknya ngga kemaleman" tutur Allia. Mereka semua mengangguk. Setelah berpamitan, delapan makhluk ciptaan tuhan itu masuk ke dalam jet. Dalam hitungan menit, jet pribadi itu sudah melesat meninggalkan kawasan Mansion Aleskey.
Mereka duduk berpasangan. Renata dengan Vicky, Reza dengan Tasya, Ariel dengan Andien, dan Reyhan yang pastinya bersama Kenzi. Meskipun harus melakukan perdebatan yang panjang dan sengit, akhirnya Renata cs mau duduk dengan cowok² itu. Meskipun terpaksa. Terpaksa ya guys... tandai itu!!.
Kenzi memilih duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan di bawah sana. Kepalanya ia sandarkan dibahu Reyhan. Sesekali Reyhan mengusap lembut rambut Kenzi.
Disamping keharmonisan Reyhan dan Kenzi, para gadis dan pemuda itu terus berdebat karena hal kecil.
"Ren, bagi snack napa. Pelit amat lo sama gue" ucap Vicky memelas. Bukannya kasihan, Renata malah mendesis kesal.
"Modal dong, apa-apa kok minta. Kere amat lo" ketus Renata. ia lebih memilih melihat jendela daripada melihat Vicky yang berada di sampingnya.
"Judes amat jadi cewek, jadi perawan tua baru tau rasa" gumam Vicky yang masih bisa di dengar oleh Renata. Dengan gerakan kilat, ia menyiku perut Vicky hingga empunya meringis kesakitan.
"Awws" ringis Vicky.
"Rasain tuh" tukas Renata. ia kembali mengalihkan pandangannya ke samping.
Lain Renata, lain juga dengan Tasya. Dia dari tadi dibuat kesal hingga ke ubun-ubun karena Reza terus mencolek dagunya.
"Ihhh anjirr lo ya, lo pikir gue sabun colek apa!!" Bentak Tasya sambil menghempas kasar tangan Reza dari dagunya.
"Sakit ogeb" pekik Reza sambil mengibas-ibaskan jarinya diudara. Tasya tak memperdulikan ucapan Reza ia lebih memilih memakai headset dan mendengarkan musik.
Sedangkan di kursi Ariel dan Andien, hanya keheningan yang tercipta. Andien sibuk memotret pemandangan dari ketinggian. Sedangkan Ariel, ia hanya diam sambik menatap Andien yang sibuk dengan dunianya.
"Ndien..." ucap Ariel memecah keheningan.
"Hmm" Andien hanya membalas dengan deheman tanpa mengalihkan atensinya dari kamera.
"Lo ngomong kek, gue bosen tau daritadi cuma ngeliatin lo yang foto-foto gak jelas" Ariel berkata dengan nada sedikit kesal. Tiba-tiba Andien melemparkan bantal leher kearahnya, Ariel menerimanya dengan kening berkerut.
"Kok lo kasih ke gue?" tanya Ariel bingung.
"Katanya bosen, yaudah lo tidur aja sana. Lagian gue juga nggak minta buat lo liatin" jawab Andien. Ariel mendengus kesal.
"Lo tuh jadi cewek ngga peka banget sih. Kalo gue bilang bosen, ya lo temenin gue ngobrol kek. Bukannya ngacangin gue dari tadi lo...emphhh"
Dengan kesal, Andien menyuapkan roti ke mulut Ariel hingga penuh.
"Lo tuh cerewet banget ya, kek emak-emak komplek tau nggak. Lagian gue tuh bukan ahli IT yang paham kode-kodean." oceh Andien sambil terus memasukkan roti ke mulut Ariel. Ariel membelalakkan matanya melihat tingkah Andien.
"Kasian aku liat temen-temen kamu. Disiksa sama para fighter" Ucap Kenzi sambil melihat para sahabatnya. Dia kemudian tertawa bersama Reyhan.
"Biarin aja, sekalian belajar jadi samsak hidup" jawab Reyhan sambil terkekeh. Kenzi ikut tertawa mendengar ucapan Reyhan.
"Ken" panggil Reyhan.
"Hmm?" Kenzi menghentikan tawanya dan mendongak menatap Reyhan disampingnya.
"Kamu suka liat luar sana?" tanya Reyhan lembut dengan tangannya menunjuk luar jendela. Kenzi mengikuti arah tunjuk Reyhan.
"Ya.." jawab Kenzi disertai anggukan.
"Apa yang ada disana?" tanya Reyhan lagi.
Kenzi menatap Reyhan dengan kening mengkerut.
"Awan dan langit" jawab Kenzi cepat.
"Kamu tau nggak, kenapa awan nggak pernah jatuh ke bumi?" tanya Reyhan
"Nggak" jawab Kenzi disertai gelengan. Reyhan tersenyum simpul. ia menarik lembut kepala Kenzi agar bersandar di dadanya.
"Awan nggak akan pernah jatuh ke bumi. Karena langit tidak mau ditinggal sendiri. Seperti kita berdua. Seperti aku dan kamu. Kamu nggak akan pergi bersama orang lain, karena aku nggak mau kamu tinggal sendirian. Begitupun sebaliknya. Sehitam apapun langit, awan selalu ada untuk mendampinginya. Sekencang apapun badai, awan selalu ada untuk langit. Aku dan dan kamu adalah langit dan awan. Kita akan selalu bersama meskipun ada bumi diantara kita. Tapi bumi hanya sekedar ada, dia tidak bisa memisahkan kita. Kecuali kematian" ucap Reyhan. Kenzi mendongak menatap netra teduh kekasihnya. ia tersenyum manis sambil menatap pemuda dihadapannya ini.
"Kalaupun kematian memisahkan kita, percayalah...disini...kita akan selalu hidup sebagai Reyhan dan Kenzi dalam sebuah kisah cinta manis yang berujung kebahagiaan. Meskipun nanti aku mati lebih dulu, aku akan selalu ada disini...sebagai ratu dihati kamu yang nggak akan pernah pergi sampai kapanpun" ucap Kenzi seraya memegang dada Reyhan tepat dimana letak hati pemuda itu. Reyhan tersenyum, ia mendekap hangat gadis disampingnya. Melimpahkan kasih sayang tiada batas pada gadisnya ini.
Reza yang melihat kemesraan dua sejoli itu hanya mendengus kesal. Rasanya dia sedang menjadi jomblo teraniaya saat ini. Dia akhirnya lebih memilih memasang headset di telinganya dan memejamkan mata.
Tapi hal itu tak berangsur lama saat dia merasakan beban berat menimpa bahunya. Perlahan ia menoleh dan mendapati Tasya sedang tertidur pulas sambil bersender di bahunya. Sudut bibir pemuda itu terangkat membentuk sebuah senyuman. Pelan-pelan, ia membenahi posisi kepala Tasya agar lebih nyaman bersandar di bahunya. ia melakukannya dengan amat hati-hati agar tidak membangunkan gadis itu.
"Selamat tidur, Baby" ucap Reza sambil mengelus pipi Tasya pelan. Dia ikut memejamkan mata dengan senyum yang tak pernah surut dari wajah tampannya.
**Tandai typo....jangan lupa like, coment, and vote yaa.
Mampir juga ke "Doctor is my wife"
Salam manis dari author:)
Happy Reading 😘**