Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Serba Salah



Seorang pria bertubuh tinggi tegap tampak memandang takut kearah layar komputer yang memperlihatkan seorang gadis tengah menatap tajam kearahnya.


"Bagaimana?" tanya gadis itu dengan tak sabaran. Pria itu semakin gugup dibuatnya, tangannya bahkan sudah berkeringat dingin saat ini.


"Maaf, nona. Kami gagal" jawabnya seraya menunduk.


"Kenapa kalian bisa gagal?!, membunuh satu orang aja nggak bisa. Rugi saya bayar kalian!!" marah gadis itu.


"Maafkan kami, Nona. Tapi semalam dia membantunya!" ucap pria itu tanpa mendongakkan kepalanya.


Prangg....


Sebuah vas bunga dibanting oleh gadis itu hingga tak berbentuk. Pria itu terjingkat karena kaget oleh ulah majikannya.


"Stupid girl!!" umpatnya dengan kesal.


*******


Reyhan dan Kenzi berangkat bersama ke sekolah. Pasangan ini memang tak setiap hari berangkat bersama. Tergantung permintaan Kenzi. Kalo bilang jemput ya jemput, kalo nggak usah ya enggak.


"Males banget hari senin. Udah upacara, waktunya pak rohman lagi!" keluh Kenzi. Reyhan terkekeh mendengarnya.


"Namanya juga hari senin, ya pasti upacara lah. Lagian kamu kenapa sih kok nggak suka banget sama Pak Rohman?" ucap Reyhan tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.


"Eneg aja gitu sama tuh guru. Udah killer, ngasih tugas nggak tanggung-tanggung, apalagi matanya yang suka melotot itu,jadi gemes pengen nyolok pake penggaris!!" cerocos Kenzi panjang lebar. Mungkin karena efek PMS sehingga membuat perasaan gadis ini menjadi tak karuan.


"Kalo gitu colok aja udah!. Kalo kamu dimarahin, tenang!!. Ada aku yang lari duluan" jawab Reyhan sambil tertawa. Kenzi berdecak kesal.


"Nggak lucu!!" ketus Kenzi dengan bibir yang mengerucut. Reyhan terkekeh melihat wajah asem pacarnya. ia tau jika mood Kenzi saat ini sedang tidak baik. Jadi dia lebih memilih diam daripada mendapat semburan maut dari kekasihnya.


Saat tengah fokus menyetir, tak sengaja mata elang Reyhan menangkap sosok gadis yang berseragam sama dengannya sedang berjalan seorang diri di pinggiran. Reyhan memelankan laju mobilnya, hal itu membuat Kenzi bingung.


"Kok jadi pelan?" tanya Kenzi seraya menoleh kearah Reyhan.


"Itu Sella bukan sih?" tanya Reyhan sambil menunjuk gadis itu dengan dagunya.


"Iya, emang kenapa?" tanya Kenzi dengan kening mengkerut. Reyhan tak menjawab. ia malah menghentikan mobilnya tepat disamping gadis itu.


"Hay Sell, sendirian aja?" tanya Reyhan dari dalam mobil. ia membuka kaca mobil yang berada di sisi Kenzi sehingga gadis itu juga dapat melihatnya.


"Iya nih" jawab Sella. Kenzi hanya mendengar dan melihat percakapan mereka dengan wajah malas plus kesal.


"Mau nebeng nggak?" tawar Reyhan yang membuat Kenzi terkejut. ia dengan cepat menoleh kearah Reyhan dan menatap tajam kearah pemuda itu.


"Kamu apa-apaan sih?!" tukas Kenzi sambil melotot dengan suara yang agak pelan agar Sella tak mendengarnya.


"Udalah Yang, gapapa!!. Itung-itung bantu temen" jawab Reyhan berusaha memberi pengertian pada kekasihnya. Kenzi berdecak kesal. ia bersendekap dada sambil menatap depan dengan wajah ditekuk tanpa mau menjawab ucapan Reyhan.


"Nggak usah deh Rey. Gue jalan kaki aja" jawab Sella yang merasa tak enak hati.


"Udah gapapa, Sell. Lagian jarak ke sekolah juga masih jauh." ucap Reyhan. Sella beralih menatap ke arah Kenzi yang sedang memasang wajah tak enak dipandang.


"Gapapa, Ken?" tanya Sella pada Kenzi. Kenzi menoleh kearah gadis itu seraya berkata.


"Terserahh!!" ketusnya.


"Udah, gapapa kok!" timpal Reyhan. Sella tersenyum simpul.


"Tapi gue boleh duduk di depan nggak?, soalnya gue mual kalo duduk di belakang" pinta Sella pada Kenzi. Kenzi menghela nafas panjang kemudian kembali menoleh ke gadis itu.


"Oke!!" di luar dugaan, Kenzi menyetujui permintaan Sella yang membuat gadis itu tersenyum lebar. Kenzi membuka pintu mobil lalu keluar dari mobil. Sella beralih masuk dan duduk di tempat Kenzi tadi.


Dengan wajah datar, Kenzi berjalan kearah kursi kemudi lalu membuka paksa pintu itu.


"Keluar!!" serunya pada Reyhan.


"Lah, kok?" ucap Reyhan dengan wajah bingung.


"Aku bilang keluar!!" tekan Kenzi dengan suara agak keras hingga membuat Reyhan terjingkat. Dengan gelagapan, Reyhan membuka sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil. Dan kini gantian Kenzi yang duduk di kursi kemudi bersebelahan dengan Sella.


Reyhan masih berdiri disamping pintu dengan memasang wajah goblokknya.


"Kamu mau sampek lebaran monyet berdiri disitu?!, buruan masuk!!" sentak Kenzi dari dalam mobil. Lagi-lagi Reyhan kaget dibuatnya. Dengan setengah berlari, Reyhan memutari mobilnya lalu masuk dan duduk di kursi belakang.


Ngueng.....


Kenzi menekan pedal gas hingga mentok yang membuat mobil melaju kencang seketika. Punggung semua orang yang ada disitu bahkan sampai menjungkal kebelakang saking kencangnya.


Banyaknya pengemudi lain tak membuat Kenzi mengurangi laju mobil tersebut. Saat ada tikungan tajam, Kenzi memutar setir mobil hingga mobil itu nge-drift beberapa derajat.


Reyhan dan Sella berpegangan kuat-kuat pada apapun yang bisa dipegang.


"Ken, kalo mau nge-prank malaikat jangan sekarang dong!!. Kita belum nikah loh, aku belum mau mati!" oceh Reyhan yang pasti tak digubris oleh Kenzi. Gadis itu hanys memasang wajah datar dengan tatapan tajam mengarah ke depan.


Tinn....tinnn


Saat di perempatan, ada sebuah truk yang melaju dari arah kiri. Truk itu mengklackson mobil yang dikendarai Kenzi.


"Ken awas!!" seru Sella saat melihat ada truk disisinya.


Bukannya mengerem, Kenzi malah menambah kecepatan mobil dan....


wusss


Mobil itu melesat tepat dengan jarak 20 cm dari truk tersebut. Hampir saja mereka mati berjamaah.


Kenzi seperti orang kesetanan sekarang. Salip sana, salip sini. Ada mobil lain bukannya berhenti malah ngegas. Untung nggak ketabrak. Padahal dari tadi malaikat udah mau dateng tapi nggak jadi mulu. Kan kasian, malaikat dari tadi di prank:/


Cittt


Kenzi mengerem mendadak mobil itu tepat di parkiran SMA Dharma Bangsa. ia kemudian melepas sabuk pengamannya lalu meraih tas punggung miliknya dan menyampirkan tas itu dibahu.


Brakk


Kenzi menutup pintu dengan sangat kencang. Eitss bukan menutup, lebih tepatnya membanting. Reyhan dan Sella langsung ngelus dada.


"Untung gue nggak punya riwayat sakit jantung" celetuk Reyhan dengan nafas tak beraturan. Hampir. Hampir saja ia menjadi little pocong. Untung engga jadi.


Kenzi berjalan memasuki kelas dengan perasaan dongkol sedongkol dongkolnya. Wajah triplek khas Kenzi sudah ia pasang sejak di mobil tadi.


Brakkk


Kenzi menendang pintu kelasnya hingga membuat semua siswa terkejut dan menatap kearahnya.


"Nggak usah liat-liat!!, gue colok baru tau rasa lo!!" semprot Kenzi dengan wajah garangnya. Semua siswa langsung menunduk takut.


Kenzi berjalan menuju mejanya lalu membanting tas-nya ke meja itu.


"Lo kenapa sih?. Banting sana banting sini kek algojo tau nggak!" ucap Andien dengan ekspresi bingung. Renata dan Tasya pun melakukan hal yang sama.


"Bodo amat!!. Tangan tangan gue, yang banting gue, napa lo yang sewot?!" semprot Kenzi.


"Santuy mbak, ngegas mulu bawaannya. Ada apaan sih?" timpal Renata.


Belum sempat Kenzi menjawab, Reyhan dan Sella masuk ke kelas dengan bersamaan dan membuat satu kelas terheran-heran.


"Lah, mereka kok bareng?" heran Tasya sambil menatap kearah Sella dan Reyhan yang baru memasuki kelas. Mereka bertiga lalu kompak menatap kearah Kenzi yang sedang memasang sungut bertanduk kambing:v


Brakk


Kenzi menggebrak meja dengan keras kemudian berlalu kearah pintu. Dengan sengaja, ia lewat di tengah-tengah antara Reyhan dan Sella dan menyodokan bahunya ke bahu dua orang itu hingga membuat dia orang itu sedikit terhuyung. Kenzi kemudian pergi dari kelas entah kemana dsn meninggalkan seribu tanya bagi orang-orang yang ada di kelas itu.


"Nah loh si Ken ngamuk. Rasain tuh!!" kompor Reza. Pemuda itu memang sangat pandai menjadi kompor mleduk di saat-saat seperti ini.


Reyhan segera melempar tas punggungnya tepat di muka Reza.


"Titip tas gue!!" setelah mengucapkan itu, ia segera berlari menyusul Kenzi.


Reyhan mengedarkan pandangannya untuk menemukan sosok gadis itu. ia kemudian bernafas lega saat menemukan Kenzi tengah makan seorang diri di kantin. Dengan cepat, ia segera menyusul Kenzi dan duduk di samping gadis itu.


Reyhan duduk sambil bertopang dagu untuk melihat wajah kekasihnya yang sedang makan dalam mode kesal.


"Kamu gemesin deh kalo kayak gini!" celetuk Reyhan sambil senyum-senyum nggak jelas. Kenzi tak merespon, ia meneruskan makannya bersikap seolah tak ada Reyhan disitu.


"Jangan cemberut, nanti cantiknya ilang loh" goda Reyhan sambil mencoel pipi kanan Kenzi.


"Terus kalo aku udah nggak cantik, kamu bakal cari pacar lagi. Gitu kan?!" desis Kenzi tanpa menatap Reyhan.


"Ya nggak lah. Kamu aja udah bikin aku puyeng, apa lagi kalo punya pacar dua. Bisa-bisa fertigo mendadak aku" jawab Reyhan tanpa dosa. Kenzi mendelik kesal kearah pemuda itu.


"Ngomong apa kamu tadi?!. Aku ngeselin?, sehat nggak ngana?!"semprot Kenzi yang membuat Reyhan gelagapan.


"Aku nggak ngomong gitu kok. Aku tadi cuma bilang kepala aku pusing" kilah Reyhan.


"Pusing karena punya pacar kayak aku!!. Iya kan?!. Yaudah, pacarin aja tuh si Sella biar nggak pusing. Kan dia itu pendiem, attitude-nya baik, nggak neko-neko. Pacaran aja sama dia, nggak usah sama aku!!" tukas Kenzi dengan kesal.


"Kok kamu gitu sih sayang. Kan tadi aku cuma nebengin dia aja buat bales budi tindakan dia semalem" jawab Reyhan dengan wajah memelas.


"Kamu semalem ketemuan sama dia?!. Udah berani ya kamu main belakang sama cewek lain!!" seru Kenzi sambil menatap tajam kearah Reyhan. Reyhan mengacak rambutnya frustasi.


"Salah lagi gue!!" jerit Reyhan dalam hati.


"Nggak gitu sayang. Dia semalem itu cuma bantuin aku. Bantuin doang, suer dehh!!" ucap Reyhan seraya mengacungkan dua jarinya.


"Dan karena itu aku nawarin dia tumpangan, kan itung-itung bales budi" tambahnya.


"Cih alesan!!. Sekarang ngasih tumpangan, nanti malem telfonan, besoknya jalan-jalan, terus lusa jadian. Hafal aku sama kelakuan cowok, bullshit doang!!" cerocos Kenzi kesal.


"Nggak gitu Ken!!. Kok kamu jadi bawel banget sih!!" cebik Reyhan yang mulai kesal juga.


"Kok kamu jadi ngatain aku sih!!.Orang kamu yang salah kok, wajar dong kalo aku marah. Kalo kamu pengen punya pacar yang pendiem dan nggak bawel, pacaran sana sama patung!!, sama pembuatnya sekalian!!" semprot Kenzi yang makin kesal.


"Aku nggak ngatain kamu. Tapi dari tadi kamu mojokin aku mulu, sekiranya aku yang paling salah. Kan aku udah jelasin, kamunya aja yang nggak percayaan!!" jawab Reyhan mencoba sabar.


"Kan emang kamu yang salah!!"bentak Kenzi. Reyhan mengusap wajahnya kasar.


"Oke, oke. Aku yang salah. Aku salah dan aku minta maaf sama kamu, oke?!" ucap Reyhan mengalah.


"Tuh kan kamu nggak ngelak!!. Jadi kamu beneran selingkuh sama dia?!. Kamu kok jahat banget sih!!" teriak Kenzi dengan mata berkaca-kaca. Seluruh siswa yang mendengar itu langsung menoleh kearah mereka dengan tatapan heran. Reyhan langsung gelagapan melihat Kenzi menangis.


"Ya gusti....jadi pengen nelen orang kalo kayak gini. Untung gue sayang, kalo nggak udah gue timpuk pake granat nih anak"batin Reyhan.


"Ken nggak gitu. Ya gustii, sumpah demi apapun aku nggak selingkuh. Aku cuma pengen bales budu perbuatan dia aja nggak lebih!" jelas Reyhan dengan hati-hati.


"Omong kosong!!" bentak Kenzi kemudian langsung pergi meninggalkan kantin.


Reyhan memukul meja dengan kesal.


"Apaan liat-liat!!" bentaknya pada semua siswa yang melihatnya. Mereka semua lalu segera mengalihkan pandangan kearah lain setelah menyaksikan drama brama kumbara antara Reyhan dan Kenzi yang sudah bersambung.